Kirim Cerpen Anak Padang Ekspres

Rabu, 09 Desember 2015



Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Post kali ini lagi lagi kabar baik dari salah satu media yang sudah sejak dahulu saya sasar. ;) Alhamdulillah. Panen media di tahun ini bisa kompakan. Nyatanya, saya tidak kirim satu dua kali, lo! Hehehe. Ikhtiar terus-menerus Insya Allah akan menemukan jawaban terbaik. Ciayou!

Nah, saya akan membagikan tips ala saya mengirim cerpen anak ke Harian Padang Ekspres.

Cekidot! ;)

  1. Tulis cerpen anak sepanjang 400-700 kata. Sebenarnya jumlah ini fleksibel. Rentang yang saya simpulkan tersebut berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama ini
  2. Cantumkan nama, alamat, dan kontak yang bisa dihubungi
  3. Kirim ke alamat e-mail : ceriapadek@gmail.com
  4. Honor diambil langsung di kantor redaksi. Bila berada di luar kota bisa ditransfer. Silakan hubungi bagian keuangan Harian Padang Ekspres
Rubrik Ceria hadir setiap hari Minggu. Selain bisa dilihat versi cetaknya, kita juga bisa intip penampakannya di website Harian Padang Ekspres.

Selamat mengirim dan semoga sukses, ya, Sahabat Khansa! ;)

Tulisan yang tayang di Harian Padang Ekspres

UPDATE! 04 Mei 2021
Sejak pandemi Covid-19 melanda, rubrik Ceria Harian Padang Ekspres sudah ditiadakan :(

Cita-Cita Lia di Padang Ekspres

Selasa, 01 Desember 2015

[CERPEN ANAK] Cita-Cita Lia dimuat di Harian Padang Ekspres edisi Minggu 29 November 2015

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah. Kabar gembira kembali menyapa saya pada hari Minggu ceria ;)

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Perjuangan #ceileh saya untuk menembus gawang redaksi Harian Padang Ekpres cukup menorehkan jejak panjang, lho! Hihihi. Selamat buat teman-teman penulis yang berhasil menembus gawang redaksi Harian Padang Ekspres dalam satu dua kali kiriman. Thumbs up of you! ;)

Naskah ini saya kirim pada tanggal 18 November 2015 dan dimuat pada tanggal 29 November 2015.

Terima kasih banyak, Uni Novia Erwida ;) Mungkin karena terlalu sering nge-cek http://m.padek.co/ setiap minggu dan belum menemukan nama saya tercantum di sana, jadi saya tak mengecek dimuat atau tidaknya karya saya pada hari tersebut. Sekali lagi, terima kasih, Uni Novia. Semoga berlimpah barokah buat Uni sekeluarga. Aamiin.

Ilustrasi cantik ini saya persembahkan buat adik saya, Karunia Auliany Sambas dan sepupu saya, Muhammad Arif Ridho :)


Alhamdulillah dapat versi cetaknya juga, nih. 


Cita-Cita Lia
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Lia bersekolah di sebuah Sekolah Dasar Negeri di daerah Asahan, Sumatera Utara. Lia mendapat pekerjaan rumah untuk menuliskan cita-cita.

“Nah, anak-anak. Minggu depan adalah Hari Anak Sedunia. Sekolah kita akan mengadakan lomba menulis dengan tema cita-cita. Ibu minta kalian menulis cita-cita kalian ya. Siaaappp?”

“Siaaappp, Bu Guru!” jawab murid-murid serempak.

Mereka kelihatan sangat gembira mendengar pengumuman ini.

Lia memandangi teman-temannya dengan raut wajah lesu.

“Kamu kenapa Lia? Kok kelihatan murung? Cita-cita kamu jadi apa?” tanya Trisa, teman sebangku Lia.

Lia menggeleng.

“Aku belum tahu,” ucap Lia pelan.

Gadis kecil itu menunduk.

Lia sedih mendengar pengumuman Bu Guru barusan. Lia bingung dengan cita-citanya.

“Assalamu’alaikum,” ucap Lia.

“Wa’alaikumussalam,” jawab Ibu.

“Lia kok kelihatan sedih?” sapa Ibu.

Ibu membimbing Lia duduk di dipan.

“Ayo, coba ceritakan pada Ibu!” pinta Ibu lembut.

“Minggu depan, sekolah Lia akan mengadakan lomba menulis tentang cita-cita, Bu. Tapi Lia nggak tahu cita-cita Lia apa.”

Ibu mendengarkan cerita Lia dengan tenang. Beliau dapat memahami perasaan putrinya.

“Lia tahu tidak apa itu cita-cita?” tanya Ibu.

Lia menggeleng.

“Cita-cita adalah keinginan yang selalu ada di dalam pikiran kita,” jelas Ibu.

“Coba ingat-ingat. Selama ini Lia sering kagum pada siapa?”

Lia kembali menggeleng.

“Lia sudah pulang?” Bang Arif muncul dari dapur.

Ibu menceritakan tentang tugas Lia pada Bang Arif. Ia baru saja pulang ke rumah. Selama ini Bang Arif kuliah di kota.

“Besok Lia ikut Abang ke panti, ya. Di sana banyak anak seusia Lia.” Bang Arif mencoba menghibur.

Esoknya Lia ikut ke panti. Ternyata Bang Arif bergabung dengan komunitas pendongeng. Semua anak merasa senang mendengarkan dongeng yang dibawakan Bang Arif.

“Nah, adik-adik. Kalau sudah besar nanti kalian ingin jadi apa?” tanya Bang Arif.

“Jadi dokter, Bang. Biar bisa bantu orang sakit.”

“Petani, Bang. Supaya bisa menanam padi,” sahut yang lainnya.

Bang Arif tersenyum pada Lia.

“Dengan punya cita-cita, kita akan tertantang untuk mewujudkan keinginan kita dengan maksimal. Misalnya, kita punya cita-cita jadi dokter, berarti harus belajar dengan giat.”

Lia mendengarkan penjelasan Bang Arif dengan sungguh-sungguh.

“Kalau Lia ingin jadi guru, boleh, Bang?” tanyanya.

“Lia ingin mengajari anak-anak membaca dan menulis.”

“Tentu boleh! Itu cita-cita yang sangat mulia.” Bang Arif mengacungkan kedua ibu jarinya.

Lia sudah mengerti sekarang. Dengan punya cita-cita, seseorang akan semakin bersemangat untuk belajar dan berlatih.

Lia tersenyum senang. Ia sudah tahu akan menuliskan apa untuk lomba menulis. Lia akan membuat Ayah, Ibu dan Bang Arif bangga. (***)

Terimakasih Guru di Nusantara Bertutur

Rabu, 25 November 2015

Cerpen Anak Terima Kasih, Bu Guru dimuat di Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Minggu, 22 November 2015

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah, tulisan saya kembali dipercaya untuk tayang di rubrik Nusantara Bertutur Kompas Klasika. Sstt, naskah ini berhasil menyabet juara pertama dari 30-an naskah bertema sama. Hari Guru Nasional. ;)

Bagi Sahabat Khansa yang ingin mengirim naskah ke rubrik ini, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur

Untuk tema terbaru belum di-publish. Insya Allah, setelah tim NuBi menge-post info tema terbaru di akun facebook maupun twitter, maka saya akan menampilkannya di sini :D #RajinMampirYa

Naskah ini saya kirimkan pada tanggal 24 Oktober 2015 dan dimuat pada tanggal 22 November 2015

Seperti biasa ;)
Naskah yang saya lampirkan adalah naskah versi asli.

dimuat di Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Minggu, 22 November 2015

Terima Kasih, Bu Guru
Penulis : Karunia Sylviany Sambas


Winda bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Asahan, Sumatera Utara. Hari ini kelas Winda kedatangan guru baru. Namanya Bu Liany. Beliau menggantikan Bu Citra yang sedang cuti.

“Assalamu’alaikum. Apa kabarnya hari ini?” tanya Bu Liany.

“Wa’alaikumussalam. Baik, Buuu ...” jawab murid-murid dengan penuh semangat.
Bu Liany tersenyum.

“Ayo, siapa yang sudah pintar membaca?” tanya Bu Liany kemudian.

“Ibu membawa buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara.”

“Saya, Bu. Saya, Bu.” Suara mereka terdengar riuh.

“Alhamdulillah. Anak-anak Ibu pintar-pintar, ya. Nanti kalian akan Ibu minta bergantian membacakan ceritanya.”

Bu Liany mulai memanggil nama anak didiknya satu per satu.

Sekarang tiba giliran Winda. Ia menuju meja Bu Liany dengan ragu.

“A ... sal mu ... la ... Da ... nau ... To ... ba.” Winda membaca sambil terbata-bata.

“Winda belum lancar membaca, ya?” Bu Liany melirik tanda pengenal di baju Winda.

Winda menggigit ujung bibirnya. Ia tampak ketakutan. Tapi begitu melihat tatapan Bu Liany yang teduh ditambah dengan senyuman, ia jadi berani.

“Winda belum pandai membaca, Bu,” ucap Winda akhirnya.

Bu Liany mengangguk paham. Beliau meminta Winda untuk datang ke rumahnya sore nanti. Bu Liany berjanji akan mengajari Winda membaca. Wajah Winda terlihat sangat gembira. Ia mengangguk dengan cepat.

Bel tanda kelas berakhir berbunyi. Setelah memberi salam, murid-murid keluar kelas.

Sore ini Winda datang ke rumah Bu Liany. Di sana banyak anak seusianya yang sedang belajar membaca dan menulis. Mereka anak-anak tetangga Bu Liany. Beliau mengajar mereka dengan sukarela.

Setelah mengucap salam, Winda diajak Bu Liany masuk. Kemudian beliau memberikan sebuah buku kepadanya. Buku cerita dengan gambar-gambar menarik.

“Tapi, Bu ....” Winda memandang Bu Liany dengan ragu.

“Ayo, dicoba!” Bu Liany tersenyum.

Winda mulai membaca. Bu Liany membimbing dengan sabar. Sesekali beliau membantu bila Winda mengalami kesulitan. Walaupun agak terbata-bata, akhirnya ia berhasil menyelesaikan separuh cerita.

“Bu, ceritanya seru sekali. Winda ingin cepat pandai membaca.” Winda begitu bersemangat.

Bu Liany merasa senang melihat semangat belajar Winda.

Setiap sore Winda datang ke rumah Bu Liany. Bersama dengan teman-teman, ia belajar membaca dan menulis.

Kini, Winda sudah lancar membaca.

Hari ini sekolah Winda mengadakan acara peringatan hari guru nasional. Winda dan teman-temannya dengan semangat menyanyikan lagu himne guru dilanjutkan dengan menyematkan bunga di baju para guru. Sambil menyematkan bunga, Winda memeluk Bu Liany.

“Terima kasih, Bu Guru,” ucapnya. (***)


Hikmah Cerita
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan segenap perhatian dan kesabaran membimbing murid-muridnya agar berhasil mencapai cita-cita.


Wassalamu'alaikum,
Karunia Sylviany Sambas

Hargai Pahlawan di Nusantara Bertutur

Jumat, 13 November 2015

Menghargai Jasa Pahlawan dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 08 November 2015 

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah. Tulisan saya kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tayang di Nusantara Bertutur Harian Umum Kompas. 

Semoga ikhtiar Sahabat Khansa untuk tayang di rubrik ini akan segera menjadi nyata, ya. Aamiin.

Menang Nusantara Bertutur & KSAN 2015

Rabu, 04 November 2015

Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015 

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Apa kabar?

Semoga selalu bersemangat menjalani aktivitas, ya.

Alhamdulillah. Kemarin saya mendapatkan kesempatan indah untuk memenangkan lomba yang paling dinanti-nanti oleh penulis bacaan anak seantero nusantara. \:D/

Tema Nusantara Bertutur Desember 2015

Selasa, 03 November 2015
Seraya menanti pengumuman Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015, yuk, kita simak Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015.


Hari Anti Korupsi dimuat 06 Desember 2015
Hari Ibu Nasional dimuat 20 Desember 2015
Hari Nusantara (Deklarasi Djuanda) dimuat 13 Desember 2015
Hari Raya Natal dimuat 27 Desember 2015

Semua tema punya deadline yang sama, lo! ;) yaitu Minggu, 15 November 2015. Jangan sampai kelewatan!

Buat Sahabat Khansa yang pertama kali ingin berpartisipasi, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur.  

Misteri Angka 13 #4 Penerbit Harfeey

Minggu, 01 November 2015

Antologi Misteri Angka 13 #4 terbitan Penerbit Harfeey

"Kuatkan hati untuk menguaknya...."

Genre : Antologi cerpen misteri
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary Hansamu Harfeey
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-25-5
Tebal : 150 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp38.000,- (Harga kontributor Rp32.000,- setiap pembelian bukunya)

SINOPSIS

13. Sekadar gabungan dari dua angka berbeda yang terdiri dari 1 dan 3, atau terdapat berbagai mitos serta misteri yang menyertai di dalamnya? Bisa tidak, namun iya bagi Si Triskaidekaphobia.

Ada apa dengan 13? Hingga 80% bangunan tinggi tidak berani melibatkan angka misteri itu untuk dijadikan tingkatannya, dan seorang anak yang lahir pada hari Jumat tanggal 13 dipercayai akan tertimpa kemalangan di sepanjang hidup, bahkan di jalanan Florence Italia rumah di antara nomor 12 dan 14 disebut rumah nomor 12 setengah.

Seberapa istimewanya misteri angka 13 di mata para Triskaidekaphobia fiktif dalam buku ini? Mari menguak mitos dan misterinya bersama.
***

Penulis Kontributor :
Boneka Lilin, Indah Permatasari, Ni Wayan Anik Wikantari, Nur Sausan, Vifin Jangkeng, Nurika Lisiani Pradananingrum, Anindyati Ciptaning Cahya, Novi Nisa Gasella, Dewi Fitria, Alamsari, Buk Nung, Rizma Benedicta, Dini Frisca Isklisiana, Wahda Khadija Salsabiila, Ariana Aristia, Andik Chefasa, Shofia Manzalini, Latifah Ayu Kusuma, Karunia Sylviany Sambas, Dita Heriwiendyasworo, Daniez Setia, Marina Wisesa, Choirunnisa Ulfa Azmi, Rin Agustia Nur Maulida, Surur, Andi Nur Afifah, Destini Puji Lestari, Zulzilah Arth, Henry Halim, Arum Widyastuti Perdani, Rere Z, Della A. Permatasari, Nheryn Richa, M. Abd. Rahim, A. Abus, M. Ardhan Akil.
***

SMS ORDER 081904162092. Thanks.

Cerita SMA #3 Penerbit Harfeey


Antologi Cerita SMA #3 terbitan Penerbit Harfeey

Study, love, and friendship

Genre : Kumpulan FF
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-51-4
Tebal : 155 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp39.000,- (Harga kontributor Rp33.000,- setiap pembelian bukunya)

Sinopsis:

Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah
Tiada kisah paling indah, kisah-kasih di sekolah
*
Ada cerita...
Suka-duka belajar,
Tangis-tawa mencinta,
Seru-haru berkawan,
Di putih abu-abu, pengukir sejarah merah jambu.

Kontributor:
Boneka Lilin, Nur Aini, Lina W. Sasmita, Zeny Rahmawati, Novi Nisa Gasella, Tissa Putri Sekararum, Rika Novianti, Tuti Handayani Arifin, Julia Primadani, Nafi’atul Azizah, Khaziella, Yuliana Wati, Feny Febriany, Muhammad Salamun Asngari, Karunia Sylviany Sambas, Surya Fahlevi, Sally Apriyanti Nasution, Shofia Manzalini, Tri Fitri Nasution, Dini Sri Hayati, Mushallina, Junaidi Barcelonitas, Bunga Ramadani, Naurah An-Nadhifa, Anggun Farida Rochmah, Andrew Arwind, Ary Yunita, Nur Laila Safitri, Tari Greta Asifa, Mia Mutiara, Dina Deriyani Kholifah, Cucu Nurhalika, Christine Novia, Yunita Dwi Indraswari, Agnes Rosalia, Eli Yulita, Kholishotu Syahidah, Ari Ika Wati, Arinda Shafa.
*
Ada banyak kisah seru haru seputar dunia putih abu-abu dalam buku ini. 

Grab it! Sms 081904162092.

Kepada, Ayah #1 Penerbit Harfeey


Antologi Kepada, Ayah #1 terbitan Penerbit Harfeey

Sosok sedikit bicara, banyak bekerja

Genre : Kumpulan FTS
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-42-2
Tebal : 145 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp37.000,- (Harga kontributor Rp31.000,- setiap pembelian bukunya)

Sinopsis:
Kepada, Ayah...
Yang sebagian diriku berasal darinya.
Kepada, Ayah...
Yang rela merendahkan diri demi meninggikanku, anaknya.
Kepada, Ayah...
Yang dalam diamnya terdapat banyak cerita.
Kepada, Ayah...
Yang menghidupiku dari perahan peluh dan airmata.
Kepada, Ayah...
Ku tulis kisah untuk mengabadikannya.
Hanya kepada, Ayah...

Kontributor:
Boneka Lilin, Ary Hansamu Harfeey, I Made Binar Andromeda, Ike Juni Setiawati, Mutiara Kurniati, Raden Muhammad Salam Perkasa Alam, Putri An-Nissa Nailhatul Izzah, Puji Dandelion, Inki, Arinda Shafa, Tri Oktaviani, Teti Febrianti, Yuriaki Anna, Dinie isnaeni, Elva Naviyana, Sinto Andini, A. Makhodlo, Iis Ernawati, Ridha Sri Wahyuni, Nurita Wahyuni, Siti Ramdani, Ahmada Selvia, Siti Khumairah, Dian Arinda Murti, Windyani, Juli Cash Bond, Lita Maisyarah Dechy, Ratna Novita, Karunia Sylviany Sambas, Lina W. Sasmita, Ririn Deviyanti Situmorang, Ratna Eka Sari, Dinar Enggarsasi, Obi Samhudi, Okta Nursanti, Yanita Widjayanti.
*
Ada banyak kisah nyata inspiratif dan mengharukan seputar sosok yang mayoritas tak banyak bicara tapi banyak bekerja; Ayah. 

Grab it! Sms 081904162092

Dunia Jerawat terbitan AE Publishing


Antologi Dunia Jerawat terbitan AE Publishing

Judul : Dunia Jerawat
Pengarang : Radindra Rahman, dkk
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : v + 137 hlm
Harga : 38.000

Cara Pemesanan :
Ketik: JERAWAT # NAMA LENGKAP # ALAMAT LENGKAP # JUMLAH # NO TELP (untuk kontributor, ditambah judul naskah)
Kirim ke : 082333535560
Nanti Anda akan mendapatkan SMS No.Rek dan jumlah yang harus dibayarkan.

Sinopsis :
“Sebal! BeTe! Gak PeDe!”
Ya, siapa sih yang gak sebal kalau makhluk merah jambu
yang bernama JERAWAT menghiasi wajah? Pasti nge-BeTe-in banget.
Apalagi pas momen-momen penting, seperti nge-date sama si doi.
Uh, bisa gagal total tuh! So, butuh usaha ‘kan buat nge-berantas jerawat?
Dari mulai nyoba-nyoba bermacam produk kecantikan, minum jamu,
ngelakuin tips-tips superjitu, sampai berobat ke dokter.
Nah, uneg-uneg seputar jerawat, semuanya tersajikan dalam buku ini.
Tak hanya supergokil, tapi juga bikin mewek-mewek nih kisah-kisah di dalamnya.
Seperti apa sih teror Si Jerawat yang nyebalin itu?
Yuk, cari tahu selengkapnya di buku “Dunia Jerawat”!

*Nama-Nama Kontributor*
Julia Hartini | Ay Fany | Cynthia Zee | Haynannisa Ayano | Ana Salimatuzzakiyyah | Ariny NH | Faidah Vty | Miladani Iing Nadari | Titik Istikomah | Rere Zivago |
Shofia Manzalini | Nenny Makmun | Naurah An-Nadhifa | Mahirah | Fath WS |
Arinda Shafa | Karunia Sylviany Sambas | Yovita Andriani | Diyah Ayu Saraswati | Ocha Thalib | Ulfa | Anisa Sholihat | Rezita Agnesia Siregar | Milevia | Erlina Siska | Tri Oktiana | Susie Usielawati | Lauh Sutan Kusnandar | Danny Aisyah Oktafiani | Urai Rizki Abri Nova | Ernita Lusiana | Diyar Oksana

77 Cahaya Madinah di Rakyat Sumbar


Resensi Buku 77 Cahaya Cinta di Madinah terbitan al-Qudwah Publishing dimuat di Harian Rakyat Sumbar edisi Sabtu, 31 Oktober 2015 

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Behind the story ...

Naskah resensi ini adalah tulisan yang punya jarak kirim dan muat yang amat sangat ekspres. Alhamdulillah, ya. ;)

Saya kirim pada tanggal 29 Oktober 2015 dan dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015.

Sebenarnya saya sudah pernah mengirim naskah resensi ke harian ini pada tanggal 28 Februari 2015. Namun karena belum ada kabar gembira hingga beberapa pekan, saya berinisiatif mengirimkan naskah yang sama ke harian yang sama pada tanggal 26 Mei 2015. Saya khawatir naskah sebelumnya masuk ke kotak spam/tidak terkirim.

Karena masih belum juga belum tampak tanda-tanda yang baik, saya pun mengirimkan naskah ini ke media lain. Mungkin terkesan buru-buru, ya. Sejujurnya, iya. Karena buku ini adalah hadiah giveaway yang penerbit buku ini adakan. Ada dorongan kuat untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. :)


Pada tanggal 29 Oktober 2015, Pengasuh Rubrik Budaya Harian Rakyat Sumbar mengirim e-mail yang isinya seperti tertera di bawah ini :

Salam,

Apakah naskah ini sudah pernah terbit di media lain sebelumnya? Jika belum, direncanakan terbit di Harian “Rakyat Sumbar”. Jadwal penerbitan diatur kemudian.

Redaksi tidak menerbitkan naskah yang sudah pernah terbit di media lain.

Salam budaya,
PENGASUH

Walaupun ada perasaan sedikit kecewa, dengan jujur saya katakan bahwa naskah tersebut telah saya kirimkan ke media lain. Tentunya dengan mengutarakan permohonan maaf dan rencana untuk mengirim naskah resensi selanjutnya ke Harian Rakyat Sumbar.

Setelah membalas e-mail tersebut, saya langsung mengirim naskah resensi lagi. Alhamdulillah, langsung dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015. \:D/

Happy ending in October ;)


77 Kisah Cinta dari Kota Nabi
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Data Buku
Judul : 77 Cahaya Cinta di Madinah
Penulis : Ummu Rumaisha (Ririn Rahayu Astuti Ningrum)
Penerbit : al-Qudwah Publishing
Cetakan : I, 2015
Tebal : 256 halaman
ISBN : 978-602-317-023-4

Kerasnya kehidupan telah berhasil menempa kekuatan cinta umat generasi terdahulu. Tanpa jeda dan syarat. Sangat disayangkan, pada kenyataannya sekarang generasi muda kurang mengidolakan tokoh-tokoh hebat ini, generasi Rasulullah SAW dan para sahabat.

Buku setebal 256 halaman ini menghadirkan kisah-kisah menggugah. Kisah para sahabat dan sahabiyah sebagai pengingat langkah betapa Islam pernah berjaya. Umat terdahulu menunjukkan cintanya yang begitu besar pada Allah, Rasul, agama dan orang terkasih. Rasa cinta yang menggelora, penuh semangat dan keikhlasan luar biasa mengantarkan mereka pada gerbang cinta sejati. Sungguh pantas sikap heroik mereka dijadikan suri teladan bagi generasi kekinian.

Adalah Julaibib, seorang pemuda buruk rupa yang menjadi rebutan para bidadari. Dikisahkan, Julaibib dinikahkan Rasulullah SAW dengan seorang gadis cantik. Baru saja menikah, tiba-tiba Julaibib mendapat panggilan jihad.

“Wahai istriku, berilah keridhaanmu atas keberangkatanku ke medan perang. Sungguh, aku bahagia bersamamu. Hatiku penuh dengan cinta. Namun cintaku kepadamu, bukankah tak sepantasnya melebihi cintaku pada panggilan-Nya?”

Julaibib berangkat ke medan pertempuran dengan hati haru. Namun semangat besar berkecamuk. Ia mati syahid. Saat Julaibib selesai dimakamkan, terjadilah peristiwa yang menakjubkan. Rasulullah berucap :

“Bidadari yang menjemput Julaibib begitu banyak. Mereka saling berebut. Ada yang meraih tangannya dan ada pula yang meraih kakinya, hingga salah satu dari bidadari-bidadari itu tersingkap kainnya dan terlihat betisnya.”

Para sahabat terkesima. Mereka kagum dengan Julaibib yang buruk rupa, namun mulia di mata Rabb-nya (halaman 39).

Ada lagi kisah tentang suri teladan seorang pemimpin. Ia adalah Khalifah Umar bin Khathtab. Pada masa kepemimpinannya, beliau sangat memperhatikan rakyat beserta wilayah yang dipimpin.

Adalah seorang Nenek yang tidak menyadari kehadiran Amirul Mukminin di rumahnya.

“Semoga Allah tidak memberikan ganjaran kebaikan kepada Umar.”

Setelah Umar bertanya, ternyata si Nenek berkata bahwa sang Amirul Mukminin tidak pernah datang ke rumah dan memberinya uang (halaman 127).

Maka, Umar membeli dosanya tersebut. Ia memberi uang senilai 25 dinar pada si Nenek.

“Kasihan Khalifah Umar jika kelak menanggung siksa di akhirat karena kelalaiannya terhadapmu.”

Pada masa kekhalifahannya, Khalifah Umar juga melakukan renovasi Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi.

Kehidupan Umar sungguh jauh dari kehidupan berfoya dan bermegahan. Sangat berbeda dengan gaya hidup penguasa lain sezamannya.

Buku terbitan al-Qudwah Publishing ini memuat 77 kisah. Seperti judulnya, 77 Cahaya Cinta di Madinah. Kisah cinta disajikan cukup singkat. Sekitar dua sampai tiga halaman. Kisah yang disuguhkan tepat mengena. Beberapa referensi foto di akhir cerita menjadikan buku ini kian menarik.

Dengan sebuah label bertuliskan kisah nyata, buku ini menyerukan misi indah, yakni mengembalikan kemilau kisah heroik dan motivatif di hati kaum muda, membuat kisah-kisah uswatun hasanah terus diingat, dan menjadikan para sahabat dan sahabiyah sebagai idola. (***)

Kisah Cepi Capung di Lampung Post

Kamis, 29 Oktober 2015

Cerpen Anak Kisah Cepi Capung dimuat di Harian Lampung Post edisi Minggu, 25 Oktober 2015


dimuat di Harian Lampung Post edisi Minggu, 25 Oktober 2015


Kisah Cepi Capung
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Cepi Capung terbang dengan riang.

Syuutt ... syuutt ...

Ia mengitari pepohonan kecil. Sesekali berhenti di atas ranting.

"Hei, Cepi! Tolong ajarkan aku terbang yang baik. Aku selalu menabrak sesuatu," keluh Pungi, si Capung Kecil.

Cepi menoleh lalu mendengus.

"Mengajarimu? Tak usah, ya! Aku tak akan mengajari sainganku. Akulah sang pemenang kontes!"

Cepi tersenyum sinis lalu kembali beratraksi di angkasa.

Senyumnya mengembang lebih lebar.

Pungi hanya terdiam melihat sambutan Cepi. Pantas saja tak ada teman yang mau dekat dengannya.

Awalnya, teman-teman sudah melarang Pungi mendekati Cepi. Tapi, Pungi tak ingin mendengar ucapan itu. Ia tetap meminta bantuan Cepi. Cepi itu terkenal sebagai penerbang ulung di negeri mereka.

Kontes terbang negeri capung tinggal dua hari lagi.

Pungi makin rajin berlatih. Dia mencoba berkali-kali. Tapi tetap saja sering menabrak sesuatu.

"Mungkin aku terbang terlalu kencang." Pungi memperlambat laju terbangnya.

Tapi angin tiba-tiba bertiup agak keras.

Syuutt ... dan ... brukk!

Karena terbang terlalu pelan, angin jadi mudah mengayun tubuhnya. Pungi pun jatuh di atas daun talas. Untunglah, sayapnya tidak cedera.

"Pungi, sudahlah! Kamu bisa ikut lain kali." Cepi terbang rendah.

Pungi menggeleng. Ia tetap ingin ikut kontes terbang kali ini.

"Aku tidak boleh menyerah.”

Bangsa capung hanya hidup selama beberapa minggu. Pungi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.

“Masih ada waktu."

Tekad Pungi sangat kuat. Ia kembali mencoba.

“Aku harus bisa! Aku harus bisa!” ucapnya berkali-kali.

Ringi melihat usaha Pungi. Ringi adalah sahabat Pungi.

"Kamu hanya kurang fokus, Pungi," ucap Ringi.

"Coba tarik napas dalam. Kemudian pikirkan satu tujuan di depan."

Pungi terdiam sejenak. Mungkin Ringi benar. Karena bola matanya mampu melihat ke segala arah, ia sering terfokus pada beberapa nyamuk yang beterbangan. Itu sebabnya konsentrasi jadi buyar.

“Kamu hanya perlu melakukan yang terbaik. Hasil akhir itu adalah bonus dari usahamu,” kata Ringi lagi.

Ah, benar. Pungi mencoba terbang.

Tapi, hujan mulai turun rintik-rintik. Lama-lama jadi deras dan disertai angin kencang.

Pungi dan Ringi berlindung di bawah sebatang pohon.

“Tolooonggg ....”

Itu suara Cepi!

“Kita harus menolongnya! Mungkin telah terjadi sesuatu.”

“Nanti saja, Pungi! Hujan masih deras. Angin juga kencang. Sayapmu terlalu lemah,” cegah Ringi.

“Kamu bisa jatuh!” Ringi masih mencoba mencegah Pungi.

Tapi tekad Pungi sudah bulat. Dia terbang pelan di bawah daun, berusaha menghindari tetes air hujan.

Itu Cepi!

Ia tergeletak lemah di atas tanah. Sayapnya basah dan lengket ke tanah. Pungi mempercepat laju terbangnya. Olala, ia menabrak sebuah batang kecil dan ikut jatuh di dekat Cepi.

Sementara itu di dekat mereka seekor katak sedang mengintai.

Gawat! Bisa-bisa mereka jadi santapan si Katak.

Dengan segenap tenaga Pungi berusaha menarik tubuh Cepi. Tapi ... oh ternyata sayap Pungi juga basah.

Tes!

Air dari daun keladi jatuh dan menyentuh sayap Pungi. Sayapnya jadi lekat ke tanah. Pungi berusaha mengangkat sayap, tapi terasa berat sekali.

Katak terlihat semakin mendekat. Bila dia menjulurkan lidah, maka ...

Di saat genting itu, terlihat sekumpulan capung. Mereka dipimpin oleh Ringi. Beramai-ramai mereka menarik tubuh Cepi dan Pungi dari tanah basah. Syukurlah, hujan sudah reda. Bangsa capung masih sanggup terbang di bawah hujan rintik-rintik.

Cepi gagal ikut kontes. Sayapnya terluka. Sementara Pungi masih bisa ikut karena sayapnya selamat. Ia hanya perlu mengeringkannya.

Ada berita bahagia. Cepi tetap bisa ikut kontes. Ia terpilih sebagai juri.

"Karena sudah dua kali menang kontes, kamu pasti bisa menilai yang terbaik,” ujar panitia lomba.

Cepi tersenyun senang. Ia mengucapkan terima kasih pada teman-temannya. Tak lupa juga meminta maaf karena sikapnya kemarin. Bila tidak ada teman-temannya, Cepi tak bisa membayangkan saat ini ia sudah berada di dalam perut si Katak. (***)


Silakan klik Cara Mengirim Cerpen Anak ke Harian Lampung Post Minggu untuk Sahabat Khansa yang ingin mengirim karya.

Kirim Cerpen Anak ke Lampung Post

Harian Lampung Post Minggu

Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa
Hai ... Hai ...
Kita jumpa lagi dalam edisi spesial. Cieee ... ;) 

Menurut selentingan kabar banyak yang lagi nungguin blogpost ini, ya. Hehehe.

Wait wait. Maafkan saya. Ada beberapa hal di luar kendali saya untuk cuap-cuap di sini beberapa saat yang lalu. Namun Insya Allah, apa yang saya jalani kini adalah yang terbaik. Mohon doa dari Sahabat Khansa semua, ya \:D/ 

Semoga ke(sok)sibukan ini tak mampu mengurangi produktivitas saya dalam berkarya dan berbagi dengan teman-teman di sini.

Oke, deh. Naskah Kisah Cepi Capung mulanya saya kirim pada tanggal 20 September 2015. Karena beberapa pekan belum membawa hasil yang menggembirakan :D naskah ini saya kirimkan kembali ke harian yang sama pada tanggal 16 Oktober 2015. Kesannya ngebet banget, ya. Hihihi :D Bukan begitu sebenarnya, sih. #PembelaanDiri Saya kurang strategi waktu ngirim pertama kali. Strategi apa? *tring* kedipinmata.

Intinya, kalau kita rajin pantengin karya dari Minggu ke Minggu, Insya Allah nanti strateginya akan muncul tanpa diundang. ;) Good luck, ya. 

Ini dia syarat dan ketentuan pengiriman naskah cerpen anak ke Harian Lampung Post Minggu


  1. Jumlah kata fleksibel saja. Sekitar 500-700 kata atau 3-4 halaman A4 spasi 1,5
  2. Tema cerpen anak boleh realis, fabel, dongeng atau legenda
  3. Font yang digunakan boleh Times New Roman. Boleh juga Arial
  4. Kirim naskah ke alamat e-mail : lampostminggu@yahoo.com, redaksilampost@yahoo.com, redaksi@lampungpost.co.id 
  5. Ada honor untuk karya yang dimuat 
  6. Tidak ada info bila karya dimuat. Namun jangan khawatir, ada e-paper Harian Lampung Post yang bisa di-check sekitar pukul 11.00 WIB setiap Minggu-nya. Ada juga mention-mention menggembirakan dari grup Sastra Minggu untuk setiap karya yang dimuat di media, termasuk di Harian Lampung Post
 
Ohya, sebagai tambahan referensi, silakan kunjungi blog penulis Putri Biru a.k.a Uni Naqiyyah Syam :) Ada banyak tips menulis dan hal menarik lainnya, lo! ;)

Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya melalui akun medsos atau surel, ya. 

Wassalamu’alaikum,
Karunia Sylviany Sambas

Update April 2021
Rubrik cerpen anak di Harian Lampung Post Minggu sudah tidak ada lagi :(

Let’s, Go For It! 5 Perkara Nge-Blog!

Sabtu, 24 Oktober 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa. 

Hai ...
Kali ini saya mau ikutan Blog Competition, Go For It with Blog Emak Gaoel :)
Apa yang sedang kamu kejar dalam kegiatan blogging-mu?
Hihihi. Saya diwajibkan membuka rahasia dapur rekaman tulisan. Kudu jabarin apa-apa yang saya kejar dari publish-publish tulisan di blog.

Let’s, cek it!

Share For Learn and Learn For Share

Melalui blog saya mencipta peluang! Berbagi untuk belajar. Belajar untuk berbagi.
Bagaimana saya bisa berbagi? Saya harus lebih di atas rata-rata! Saya harus bisa membuat sesuatu yang istimewa! Ketika saya bisa, maka saya akan membagikannya kepada orang lain. Jadi, semangat berbagi itu membuat saya ingin selalu menjadi yang terbaik sehingga dapat memberikan yang terbaik pula.

Personal Branding

Sebuah post status seorang penulis pernah saya baca di timeline facebook tentang perlunya “nama” dalam karya. Memang ini bukan mutlak. Tapi, dengan adanya “nama”, karya akan semakin terdongkrak popularitasnya penjualannya.

Untuk penulis pemula seperti saya, ada rahasia makjleb yang saya dapatkan. Mau tahu rahasianya? ;) Saya beberin, deh, demi ikutan kompetisi blog ini. Hihihi.

Mulailah langkah “menjual namamu” di dunia tulis-menulis dengan memperjuangkan karyamu terbit di media massa!

Saya pun mulai memperjuangkan karya saya terbit di media. Setiap karya dimuat, otomatis nama pun tercantum. Dan otomatis pula, pesan-pesan akan membanjiri inboks :D Mulai dari tanya syarat dan ketentuan kirim karya, berapa lama masa tunggu hingga jumlah honor.


Go For It! Salah satu karya saya di media massa

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Saya benar-benar mencamkan pepatah ini dalam-dalam :D

Setelah karya terbit di media, saya akan woro-woro di akun medsos. Niatnya untuk berbagi kegembiraan dan berharap jadi lecutan semangat untuk lebih produktif berkarya.

Berhubung banyaknya inboks tadi, rasanya kok rada pegel ribet buat jawabin satu per satu. Akhirnya, saya post-lah jawaban-jawaban pertanyaan pemirsa timeline facebook saya di blog. :D

Kalau suatu ketika nanti saya nulis dan nerbitin buku, mudah-mudahan nama saya sudah dikenal. Aamiin yang kenceng. ;)

Pengen ikutan jejak Emak Gaoel nih. Tapi saya sadar diri kok ;) nggak ada yang instan, bukan? Semua butuh proses. Untuk memulai jejak panjang harus ada jejak pembuka. Nah, bersama Rekam Jejak Sang Pemimpi saya memulai langkah ini.

Menjalin Silaturahmi

Dengan banyaknya angka kunjungan ke Rekam Jejak Sang Pemimpi, saya sangat merasa senang. Apalagi dengan adanya istilah Blog Walking. Walaupun nggak komentar, tapi, kan ketahuan dari daerah mana saja pengguna blog yang suka intip-intip. :D

Dari blog silaturahmi bersambung ke facebook. Atau sebaliknya dari facebook ke blog. Silaturahmi nambah rezeki dan memperpajang usia, tho? :D

Mengejar Rezeki

Melalui blog saya berkenalan dengan yang namanya giveaway, kontes blog, lomba blog, dan teman-temannya. Ternyata, hadiah-hadiah yang diberikan penyelenggara, termasuk Emak Gaoel, buat mata yang lelah dan sepet jadi cespleng. ;)

Selama ini sudah sering ikutan jadi pemburu kuis di medsos. Hadiah buku, pulsa hingga barang udah pernah nyicipin :D Emang manusia nggak ada puasnya, ya? Hihihi. Bukan gitu. Namanya juga usaha. Ora et labora! Mau juga nih menangin gadget kece dan sejumlah doku yang wow.

Menguntai Rekam Jejak

At least, apa yang saya tulis di blog adalah apa yang saya niatkan untuk menebar manfaat seluas-luasnya. Semoga menjadi pemberat amal kelak. Kalau bicara, mulutmu adalah harimaumu. Kalau menulis, tulisanmu adalah harimaumu, bukan? Dakwah sederhana saya untai di sini. Menulis yang bermanfaat untuk menebar manfaat.

Tentang Aplikasi

Let’s, Go For It! Kejar 5 Perkara dalam Nge-Blog!. Kalau di hape pintar, saya pakai aplikasi MS Notepad. Ohya, Yufid KBBI sangat membantu untuk mengecek kata baku, cari arti kata dan sinonim. Kalau Kamusku berguna banget untuk saya nulis-nulis yang rada English. ;) Termasuk waktu nyari arti go for it. Penasaran, mungkin kamus beda translete sama saya. Hihihi.

MS. Office Word 2007

MS NotePad



Yufid KBBI

Untuk foto saya biasa pakai kamera hape atau screenshot aja. Kalau sudah di-screenshot, nanti saya edit pake Paint, PhotoScape atau Photoshine.

Paint



PhotoScape

Photoshine

Jujur, saya nggak punya banyak aplikasi di smartphone. Padahal pengen banget punya, tapi apa daya kapasitas memori tak mencukupi. Jadi saya akali, deh. PC dan smartphone dihubungkan dalam ikatan yang sah dan saling melengkapi satu sama lain. Eh? ;)

Aplikasi Ms. PowerPoint juga bisa buat nge-edit foto, lho! Ternyata, memori terbatas itu nambah kreativitas ;)


MS. Office PowerPoint 2007

Akhir kata, inilah #GoForIt saya bersama Rekam Jejak Sang Pemimpi. Ada doa yang larut bersama tiap goresan kata. Bagaimana dengan Anda?

Wassalamu'alaikum.


Cara Kirim Resensi Buku dan Sinopsis Film ke Harian Radar Sampit

Rabu, 21 Oktober 2015


Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Buat yang suka nulis-nulis resensi buku atau sinopsis film, rubrik resensi Harian Radar Sampit bisa menjadi salah satu tujuan pengiriman, lo!  

Bagi yang berada di luar kota, jangan berkecil hati. E-paper harian ini tersedia di laman http://epaper.radarsampit.net/ So, kamu bisa cek resensi buku atau sinopsis film kamu udah dimuat ato belum masih antri.

Pojok Pulsa, Deposit Pulsa Mudah

Minggu, 18 Oktober 2015
Sumber gambar : di sini

“Kak, ada pulsa?”

“Kak, ada saldo?”

Mungkin pertanyaan semacam ini lebih dari tiga kali sehari *ngalahinminumobat* : D dan semakin bertambah keras gaungnya pada akhir pekan dan hari besar.

Keluarga saya memiliki sebuah usaha dagang di pinggiran jalan. Kami hanya menjual makanan dan minuman ringan. Namun demikian, tak jarang para pembeli menanyakan pulsa di sela-sela berbelanja.

Seperti hari ini, sebuah mobil pribadi singgah di depan warung. Seluruh penumpang turun dan menyerbu membeli banyak dagangan kami. Tiba-tiba salah seorang lagi turun dari mobil tersebut.

“Cepat tanya orang itu! Udah di mana?” 

Saya asumsikan mereka sedang menunggu satu rombongan lagi.

Si Teman pun tergopoh mengeluarkan hape pintarnya. Pencet sana pencet sini lalu mendekatkan ke telinga. 

Pulsanya nggak cukup,” ujarnya kemudian.

Saya rasa dia baru saja mendengar suara merdu Mbak operator cantik. Tentu kalian juga selalu mendengar suara ini. Terlebih bila pulsa kalian sering limit. *kedipcantik*

Maaf, pulsa yang Anda miliki tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. Cobalah untuk melakukan pengisian ulang. Pulsa yang Anda miliki adalah sebesar .... rupiah.”

Jiah! Saya sampe hapal. Ckckck. Berarti pulsa saya sering limit, dong. :D

“Dek, ada pulsa?” 

Pertanyaan ini mampir kembali.

Lagi-lagi, saya menjawab seperti hari-hari sebelumnya. Nggak ada sambil diikuti senyuman dan gelengan kepala.

Bagi kebanyakan orang, termasuk saya juga sebenarnya, pertanyaan ini adalah peluang bisnis yang menjanjikan. 

Hukum permintaan bunyinya gini, ya "Makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta" 

Ternyata, hukum ini tidak berlaku bila disandingkan dengan bisnis pulsa, lho! Di tempat saya, walaupun kita menjual pulsa dengan harga tak sama dengan kios kebanyakan, pulsa tetap dicari dan dibeli. Itulah salah satu keunikan dari si Pulsa :D
Mengapa tidak menjual pulsa?
Nah, jadi muncul pertanyaan ini, kan?

Akar masalahnya ada pada lokasi tempat tinggal kami. Counter pengisian pulsa letaknya lumayan jauh dari sini.

Duluuu ... sekaliii ... kami pernah mencoba bisnis pulsa, tapi terhenti karena masalah yang sama.

Carilah solusi!

Yap! Inilah yang sedang coba saya pelajari.

Setelah maraknya penggunaan teknologi internet, tempat-tempat pengisian pulsa pun semakin canggih. Selain kios offline kini tersedia pula kios online. Tetapi, saya termasuk tipikal orang yang tak gampang percaya dengan kios online

Maraknya berita di televisi tentang tipu-menipu, gadungan, mengaku-ngaku dan lain sebagainya itu membuat saya dan keluarga harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Maka daripada itu, saya sibuk mencari kios online pulsa yang terpercaya. Tapi belum ketemu-ketemu. Lama tak menemukan hasil, untuk sementara, bisnis pulsa pun terlupakan.

Pojok Pulsa : Akhirnya, Kumenemukanmu!

Saya berteman dengan para pemburu kuis di situs jejaring sosial facebook. Mereka menandai saya setelah membagikan sebuah kuis bertajuk #PojokPulsa.

Yang namanya pulsa, apalagi untuk saya yang sering berinteraksi dengan internet, tentu sangat tertarik mengikuti kuis ini.

Klik, saya membuka akun Fans Page Pojok Pulsa. Bla ... bla ... bla. Satu per satu langkah demi langkah, saya ikuti prosedur kuis. Setelah itu, saya membaca beberapa post di timeline. Dari sana saya bergerak ke website Pojok Pulsa.

Wah, wah. Saya seperti menemukan pulau harta. Inilah yang saya cari selama ini! Terima kasih buat teman-teman yang telah memperkenalkan saya pada Pojok Pulsa. Yeay! I’m so so happy now! \:D/

Lama saya pantengin website Pojok Pulsa. Saya mulai berasumsi. Mungkin seperti ini filosofi nama Pojok Pulsa.

Menurut KBBI, pojok adalah tempat yang jauh atau yang tidak mudah kelihatan (didatangi, dihubungi, dsb).

Lalu, kenapa dinamakan Pojok Pulsa, ya?

Pernah mendengar tentang cerita harta karun yang ditemukan di tempat keramaian?

Rasa-rasanya jarang atau hampir tak pernah terdengar. Yang ada adalah harta karun ditemukan di sebuah tempat tersembunyi; pulau cantik yang tak terlihat. 

Begitu pula dengan Pojok Pulsa. Walaupun selintas tak terlihat. Namun sebenarnya ia menyimpan banyak harta yang menyilaukan. \:D/

Karena sudah kepincut dengan pandangan pertama, saya telusurilah website Pojok Pulsa yang super duper lengkap itu. Yuk, kita kulik satu per satu. <:-p Saya mau tularin kamu biar kena ‘penyakit gandrung Pojok Pulsa’ ;)

Tentang Pojok Pulsa

Pojok Pulsa adalah satu dari banyaknya penyedia pulsa elektrik nasional di Indonesia. Pojok Pulsa telah melayani pelanggan selama enam tahun dengan pengalaman menangani puluhan juta transaksi pengisian voucher elektrik dan voucher fisik sampai saat ini.

Wow! Enam tahun! Kalau diibaratkan anak-anak, lagi masa pra sekolah, ya! Pasti lagi lucu-lucunya ;)

Gimana??? Tertarik untuk kenalan lebih lanjut dengan Pojok Pulsa. Yuk, mareee ....

Mau Usaha Pulsa Kini Semudah Menggenggam

Keuntungan bila gabung di Pojok Pulsa :

1. Daftar G R A T I S tis tis tis

Cukup bermodalkan ponsel merk apapun, keluaran tahun berapapun. Yang pasti milik pribadi, ya. Bukan bukan milik siapapun :D
Sumber gambar : website Pojok Pulsa

2. Deposit Bebas

Pengisian deposit di Pojok Pulsa sudah didukung oleh sistem tiket. Kelebihan sistem ini adalah deposit pulsa yang kamu transfer sesuai dengan angka unik yang Pojok Pulsa berikan akan langsung masuk secara otomatis. Sistem Tiket Deposit ini berlaku untuk deposit ke rekening BCA, Mandiri, BRI dan BNI.

 
Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Bagaimana Cara Kerja Sistem Tiket?

Setelah melakukan pendaftaran, silakan kamu kirim format berikut ke SMS/YM Center :

Format : TIKET.JUMLAH.PIN Contoh: TIKET.50000.4587

Jumlah nominal jangan memakai titik, jadi langsung saja 50000 atau 100000 dsb. Kirim ke salah satu SMS Center Pojok Pulsa atau bisa melalui YM Center.

Mohon tungggu beberapa saat Anda akan mendapat balasan:

Silakan Transfer Rp.50,122 PERSIS ke BCA : 2741520003 - Mandiri : 0060000223333 - BNI : 0278311714 - BRI : 720901000736501 a/n Reno Hadi P.

  • Silakan transfer sejumlah nilai yang tercantum dalam sms balasan tadi. Misalnya Rp.100.435. Nilai harus sama persis agar sistem dapat mengenali transferan Anda.
  • Sebaiknya mentransfer pada pukul 08.00 s.d 21.00 wib. Karena sistem internet banking tidak dapat melakukan pengecekan mutasi setelah pukul 21.00 wib.
  • Setelah Anda mentransfer sejumlah nilai tersebut, maka sistem akan otomatis menambahkan saldo Anda sesuai nominal yang Anda transfer.
  • Tiket berlaku di hari pemesanan sampai dengan jam 21.00 WIB. Sehingga diharapkan Anda segera mentransfer sebelum pukul 21.00 WIB. Jika jangka waktu habis Anda dapat mengirim sms tiket kembali.
Jika memiliki kesulitan dalam melakukan deposit pulsa , silakan hubungi Yahoo ID : (Pukul 08.30 – 21.00) untuk membantu Anda.

Selain Sistem Tiket ada juga Sistem Manual

  • Sistem Manual cara kerjanya ialah Anda mentransfer deposit pulsa dengan angka unik semisal Rp.150.050 ke rekening kami kemudian mengirim INFO ke Server agar segera dilakukan pengecekan.
  • Anda diharuskan transfer dengan angka unik contoh 50.250 atau 50.500 dsb. Agar deposit Anda mudah dikenali.
  • Setelah transfer silakan langsung konfirmasi ke kami melalui SMS, YM atau Telepon.
Jika konfirmasi melalui SMS gunakan format INFO sebagai berikut:

Info.AGUSCELL ID PP35673 telah deposit ke BCA Rp. 100.225 dari BCA atas nama Agus Sunarto.1234 lalu kirim ke SMS Center atau via YM Center
 
3. 24 Jam NonStop

Transaksi bisa berlangsung selama 24 jam nonstop. Nggak perlu khawatir kalau tengah malam butuh pulsa mendesak. 

Selain via sms kamu juga bisa melakukan transaksi melalui :
  1. Yahoo Messenger
  2. Gtalk
  3. Facebook
  4. WhatsApp
Ketentuan lengkapnya bisa kamu baca di sini  

Keuntungan melakukan transaksi via Yahoo Messenger dan Gtalk adalah selain lebih hemat dari segi biaya SMS, transaksi melalui Yahoo Messenger dan Gtalk juga lebih cepat diterima oleh server Pojok Pulsa.

4. SMS to End User

  Ini dia fitur yang buat nama kita bisa keren bin beken ;)

Sumber gambar : website Pojok Pulsa


Melalui fitur SMS to End User maka konsumen kamu akan mendapatkan Nama Outlet yang mengirimkan pulsa ketika pulsa dikirimkan ke handphone yang melakukan pengisian pulsa elektrik. Transaksi ceria bersama Pojok Pulsa. \:D/

Bagaimana, guys? Mudah dan murah, bukan? ;)

Bagaimana bergabung dengan Pojok Pulsa?

Udah nggak sabar pengen gabung, ya? :D

Hari gini, pasti semua pada punya ponsel, kan? Dari mulai fitur sederhana sampai mewah. Mulai anak usia dini hingga manula ;)

Sssttt, bukan hanya transaksi isi ulang pulsa elektrik all operator, tetapi juga voucher PLN prabayar serta voucher game online, lho!

Untuk mendaftar silakan kirim pesan singkat dengan format seperti di bawah ini :

  • Format : REG*NAMA*NomorHP*KOTA
  • Contoh : REG*WAWAN CELL*081216060600*JAKARTA
  • Kirim ke : 0812-1242-6711

Setelah pendaftaran berhasil, kamu akan dapat pesan seperti ini :

Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Dari pesan tersebut, maka kamu harus menyimpan :

  • Nama Anda : DINA CELL
  • ID Anda : PP41597
  • PIN Anda : 3655
ID sangat penting diketahui, karena setiap berhubungan dengan CS Pojok Pulsa, maka ID kamu akan ditanyakan oleh mereka. Sedangkan PIN kamu digunakan untuk melakukan transaksi ke server pulsa Pojok Pulsa.

Sebaiknya PIN diubah secara berkala untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.

Format ubah PIN: GPIN.PINBARU.PINLAMA Contoh: GPIN.5433.3655

Gimana? Mudah, kan?

Kalau mau melakukan transaksi, ngirimnya ke mana, ya?

Sebelum ngirim-ngirim, kita harus tahu nomor SMS Center tujuan format dikirimkan.

Untuk mengetahuinya silakan ketik: CENTER dengan membalas/mereply SMS laporan Pendaftaran di atas.

Atau ketik CENTER ke nomor ini: 0813-8661-8422

Lalu kamu akan mendapatkan jawaban seperti ini :

Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Simpan nomor Center tersebut, dan kirim format transaksi pulsa ke salah satu NOMOR CENTER di atas. Jika memerlukan nomor CENTER yang lain, kamu dapat mengirimkan pesan CENTER2 ke salah satu nomor di gambar tersebut.

Untuk cek saldo, silakan kirim pesan dengan format : S.PIN Contoh: S.3655 Lalu kirimkan format tersebut ke salah satu nomor SMS CENTER Pojok Pulsa

Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Cara Depositnya gimana???

 

Sabaaarrr ...

Kita kulik lagi, ya ;)

Untuk melakukan deposit melalui Bank BCA, BNI dan Mandiri gunakan format : TIKET.NOMINAL.PIN

Contoh: TIKET.50000.3655 (Apabila kamu ingin melakukan deposit sebesar Rp. 50.000)

Setelah terkirim, maka kamu akan mendapatkan balasan SMS seperti ini :

Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Ikuti petunjuk yang ada di SMS seperti contoh di atas. Jika ingin deposit sebesar Rp. 50.000 maka lakukan transfer sebesar Rp. 50.339 ke salah satu Bank yang ada di SMS. Nominal yang kamu transfer HARUS SAMA dengan balasan SMS reply. Saat ini rekening yang dipergunakan adalah BCA : 2741520003 - MANDIRI : 0060000223333 – BNI : 0278311714 - BRI : 720901000736501 a/n RENO HADI P.

Jika kamu ingin deposit sebesar Rp. 100.000 maka lakukan pemesanan tiket kembali seperti contoh di atas. Setelah transfer kamu berhasil Pojok Pulsa validasi maka kamu akan mendapatkan SMS seperti ini :

 
Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Cara transaksinya bagaimana???

Buru-buru amat, sih? Pelan-pelan aja, ya! ;)

Untuk melakukan transaksi pulsa elektrik gunakan format : KODE.TUJUAN.PIN

Contoh:

  1. S5.081285001987.3655
  2. 5.081285001987.3655

Masih bingung???

Ini dia penjelasannya :

S5 : Adalah kode produk dari simPATI nominal 5.000 untuk produk lain cek kode di hal Harga.

Kamu juga bisa bertransaksi tanpa menggunakan kode, seperti contoh nomor 2. Langsung saja tuliskan nominalnya. Namun hanya bisa di pengisian nomor GSM. Tidak bisa di CDMA, PLN, dan voucher game online.

081285001987 : Adalah nomor ponsel yang ingin kamu isi pulsanya (be carefull dalam menulisnya) Kalau sampai salah, kasihan di kamu bahagia buat yang nerima pulsa nyasar :D

3655 : Adalah PIN kamu yang harus kamu isi dalam setiap melakukan transaksi.

Setelah transaksi kamu SUKSES, maka kamu akan mendapat SMS Reply/Balasan seperti ini :

 
Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Ini dia penjelasan tentang 7 komponen SMS balasan yang kudu kamu tahu, guys!

  • Produk : simPATI 5 (Ini adalah produk telkomsel simPATI dengan nominal 5.000)
  • Ke : 081285001987 (Adalah Nomor konsumen yang kamu isi pulsanya)
  • SN : 207031714522152365 (Adalah Serial Number/SN yang diberikan oleh operator seluler)
  • Tgl : 03/07 17:14 (Adalah Jam dan tanggal transaksi kamu telah SUKSES dilaksanakan)
  • Harga : 5.650 (Adalah harga produk dari telkomsel simPATI 5.000 yang berlaku saat trx dilakukan)
  • Saldo Awal : Rp. 22.450 (Adalah Saldo Awal kamu sebelum transaksi dilakukan)
  • Saldo Akhir : Rp. 16.800 (Adalah Saldo Akhir setelah transaksi dilakukan yaitu 22.450 dikurang 5.650)
Jika transaksi pulsa belum masuk kamu bisa komplain dengan format :
  • Format : info.isi pesan.pin
  • Contoh : info.10 ke 0812345678910 blm msk.3655
  • Kirim ke salah satu SMS Center
Skema Pengisian Pulsa di Pojok Pulsa 

Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Fitur Pojok Pulsa Ibarat Pulau Harta!

Sumber gambar : website Pojok Pulsa
Sumber gambar : website Pojok Pulsa

 Tentang Kuis Pojok Pulsa 

Saya pernah memenangkan #KuisPojokPulsa dua kali. Pertama, kuis yang diadakan di akun twitter dan yang kedua di akun facebook. Benar-benar takjub! Hanya terpaut beberapa detik dari konfirmasi nomor handphone, pulsa hadiah langsung masuk dengan selamat! Salut dengan kerja keras tim Pojok Pulsa.

Jejak kemenangan di facebook

Salah satu jejak kemenangan di twitter

Kenalan dengan para admin dan sales Pojok Pulsa

Untuk menjalankan satu usaha terpercaya pastinya ada dukungan dari berbagai pihak, bukan? Tak kenal maka tak sayang. Karena itu, yuk, kenalan dengan para admin dan sales Pojok Pulsa. \:D/ 

Sumber gambar : di sini dengan editing
Admin Pojok Pulsa yang kompeten

Sumber gambar : di sini dengan editing
Sales Pojok Pulsa yang andal

Kalau ada yang ingin ditanyakan silakan ke sini. Pertanyaan para reseller sudah dijawab ramah oleh para penggawa Pojok Pulsa.

Sumber gambar : website Pojok Pulsa

Quote ala Pojok Pulsa buat Saya Makin Yakin

“Karena Anda kami Ada”

“Deposit merupakan Amanah”

Ohya, Pulsa Murah Jakarta Pojok Pulsa juga punya kantor pusat dan kantor cabang, lho! :) Buat kamu yang tinggal di Jakarta, silakan datang ke :

Kantor Pusat
Jalan Media Masa No.41 PWI Cipinang Muara Jatinegara, Jakarta Timur

Kantor Cabang
Jalan Pembina 1 Rt. 014/02 Cipinang
Muara, Jatinegara
Jakarta Timur 13420

Sebelum bergabung silakan baca Syarat dan Ketentuan (Term of Service) biar kamu makin kenal sama Pojok Pulsa :) 

Kini saya sudah dapat menentukan pilihan kios online pulsa murah yang tepercaya. Bisnis pulsa dari pulsa elektrik Jakarta yang menjanjikan sudah di depan mata. Saatnya melangkah bersama Pojok Pulsa! (***)

Sumber materi :
Website Pojok Pulsa
Fans Page Pojok Pulsa
Twitter
Pojok Pulsa
google.com 

Lomba Blog Pojok Pulsa 2015