Tampilkan postingan dengan label Harian Kompas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harian Kompas. Tampilkan semua postingan

TERBARU 2020! Ini Dia Cara Kirim Naskah Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika

Minggu, 19 April 2020
Cara Kirim Naskah Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika
sumber: dokumen pribadi

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa ^_^

Udah lama banget ya blogpost Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur saya post, tepatnya pada 15 Juni 2015. Seiring berjalannya waktu, tentu ada pembenahan di sana-sini demi menghasilkan bacaan yang berkualitas di rubrik keren ini.

Nah, pada 2020 ini ketentuan kirim naskah sudah diperbaharui. Jadi, bagi Sahabat Khansa yang ingin mengirim naskah, selalu pantau akun Instagram dan Facebook Nusantara Bertutur, ya. Supaya naskah yang dikirim tepat sasaran dan tembus gawang redaksi :)

Yuk, saya bagikan di sini cara kirim naskah dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika update per 19 April 2020 

Tema Nusantara Bertutur Agustus 2017

Rabu, 02 Agustus 2017
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa ^_^

Alhamdulillah. Efek ikutan kelas ngeblog gratis bersama Mbak Naqiyyah Syam dan bergabung sebagai anggota tim Content Writers bersama Mbak Hairun Nisa berhasil mengembalikan mood positif untuk kembali merangkai kata. 

Insya Allah di bulan kemerdekaan RI ini saya akan kembali menyemarakkan dunia yang telah lama saya abaikan. Duh, maafkan, ya. Berbagai kata-kata yang keluar dari bibir hanyalah alasan untuk sebuah kata "malas" :'(


Baiklah, saya akan kembali padamu. Eh! Kembali pada dunia literasi. Saya awali dengan NuBi, ya. Kenapa dengan NuBi? Karena NuBi lah yang pertama kali membesarkan nama saya. Saya bahkan sempat diberi gelar Ratu NuBi. Hihihi. Karena karya saya sempat beberapa kali tayang di salah satu media nasional terkemuka di negeri ini. Kalau sekarang sih, Raja dan Ratu NuBi udah banyak, ya. 

Oke, deh, ini dia tema NuBi untuk bulan Agustus 2017. Jangan sampai ketinggalan. Bagi yang mau sharing seputar dunia literasi, monggo, ya. Saya akan senang hati menerima! 

Nilai karakter yang akan NuBi ambil untuk tema dongeng bulan Agustus ini yaitu sikap "Kenegarawanan" Karya diterima paling lambat tanggal 20 Agustus 2017. 

Bagi yang belum mengetahui ketentuan pengiriman naskah, silahkan simak di bawah ini ya.
1. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia
2. Naskah harus asli merupakan karya sendiri dan belum pernah diterbitkan di media cetak apapun sebelumnya
3. Naskah dongeng maksimal 2500 karakter (no space)
font Times New Roman, 12 pt, spasi 1,5
4. Boleh mengirimkan lebih dari satu naskah
5. Melampirkan data diri lengkap penulis (Nama, Alamat, No. Telp/HP, No. Rekening)
Dikirim ke email: nusantarabertutur@gmail.com dengan hashtag #GerakanSumbangDongeng dan tema dongengnya

Sudah cukup jelas? Atau masih ada yang ingin didiskusikan? ^_^ Yuk, ambil pena dan langsung aksi!

Wassalamu'alaikum,

Karunia Sylviany Sambas 



  Wassalamu'alaikum wr, wb




Karunia Sylviany Sambas

[Selamat Datang, Air Bersih!] Dongeng Anak Terpilih Kategori Air Minum Lomba Menulis Dongeng Anak KSAN 2015

Rabu, 17 Februari 2016



Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Lama tak mengisi rumah ceria ini membuat rindu menggunung, lho! ;)

Ah, rumah ceria yang selalu memanggil 'pulang'. Tapi, huhuhu :'( maafkan saya. Ada amanah lain yang sedang saya emban sekarang. Karenanya fokus saya agak terbagi kini.

Walaupun demikian, di tengah mimpi dan kenyataan yang tengah saya hadapi, hari ini saya memberanikan diri mengetuk kembali 'pintu kebahagiaan saya'.

Bagi saya, bahagia itu ada di sini. Di blog Rekam Jejak Sang Pemimpi yang saya bangun dengan segenap cinta dan asa. Bertumbuhlah, Nak! ^_^

Al-Khansa, karena dia wanita nan perkasa. Ibunda para pejuang agama. ;)

Blogpost kali ini tentang naskah saya yang alhamdulillah terpilih dalam Lomba Dongeng Anak Terpilih Kategori Air Minum Lomba Menulis Dongeng Anak KSAN 2015.

Selamat membaca, ya, Sahabat Khansa. Kritik dan saran sangat diharapkan. :)

Ini naskah versi asli. Mungkin ada sedikit perubahan pada versi cetak. Sayangnya, saya tidak mendapatkan bukti cetak tersebut. Huhuhu :'( Mungkin Sahabat Khansa ada yang punya. :D



Selamat Datang, Air Bersih!
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Tika dan keluarganya tinggal di desa Simpang Kawat, Asahan. Mereka baru saja pindah ke sini untuk mengikuti Bunda yang dipindahtugaskan. Nanti Bunda akan mengajar di sekolah dasar yang terletak di depan rumah dinas.

Awalnya tinggal di sini menyenangkan. Banyak anak seusia Tika yang menemaninya bermain. Banyak pepohonan yang membuat suasana panas terik menjadi teduh.

Lama kelamaan Tika merasa kecewa. Ternyata, air bersih masih sulit didapat. Air di sini berwarna agak kuning. Setelah hujan turun, airnya agak bening. Tapi begitu dibiarkan semalaman, akan ada benda kuning yang melayang di dalam air. Kata Bunda itu namanya parak.

Kata Bunda lagi, walaupun berwarna kuning, para warga menggunakan air itu untuk kepentingan sehari-hari, seperti memasak, mencuci, dan mandi.

“Bun, tinggal di sini tidak enak, ya. Enakan tinggal di kota,” ujar Tika.

Bunda sedang mengupas pisang barangan. Beliau hendak membuat kolak pisang.

Bunda tersenyum mendengar keluhan putrinya.

“Siapa bilang di sini tidak enak? Nanti Tika akan dapat kejutan-kejutan di tempat ini.”

Mendengar kata-kata Bunda, Tika hanya terdiam.

Sudah dua malam ini ia tidur tak nyenyak. Tika kelelahan. Setiap sore, ia harus membantu Ayah mengambil air bersih dari sungai. Jarak rumah dan sungai memang tak terlalu jauh. Tapi jalannya mendaki. Tika harus mengeluarkan keringat banyak ketika membantu mendorong sepeda.

“Mengeluarkan keringat itu akan sangat membantu Tika, Sayang.” Ayah tersenyum sambil melirik Bunda.

Tika tambah cemberut. Ayah pasti meledek tubuhnya yang agak tambun.

Kolak pisang sudah matang. Harumnya tercium oleh Tika. Tak lama kemudian, Bunda menghidangkan kolak pisang. Mereka bertiga menikmati masakan Bunda yang lezat.

“Hidup di desa itu enak, lho, Nak. Contohnya pisang ini. Bunda beli langsung dari pemilik pohon. Dijamin sehat!” Bunda mengacungkan jempol.

Tika belum menyetujui pendapat Bunda.

***

Hari Minggu ini Ayah tampak sibuk di halaman belakang. Ada seorang lelaki muda bersamanya.

“Bun, Ayah sedang apa?” tanya Tika dengan raut wajah heran.

“Nah, ini salah satu kejutan yang Bunda maksud.” Bunda membimbing Tika mendekati pintu belakang.

Tika mendekati Ayah.

Ayah lalu memperkenalkan Tika pada lelaki muda itu.

“Panggil saja Bang Mursali,” ujarnya sambil tersenyum ramah.

Bang Mursali adalah anak tetangga Tika. Kata Bang Mursali, air di desa ini memang berwarna agak kuning. Tapi, para warga punya cara agar air kuning itu menjadi bening.

“Desa ini kan dekat dengan area persawahan, jadi warna airnya kurang baik,” jelas Bang Mursali. Ternyata, ia bekerja sebagai tenaga penyuluh.

“Kita akan membuat alat penyaring sederhana untuk membuat air bening,” ucap Ayah.

Tika jadi penasaran. Ia mendekati bahan-bahan yang sudah dipersiapkan untuk membuat saringan air.

Ada potongan batu bata, ijuk, arang, pasir dan kerikil. Ada juga drum plastik, keran air, lem pipa, pisau, dan beberapa timba air.

Tika memperhatikan kerja Bang Mursali.

Mula-mula, ia membuat lubang dengan jarak 10 cm dari dasar drum. Ukuran diameter lubang disesuaikan dengan diameter keran. Setelah lubang selesai, keran dipasang dengan menggunakan lem pipa.

“Tika mau menyusun benda-benda ini ke dalam drum?” tunjuk Ayah pada batu bata, ijuk, arang, pasir dan kerikil.

Tika mengangguk cepat. Ia sudah tak sabar ingin ikut membantu.

Ayah membimbing Tika mengisi drum. Kerikil diletakkan di bagian dasar, lalu berturut-turut ijuk, pasir, arang, ijuk lagi dan terakhir potongan batu bata.

“Selesai!” Bang Mursali mengacungkan jempolnya pada Tika.

Ayah mengambil air kuning beberapa timba. Lalu air itu dimasukkan ke dalam drum. Beberapa menit kemudian air keluar melalui keran. Walaupun belum terlalu bening, warna kuning air itu sudah mulai memudar.

“Horeee ....” Tika berteriak gembira.

“Berhasil ... berhasil!”

“Nanti lama kelamaan airnya akan lebih bening lagi, Pak,” jelas Bang Mursali.

Bunda datang membawa goreng pisang dan teh hangat.

“Sudah dapat kejutannya, kan, Nak?” tanya Bunda.

Tika mengangguk. Ternyata, ini kejutan yang Bunda maksud. Kalau di sekolah hanya belajar teori, hari ini Tika belajar IPA secara langsung.

“Kemarin kolak pisang, sekarang goreng pisang. Besok pisangnya dibuat apa lagi, Bun?” tanya Ayah tiba-tiba.

Bunda tersipu malu.

Hari ini adalah hari istimewa buat Tika. Ia belajar banyak hal. Selalu ada solusi dibalik masalah. Ia tidak perlu khawatir lagi dengan air kuning yang ada di desa ini.

“Selamat datang, Air Bersih!”

Semua tertawa melihat tingkahnya. (***)

#GerakanSumbangDongeng Cerpen Anak Terima Kasih, Bu Guru dimuat di Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Minggu, 22 November 2015

Rabu, 25 November 2015
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah, tulisan saya kembali dipercaya untuk tayang di rubrik Nusantara Bertutur Kompas Klasika. Sstt, naskah ini berhasil menyabet juara pertama dari 30-an naskah bertema sama. Hari Guru Nasional. ;)

Bagi Sahabat Khansa yang ingin mengirim naskah ke rubrik ini, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur

Untuk tema terbaru belum di-publish. Insya Allah, setelah tim NuBi menge-post info tema terbaru di akun facebook maupun twitter, maka saya akan menampilkannya di sini :D #RajinMampirYa

#GerakanSumbangDongeng [Cerpen Anak] Menghargai Jasa Pahlawan dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 08 November 2015

Jumat, 13 November 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah. Tulisan saya kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tayang di Nusantara Bertutur Harian Umum Kompas. 

Semoga ikhtiar Sahabat Khansa untuk tayang di rubrik ini akan segera menjadi nyata, ya. Aamiin.

Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015

Rabu, 04 November 2015
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa. 

Apa kabar?
Semoga selalu bersemangat menjalani aktivitas, ya.

Alhamdulillah. Kemarin saya mendapatkan kesempatan indah untuk memenangkan lomba yang paling dinanti-nanti oleh penulis bacaan anak seantero nusantara. \:D/


Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015

Selasa, 03 November 2015
Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015

Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Seraya menanti pengumuman Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015, yuk, kita simak Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015.

Hari Anti Korupsi dimuat 06 Desember 2015
Hari Ibu Nasional dimuat 20 Desember 2015
Hari Nusantara (Deklarasi Djuanda) dimuat 13 Desember 2015
Hari Raya Natal dimuat 27 Desember 2015

Semua tema punya deadline yang sama, lho! ;) yaitu Minggu, 15 November 2015. Jangan sampai kelewatan!

Buat Sahabat Khansa yang pertama kali ingin berpartisipasi, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur.  


Wassalamu'alaykum,


Karunia Sylviany Sambas

Cara Mengirim Cerpen Anak ke Harian Umum Kompas

Sabtu, 17 Oktober 2015
Harian Umum Kompas

Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Bagi yang ingin mengirimkan naskah cernak ke Harian Umum Kompas, berikut ketentuannya, ya.

Sumber info ini berasal dari Rubrik Cerita-Cerita Kompas Anak


Redaksi menerima kiriman naskah, cerita pendek, atau dongeng. Karangan harus asli dan belum pernah diterbitkan. Panjang karangan 3-4 halaman, diketik dua spasi. Karangan yang layak muat akan diberi imbalan yang pantas. Naskah harap dikirim ke 

Redaksi Kompas Anak,
Jalan Palmerah Selatan Nomor 26-28, Jakarta 10270.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, naskah juga bisa dikirim melalui alamat e-mail : opini@kompas.co.id, opini@kompas.com, dan kompas@kompas.co.id
 
Semoga bermanfaat.


Wassalamu'alaykum


Karunia Sylviany Sambas

Cerpen Anak Nayla Tidak Takut Lagi versi Audio oleh Kang Acep

Senin, 29 Juni 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Cerpen Anak Nayla Tidak Takut Lagi di sini sudah didongengkan oleh Kang Acep, lho! ;)

Silakan klik Cerpen Anak Nayla Tidak Takut Lagi versi Audio untuk mendengarkan suara merdu beliau :D

Terima kasih, Kang Acep. Terima kasih, Kompas Klasika.

Selamat mendengarkan.
Semoga bermanfaat, ya!

#CatatanHariKeduaBelasRamadan1436H

*Mohon maaf, versi audio cerpen anak tersebut sudah tidak dapat ditemukan pada halaman web. 

Cerpen Anak Berburu Kepah versi Audio oleh Kang Acep

Selasa, 09 Juni 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa ^_^

Nemu ini di web Kompas Klasika

Cerpen Anak Berburu Kepah versi Audio

Cerpen Anak berjudul Berburu Kepah di sini sudah didongengkan oleh Kang Acep. Yess! Ini yang saya tunggu-tunggu. Terima kasih, Kang Acep, terima kasih Kompas Klasika.

Semoga bermanfaat, ya!

*Mohon maaf, versi audio cerpen anak tersebut sudah tidak dapat ditemukan pada halaman web.