Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Resensi Buku 77 Cahaya Cinta di Madinah dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 08 November 2015

Jumat, 17 Juni 2016
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Post kali ini tentang resensi (lagi) yang dimuat di Harian Radar Sampit. Naskah resensi ini sudah dimuat sebelumnya (Silakan kunjungi : Resensi Buku 77 Cahaya Cinta di Madinah terbitan al-Qudwah Publishing dimuat di Harian Rakyat Sumbar edisi Sabtu, 31 Oktober 2015)

Naskah ini saya nyatakan spesial di antara teman-temannya. \:D/

Kalau menurut pengalaman sebelumnya naskah resensi dimuat di harian ini hanya terpaut sekitar dua minggu sejak tanggal kirim. Tapi tidak berlaku untuk naskah yang satu ini. (Silakan kunjungi : Cara Mengirim Resensi Buku atau Sinopsis Film ke Harian Radar Sampit)


Resensi Buku 77 Cahaya Cinta di Madinah terbitan al-Qudwah Publishing dimuat di Harian Rakyat Sumbar edisi Sabtu, 31 Oktober 2015

Minggu, 01 November 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Behind the story ... 

Naskah resensi ini adalah tulisan yang punya jarak kirim dan muat yang amat sangat ekspres. Alhamdulillah, ya. ;)

Saya kirim pada tanggal 29 Oktober 2015 dan dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015.

Sebenarnya saya sudah pernah mengirim naskah resensi ke harian ini pada tanggal 28 Februari 2015. Namun karena belum ada kabar gembira hingga beberapa pekan, saya berinisiatif mengirimkan naskah yang sama ke harian yang sama pada tanggal 26 Mei 2015. Saya khawatir naskah sebelumnya masuk ke kotak spam/tidak terkirim.

Karena masih belum juga belum tampak tanda-tanda yang baik, saya pun mengirimkan naskah ini ke media lain. Mungkin terkesan buru-buru, ya. Sejujurnya, iya. Karena buku ini adalah hadiah giveaway yang penerbit buku ini adakan. Ada dorongan kuat untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. :) 


Pada tanggal 29 Oktober 2015, Pengasuh Rubrik Budaya Harian Rakyat Sumbar mengirim e-mail yang isinya seperti tertera di bawah ini :

Salam,
Apakah naskah ini sudah pernah terbit di media lain sebelumnya? Jika belum, direncanakan terbit di Harian “Rakyat Sumbar”. Jadwal penerbitan diatur kemudian.
Redaksi tidak menerbitkan naskah yang sudah pernah terbit di media lain.

Salam budaya,
PENGASUH 

Walaupun ada perasaan sedikit kecewa, dengan jujur saya katakan bahwa naskah tersebut telah saya kirimkan ke media lain. Tentunya dengan mengutarakan permohonan maaf dan rencana untuk mengirim naskah resensi selanjutnya ke Harian Rakyat Sumbar.

Setelah membalas e-mail tersebut, saya langsung mengirim naskah resensi lagi. Alhamdulillah, langsung dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015. \:D/ 

Happy ending in October ;) 

dokumen pribadi


77 Kisah Cinta dari Kota Nabi 
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Data Buku
Judul               : 77 Cahaya Cinta di Madinah
Penulis           : Ummu Rumaisha (Ririn Rahayu Astuti Ningrum)
Penerbit           : al-Qudwah Publishing
Cetakan           : I, 2015
Tebal               : 256 halaman
ISBN               : 978-602-317-023-4
           
            Kerasnya kehidupan telah berhasil menempa kekuatan cinta umat generasi terdahulu. Tanpa jeda dan syarat. Sangat disayangkan, pada kenyataannya sekarang generasi muda kurang mengidolakan tokoh-tokoh hebat ini, generasi Rasulullah SAW dan para sahabat.
            Buku setebal 256 halaman ini menghadirkan kisah-kisah menggugah. Kisah para sahabat dan sahabiyah sebagai pengingat langkah betapa Islam pernah berjaya. Umat terdahulu menunjukkan cintanya yang begitu besar pada Allah, Rasul, agama dan orang terkasih. Rasa cinta yang menggelora, penuh semangat dan keikhlasan luar biasa mengantarkan mereka pada gerbang cinta sejati. Sungguh pantas sikap heroik mereka dijadikan suri teladan bagi generasi kekinian.
            Adalah Julaibib, seorang pemuda buruk rupa yang menjadi rebutan para bidadari. Dikisahkan, Julaibib dinikahkan Rasulullah SAW dengan seorang gadis cantik. Baru saja menikah, tiba-tiba Julaibib mendapat panggilan jihad.  
“Wahai istriku, berilah keridhaanmu atas keberangkatanku ke medan perang. Sungguh, aku bahagia bersamamu. Hatiku penuh dengan cinta. Namun cintaku kepadamu, bukankah tak sepantasnya melebihi cintaku pada panggilan-Nya?”
Julaibib berangkat ke medan pertempuran dengan hati haru. Namun semangat besar berkecamuk. Ia mati syahid. Saat Julaibib selesai dimakamkan, terjadilah peristiwa yang menakjubkan. Rasulullah berucap :
“Bidadari yang menjemput Julaibib begitu banyak. Mereka saling berebut. Ada yang meraih tangannya dan ada pula yang meraih kakinya, hingga salah satu dari bidadari-bidadari itu tersingkap kainnya dan terlihat betisnya.”
Para sahabat terkesima. Mereka kagum dengan Julaibib yang buruk rupa, namun mulia di mata Rabb-nya (halaman 39).
Ada lagi kisah tentang suri teladan seorang pemimpin. Ia adalah Khalifah Umar bin Khathtab. Pada masa kepemimpinannya, beliau sangat memperhatikan rakyat beserta wilayah yang dipimpin.
Adalah seorang Nenek yang tidak menyadari kehadiran Amirul Mukminin di rumahnya.
“Semoga Allah tidak memberikan ganjaran kebaikan kepada Umar.”
Setelah Umar bertanya, ternyata si Nenek berkata bahwa sang Amirul Mukminin tidak pernah datang ke rumah dan memberinya uang (halaman 127).
Maka, Umar membeli dosanya tersebut. Ia memberi uang senilai 25 dinar pada si Nenek.
“Kasihan Khalifah Umar jika kelak menanggung siksa di akhirat karena kelalaiannya terhadapmu.”
Pada masa kekhalifahannya, Khalifah Umar juga melakukan renovasi Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi.
Kehidupan Umar sungguh jauh dari kehidupan berfoya dan bermegahan. Sangat berbeda dengan gaya hidup penguasa lain sezamannya.
Buku terbitan al-Qudwah Publishing ini memuat 77 kisah. Seperti judulnya, 77 Cahaya Cinta di Madinah. Kisah cinta disajikan cukup singkat. Sekitar dua sampai tiga halaman. Kisah yang disuguhkan tepat mengena. Beberapa referensi foto di akhir cerita menjadikan buku ini kian menarik.
Dengan sebuah label bertuliskan kisah nyata, buku ini menyerukan misi indah, yakni mengembalikan kemilau kisah heroik dan motivatif di hati kaum muda, membuat kisah-kisah uswatun hasanah terus diingat, dan menjadikan para sahabat dan sahabiyah sebagai idola. (***)

Cara Mengirim Resensi Buku atau Sinopsis Film ke Harian Radar Sampit

Rabu, 21 Oktober 2015
Harian Radar Sampit

Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Buat yang suka nulis-nulis resensi buku atau sinopsis film, rubrik resensi Harian Radar Sampit bisa menjadi salah satu tujuan pengiriman, lho!  

Bagi yang berada di luar kota, jangan berkecil hati. E-paper harian ini tersedia di laman http://epaper.radarsampit.net/ So, kamu bisa cek resensi buku atau sinopsis film kamu udah dimuat ato belum masih antri.

Resensi Buku HOPE, Terapi Terindah dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 04 Oktober 2015

Senin, 12 Oktober 2015
Resensi Buku Hope, Terapi Terindah dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 04 Oktober 2015

Karena Harapan itu Selalu Ada

DATA BUKU
Judul                           : Hope, Terapi Terindah
Penulis                         : Indri Listya Rahman
Editor                          : Dekik Yassir
Desain Sampul            : Oksana Desaint
Layout                         : Dekik Yassir
Penerbit                       : 2De’Media (lini AE Publishing)
Cetakan                       : I, Agustus 2015
Tebal                           : 164 halaman
ISBN                           : 978-602-1189-59-7

Keluarga adalah madrasah utama pembentukan karakter anak. Betapa pentingnya kasih sayang dan kehangatan dalam sebuah keluarga. Tak terganti, bahkan oleh uang dan harta mahal. Ketika kasih sayang tak didapat, seorang anak kerap menjadi kalap. Hingga salah langkah dan tak terarah.
Claris, putri tunggal pasangan suami istri pebisnis sukses. Kesuksesan karir keduanya ternyata tak diikuti oleh kesuksesan keluarga. Hilangnya perhatian dan kehangatan keluarga membuat Claris gusar. Darrel, kekasih Claris, mengenalkan gadis ini pada alkohol dan obat-obatan terlarang. Hingga akhirnya gadis itu tak dapat melepaskan diri dari pengaruh buruk yang disebabkan oleh keduanya.
Dengan iming-iming akan mendapatkan kehangatan dan perhatian kedua orangtuanya, Claris perlahan mengikuti ajakan Darrel. Ia mendapatkan apa yang didambakannya, walaupun hanya semu belaka.
Lalu, satu per satu menemui apa yang disebut takdir. Darrel ditemukan tewas karena over dosis. Dalam suratnya, Darrel meminta maaf. Ia hanya ingin membahagiakan Claris lewat impian semu karena pengaruh obat. Tanpa menyangka Claris akan terjebak menjadi seorang pecandu.
Nasi telah menjadi bubur!
Orangtua Claris akhirnya mengetahui apa yang gadis itu alami. Claris pun dikirim ke tempat rehabilitasi. Di sini, Claris dipertemukan dengan orang-orang yang pelan-pelan membantunya keluar dari jeratan barang-barang haram tersebut.
Meski berat dan hampir putus asa, Claris terus mencoba berontak keluar. Saat Claris berhasil menemukan jalan terang, gadis itu harus menerima sebuah kenyataan besar dalam hidupnya; takdir antara dia dan kedua orangtua yang dikasihinya serta rahasia dibalik sikap dingin mereka selama ini.
Salah satu pesan yang dibawa buku setebal 164 halaman ini adalah bahwa harapan itu selalu ada. Hilangnya kehidupan bersamaan dengan hilangnya harapan. Claris ingin terus hidup karena itu ia menggenggam harapannya erat-erat.
Hope, Terapi Terindah merupakan karya perdana penulis berkat Kelas Novel Dunia Dekik. Buku penuh quote apik dan layout yang mendukung cerita membuat buku ini semakin menarik.
Tak ada gading yang tak retak.
Walaupun dengan beberapa kesalahan penulisan di beberapa bagian, pesan dalam buku ini tersampaikan dengan baik. Selamat membaca! (Karunia Sylviany Sambas, anggota Dunia Dekik (Komunitas DINI) dan Be A Writer (BAW) Community, tinggal di Asahan, Sumatera Utara)





Resensi Buku Cekers Unyu-Unyu dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 06 September 2015

Selasa, 08 September 2015


Resensi Buku Cekers Unyu-Unyu dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 06 September 2015
Assalamu’alaykum wr wb, Sahabat Khansa.


Alhamdulillah. Pekan ini nama saya tertera di dua media. Sama-sama koran tapi beda lokasi. Satu di Yogyakarta. Satunya di Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Kamu di mana? Saya di Sumatera Utara :D

Hahaha. Nggak apa-apa kok. Berarti karya saya sukses mendarat di sana. Ia menyampaikan misi saya dengan baik. Ini kan baru antarpulau, ya. Semoga kelak bisa terbang ke antarnegara. Aamiin yang kenceng! ^^

Info pemuatan resensi ini saya dapatkan dari Mas Anton dan Mbak Nining. Mbak Nining malah berkenan kirim penampakannya. Makasih banyak Mas dan Mbak yang baik hati. Semoga kebaikan kalian dibalas kebaikan berlipat, ya. ^^

Resensi ini membuka kenangan indah pada Story Teenlit Magazine dan Bunda Unyu, Reni Erina. Saya tulis dan persembahkan resensi ini istimewa buat keduanya. ^^ 

Ohya, cerdak (cerpen dadakan) saya, alhamdulillah pernah tayang di Story. Kalau berkenan baca, silakan mampir ke sini ya. Apa itu cerdak? Cerdak itu cerpen singkat (5000 cws) yang ide awalnya dari Bunda Reni. Terus, para penulis diminta kembangin ide itu sesuai kreativitas. Keren-keren, deh. Jadi, kangen cerdak nih. Semoga Bunda Reni sehat selalu. Terus berkarya menebar cinta ke seantero anak bangsa. Love you, Bunda Reni ;) 


Selamat membaca, ya.

Wassalamu'alaykum wr wb


Karunia Sylviany Sambas

Resensi Buku Aku, Sang Pengkhianat terbitan AE Publishing dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 09 Agustus 2015

Selasa, 11 Agustus 2015
Assalamu'alaykum wr wb, Sahabat Khansa.
Maaf, agak lama nggak corat-coret di sini. Hari ini saya kembali dengan entri keren.

Kabar gembira lagi! Kabar ini datang dari Kotawaringin ^_^

Buku ini saya dapatkan dari hasil nge-kuis dengan Mbak Anisa dan AE Publishing dalam rangka GA Like Fans Page Anisa AE 
Alhamdulillah ;)

Begitu sampai langsung baca dan resensi, tapi kurang cepat tayang. Mohon maaf, ya, Mbak Anisa :)

Selamat membaca, Sahabat Khansa.
Baca, buka cakrawala!
Mari membaca! ^_^

Resensi Buku Aku, Sang Pengkhianat terbitan AE Publishing dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 09 Agustus 2015

Resensi Buku Hore ... Libur Telah Tiba (Hooray ... Holiday is Here) dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 12 Juli 2015

Selasa, 14 Juli 2015



Belajar Matematika Itu Seru dan Menyenangkan


Judul               : Hore ... Libur Telah Tiba (Hooray ... Holiday is Here)
Penulis             : Lina Lina
Editor              : Tim BHC
Proofreader     : Nadia Mardatilla A.
Penerjemah      : Dinar Puspasari
Ilustrator         : Ade Wawa
Penerbit           : Buah Hati
Cetakan           : I, Maret 2015
Tebal               : 24 halaman
Harga              : Rp 35.000
ISBN               : 978-602-7652-67-5

Matematika masih acap kali dianggap momok oleh kebanyakan anak. Ternyata, cara memperkenalkan anak pada pelajaran angka-angka ini bisa dibuat menarik.

Lina Lina, sang penulis, menulis seri Fino Senang Matematika + Aktivitas Seru dalam empat seri; Ulang Tahun Fino (Fino’s birthday), Hore ... Libur Telah Tiba (Hooray ... Holiday is Here), Fino Ke Pasar Swalayan (Fino Goes to The Supermarket), Fino Membantu Ibu (Fino Helps Mom).

Salah satu serinya yang berjudul Hore ... Libur Telah Tiba (Hooray ... Holiday is Here) memperkenalkan tentang mengenal ukuran; besar-kecil dan banyak-sedikit.

Fino terbangun mendengar suara mobil.
“Bu, lihat itu truk!”seru Fino.
“Iya Nak, di sampingnya mobil,” sahut Ibu.
“Truk lebih besar dari mobil ya Bu?” kata Fino.
“Iya, Nak.”

Belajar matematika menjadi lebih seru dan menyenangkan karena disampaikan melalui percakapan Fino dan Ibu ketika bermain di taman kota. Belajar tetap bisa dilakukan walaupun sedang liburan.

Menariknya, buku bilingual Indonesia-Inggris ini dilengkapi dengan lembar aktivitas seru. Melalui lembar ini, pembaca cilik akan semakin mengenal ukuran, seperti motor polisi yang lebih besar daripada sepeda dan semut kecil yang lebih banyak daripada semut besar. 

Ilustrasi oleh Tim BHC semakin mempercantik buku cerita dan aktivitas anak ini. Layout isi yang ditata dengan apik turut pula menambah keseruan belajar matematika.

Belajar matematika itu seru dan menyenangkan, bukan? Selamat bermain dan belajar! (*)