Tampilkan postingan dengan label FF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FF. Tampilkan semua postingan

Cahya Jarak Cinta : Giveaway Berhadiah Empat Buku Manis

Sabtu, 05 September 2015
Cahya Jarak Cinta
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Gubuk ini kembali riuh. Setiap sore, selepas waktu Asar. Dan aku senantiasa tak bosan ikut mengatur rehal bersama Nenek.
“Nenek ...” desisku tertahan.
Nenek menoleh sambil tersenyum. Aku tertegun. Wajah nenek bersih dan berbinar.
Aku menggeleng lemah lalu melanjutkan pekerjaanku. Murid-murid kecil nenek akan datang.
Sebentar saja, bocah-bocah kecil mulai memadati ruangan berukuran dua kali dua meter itu. Saat-saat seperti ini aku selalu menyebut gubuk ini dengan nama gubuk kumpul bocah cahya.
Meski agak berisik, aku senang. Gubuk ini seperti bercahaya. Sinar-sinar memancar melalui celah-celahnya. Ah, nenek. Aku sungguh terpukau pada lakumu.
Rehal-rehal yang kutata tadi sudah ada pemiliknya masing-masing. Malah ada beberapa yang harus antri. Untuk sementara, mereka memangku kitab. Kebanyakan masih tahap iqra’. 
Sumber gambar : http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/al-quran-dan-iptek.jpg

Aku ikut membantu nenek. Sesekali kurik beliau. Nenek sedang membimbing seorang bocah. Dengan sabar ia membimbingnya. Kuperkirakan bocah itu berusia empat tahun.
“Wahyu.” Kusebut nama anak itu. Ia menoleh dan menatapku. Nenek sudah selesai mengajarnya. Saat ini, ia sedang mengulang bacaan.
“Sini Kakak ajarin,” tawarku.
Wahyu menyodorkan iqra’nya. Pelan namun pasti ia mulai mengeja huruf.
“Wahyu rajin, ya, ngajinya,” ucapku ketika Wahyu pamit.
Langit jingga mulai merona di arah barat.
Wahyu mengangguk mantap. “Wahyu mau kasih mahkota cahaya buat Bunda,” katanya polos.
“Insya Allah,” kata Nenek sambil mengelus kepala Wahyu.
Sumber gambar : http://amiruddinthamrin.com/wp-content/uploads/2014/03/al-quran-kalam-allah.jpg

Aku tersentak. Ada yang menghangat di pelupuk mata. Usiaku tentu sudah lebih dewasa dari Wahyu, tapi ... pernahkah aku berpikir seperti bocah empat tahun itu. Aku sungguh malu karena tertampar ucapan polosnya.
 “Bunda Wahyu sudah tiada. Wahyu piatu sejak lahir,” ucap Nenek.
Meski Wahyu dan bundanya terpisah ruang dan waktu, tapi jarak cinta itu tetap terhubung. Terangkai manis dari bumi menuju langit. Harusnya aku juga begitu, kan.
“Bunda ... Ayah ... aku merindukan kalian,” bisikku dalam lantunan doa. (***)



Tulisan ini diikutkan dalam GA yang diadakan kaylamubara.blogspot.com bekerja sama dengan LovRinz Publishing

Antologi FF dan FTS Indah Dalam Rahasia-Nya

Minggu, 19 Juli 2015


Judul Buku          : Indah Dalam Rahasia-Nya
Penerbit               : Asrifa
Penulis                 : Wien, dkk.
Desain Cover       : Tim Creator Asrifa
Editor                   : A. Zaenal Muttaqin
Ukuran Kertas      : 13x19 cm; 186 hlm.
ISBN                    : 978-602-14127-0-1
Harga                   : Rp. 48.000 Belum termasuk ongkos kirim (khusus kontributor Rp. 44.000 setiap pembelian, belum termasuk ongkos kirim)


Pemesanan :

SMS ke No.Hp: 085624070744 atau via inbox fb : Penerbit Asrifa

Dengan format : Nama_Alamat Lengkap_Nomor HP_Jumlah Pemesanan_Judul Buku

Sinopsis :

Menjalani status sebagai wanita memang gampang-gampang susah. Kita perlu belajar banyak agar dapat mengetahui peran, tugas serta tanggung jawab. Kita juga perlu bersabar karena jalan kehidupan itu tak selamanya mulus sesuai keinginan.

Yah! inilah kehidupan. Ada tawa, ada sedih, ada duka, ada suka, yang semuanya itu sudah terangkum dalam memori kita berubah rupa menjadi pengalaman yang berharga. Sahabat-sahabatku, berawal dari sebuah ide sederhana, ingin menjejakkan berbagai hikmah dari pengalaman inilah, buku ini hadir. Buku yang berisi tentang cerita-cerita dari potret kehidupan seorang wanita, tentang perasaannya, keinginannya, perjuangan, cinta, kasih sayang, ketulusan dan pengorbanannya. Semuanya hadir mengisi dan saling melengkapi, menciptakan simfoni rasa dalam kata.



Buku ini murni ditulis oleh para penulis wanita. Sehingga bisa dibaca oleh siapa pun yang memang ingin lebih memahami perihal kehidupan wanita itu seperti apa, atau untuk mengambil hikmah pembelajaran dari rekam jejak pena kehidupan.

Teruntuk sahabat Annisa kupersembahkan rekam jejak-jejak pena yang terangkai dari hikmah-hikmah kehidupan seorang wanita. Tersenyumlah! Karena hidup itu indah, seindah senyumanmu.

TIM PENULIS (Annisa Writers) :

Kunti Zakiyah Mushallina Gemintang Halimatussa’diah Zulfa Rahmatina Yeyen Janatul I’liyin Putri An-Nissa Nailathul Izzah Isna Imroatuz Zakiyati Cahaya Bintang Desih sukaesih Ardini Novi Wijaya Astry Aulia Rabiatul Adawiyah Eryka Syams Nenny Makmun Ghina Shafirah Ika Deka Nurul Al’amri Arinda Shafa Karunia Sylviany Sambas Lita Maisyarah Dechy Maftuhatus Sa’diyah Mutia Rafif Kholifaturokhma Nurul Hikmatul Fatimah Sri Surya Ningsih Vie Devh Rosaria Indah Uswatun Hasanah Cipta Atnira Fitriawati Nurfadhilah Bahar Nurul Azizah Widyanastuti Ratna Juwita RD Utami Reni Agustini Ria Hidayah Rizki Amalia Sari Okta Santi Novatria Siti Khumairah Ula Farihah Wildan Vita Ayu Kusuma Dewi Zatul Omaira Yeni Herlinda Suratun Almaidah Nurita Wahyuni Rivi Uly Diah Rizky

Antologi FF dan Puisi My Love Dreams



Judul                : My Love Dreams 
Penulis             : Tri Oktiana, Nur Hanifah, dkk
Penerbit           : Soega Publishing
Tebal               : 140 halaman
Ukuran            : 14x20 cm
ISBN               : 978-602-7896-07-9
Harga              : 34.200,- (belum ongkir)


SINOPSIS
Pangeranku, adakah cinta seindah bianglala selepas hujan? Yang biasnya melengkung mewarnai langit? Inginku terbang ke negeri khayalan. Membuat anganku tuk bersamamu nyata. Kita bersama. Merajut kisah sederhana menjadi untaian makna.
(Cuplikan FF : Titian, Dean, dan Cinta dalam Diam)


Kekasih,
Butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
Terbungkus rapi dalam kado asa
Untuk kau buka jiwa saatnya tiba
Andai mampu kusibak jendela masa
(Cuplikan Puisi : Kekasih)


Kontributor :
Achmad A. Arifin | Arinda Shafa | Azkia Azzakiyah | Dikpa Sativa | Fris Casanty | Gemintang Halimatussa’diah | Hasan Asyhari | Ika Hikma | Mia Mutiara | Muhrodin | Mutiq Jujazki | Naelil | Nahlatul Azhar | Nimas Masrullail | Nitha Ayesha | NuraRisala Kerinduan | Ocha Thalib | Puji Dandelion | Puput Pujiastuti | Ria Hidayah | Ririn Arums | Sunarti | Tri Oktiana | Ubaidil Fithri | Wina Hasanah | Adhie Soeksma Diraga | Ahmad Teguh Fahruki | Akbar Zidny | Alvy N. Dina | Andik Chefasa | Arien Salsabiila | Bunda Mulyani | Efa Efendi | Elisa Koraag | Erni Purwanti | Evy Novyanti | Goes Abdullah | Guntoro | Hany Choirinita | Ilyas Tanbeg | Karunia Sylviany Sambas | Latifatul Khasanahcut | Leli Erwinda | Nazlah Khairina | Nenny Makmun | Novy Noorhayati Syahfida | Rena Atmaja | Rifqi Syahbana | Sandi Iswahyudi | Selita Putri | Tomy M Saragih | Urai Rizki Abri N

Antologi FF Jika Jodoh Belum Kunjung Datang


Judul              : Jika Jodoh Belum Kunjung Datang
Penulis            : Annisa Writer's
ISBN               : 978-602-14327-2-5

“Tema Cinta” memang hampir selalu menarik untuk diceritakan atau dituliskan. Karena memang secara fitrah manusia dianugrahi perasaan indah ini. “Cinta” terkadang juga menjadi rasa yang dinanti, yang dirindui, seperti dalam buku ini. Ketika seseorang menantikan seseorang yang akan mencintainya, yang akan dicintainya. Ketika seseorang menantikan jodohnya, cinta sejatinya. Lalu bagaimana mengelola hati, jiwa kita dalam masa penantian ini? Haruskah bersedih atau sebaliknya tersenyum meski penantian belum kunjung datang.

Buku Jika Jodoh Belum kunjung Datang adalah buku ketiga dari para penulis Annisa, yang lahir dari Event II Annisa. Buku yang notabene tulisan ukhti ini merupakan catatan-catatan kecil namun penuh inspirasi dan makna, tentang hati-hati yang bersabar dan sepenuhnya tawwakal ketika jodoh belum kunjung datang, tentang perjuangan untuk selalu berpikir positif akan Jodoh yang belum dipertemukan, tentang pengorbanan ukhti karena ingin meraih cinta suci yang dilandasi cinta karena-Nya bahkan tentang keyakinan bahwa pasti akan indah pada waktunya.

Semuanya hadir bukan saja sebagai curahan hati-hati yang merindu “cinta”, tapi juga sebagai solusi atau cara yang ditempuh agar hati tetap tenang, ikhlas, dan bersabar.
Meski terkadang perjalanan yang ditempuh bertambah panjang, menghadirkan rasa letih dan menyisakan kekecewaan. Maka karena “Cinta-Nya” lah kita harus tetap tegar dan tetap memberikan senyuman pada setiap episode yang kita lalui.

Dalam buku ini juga ada catatan-catatan tentang meraih Cinta-Nya, Cinta teragung dan termulia, Cinta hakiki. Bagaimana belajar mencinta-Nya meski dalam kepahitan hidup sekalipun. Juga ada catatan ukhti tentang mengegola hati agar bisa mengatasi “GALAU” yang terkadang hadir menyapa hari.

TIM PENULIS :   
Husna Syifa Ubaidillah, Lela Rahmat, Mafidatul Ilmi, N. Kirana, Nurita Wahyuni, Ratna Juwita, Sabrina ShyaQar, Septi Dewi, Tika Mimosa, Ummu Fawwaaz, Uni Faqoth, Witri Prasetyo Aji, Zuhroh Astie WieAstie, Annalis Azzahra, Ardini N Wijaya, Echa, Happy Muslimah, Kunti Zakiyah, Karunia Sylviany Sambas, Revika Rachmaniar, Sri S. Ningsih, Ratna Juwita, Sabrina ShyaQar, Reni Agustini, N. Kirana, Echa, Karunia Sylviany Sambas, Desih Sukaesih, Welly Eka S