Tampilkan postingan dengan label Seru-seruan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seru-seruan. Tampilkan semua postingan

Let’s, Go For It! Kejar 5 Perkara dalam Nge-Blog!

Sabtu, 24 Oktober 2015
Assalamu'alaykum. 

Hai ...
Kali ini saya mau ikutan Blog Competition, Go For It with Blog Emak Gaoel :)
 Apa yang sedang kamu kejar dalam kegiatan blogging-mu?

Hihihi. Saya diwajibkan membuka rahasia dapur rekaman tulisan. Kudu jabarin apa-apa yang saya kejar dari publish-publish tulisan di blog.

Let’s, cek it! ;)

  1.  Share For Learn and Learn For Share
Melalui blog saya mencipta peluang! Berbagi untuk belajar. Belajar untuk berbagi. 
Bagaimana saya bisa berbagi? Saya harus lebih di atas rata-rata! Saya harus bisa membuat sesuatu yang istimewa! Ketika saya bisa, maka saya akan membagikannya kepada orang lain. Jadi, semangat berbagi itu membuat saya ingin selalu menjadi yang terbaik sehingga dapat memberikan yang terbaik pula. 


2.  Personal Branding
Sebuah post status seorang penulis pernah saya baca di timeline facebook tentang perlunya “nama” dalam karya. Memang ini bukan mutlak. Tapi, dengan adanya “nama”, karya akan semakin terdongkrak popularitasnya penjualannya. 
Untuk penulis pemula seperti saya, ada rahasia makjleb yang saya dapatkan. Mau tahu rahasianya? ;) Saya beberin, deh, demi ikutan kompetisi blog ini. Hihihi.

Mulailah langkah “menjual namamu” di dunia tulis-menulis dengan memperjuangkan karyamu terbit di media massa!


Saya pun mulai memperjuangkan karya saya terbit di media. Setiap karya dimuat, otomatis nama pun tercantum. Dan otomatis pula, pesan-pesan akan membanjiri inboks :D Mulai dari tanya syarat dan ketentuan kirim karya, berapa lama masa tunggu hingga jumlah honor. 
Go For It! Salah satu karya saya di media massa \:D/

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Saya benar-benar mencamkan pepatah ini dalam-dalam :D 
Setelah karya terbit di media, saya akan woro-woro di akun medsos. Niatnya untuk berbagi kegembiraan dan berharap jadi lecutan semangat untuk lebih produktif berkarya.
Berhubung banyaknya inboks tadi, rasanya kok rada pegel ribet buat jawabin satu per satu. Akhirnya, saya post-lah jawaban-jawaban pertanyaan pemirsa timeline facebook saya di blog. :D 
Kalau suatu ketika nanti saya nulis dan nerbitin buku, mudah-mudahan nama saya sudah dikenal. Aamiin yang kenceng. ;) 
Pengen ikutan jejak Emak Gaoel nih. Tapi saya sadar diri kok ;) nggak ada yang instan, bukan? Semua butuh proses. Untuk memulai jejak panjang harus ada jejak pembuka. Nah, bersama Rekam Jejak Sang Pemimpi saya memulai langkah ini.

3.  Menjalin Silaturahmi 
 
Dengan banyaknya angka kunjungan ke Rekam Jejak Sang Pemimpi, saya sangat merasa senang. Apalagi dengan adanya istilah Blog Walking. Walaupun nggak komentar, tapi, kan ketahuan dari daerah mana saja pengguna blog yang suka intip-intip. :D 
Dari blog silaturahmi bersambung ke facebook. Atau sebaliknya dari facebook ke blog. Silaturahmi nambah rezeki dan memperpajang usia, tho? :D

4.  Mengejar Rezeki 
 
Melalui blog saya berkenalan dengan yang namanya giveaway, kontes blog, lomba blog, dan teman-temannya. Ternyata, hadiah-hadiah yang diberikan penyelenggara, termasuk Emak Gaoel, buat mata yang lelah dan sepet jadi cespleng. ;)
Selama ini sudah sering ikutan jadi pemburu kuis di medsos. Hadiah buku, pulsa hingga barang udah pernah nyicipin :D Emang manusia nggak ada puasnya, ya? Hihihi. Bukan gitu. Namanya juga usaha. Ora et labora! Mau juga nih menangin gadget kece dan sejumlah doku yang wow. 

5.  Menguntai Rekam Jejak 
 
At least, apa yang saya tulis di blog adalah apa yang saya niatkan untuk menebar manfaat seluas-luasnya. Semoga menjadi pemberat amal kelak. Kalau bicara, mulutmu adalah harimaumu. Kalau menulis, tulisanmu adalah harimaumu, bukan? Dakwah sederhana saya untai di sini. Menulis yang bermanfaat untuk menebar manfaat.  

Tentang Aplikasi

Untuk membuat tulisan yang kece ini ;) saya menggunakan aplikasi Microsoft Word yang ada di PC. Untuk beberapa kesempatan saya juga menggunakan smartphone. Kalau di hape pintar, saya pakai aplikasi MS Notepad.  Ohya, Yufid KBBI sangat membantu untuk mengecek kata baku, cari arti kata dan sinonim. Kalau Kamusku berguna banget untuk saya nulis-nulis yang rada English. ;) Termasuk waktu nyari arti go for it. Penasaran, mungkin kamus beda translete sama saya. Hihihi.


MS. Office Word 2007
MS NotePad
Yufid KBBI
Untuk foto saya biasa pakai kamera hape atau screenshot aja. Kalau sudah di-screenshot, nanti saya edit pake Paint, PhotoScape atau Photoshine

Paint
PhotoScape
Photoshine
Jujur, saya nggak punya banyak aplikasi di smartphone. Padahal pengen banget punya, tapi apa daya kapasitas memori tak mencukupi. Jadi saya akali, deh. PC dan smartphone dihubungkan dalam ikatan yang sah dan saling melengkapi satu sama lain. Eh? ;) 

Aplikasi Ms. PowerPoint juga bisa buat nge-edit foto, lho! Ternyata, memori terbatas itu nambah kreativitas ;) 
MS. Office PowerPoint 2007
Akhir kata, inilah #GoForIt saya bersama Rekam Jejak Sang Pemimpi. Ada doa yang larut bersama tiap goresan kata. Bagaimana dengan Anda? 

Wassalamu'alaykum.


http://www.emakgaoel.com/
Blog Emak Gaoel

Cerpen Anak Belajar Membatik dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 04 Oktober 2015

Jumat, 09 Oktober 2015
Assalamu'alaykum wr wb, Sahabat Khansa ^_^

Alhamdulillah. Hari ini saya kembali membawa berita bahagia. Kabar ini datang dari NuBi. Salah satu rubrik di Harian Kompas yang sedang giat-giatnya melestarikan budaya mendongeng lewat #GerakanSumbangDongeng.

Naskah ini saya kirim di hari jelang deadline. Kan lebih dekat lebih baik ;) 
Sensasi diburu deadline itu amazing sekali, lho! 

Saya copy paste versi asli naskah Belajar Membatik, ya. Setelah membaca ini, semoga banyak pelajaran yang bisa diambil. Jadi, kita makin paham keinginan NuBi untuk #GerakanSumbangDongeng-nya itu seperti apa. Kan nggak kenal maka nggak sayang. Supaya sayang dan disayang NuBi, so kudu kenalan dulu! 

Cerpen Anak Belajar Membatik dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 04 Oktober 2015
Klik untuk melihat gambar lebih jelas
Naskah ini sesuai kriteria NuBi

Atik Belajar Membatik
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Sabtu sore ini, Atik berkunjung ke rumah Nenek di Sekoja, Jambi. Saat ini Nenek sedang bercengkerama dengannya. Atik menceritakan tentang kegiatan di sekolah.
            “Ohya, Nek. Waktu tas sekolah teman Atik koyak, teman-teman menertawai dia. Kasihan sekali, Nek.”
            “Atik tidak ikut-ikutan menertawai, kan?” tanya Nenek.
            Atik menggeleng kuat-kuat.
“Mengejek orang lain itu kan perbuatan tidak baik, ya, Nek.”
Nenek mengangguk sambil tersenyum.
Atik melihat sebuah tas yang tergantung di dekat mesin jahit Nenek.
            “Nek, tas itu bagus, ya. Coraknya batik. Teman-teman Atik belum ada yang punya begitu.”
            Nenek menoleh.
“Tas batik itu buatan Nenek. Kainnya Nenek beli langsung dari sanggar batik,” jelas Nenek.
            “Nek, Atik juga mau tas seperti itu. Nanti Atik akan berikan pada teman Atik yang tasnya koyak.”
            Nenek tersenyum lagi.
“Hati cucu Nenek sungguh baik.”
            Esoknya, Atik dan Nenek pergi ke sanggar batik. Pemilik sanggar batik ini bernama Bu Hanum. Beliau adalah teman sekolah Nenek.
            Di sana banyak anak seusia Atik yang sedang membatik.
“Batik tulis Jambi memiliki ciri khas yang unik dan menarik. Baik dari segi warna maupun motif. Sebagian besar pewarna batik Jambi diambil dari bahan-bahan alami, yaitu campuran dari aneka kayu dan tumbuh-tumbuhan yang ada di Jambi, seperti getah kayu lambato dan buah kayu bulian, daun pandan, kayu tinggi dan kayu sepang,” jelas Bu Hanum.
“Kamu ingin belajar membatik?” tawar seorang anak seusia Atik.
            Nenek tersenyum dan mengizinkan. Nama anak itu Dilla. Dia adalah cucu Bu Hanum. Sambil menunggu Atik, Nenek bercengkerama dengan Bu Hanum.
            Dilla mengajari Atik membatik.
Mula-mula, ia meletakkan kain putih seukuran sapu tangan pada sebuah benda yang disebut gawangan. Sudah ada pola berbentuk bunga di kain itu. Dengan gawangan, kain jadi tidak bergerak dan mudah untuk dibatik.
Lalu, Dilla mengambil lilin dengan menggunakan canting. Canting adalah alat yang digunakan untuk membuat motif batik. Lilin tadi sudah dicairkan di dalam sebuah wajan kecil. Secara perlahan, Dilla menggoreskan canting mengikuti pola. Dari urutan atas ke bawah. Sesekali, Dilla meniup-niup ujung canting.
“Ini cara agar lubang canting tidak tersumbat lilin, Tik,” jelas Dilla.
Sambil membatik, Dilla mengajak Atik bicara.
“Batik adalah salah satu warisan budaya bangsa kita. Buktinya, UNESCO sudah mengukuhkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia,” ucap Dilla dengan nada bangga.
UNESCO itu United Nations Educational Scientific and Cultural Organization, sebuah badan organisasi dunia yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Atik pernah belajar ini di sekolah.
Setelah membatik, selanjutnya proses pewarnaan sesuai warna yang diinginkan. Selesai diwarnai, lilin tadi dilorotkan. Kain dibilas lalu dijemur.
Karena hari sudah agak siang, Atik pamit pulang. Nenek juga sudah membeli kain batik untuk membuat tas.  
Atik berterima kasih pada Dilla. Kini ia jadi tahu banyak tentang batik. (***)

Hikmah Cerita
Bangga menjadi anak Indonesia sekaligus mencintai batik sebagai salah satu warisan budaya.


Sebagai bahan belajar, silakan Sahabat Khansa bandingkan antara naskah asli dengan naskah yang dimuat, ya. 


Bagi Sahabat Khansa yang ingin mengirim naskah cerpen anak #GerakanSumbangDongeng ke Kompas Klasika Nusantara Bertutur, silakan klik di sini  Selamat mengirim. Semoga sukses! ^_^

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaykum wr wb,

Karunia Sylviany Sambas