Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

#GerakanSumbangDongeng [Cerpen Anak] Menghargai Jasa Pahlawan dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 08 November 2015

Jumat, 13 November 2015
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah. Tulisan saya kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tayang di Nusantara Bertutur Harian Umum Kompas. 

Semoga ikhtiar Sahabat Khansa untuk tayang di rubrik ini akan segera menjadi nyata, ya. Aamiin. \:D/

Cara Mengirim Cerpen Anak ke Harian Umum Kompas

Sabtu, 17 Oktober 2015
Harian Umum Kompas

Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Bagi yang ingin mengirimkan naskah cernak ke Harian Umum Kompas, berikut ketentuannya, ya.

Sumber info ini berasal dari Rubrik Cerita-Cerita Kompas Anak


Redaksi menerima kiriman naskah, cerita pendek, atau dongeng. Karangan harus asli dan belum pernah diterbitkan. Panjang karangan 3-4 halaman, diketik dua spasi. Karangan yang layak muat akan diberi imbalan yang pantas. Naskah harap dikirim ke 

Redaksi Kompas Anak,
Jalan Palmerah Selatan Nomor 26-28, Jakarta 10270.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, naskah juga bisa dikirim melalui alamat e-mail : opini@kompas.co.id, opini@kompas.com, dan kompas@kompas.co.id
 
Semoga bermanfaat.


Wassalamu'alaykum


Karunia Sylviany Sambas

Cara Mengirim Cerpen Anak ke Harian Umum Solopos

Kamis, 15 Oktober 2015
Harian Umum Solopos edisi Minggu
Assalamu’alaykum, Sahabat Khansa.

Alhamdulillah. Tulisan saya tayang perdana di media yang baru saya jajaki. Hmm, ini adalah ‘tendangan’ keempat  ke gawang redaksi Harian Umum Solopos. \:D/ Harus terus berjuang menembus gawang redaksi selanjutnya. Dan tak lupa untuk terus-menerus menebar manfaat dan selalu semangat! Semoga begitu pun dengan Sahabat Khansa! ;) @};- 

Karena itu, bila ada tulisan Sahabat Khansa yang belum kunjung dimuat di media impian, jangan berhenti untuk terus mengirim ‘tendangan’ ya. #ReminderForMeToo 

Naskah ini dikirim pada tanggal 30 September 2015 dan dimuat pada tanggal 11 Oktober 2015. ({}) Juga merupakan salah satu tugas menulis dari Kelas Merah Jambu Anak 5. Kelas ini dimentori oleh Bu Guru Nurhayati Pujiastuti dengan beranggotakan 11 orang murid. Insya Allah tulisan murid-murid Bu Nur akan terus mewarnai dunia media. Aamiin. :)

Ohya, sesuai visi dan misi #CeilehBahasanya blog Rekam Jejak Sang Pemimpi, pada blogpost edisi kali ini saya akan membagikan pengalaman ketika mengirim naskah cerpen anak ke harian keren yang satu ini.

Let’s check & recheck ;)
  1. Jumlah kata fleksibel, ya. Sekitar 500-700 kata atau 2-3 halaman A4 spasi 1,5
  2. Pakai font standar aja. Times New Roman atau Arial dengan font size 12
  3. Di akhir naskah, cantumkan nama, alamat, nomor handphone aktif, dan nomor rekening
  4. Sertakan juga scan/foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) 
  5. Kirim naskah ke alamat e-mail : redaksi.minggu@solopos.co.id Cc ke redaksi@solopos.co.id dan redaksi@solopos.com

Kalau mau baca tulisan saya yang tayang di Harian Umum Solopos, silakan klik Cerpen Anak Gaco Engklek Rara dimuat di Harian Umum Solopos edisi Minggu, 11 Oktober 2015 

Dalam blogpost kali ini saya juga mau ngucapin terima kasih banyak kepada Mbak Artie Ahmad buat mention kabar gembira di hari Minggu pagi nan ceria juga buat foto penampakan tulisan saya. Kepada Mas Roni yang udah berkenan kirim scan. Sstt, karena kiriman Mas Roni pula tampilan tulisan ini jadi makin kece. Ohya, juga kepada Pak Sulistiyo dan Dek Semilir Asih buat info alamat e-mail Solopos. Semoga kebaikan keempatnya dibalas dengan kebaikan berlipat oleh Allah SWT. Aamiin. 
  
Selamat menulis dan mengirim tulisan, ya, Sahabat Khansa. Semoga makin banyak karya kita yang menghiasi media. Menebar manfaat sebagai bekal akhirat.

Wassalamu’alaykum.


Karunia Sylviany Sambas

Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015

Rabu, 14 Oktober 2015
Assalamu'alaykum.
Hai .. hai ... NuBi bareng KSAN 2015 lagi ngadain Lomba Menulis Dongeng Anak, lho! ;)

Sahabat Khansa yang tersebar di seantero nusantara, yuk, kita ramein ajang keren ini. Selamat menulis dan mengirim. Semoga sukses, ya! 
Klik untuk melihat tampilan gambar lebih jelas
Sumber info dari akun facebook Nusantara Bertutur

Hai, Sahabat Nusantaraaa~

Ikutan Lomba Menulis Dongeng yang diadakan oleh Nusantara Bertutur dan KSAN 2015 yuk!

Jadi, Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) adalah acara dua tahunan (sejak 2007) yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencapaian Universal Access 2019.

Lalu, dalam KSAN tahun ini ini diadakan Lomba Menulis Dongeng Anak – KSAN 2015.

Mengapa diadakan lomba menulis dongeng? Karena kami ingin mengedukasi anak-anak dan lingkungan pendidikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan disukai oleh anak-anak, mengenai kondisi saat ini serta harapan yang ingin dicapai dalam permasalahan air minum dan sanitasi Indonesia. Selain itu kami juga ingin menyebarkan isu air minum dan sanitasi di komunitas dongeng anak, dengan harapan dongeng-dongeng anak tentang air minum dan sanitasi akan semakin banyak jumlahnya.

Sahabat Nusantara bebas loh mau mengirimkan berapa pun jumlah naskah karya. Ayoo kirim yang banyak yaa!

Syarat Lomba:
1. Lomba ini bersifat terbuka tanpa batasan usia bagi seluruh Warga Negara Indonesia
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta diketik dalam format cerita pendek. Panjang naskah maksimal 5000 karakter (no spaces), font Times New Roman, 12 pt, dan spasi 1,5.
3. Tema dongeng adalah kondisi air minum dan sanitasi (air limbah domestik, drainase, dan persampahan) saat ini, serta harapan yang ingin dicapai oleh Indonesia dalam peningkatan akses air minum dan sanitasi tersebut.
4. Naskah harus asli, bukan terjemahan atau saduran, atau mengambil ide dari orang lain yang sudah ada. Selain itu naskah tersebut belum pernah diterbitkan di media massa (cetak maupun elektronik), dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
5. Cerita diharapkan dapat memasukkan unsur-unsur Nusantara (misal: lokasi, flora, fauna, budaya, dsb.).
6. Lampirkan: biografi penulis, scan KTP/kartu identitas lain, alamat dan nomor telepon rumah/hp, nomor rekening bank, dan foto terbaru penulis.
7. Softcopy naskah dilampirkan dalam email yang ditujukan ke Panitia Lomba Menulis Dongeng dengan alamat email nusantarabertutur@gmail.com dan mencantumkan judul subjek
'Naskah Lomba Menulis Dongeng Anak - KSAN 2015'

Kriteria Penilaian:
Naskah dongeng tersebut akan dinilai berdasarkan kriteria yang dimiliki oleh Nusantara Bertutur dan Panitia KSAN 2015. Kriteria tersebut terdiri atas:

1. Nusantara bertutur:
a. Rendah hati
b. Dapat dipercaya
c. Menghargai
d. Tanggung jawab
e. Adil
f. Peduli
g. Kenegarawanan

2. Panitia KSAN 2015:
a. Kesesuaian dengan tema
b. Ketepatan informasi yang diberikan

Selamat berkarya! Nubi tunggu karya kamu yaa.
Wassalamu'alaykum.


Karunia Sylviany Sambas

Cerpen Anak Belajar Membatik dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 04 Oktober 2015

Jumat, 09 Oktober 2015
Assalamu'alaykum wr wb, Sahabat Khansa ^_^

Alhamdulillah. Hari ini saya kembali membawa berita bahagia. Kabar ini datang dari NuBi. Salah satu rubrik di Harian Kompas yang sedang giat-giatnya melestarikan budaya mendongeng lewat #GerakanSumbangDongeng.

Naskah ini saya kirim di hari jelang deadline. Kan lebih dekat lebih baik ;) 
Sensasi diburu deadline itu amazing sekali, lho! 

Saya copy paste versi asli naskah Belajar Membatik, ya. Setelah membaca ini, semoga banyak pelajaran yang bisa diambil. Jadi, kita makin paham keinginan NuBi untuk #GerakanSumbangDongeng-nya itu seperti apa. Kan nggak kenal maka nggak sayang. Supaya sayang dan disayang NuBi, so kudu kenalan dulu! 

Cerpen Anak Belajar Membatik dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 04 Oktober 2015
Klik untuk melihat gambar lebih jelas
Naskah ini sesuai kriteria NuBi

Atik Belajar Membatik
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Sabtu sore ini, Atik berkunjung ke rumah Nenek di Sekoja, Jambi. Saat ini Nenek sedang bercengkerama dengannya. Atik menceritakan tentang kegiatan di sekolah.
            “Ohya, Nek. Waktu tas sekolah teman Atik koyak, teman-teman menertawai dia. Kasihan sekali, Nek.”
            “Atik tidak ikut-ikutan menertawai, kan?” tanya Nenek.
            Atik menggeleng kuat-kuat.
“Mengejek orang lain itu kan perbuatan tidak baik, ya, Nek.”
Nenek mengangguk sambil tersenyum.
Atik melihat sebuah tas yang tergantung di dekat mesin jahit Nenek.
            “Nek, tas itu bagus, ya. Coraknya batik. Teman-teman Atik belum ada yang punya begitu.”
            Nenek menoleh.
“Tas batik itu buatan Nenek. Kainnya Nenek beli langsung dari sanggar batik,” jelas Nenek.
            “Nek, Atik juga mau tas seperti itu. Nanti Atik akan berikan pada teman Atik yang tasnya koyak.”
            Nenek tersenyum lagi.
“Hati cucu Nenek sungguh baik.”
            Esoknya, Atik dan Nenek pergi ke sanggar batik. Pemilik sanggar batik ini bernama Bu Hanum. Beliau adalah teman sekolah Nenek.
            Di sana banyak anak seusia Atik yang sedang membatik.
“Batik tulis Jambi memiliki ciri khas yang unik dan menarik. Baik dari segi warna maupun motif. Sebagian besar pewarna batik Jambi diambil dari bahan-bahan alami, yaitu campuran dari aneka kayu dan tumbuh-tumbuhan yang ada di Jambi, seperti getah kayu lambato dan buah kayu bulian, daun pandan, kayu tinggi dan kayu sepang,” jelas Bu Hanum.
“Kamu ingin belajar membatik?” tawar seorang anak seusia Atik.
            Nenek tersenyum dan mengizinkan. Nama anak itu Dilla. Dia adalah cucu Bu Hanum. Sambil menunggu Atik, Nenek bercengkerama dengan Bu Hanum.
            Dilla mengajari Atik membatik.
Mula-mula, ia meletakkan kain putih seukuran sapu tangan pada sebuah benda yang disebut gawangan. Sudah ada pola berbentuk bunga di kain itu. Dengan gawangan, kain jadi tidak bergerak dan mudah untuk dibatik.
Lalu, Dilla mengambil lilin dengan menggunakan canting. Canting adalah alat yang digunakan untuk membuat motif batik. Lilin tadi sudah dicairkan di dalam sebuah wajan kecil. Secara perlahan, Dilla menggoreskan canting mengikuti pola. Dari urutan atas ke bawah. Sesekali, Dilla meniup-niup ujung canting.
“Ini cara agar lubang canting tidak tersumbat lilin, Tik,” jelas Dilla.
Sambil membatik, Dilla mengajak Atik bicara.
“Batik adalah salah satu warisan budaya bangsa kita. Buktinya, UNESCO sudah mengukuhkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia,” ucap Dilla dengan nada bangga.
UNESCO itu United Nations Educational Scientific and Cultural Organization, sebuah badan organisasi dunia yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Atik pernah belajar ini di sekolah.
Setelah membatik, selanjutnya proses pewarnaan sesuai warna yang diinginkan. Selesai diwarnai, lilin tadi dilorotkan. Kain dibilas lalu dijemur.
Karena hari sudah agak siang, Atik pamit pulang. Nenek juga sudah membeli kain batik untuk membuat tas.  
Atik berterima kasih pada Dilla. Kini ia jadi tahu banyak tentang batik. (***)

Hikmah Cerita
Bangga menjadi anak Indonesia sekaligus mencintai batik sebagai salah satu warisan budaya.


Sebagai bahan belajar, silakan Sahabat Khansa bandingkan antara naskah asli dengan naskah yang dimuat, ya. 


Bagi Sahabat Khansa yang ingin mengirim naskah cerpen anak #GerakanSumbangDongeng ke Kompas Klasika Nusantara Bertutur, silakan klik di sini  Selamat mengirim. Semoga sukses! ^_^

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaykum wr wb,

Karunia Sylviany Sambas

Antologi Cerpen Perjuangan Hidupmu Inspirasiku

Minggu, 19 Juli 2015



Judul                : Antologi Cerpen Perjuangan Hidupmu Inspirasiku
Penulis             : Sahabat GP
Cetakan           : Pertama, Agustus 2013
Editor              : Sinar Yunita dan Widia Aslima
Setting dan Layout : Goresan Pena Publishing
Desain Sampul : Fransisca Rina Milansi
ISBN               : 978-927-0093-66-0
Harga               : Rp. 41.000
Penulis             : Rp. 36.900


Untuk pemesanan ketik PHI_NAMA_ALAMAT_JUMLAH kirim ke 085 221 422 416 atau inbox ke FB Capten Iwan Wungkul


Kontributor :
Doni A, Duayu Al Farabi, Aifia A. Rahmah, Tri Oktiana, Nanna Novita, Ferry Willi, Eni NN, Bunda Umy, Nenny Makmun, Desih Sukaesih, Buk Nung, Zulfa Rahmatina, Musa Annisa, Novy Noorhayati Syafida, Vysel Arina, Melianaa Prasetyo, Tiwtiw, DG.Kumarsana, Julia Hartini, Anna El Uswa, Nafi’atul Aizazah, Okta Hebat, Mahdi Rahmadhani, Venty Ayu Ningrum, Kans' Zein Basry, M. Lefand, A.Zidny, Tyssa Kurniaty, Aji Sutrisno, Jay Wijayanti, Bilqis Anisah, Yuan Yunita, De Chieka, Matin Aqila Al Fattah, Rayyandina Amaliya, Tiartha, N. Kirana, Welly Eka S., Siti Khumairah, Nelly Nezza, Rusdi El Umar, Anna M.U., Dedek Suhendar, Rivi Ririz, Titi Haryati Abbas, Tri Ratna Rachmawati, Frans Muliardi Sitanggang, Pratama Ramadhan, Maftuhatus Sa'diyah, Ardini N W, Farida Sundari, Wiwied Fransiska, Marita Ningtyas, Gitta Yoon, Rohyuli, Nazri Z. Syah Nazar, Karunia Sylviany Sambas, Zulzilah Arth, Bagas Satriawan, Ernita Lusiana, Lusi Tri Jayanti, Asih Putri Utami, Wardatun Nabilah, Nia Lestari, Athani, Lintar, Fatimah Mardiana, Bidha Nuriskha, Farida Sundari, Suherlinda, Sri Juli Astuti, Zada El-Zada Qolbi