Tampilkan postingan dengan label Harian Merapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harian Merapi. Tampilkan semua postingan

Cerita Misteri Ada Kepala Buntung di Pintu Kelas dimuat di Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi edisi 29 April 2020

Rabu, 29 April 2020



Kepala Buntung di Pintu Kelas*
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Cerita ini ditulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 2006. Saat itu Uni masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Siang itu Uni dan ketiga temannya sedang menunggu jadwal les mata pelajaran Bahasa Inggris. Kelas berakhir pukul 13.00 WIB sedangkan les akan dimulai pukul 15.00 WIB. Mereka asyik ngobrol sambil menyantap bekal makan siang. Membicarakan segala sesuatu. Mulai dari masalah keluarga, teman, pelajaran, guru bahkan sampai cerita horor.

Ada yang bilang ketika sedang membicarakan perihal makhluk halus, entah benar atau tidak, ternyata makhluk halus tersebut juga ikut mendengarkan cerita. Bahkan mungkin menatap dengan mata nanar.

Saat itulah terbongkar satu cerita bahwa ternyata dulunya lokasi SMP tersebut adalah tempat pembuangan jasad korban keganasan zaman penjajahan. Menurut salah seorang teman Uni yang ibunya sudah lama berjualan di kantin sekolah, di bawah kelas Uni ada sebuah kuburan. Uni nyaris terjengkang dari kursi ketika mendengar cerita itu. Pasalnya ia sedang duduk tepat di atas tempat yang dibicarakan.

Setelah merapikan sisa makan siang, segera saja Uni menggamit lengan temannya dan berlari meninggalkan kelas. Teman yang lain menyusul sambil teriak. Hiiiyyy …

Saat itulah Uni merasa ada yang menuntun lehernya untuk kembali menoleh ke arah pintu kelas yang masih terbuka. Lalu dengan jelas ia melihat sosok kepala tanpa badan alias kepala buntung melayang seolah keluar dari kelas. Kepala dengan darah segar mengucur deras dari kedua belah pipi itu menoleh ke arah Uni dan teman-temannya. Bola mata sosok kepala itu menunjukkan kemarahan. Mungkin karena dibicarakan. – nama samaran (***)

*Naskah dikirim pada 21 Maret 2020
Kembali, judul naskah diedit cantik oleh redaktur :D

Cerita Misteri Bertemu Sosok Hitam di Pos Security dimuat di Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi edisi 23 April 2020

Minggu, 26 April 2020




Bertemu Sosok Hitam di Pos Security*
Oleh : Karunia Sylviany Sambas

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam ketika Nando memutuskan kembali ke asrama. Besok seminar kenaikan tingkat akan dilaksanakan. Oleh sebab itu, Nando berjuang menepis kantuk dan lelah untuk menyelesaikan tugas. Maklum, Nando adalah seorang pejuang deadline. Pekerjaan yang tidak bisa selesai jauh-jauh hari malah bisa selesai dalam waktu singkat.

Nando berjalan dengan santai. Tidak ada kekhawatiran sama sekali dari gerak dan tatapan lelaki bertubuh kurus itu. Sambil menenteng tas laptop dan beberapa buku ia bergerak melalui lorong kelas yang sepi. Teman-teman Nando sudah lebih dahulu pamit ketika jam menunjukkan pukul sepuluh tadi. Mereka bermaksud melanjutkan tugas di asrama. Sementara Nando ingin tugas itu selesai sebelum kembali ke asrama.

Nando sudah sampai di ujung deretan kelas. Tinggal satu belokan lagi maka ia akan sampai di asrama putra. Tempat ia dan teman-teman menjalani pendidikan dan pelatihan selama hampir tiga minggu ini.

Beberapa kali Nando terlihat menguap. Tiba-tiba pandangan mata Nando yang mulai berembun karena kacamata, menangkap sesosok bayangan hitam di dalam pos security yang berada di depan asrama putra. Nando menurunkan kacamata untuk memastikan penglihatannya.

“Bapak sedang apa di sana?” tanya Nando dengan suara lantang.

Lelaki itu memang bukan tipikal penakut. Ia masih bisa berpikir positif pada saat orang lain mungkin berpikir itu adalah hal di luar nalar.

Namun pertanyaan Nando hanya disambut embusan angin yang semakin menggigit kulit. Nando berjalan perlahan mendekati sosok itu. Sosok hitam itu dalam posisi duduk dan wajahnya membelakangi Nando. Aroma melati menusuk tajam hidung Nando ketika posisinya tinggal tiga langkah lagi. Tiba-tiba pandangan Nando menangkap hal mengerikan. Tepatnya, ketika aliran darah segar mulai berkejaran mendekati sepasang sandal jepit yang Nando kenakan.

Saat itu juga tiang listrik yang ada di sekitar asrama terdengar dipukul sebanyak dua belas kali menandakan waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Tanpa pikir panjang, Nando menepis pikiran positif. Lalu bermacam pikiran negatif memenuhi isi kepala seiring dengan semakin kencangnya laju lari Nando. – Nama samaran


*Naskah dikirim pada 12 Maret 2020

Tulisan Ketiga dimuat di Rubrik Terjadi Sungguh Sungguh Koran Merapi

Kamis, 19 Maret 2020

sumber : dokumen pribadi
Keterangan :
Dikirim pada 08 Februari 2020 dan dimuat pada 19 Maret 2020 ^_^

Cerita Misteri Aroma Tubuh Pasien yang Sudah Meninggal dimuat di Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi edisi 10 Maret 2020

Sabtu, 14 Maret 2020

Misteri Aroma Tubuh*
Oleh : Karunia Sylviany Sambas


Uni dapat jadwal dinas malam. Kebetulan sedang tidak ada pasien. Tempat tidur pasien semuanya kosong. Hanya ada dua orang petugas jaga malam di ruangan itu. Pukul satu dini hari, setelah menyelesaikan tugas, teman dinas Uni izin keluar.

“Jam dua balik ke sini, ya, Bang,” pesan Uni.


Teman dinas Uni, sebut saja Bang Anda, mengiyakan dan berjanji kembali ke ruangan sesuai jam yang disepakati.
 
Mendekati pukul dua, Uni mulai mengantuk namun urung rebahan. Ia masih berjaga. Khawatir bila ada pasien yang hendak dikirim ke ruangan. Namun hingga pukul setengah tiga, Bang Anda belum juga kembali. Akhirnya, Uni memutuskan untuk merebahkan kepala saja di atas meja. Ia membawa sebuah bantal leher setiap dinas malam. Bantal berbentuk lingkaran itu Uni gunakan untuk menyangga kepala.
 
Uni menempatkan kepala ke sisi kiri, menghadap lemari obat yang terbuat dari kaca. Entah berapa lama ia berada dalam posisi itu ketika tiba-tiba terasa angin dingin bertiup di kuduk. Uni juga merasa seperti ada seseorang yang duduk di belakangnya. Mungkin Bang Anda. Ia berusaha berpikir positif.
 
Lama ditunggu, tak kunjung ada suara dari arah belakang. Perasaan Uni mulai tak enak. Apalagi ketika angin berembus, tercium aroma tubuh yang sepertinya ia kenal. Uni memberanikan diri menoleh. Syukurlah tak ada apa-apa.
 
Uni meraih buku rawatan untuk memastikan dugaan. Angin kembali berembus dan membawa aroma tubuh yang kian kuat menusuk hidung. Uni ingat. Aroma tubuh ini milik Ny. X, salah seorang pasien wanita yang pernah dirawat di ruangan itu. Uni mengecek data Ny. X. Pasien tersebut meninggal pada hari, tanggal dan jam sekian!
 
Bulu kuduk Uni meremang. Apalagi saat tiba-tiba kakinya menyenggol sesuatu yang menggelinding. Sebuah pot obat atas nama Ny. X! Uni langsung berlari menuju pintu. – Semua nama disamarkan

*Naskah dikirim pada 07 Februari 2020
Seperti biasa, judul mengalami pengeditan oleh redaktur :D

Cerita Misteri Bagian Belakang Rok Aini Ada Noda Darah dimuat di Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi edisi 29 Februari 2020


Kedatangan Arwah Teman*
Oleh : Karunia Sylviany Sambas

Hari ini seharusnya Nora sudah pulang kampung seperti teman-teman. Namun ia terpaksa menunda keinginan tersebut karena harus menyelesaikan mata kuliah tambahan. Azan isya baru saja selesai berkumandang ketika langkahnya tiba di asrama putri. Suasana sangat sepi. Berhubung hampir seluruh mahasiswa yang tinggal di sana sudah pulang ke kampung halaman masing-masing. Suasana sepi jadi mencekam ketika gerimis mulai turun. Tak lama angin kencang datang dan menimbulkan suara bising dari seng yang sebagian besar pakunya telah hilang.



Nora baru saja merebahkan badan ketika tiba-tiba pintu diketuk. Ia membuka sedikit tirai jendela dan melihat sosok Aini, teman satu kamarnya, berdiri di balik pintu.
 
“Kupikir kau sudah pulang kampung, Ai,” tegur Nora. “Kau ada mata kuliah tambahan juga?”
 
Namun sosok yang disapa tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia malah menuju kamar mandi dengan sorot mata kosong. Nora bisa melihat baju yang dikenakan Aini basah kuyup dan di bagian belakang roknya ada … noda darah! Ah, mungkin Aini sedang datang bulan, karena itu ia terburu-buru, pikir Nora.
 
Nora lantas mengunci pintu dan kembali rebahan.
 
Lama Nora menunggu, tidak ada suara air dari dalam kamar mandi. Ia pikir Aini sedang buang hajat. Nora menunggu Aini untuk makan malam bersama. Namun akhirnya ia malah ketiduran.
 
Nora terbangun ketika mendengar nada pesan WhatsApp. Paket data lupa dinonaktifkan. Padahal, biasanya Nora selalu memutuskan sambungan data ketika hendak tidur.
 
Pesan yang masuk bertubi-tubi membuat handphone Nora panas dan padam. Dua menit kemudian handphone kembali aktif.
 
Aini ada di asrama?
 
Isi pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal.
 
Mata Nora masih sangat berat sehingga ia hanya memberikan tanda read pada isi pesan itu. Namun kedua bola matanya jadi membelalak ketika muncul pesan lain yang membuat bulu kuduk Nora meremang.
 
Turut berdukacita atas meninggalnya teman kita, Aini, dalam kecelakaan bus sekitar pukul tujuh malam ini. Semoga …
 
Nora tidak lagi membaca kelanjutan pesan itu.
 
Bagaimana mungkin Aini meninggal? Sedangkan pukul delapan tadi malam ia masih bertemu Aini. Untunglah tak lama azan subuh berkumandang. Nora bergegas keluar kamar dan menuju kamar ibu asrama.
 
Setelah menceritakan semua kejadian itu, paginya, Nora dan ibu asrama memberanikan diri mendorong pintu kamar mandi dan menemukan kamar mandi itu dalam keadaan kosong. Lantas siapakah sosok yang menyerupai Aini tadi malam? Nora dan ibu asrama menggigil. – Nama samaran


*Naskah dikirim pada 12 Februari 2020
Judul mengalami pengeditan oleh redaktur :D

Cerita Misteri Sosok Pria dengan Pakaian Berlumuran Darah dimuat di Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi edisi 11 Februari 2020

Selasa, 11 Februari 2020
Cerita Misteri Harian Merapi


Sosok Pria dengan Pakaian Berlumuran Darah*
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Senja baru saja merapat ketika Kardi diminta Mak Ijah menggantikan dirinya untuk menjaga warung sederhana mereka. Kardi yang saat itu baru saja pulang dari langgar, langsung melaksanakan titah Mak-nya.

“Setelah lepas magrib baru kamu bersih-bersih dagangan yang di luar, ya, Di,” nasihat Mak Ijah. Beberapa dagangan mereka seperti minuman dan makanan ringan dipajang di luar warung. Oleh karena rentan debu, maka dagangan tersebut harus lebih sering dibersihkan.
 
Kardi mengangguk. Ia mengambil bangku lalu duduk menghadap seberang jalan yang lengang. Pikirannya menerawang. Andai Bapak masih ada mungkin saat ini dia sudah duduk di bangku kuliah. Bukan hanya bangku kayu warung ini.

Entah karena terlalu larut dalam lamunannya, Kardi jadi agak mengantuk. Berkali-kali tubuhnya seperti digoyang angin. Miring ke kiri dan ke kanan mirip nyiur melambai di tepi pantai.
 
Mak Ijah yang saat itu sudah selesai melaksanan ibadah salat magrib langsung saja menyuruh Kardi masuk ke dalam dan rebahan. Kardi tidak mengangguk kali ini. Ia melihat raut wajah Mak Ijah yang kelelahan setelah seharian berjualan.
 
Ditemani kantuk yang tersisa, Kardi mengambil kain lap kumal lalu pergi menuju dagangan yang dipajang di luar warung. Saat itulah ia menyaksikan apa yang seharusnya tidak ia saksikan.
 
Berpuluh tahun yang lalu, tepat di seberang jalan warung mereka adalah sebuah tikungan jalan yang cukup tajam. Tak terhitung sudah jumlah nyawa melayang akibat kecelakaan, baik tunggal maupun rombongan. Sehingga wajar apabila aroma mistis masih sangat kental di daerah tersebut. Beberapa orang yang tinggal cukup lama di daerah itu juga sudah tak asing lagi dengan berbagai hal di luar nalar yang kerap terjadi di sekitar tikungan itu.
 
Kardi tengah khusyuk membersihkan dagangan dari debu jalan yang menempel ketika pandangan matanya teralihkan menuju seberang jalan yang tadi lengang. Sesosok pria berjalan tegap. Pandangan pria itu kosong mengarah ke depan. Berpakaian putih ala pasien rumah sakit dan … tubuhnya bermandikan noda darah!
 
Kardi segera menghentikan aktivitasnya, melempar kain lap dan melarikan diri menuju warung. (***) Nama samaran

*Naskah dikirim 23 Januari 2020 dan dimuat 11 Februari 2020
Judul mengalami sedikit pengeditan oleh redaktur :D

Cerita Misteri Sambutan Hangat Penghuni Kamar Belakang dimuat di Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi edisi 01 Februari 2020

Minggu, 02 Februari 2020




Sambutan Hangat Penghuni Kamar Belakang*
Oleh : Karunia Sylviany Sambas


Kejadian ini terjadi di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Minggu depan ada kunjungan tim dari pusat. Oleh sebab itu, rumah sakit berbenah. Seluruh ruangan dan halaman sekitar rumah sakit ditata sedemikian rupa demi menyambut kedatangan para undangan.

Begitu pula dengan salah satu ruangan di sana. Ila, seorang perawat yang bertugas hari itu sedang sibuk membantu membenahi ruangan. Demi kerapian dan kebersihan, Ila dan rekan-rekan seruangan yang saat itu berjumlah sekitar empat orang, berinisiatif untuk menyimpan beberapa barang ke salah satu ruangan yang belum digunakan. Ruangan tersebut baru dibangun. Oleh sebab itu masih digunakan oleh beberapa ruangan sebagai tempat penitipan barang. Saking banyaknya barang, ruangan itu malah tampak seperti gudang.

“La, tolong bawa troli dan kotak-kotak ini ke kamar belakang, ya.” Semua orang di sana sudah paham jika yang dimaksud dengan ‘kamar belakang’ adalah ruangan tak berpenghuni itu.

Karena jumlah barang yang ingin dibawa ada beberapa, Ila mengajak Uni menemani. Lalu mereka berdua mendorong dorongan oksigen dan mengangkat kotak-kotak menuju kamar belakang.

Waktu masih menunjukkan pukul sepuluh pagi. Di sepanjang koridor rumah sakit beberapa tenaga kebersihan tampak sibuk dengan rutinitasnya.

Ila sudah mengantongi kunci. Terdengar suara derit perlahan saat Ila mendorong pintu kaca.

Huft! Langsung saja debu tebal memenuhi indra penciuman dan menyebabkan rasa sesak saat menarik napas.

Ruangan itu terdiri dari beberapa kamar. Ila mengambil kunci lagi dan membuka salah satu kamar, sementara Uni menaikkan dorongan oksigen ke atas sebuah troli kosong dan meletakkannya di pojok dekat sebuah tempat tidur pasien. Di atas tempat tidur itu terdapat banyak barang-barang titipan ruangan.

Lantas Uni menyusul Ila. Ketika mereka sibuk memindahkan barang-barang dari dalam kotak ke dalam kamar, tiba-tiba terdengar keributan dari arah belakang, tepatnya di tempat dorongan oksigen dan troli kosong berada.

Sontak keduanya menoleh ke belakang. Masih sangat jelas terlihat gerakan dorongan oksigen seperti dinaikturunkan berbenturan dengan troli sehingga menimbulkan suara gaduh.

Ila dan Uni berpandangan. Isu tentang kamar belakang itu sepertinya benar. Hari ini keduanya telah disambut hangat oleh sang penghuni. – Nama samaran


*Naskah dikirim pada tanggal 17 Januari 2020 dan dimuat tanggal 01 Februari 2020

Yuk, Kirim Naskah Cerita Misteri ke Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi


Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa ^_^

Alhamdulillah hari ini saya bisa kembali mengisi kisah indah di blog tersayang ini. Kali ini tulisan saya dimuat di rubrik cerita misteri Harian Merapi. Jika ingin mengenal lebih dalam website-nya bisa ke Harian Merapi 

Kirim Naskah Cerita Misteri ke Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi
sumber: harianmerapi.com
Cerita misteri?

Ini adalah tulisan perdana di rubrik milik salah satu harian yang terbit di Kota Yogyakarta. Bagi teman-teman yang follow blog ini (saya ucapkan terima kasih banyak :) ) tentu mengetahui bahwa tulisan saya selama ini berupa cerpen anak. 

Nah, kok bisa sekarang nulis cermis alias cerita misteri? Apa mau berubah haluan? :D Hehehe. Insya Allah, tidak. Saya akan tetap setia di genre anak yang cerah ceria. Sesekali saya akan mampir ke cerita remaja, cerita misteri bahkan puisi. Ya, sesekali saja. Tapi walaupun sesekali saya akan terus berusaha belajar. Karena saya memiliki niat setiap tulisan yang saya hasilkan harus bisa memberi manfaat pada orang lain. 

Jika Sahabat tertarik untuk menulis cerita misteri di rubrik ini, berikut ketentuan yang bisa saya share sesuai pengalaman yang baru sedikiiit ... :D