Tampilkan postingan dengan label Majalah Ummi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Majalah Ummi. Tampilkan semua postingan

Cara Mengirim Cerpen Anak ke Rubrik Permata (Majalah Ummi)

Sabtu, 30 Juli 2016
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa ^_^

Alhamdulillah, cerpen anak saya berhasil dimuat di Majalah Ummi edisi Februari lalu. Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini saya akan membagikan pengalaman, termasuk ketentuan dan syarat pengiriman, untuk teman-teman yang juga ingin mengirim naskah cerpen anak ke majalah wanita islami nan keren ini ;)

1. Tulis cerpen anak sepanjang maksimal 5500 karakter, Times New Roman (TNR) 12 pt dan 1,5 spasi
3. Tema sederhana, bahasa mudah dipahami dan berhikmah, boleh cerita biasa, imajinasi (misalnya tokohnya debu/awan/angin/pohon) atau fabel
4. Kirim naskah ke alamat email : kru_ummi@yahoo.com atau ke Redaksi Ummi, Jl. Mede No. 42A Utan Kayu, Jakarta Timur

Sumber info : Facebook Majalah Ummi 

Pengalaman saya :

Naskah cerpen anak "Aksi Tiki si Pemberani'' (bisa dibaca di sini) saya kirim pada tanggal 18 September 2015. Kemudian naskah mendapatkan konfirmasi akan dimuat pada tanggal 23 Oktober 2015. Alhamdulillah ^_^


Assalamu'alaikum wr wb

Terimakasih atas kiriman cerpen anak berjudul "Aksi Tiki Si Pemberani". Kami akan memuatnya untuk Permata (Majalah Ummi) edisi Februari 2016. Mohon konfirmasi atas kesediaannya.

Wassalamu'alaikum wr wb

--
Redaksi Ummi
Jl. Mede no. 42 Utan Kayu Jakarta Timur 13120
Telp. (021) 8193242 ext 242
Fax. (021) 8580569


Walaupun harus menunggu selama empat bulan, nggak masalah lha, ya. Kan udah ada konfirmasi kepastian. Hati sudah plong! Sstt, selain transferan honor penulis juga dapat bukter (bukti terbit), lho! ;)



Tunggu, apa lagi, Sahabat!
Yuks, tulis, kirim naskah ke Majalah Ummi!
Sekarang!


Wassalamu'alaykum 



Karunia Sylviany Sambas

[CERPEN ANAK] Aksi Tiki si Pemberani dimuat di Rubrik Permata (Majalah Ummi) edisi Februari 2016

Rabu, 27 Juli 2016


Aksi Tiki si Pemberani
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Tiki Itik dan dua ekor saudaranya tinggal di sebuah kandang. Kandang itu cukup nyaman untuk mereka bertiga. Tiap pagi dan sore si pemilik kandang selalu menuangkan makanan untuk mereka ke dalam sebuah baki. Tiki dan kedua saudaranya hanya perlu mengirimkan sebuah ‘alarm’ bila sang Tuan terlambat mengirim makanan. Caranya, dengan mematuk-matuk pintu kandang yang terbuat dari seng. Begitu mendengar suara ‘alarm’ itu, si pemilik kandang akan segera teringat pada tugasnya.