Tampilkan postingan dengan label One Day One Post. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label One Day One Post. Tampilkan semua postingan

Ternyata Tak Sesulit yang Diduga

Jumat, 20 November 2020

 Assalamu'alaikum, sahabat Khansa


Kelas Menulis Online : Menoreh Karya Menembus Meja Redaksi Media Massa

Kamis, 19 November 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Alhamdulillah, hari ini sebuah amanah kembali menyapa, mengisi sebuah kelas daring tentang tip dan trik tembus media massa. Ya, saya akui ini adalah sebuah pencapaian yang saya inginkan. Apalagi kelas daring ini saya gagas bersama teman duet dalam buku Lord Didi. 

Kesempatan untuk Berbagi

Rabu, 18 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Alhamdulillah, ada kesempatan berbagi lagi-dan lagi. Saya agak terkejut ketika hari ini mendapatkan info di grup yang saya menjadi salah seorang PJ di dalamnya. Sebuah kelas yang saya inginkan untuk diampu tetiba saja jatuh kepada orang lain. 

Rencana, Antara Berkah dan Musibah

Minggu, 15 November 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Sebuah rencana yang kadang tak sesuai bisa jadi musibah, ya, kan.

Bagaimana sebuah perencanaan disusun agar sesuai harapan.

Detik demi detik menantikan waktu sebuah rencana perjalanan. Memanfaatkan dengan penuh pertimbangan agar hasil yang dicapai dalam sebuah rencana bukan sebuah utopis.

Karena sebuah rencana tanpa arah yang jelas, tanpa kendali waktu tajam, malah bisa mendatangkan banyak masalah.

Ya, seperti mendapat kemarahan dari orang rumah karena terlambat pulang. 

Ya, letih badan karena selepas perjalanan akan berangkat kerja lagi.

Semua tak akan terjadi. Perjalanan akan menjadi berkah bagi semua ya tentu saja dengan sebuah perencanaan yang matang. Semoga. (*)

Rihlah dengan Sahabat Salehah

Sabtu, 14 November 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa


Alhamdulillah, hari yang dinanti untuk bersama melakukan perjalanan bersama para sahabat salehah tiba. Banyak suka duka yang telah terlewati, pun akan segera menghadang. Ada sahabat yang datang dan pergi. Namun, cinta dalam ikatan ukhuwah islamiah itu mengekalkan. 

Kesempatan dari Satu Kesempatan

Jumat, 13 November 2020

 Assalamu'alaikum.


Kesempatan yang terbuka dari satu pintu terkadang membuat kita takjub. Tetapi itulah kuasa Allah SWT Rezeki itu Misterius, Selalu Ada Peluang Bagi yang Berjuang Serius Contohnya, hari ini mendapatkan kabar jika akan dibuka kelas penulisan di sebuah komunitas penulis yang saya menjadi PJ di dalamnya. 

Hari Perpisahan Dua Grup Daring Penulisan

Kamis, 12 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Haru itu nyata hari ini. Saya dan teman-teman harus meninggalkan satu grup WhatApp. Grup kecil yang beranggotakan tak lebih dari 30 peserta kelas dan satu lagi tak lebih dari 60 peserta kelas. Sedih? Sangat. Tersebab kebersamaan bersama para teman yang punya frekuensi yang sama itu terasa sangat singkat. Tetiba sudah masuk dua bulan saja. 

Peluang yang Pergi

Rabu, 11 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Bila sebelumnya postingan saya tentang Peluang, Ambil atau Biarkan Hilang?Peluang, Ambil atau Biarkan Hilang? membuat semangat membara menyelesaikan naskah, maka postingan kali ini tentang sebuah peluang yang hilang sementara dikarenakan sesuatu hal. Hihi. Hal yang menjadikan seorang penulis dikatakan memiliki kompetensi. Yang tahu cung, ya.

Nah, tapi saya turut bahagia karena info ini sekaligus memberikan peluang untuk salah seorang rekan penulis. Rencananya, kami ingin kolaborasi membuat sebuah naskah. Saya menulis dan si Mbak mengilustrasi. Apa daya, ternyata keputusan sang redaktur pagi ini membuat saya harus sejenak rileks dan tentunya bersemangat kembali untuk menemukan jodoh bagi naskah ini.

Semangat Bangkit Kembali

Naskah tersebut dinyatakan kembali ke folder naskah tersayang. Kecewa pasti, ya. Manusiawi. Namun saya tak lantas berkecil hati. Saya telusuri kembali kemungkinan naskah ini layak terbit. Akhirnya, berbekal informasi yang saya temukan di sebuah fanpage penerbit, saya mengirimkan pesan ke kontak salah seorang editor dan menanyakan kemungkinan penerimaan naskah.

Alhamdulillah, pesan tersebut berbalas. Kini, naskah yang ditolak telah kembali mengarungi lautan jalan menuju nasibnya. Semoga kali ini pulang berkabar baik. Saya nantikan di dermaga. (*)

Peluang, Ambil atau Biarkan Hilang?

Selasa, 10 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Disaat saya sedang mengerjakan sebuah proyek menulis, tetiba sebuah pesan pribadi memasuki kotak pesan WhatsApp. Memberikan kesempatan untuk menulis sebuah buku pengayaan dengan tema yang menarik perhatian saya. Tema tersebut berhubungan dengan daerah asal kakek saya; Kalimantan Barat.

Sebenarnya ada keinginan sedetik untuk intirahat dahulu. Berhubung saat ini ada sebuah amanah pula yang mampir di kotak surel. Saya harus menyelesaikan outline naskah dalam waktu dua pekan saja. Jumlah halaman buku yang dibutuhkan memang tak terlalu banyak sebenarnya. Namun jika hanya fokus pada satu tujuan, saya rasa tak terlalu berat kiranya.

Melepas peluang ini begitu saja? Bisa saja, sih. Tapi saya kembali berpikir. Bagaimana jika kelak Mba tersebut tak lagi membuat nama saya berada di antrian penulis menjadi tujuan penulisan? Ah, tentu merugi, ya.

Bismillah. Saya coba untuk mengambil peluang dengan segala kemampuan yang saya bisa lakukan. Toh, jika naskah saya menarik dan ada sedikit kesalahan masih ada proses revisi, bukan.

Intinya, jangan berhenti untuk terus menebar asa pada peluang yang datang. Karena saya yakin, hati Mba tersebut memilih saya karena digerakkan oleh Allah SWT.

So, jangan pernah lewatkan kesempatan yang datang. Karena kita tak pernah tahu rezeki yang mana yang dapat mengubah segala pinta menjadi nyata. (*)

Memulai Kembali Seperti Bayi

Minggu, 08 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Masih ingat dengan sampul akun sosial media facebook saya? Hihi, bagi yang lama berteman di facebook pun terkadang belum tentu ingat, ya. Karena kita kan fokus ke status. Kalau nggak buka profil facebook teman, tentu fokus pada hal itu pun jadi ambyar. Walaupun kita berteman sudah sangat lama. 


sumber: dokumen pribadi

Nah, sampul facebook saya memajang tentang sebuah karya saya yang berhasil masuk di buku tematik tema 5 ekosistem. Ketika saya memajang status WA tentang tampilan ini, beberapa orang teman langsung mengirim pesan pribadi. "Bagaimana bisa?" begitulah kira-kira isi pesannya. 

Cerpen Anak dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat edisi Jumat, 23 Oktober 2020

Sabtu, 07 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Alhamdulillah, naskah saya kembali menghiasi rubrik CERNAK SKH Kedaulatan Rakyat. Menulis cerita anak itu memang seru, lo. Membuat kita selalu ceria karena bisa berbagi kebaikan dengan para sobat cilik.

Bagaimana cara mengirim naskah cerita anak ke SKH Kedaulatan Rakyat.? Sahabat bisa cek postingan Cara Mengirim Cerpen Anak ke Harian Kedaulatan Rakyat, ya. Insya Allah, sudah di-update 😀

Berikut naskah saya yang tayang tersebut:


Berapa lama waktu tunggu penayangan naskah?

Untuk waktunya tidak sama antara satu penulis dengan penulis lain, ya, Sahabat. Menurut pengalaman saya sendiri, kira-kira memerlukan waktu dua minggu. Bahkan, ada juga naskah yang belum berkabar. Intinya, tetap semangat menulis dan mengirim, ya.

Berapa honor pemuatan naskah?

Ini juga poin yang belum bisa saya utarakan dengan pasti karena pengiriman honor adalah kebijakan redaksi. Begitu info yang saya terima via surel. Nah, mungkin karena pandemi juga masih ada penundaan, ya.

Demikian, ya, Sahabat. Jika masih ada yang ingin ditanyakan, boleh komentar di kolom di bawah. Saya akan sangan berterima kasih jika Sahabat menandai salah satu akun sosial media saya saat membagikan postingan ini. (*)

Dari Balik Pintu ICU

Jumat, 06 November 2020
WHO baru saja merilis keterangan barunya terkait dengan fakta bahwa Covid-19 bisa menular melalui udara (air bone). 

Penyataan yang dipublikasikan pada 9 Juli 2020 ini sontak membuat kami dihinggapi rasa was-was yang lebih dari biasa. Saat ini kami bertugas di ruang ICU (Intensive Care Unit) sebuah RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Ruangan tersebut hanya cukup memuat tiga tempat tidur pasien. Tentu bisa dibayangkan berapa luasnya ruangan tersebut. Ditambah, jarak antara meja perawat (station nurse) dan tempat tidur pasien tak lebih dari satu meter saja.

Hari-hari kami dipenuhi rasa was-was tersebut. Setiap ada pasien yang akan masuk dari IGD (Instalasi Gawat Darurat) ataupun pindah ruangan dari ruang VIP (Very Important Person) atau Internis (Penyakit dalam), kami pasti langsung menanyakan status pemeriksaan rapid test Covid-19. 

Rasa kemanusiaan tentu selalu berharap setiap pasien yang keluar dari pintu ruang ICU itu dalam keadaan membaik. Namun sebagai manusia, rasa was-was yang kerap menghampiri menyebabkan ruangan itu tak seperti sebelumnya. Tak ada lagi cerita berlama-lama tentang latar belakang keluarga pasien. Kami hanya bertanya seperlunya, terkait riwayat penyakit.

Sebagai salah satu RSUD yang berada di sebuah kotamadya, kami mendapatkan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) termasuk lebih lama dibandingkan fasilitas pelayanan kesehatan di pusat. Di masa awal, kepala ruangan kami membelikan 14 set jas hujan sebagai APD. Jas hujan itu tak lebih tebal dari plastik pembungkus makanan dari warung. Di rumah sakit hanya tersedia masker, sarung tangan dan penutup kepala (surgion cap). 

Barulah kemudian bantuan berdatangan. Baju hazmat, face shield, kacamata google, dan sepatu boat. Masing-masing petugas ruangan mendapat jatah satu. Akhirnya, APD yang terbuat dari plastik tadi berubah fungsi. Kami menggunakannya sebagai APD dari hujan. Ketika melihat jas yang berwarna biru itu, orang-orang sekitar rumah sakit akan langsung mengenali kalau itu adalah petugas ruang ICU. 

Kehadiran bantuan tak lantas membuat rasa was-was itu sirna. Pemakaian APD malah membuat langkah agak sedikit berat, ya mungkin karena masih berada dalam tahap adaptasi.

Saat memasang infus, misalnya, face shield yang terbuat dari plastik mika itu akan berembun sehingga malah menghalangi pandangan. Pembuluh darah yang menjadi sasaran, menjadi samar bahkan tidak terlihat. Akhirnya, seringkali face shield tergeletak begitu saja. 

Suatu ketika, seorang pasien masuk. Pasien tersebut terakhir dilakukan rapid tes Covid-19 tiga hari yang lalu dengan hasil negatif. Ketika ingin dilakukan pemeriksaan radiologi, ternyata alatnya sedang rusak. 

Oleh karena pasien tersebut menunjukkan gejala Covid-19, kami melakukan rapid tes Covid-19 ulang setelah berkoordinasi dengan dokter spesialis. Hasilnya, positif! Pasien tersebut langsung dipindahkan ke ruang isolasi.

Untungnya perawat yang bertugas pada saat itu memakai APD lengkap. Meski begitu, isolasi mandiri empat belas hari tetap diberlakukan. 

Inilah sebagian kecil suka duka pelayan kesehatan di masa pandemi. Tak ada istilah WFH (Work From Home). Bekerja sif tetap berlaku. 

Bekerja dengan hati tulus, jaga kualitas imun dan tingkatkan iman kiranya adalah tiga hal yang selalu kami ucapkan di sela-sela bertugas untuk saling menyemangati. (*)

Cara Memasak Nasi dengan Kompor Gas yang Patut Diketahui Mantan Anak Kos

Kamis, 05 November 2020
Sebagai salah seorang mantan anak kos, cara memasak nasi dengan kompor gas merupakan hal yang cukup sulit. Ya, bagaimana lagi. Di rumah kos berpetak tiga kali tiga itu saya terbiasa melakukan segala sesuatunya, termasuk kegiatan memasak nasi, tanpa harus berlelah, alih-alih menggunakan kompor gas, saya tetap setia dengan rice cooker.


Namun, ketika saya kembali ke rumah, mau tidak mau saya harus belajar bagaimana cara memasak nasi pakai kompor gas. Soalnya, daerah rumah saya termasuk kawasan yang jaringan listrik suka ngambek. Sebentar-sebentar, byar pet. Kalau saya tetap egois dengan mengandalkan kekuatan rice cooker, bisa-bisa saya terserang busung lapar. 

Sinergi Prioritas dan Semangat

Rabu, 04 November 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Alhamdulillah, dua berita bahagia kembali menyapa di hari ini. Pertama, outline naskah buku pengayaan yang saya kirimkan pada Juli 2020 lalu mendapatkan kabar baik, yakni bisa dilanjutkan ke tahap penyelesaian. Namun waktu yang diberikan untuk menyelesaikan naskah lengkap tak kurang dari 64 halaman itu membuat saya agak sedikit bimbang. Tapi ingin mengajukan perpanjangan waktu sepertinya bukan hal yang baik, bukan? Terlalu dini, menurut pandangan saya. 

Yuk, Konfirmasi Dahulu

Selasa, 03 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Saya cukup bingung hari ini. Ketika menemukan bahwa paket buku yang saya pesan tidak juga sampai di tujuan. Malah ada satu paket yang saya sangat harapkan secepatnya tiba karena itu merupakan paket buku bukti terbit saya di sebuah penerbit mayor. Walaupun merupakan buku duet, tapi sebagai karya perdana yang bisa mejeng di rak toko buku itu amat sangat membesarkan hati saya. 

Menebar dan Menjaring

Senin, 02 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa


Perihal menebar dan menjaring kali ini berkaitan dengan literasi. Pada Oktober kemarin saya mengirim beberapa tulisan ringan dan cerpen anak ke media cetak. Seperti biasa, dimuat di media bukan perkara mudah, ya, kan. Kita selalu bersaing untuk menarik perhatian editor agar karya kita tayang. 

Cara Unduh iPusnas di Komputer

Minggu, 01 November 2020


Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Kegiatan membaca sekarang bisa dimana saja. Tidak harus diam berlama melalui buku fisik. Meskipun bagi sebagian orang, termasuk saya, belum ada yang bisa menandingi kenikmatan membaca buku fisik. Harum yang menguar dari tiap halaman buku baru membuat saya merindukan saat-saat bisa berlama-lama di toko buku. 

Perantara Kebahagiaan

Sabtu, 31 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Masih ingat dengan cerita saya sebelumnya tentang Memberi Sebenarnya Menerima? Ketika kita berusaha memberikan kebahagiaan pada orang lain sebenarnya kita sedang membuat diri kita pun bahagia. Percayalah, tiada kebaikan yang sia-sia.

Pemuda Harapan Negeri

Jumat, 30 Oktober 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Tugas ODOP Batch 8 pekan ini istimewa buat saya khususnya. Pasalnya sudah lama sepertinya saya tak lagi menuangkan isi imaji dalam bait-bait puisi. Terkadang saya pun bertanya pada diri, hingga kini lebih banyak menulis genre anak dan membaca buku anak, namun mengapa justru bunga-bunga kemenangan justru bermekaran dari ranah puisi. Saya sangat tak menyangka bisa menorehkan bunga karya di Menang Lomba Puisi Langsung Juara Pertama. Sebuah prestasi membanggakan buat saya. 

Cara Menjadi Kontributor Suara Konsumen

Kamis, 29 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Well, berbagi itu memang menyenangkan, ya. Terbukti efek pandemi membuat banyak dari kita menyadari bahwa berbagi tak melulu soal materi. Bahkan jasa review produk usaha teman menjadi salah satu cara berbagi. Era digital membuat kita melek bahwa usaha teman yang disiarkan melalui sosial media terbukti mampu meningkatkan hasil penjualan.


Salah satu website yang menawarkan jasa review usaha adalah suarakonsumen.co. Sahabat bisa kulik web tersebut untuk membuka cakrawala bahwa usaha itu ada banyak di sekitar kita. Bahkan, usaha itu tergolong masih belia namun telah merambah ke mana-mana.