Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan

[CERPEN ANAK] Aksi Tiki si Pemberani dimuat di Rubrik Permata (Majalah Ummi) edisi Februari 2016

Rabu, 27 Juli 2016


Aksi Tiki si Pemberani
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Tiki Itik dan dua ekor saudaranya tinggal di sebuah kandang. Kandang itu cukup nyaman untuk mereka bertiga. Tiap pagi dan sore si pemilik kandang selalu menuangkan makanan untuk mereka ke dalam sebuah baki. Tiki dan kedua saudaranya hanya perlu mengirimkan sebuah ‘alarm’ bila sang Tuan terlambat mengirim makanan. Caranya, dengan mematuk-matuk pintu kandang yang terbuat dari seng. Begitu mendengar suara ‘alarm’ itu, si pemilik kandang akan segera teringat pada tugasnya.

[Selamat Datang, Air Bersih!] Dongeng Anak Terpilih Kategori Air Minum Lomba Menulis Dongeng Anak KSAN 2015

Rabu, 17 Februari 2016
[Selamat Datang, Air Bersih!] Dongeng Anak Terpilih Kategori Air Minum Lomba Menulis Dongeng Anak KSAN 2015
Dongeng Anak Terpilih Kategori Air Minum Lomba Menulis Dongeng Anak KSAN 2015




Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Lama tak mengisi rumah ceria ini membuat rindu menggunung, lho! ;)

Ah, rumah ceria yang selalu memanggil 'pulang'. Tapi, huhuhu :'( maafkan saya. Ada amanah lain yang sedang saya emban sekarang. Karenanya fokus saya agak terbagi kini.

Walaupun demikian, di tengah mimpi dan kenyataan yang tengah saya hadapi, hari ini saya memberanikan diri mengetuk kembali 'pintu kebahagiaan saya'.

Bagi saya, bahagia itu ada di sini. Di blog Rekam Jejak Sang Pemimpi yang saya bangun dengan segenap cinta dan asa. Bertumbuhlah, Nak! ^_^

Al-Khansa, karena dia wanita nan perkasa. Ibunda para pejuang agama. ;)

Blogpost kali ini tentang naskah saya yang alhamdulillah terpilih dalam Lomba Dongeng Anak Terpilih Kategori Air Minum Lomba Menulis Dongeng Anak KSAN 2015.

Selamat membaca, ya, Sahabat Khansa. Kritik dan saran sangat diharapkan. :)

#GerakanSumbangDongeng [Cerpen Anak] Menghargai Jasa Pahlawan dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 08 November 2015

Jumat, 13 November 2015
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah. Tulisan saya kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tayang di Nusantara Bertutur Harian Umum Kompas. 

Semoga ikhtiar Sahabat Khansa untuk tayang di rubrik ini akan segera menjadi nyata, ya. Aamiin. \:D/

Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015

Selasa, 03 November 2015
Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015

Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Seraya menanti pengumuman Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015, yuk, kita simak Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015.

Hari Anti Korupsi dimuat 06 Desember 2015
Hari Ibu Nasional dimuat 20 Desember 2015
Hari Nusantara (Deklarasi Djuanda) dimuat 13 Desember 2015
Hari Raya Natal dimuat 27 Desember 2015

Semua tema punya deadline yang sama, lho! ;) yaitu Minggu, 15 November 2015. Jangan sampai kelewatan!

Buat Sahabat Khansa yang pertama kali ingin berpartisipasi, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur.  


Wassalamu'alaykum,


Karunia Sylviany Sambas

Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015

Rabu, 14 Oktober 2015
Assalamu'alaykum.
Hai .. hai ... NuBi bareng KSAN 2015 lagi ngadain Lomba Menulis Dongeng Anak, lho! ;)

Sahabat Khansa yang tersebar di seantero nusantara, yuk, kita ramein ajang keren ini. Selamat menulis dan mengirim. Semoga sukses, ya! 
Klik untuk melihat tampilan gambar lebih jelas
Sumber info dari akun facebook Nusantara Bertutur

Hai, Sahabat Nusantaraaa~

Ikutan Lomba Menulis Dongeng yang diadakan oleh Nusantara Bertutur dan KSAN 2015 yuk!

Jadi, Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) adalah acara dua tahunan (sejak 2007) yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencapaian Universal Access 2019.

Lalu, dalam KSAN tahun ini ini diadakan Lomba Menulis Dongeng Anak – KSAN 2015.

Mengapa diadakan lomba menulis dongeng? Karena kami ingin mengedukasi anak-anak dan lingkungan pendidikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan disukai oleh anak-anak, mengenai kondisi saat ini serta harapan yang ingin dicapai dalam permasalahan air minum dan sanitasi Indonesia. Selain itu kami juga ingin menyebarkan isu air minum dan sanitasi di komunitas dongeng anak, dengan harapan dongeng-dongeng anak tentang air minum dan sanitasi akan semakin banyak jumlahnya.

Sahabat Nusantara bebas loh mau mengirimkan berapa pun jumlah naskah karya. Ayoo kirim yang banyak yaa!

Syarat Lomba:
1. Lomba ini bersifat terbuka tanpa batasan usia bagi seluruh Warga Negara Indonesia
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta diketik dalam format cerita pendek. Panjang naskah maksimal 5000 karakter (no spaces), font Times New Roman, 12 pt, dan spasi 1,5.
3. Tema dongeng adalah kondisi air minum dan sanitasi (air limbah domestik, drainase, dan persampahan) saat ini, serta harapan yang ingin dicapai oleh Indonesia dalam peningkatan akses air minum dan sanitasi tersebut.
4. Naskah harus asli, bukan terjemahan atau saduran, atau mengambil ide dari orang lain yang sudah ada. Selain itu naskah tersebut belum pernah diterbitkan di media massa (cetak maupun elektronik), dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
5. Cerita diharapkan dapat memasukkan unsur-unsur Nusantara (misal: lokasi, flora, fauna, budaya, dsb.).
6. Lampirkan: biografi penulis, scan KTP/kartu identitas lain, alamat dan nomor telepon rumah/hp, nomor rekening bank, dan foto terbaru penulis.
7. Softcopy naskah dilampirkan dalam email yang ditujukan ke Panitia Lomba Menulis Dongeng dengan alamat email nusantarabertutur@gmail.com dan mencantumkan judul subjek
'Naskah Lomba Menulis Dongeng Anak - KSAN 2015'

Kriteria Penilaian:
Naskah dongeng tersebut akan dinilai berdasarkan kriteria yang dimiliki oleh Nusantara Bertutur dan Panitia KSAN 2015. Kriteria tersebut terdiri atas:

1. Nusantara bertutur:
a. Rendah hati
b. Dapat dipercaya
c. Menghargai
d. Tanggung jawab
e. Adil
f. Peduli
g. Kenegarawanan

2. Panitia KSAN 2015:
a. Kesesuaian dengan tema
b. Ketepatan informasi yang diberikan

Selamat berkarya! Nubi tunggu karya kamu yaa.
Wassalamu'alaykum.


Karunia Sylviany Sambas

Cerpen Anak Belajar Membatik dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 04 Oktober 2015

Jumat, 09 Oktober 2015
Assalamu'alaykum wr wb, Sahabat Khansa ^_^

Alhamdulillah. Hari ini saya kembali membawa berita bahagia. Kabar ini datang dari NuBi. Salah satu rubrik di Harian Kompas yang sedang giat-giatnya melestarikan budaya mendongeng lewat #GerakanSumbangDongeng.

Naskah ini saya kirim di hari jelang deadline. Kan lebih dekat lebih baik ;) 
Sensasi diburu deadline itu amazing sekali, lho! 

Saya copy paste versi asli naskah Belajar Membatik, ya. Setelah membaca ini, semoga banyak pelajaran yang bisa diambil. Jadi, kita makin paham keinginan NuBi untuk #GerakanSumbangDongeng-nya itu seperti apa. Kan nggak kenal maka nggak sayang. Supaya sayang dan disayang NuBi, so kudu kenalan dulu! 

Cerpen Anak Belajar Membatik dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 04 Oktober 2015
Klik untuk melihat gambar lebih jelas
Naskah ini sesuai kriteria NuBi

Atik Belajar Membatik
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Sabtu sore ini, Atik berkunjung ke rumah Nenek di Sekoja, Jambi. Saat ini Nenek sedang bercengkerama dengannya. Atik menceritakan tentang kegiatan di sekolah.
            “Ohya, Nek. Waktu tas sekolah teman Atik koyak, teman-teman menertawai dia. Kasihan sekali, Nek.”
            “Atik tidak ikut-ikutan menertawai, kan?” tanya Nenek.
            Atik menggeleng kuat-kuat.
“Mengejek orang lain itu kan perbuatan tidak baik, ya, Nek.”
Nenek mengangguk sambil tersenyum.
Atik melihat sebuah tas yang tergantung di dekat mesin jahit Nenek.
            “Nek, tas itu bagus, ya. Coraknya batik. Teman-teman Atik belum ada yang punya begitu.”
            Nenek menoleh.
“Tas batik itu buatan Nenek. Kainnya Nenek beli langsung dari sanggar batik,” jelas Nenek.
            “Nek, Atik juga mau tas seperti itu. Nanti Atik akan berikan pada teman Atik yang tasnya koyak.”
            Nenek tersenyum lagi.
“Hati cucu Nenek sungguh baik.”
            Esoknya, Atik dan Nenek pergi ke sanggar batik. Pemilik sanggar batik ini bernama Bu Hanum. Beliau adalah teman sekolah Nenek.
            Di sana banyak anak seusia Atik yang sedang membatik.
“Batik tulis Jambi memiliki ciri khas yang unik dan menarik. Baik dari segi warna maupun motif. Sebagian besar pewarna batik Jambi diambil dari bahan-bahan alami, yaitu campuran dari aneka kayu dan tumbuh-tumbuhan yang ada di Jambi, seperti getah kayu lambato dan buah kayu bulian, daun pandan, kayu tinggi dan kayu sepang,” jelas Bu Hanum.
“Kamu ingin belajar membatik?” tawar seorang anak seusia Atik.
            Nenek tersenyum dan mengizinkan. Nama anak itu Dilla. Dia adalah cucu Bu Hanum. Sambil menunggu Atik, Nenek bercengkerama dengan Bu Hanum.
            Dilla mengajari Atik membatik.
Mula-mula, ia meletakkan kain putih seukuran sapu tangan pada sebuah benda yang disebut gawangan. Sudah ada pola berbentuk bunga di kain itu. Dengan gawangan, kain jadi tidak bergerak dan mudah untuk dibatik.
Lalu, Dilla mengambil lilin dengan menggunakan canting. Canting adalah alat yang digunakan untuk membuat motif batik. Lilin tadi sudah dicairkan di dalam sebuah wajan kecil. Secara perlahan, Dilla menggoreskan canting mengikuti pola. Dari urutan atas ke bawah. Sesekali, Dilla meniup-niup ujung canting.
“Ini cara agar lubang canting tidak tersumbat lilin, Tik,” jelas Dilla.
Sambil membatik, Dilla mengajak Atik bicara.
“Batik adalah salah satu warisan budaya bangsa kita. Buktinya, UNESCO sudah mengukuhkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia,” ucap Dilla dengan nada bangga.
UNESCO itu United Nations Educational Scientific and Cultural Organization, sebuah badan organisasi dunia yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Atik pernah belajar ini di sekolah.
Setelah membatik, selanjutnya proses pewarnaan sesuai warna yang diinginkan. Selesai diwarnai, lilin tadi dilorotkan. Kain dibilas lalu dijemur.
Karena hari sudah agak siang, Atik pamit pulang. Nenek juga sudah membeli kain batik untuk membuat tas.  
Atik berterima kasih pada Dilla. Kini ia jadi tahu banyak tentang batik. (***)

Hikmah Cerita
Bangga menjadi anak Indonesia sekaligus mencintai batik sebagai salah satu warisan budaya.


Sebagai bahan belajar, silakan Sahabat Khansa bandingkan antara naskah asli dengan naskah yang dimuat, ya. 


Bagi Sahabat Khansa yang ingin mengirim naskah cerpen anak #GerakanSumbangDongeng ke Kompas Klasika Nusantara Bertutur, silakan klik di sini  Selamat mengirim. Semoga sukses! ^_^

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaykum wr wb,

Karunia Sylviany Sambas

Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Oktober 2015

Rabu, 16 September 2015
Assalamu'alaykum wr wb, Sahabat Khansa

Alhamdulillah, tema #GerakanSumbangDongeng Nusantara Bertutur Oktober 2015 udah di-share NuBi di timeline facebook-nya. 

Sumbernya di sini, ya : timeline facebook NuBi

Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Oktober 2015 
 

Selamat mengirim, ya!

Wassalamu'alaykum wr wb


Karunia Sylviany Sambas

Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi September 2015

Sabtu, 15 Agustus 2015
Assalamu'alaykum wr wb

Tema #GerakanSumbangDongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi September 2015 sudah di-publish, lho. ;)

Yuk, kita simak, tulis, dan ... kiriimm ^_^

Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi September 2015