Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Nulis Artikel Singkat dan Dapat Honor! Emang Bisa?

Selasa, 08 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa 😀

Suka nulis artikel? Nggak bisa, Kak!

Alasannya?

Masih suka nulis singkat-singkat aja.

Nah, ini dia solusi nulis singkat dan dapat duit, Sahabat! Nulis di sini aja. Istilahnya, uang jajan. Hihi. 

tokohterpopuler.com

Jangan Menduga! Bilang Saja!

Senin, 07 September 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa 😀
Ngodop dimulai! Doakan saya istikamah hingga akhir, ya! Apa itu ngodop? Sahabat bisa cek di sini, ya 👇 Siapa tahu Sahabat tertarik untuk ikutan di batch selanjutnya! 😉

Baca juga: Adaptasi Kebiasaan Baru di Bidang Literasi Bersama Komunitas ODOP (One Day One Post)
 
kiat meminta izin pada atasan

Hari ini, saya sengaja pulang agak lama. Seperti biasa, jadwal dinas malam berakhir pukul delapan pagi. Tentu ada hal penting yang sedang saya rancang di dalam pikiran. Pekan depan akan diadakan walimah sepupu. Saya akan menemani ibu menghadiri acara itu. Beliau berharap banyak saya dapat memenuhi pintanya.

Butuh Tempat Kost? Baca 5 Tips Ini Supaya Dapat Tempat Kost Idaman

Jumat, 12 Juni 2020
sumber: Kost Jakarta


Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa.

Anak rantau? Hehehe, semangat jangan kasih kendor, ya! Walaupun jauh dari ortu, harus mandiri. Nah, memilih tempat kost yang sesuai kebutuhan adalah prioritas, supaya dapat kuliah atau bekerja dengan baik. Fokus yang baik sehingga mendatangkan hasil yang maksimal. Yeay!

Berikut 5 tips ala Rekam Jejak Sang Pemimpi supaya Sahabat bisa dapat tempat kost idaman. Simak, yuk! 

Punya Rencana Pindah ke Apartemen? Pelajari Hal ini Dulu!

Minggu, 07 Juni 2020

Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Ada yang berencana pindah ke apartemen? Pasti ada, dong, ya! Apalagi bagi Sahabat yang tinggal di kawasan perkotaan. Lahan kosong yang semakin terbatas serta ruang gerak yang serba cepat, mau tidak mau menjadikan hunian bernama apartemen menjadi salah satu pilihan.

Punya Cerita Unik Menggelitik? Kirim ke Rubrik Ah Tenane Harian Solopos, Aja!

Kamis, 28 Mei 2020
Kirim ke Rubrik Ah Tenane Harian Solopos



Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Apakah Sahabat suka menulis cerita unik yang bikin senyum-senyum sendiri? Cerita yang berkesan dan sulit terlupakan? Yeay! Itu artinya Sahabat sudah punya modal awal untuk menulis di rubrik ini. 

Rubrik Ah Tenane Harian Solopos adalah salah satu rubrik yang menyediakan ruang untuk menjembatani banyolan menjadi cuan! 

Jika Sahabat ingin mengirim naskah Ah Tenane ke Solopos, berikut cara yang saya bagikan berdasarkan pengalaman tentunya. 

Cara Mengirim Ah Tenane Harian Solopos


Pertama
, naskah ditulis rapi dengan format word, A4, font Times New Roman 12 pt, spasi 2, margin normal, dan menggunakan bahasa Indonesia (boleh campur bahasa Jawa di bagian percakapan tokoh).

Mengingat Harian Solopos adalah salah satu harian besar yang terbit di Kota Solo, maka kalau Sahabat Khansa mahir berbahasa Jawa, akan lebih baik jika dalam percakapan antar tokoh diselipkan bahasa Jawa, ya.

Cara Mengirim Cerpen, Puisi, Esai, dan Resensi Buku ke Harian Rakyat Sumbar

Selasa, 29 Maret 2016
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Kemarin tulisan saya berhasil tayang di Harian Rakyat Sumbar. Ada rangkaian cerita penuh makna yang mewarnai perjalanan dimuatnya tulisan tersebut. Semoga makna tersebut akan terus melekat di dalam ingatan saya. Seyogyanya, kita adalah pembelajar yang harus terus dan terus belajar, bukan? ;)

Buat Sahabat Khansa yang ingin mengirim tulisan berupa cerpen, puisi, dan resensi ke harian ini, berikut ketentuan pengirimannya.

#GerakanSumbangDongeng [Cerpen Anak] Menghargai Jasa Pahlawan dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 08 November 2015

Jumat, 13 November 2015
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah. Tulisan saya kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tayang di Nusantara Bertutur Harian Umum Kompas. 

Semoga ikhtiar Sahabat Khansa untuk tayang di rubrik ini akan segera menjadi nyata, ya. Aamiin. \:D/

Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015

Selasa, 03 November 2015
Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015

Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Seraya menanti pengumuman Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015, yuk, kita simak Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015.

Hari Anti Korupsi dimuat 06 Desember 2015
Hari Ibu Nasional dimuat 20 Desember 2015
Hari Nusantara (Deklarasi Djuanda) dimuat 13 Desember 2015
Hari Raya Natal dimuat 27 Desember 2015

Semua tema punya deadline yang sama, lho! ;) yaitu Minggu, 15 November 2015. Jangan sampai kelewatan!

Buat Sahabat Khansa yang pertama kali ingin berpartisipasi, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur.  


Wassalamu'alaykum,


Karunia Sylviany Sambas

Resensi Buku 77 Cahaya Cinta di Madinah terbitan al-Qudwah Publishing dimuat di Harian Rakyat Sumbar edisi Sabtu, 31 Oktober 2015

Minggu, 01 November 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Behind the story ... 

Naskah resensi ini adalah tulisan yang punya jarak kirim dan muat yang amat sangat ekspres. Alhamdulillah, ya. ;)

Saya kirim pada tanggal 29 Oktober 2015 dan dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015.

Sebenarnya saya sudah pernah mengirim naskah resensi ke harian ini pada tanggal 28 Februari 2015. Namun karena belum ada kabar gembira hingga beberapa pekan, saya berinisiatif mengirimkan naskah yang sama ke harian yang sama pada tanggal 26 Mei 2015. Saya khawatir naskah sebelumnya masuk ke kotak spam/tidak terkirim.

Karena masih belum juga belum tampak tanda-tanda yang baik, saya pun mengirimkan naskah ini ke media lain. Mungkin terkesan buru-buru, ya. Sejujurnya, iya. Karena buku ini adalah hadiah giveaway yang penerbit buku ini adakan. Ada dorongan kuat untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. :) 


Pada tanggal 29 Oktober 2015, Pengasuh Rubrik Budaya Harian Rakyat Sumbar mengirim e-mail yang isinya seperti tertera di bawah ini :

Salam,
Apakah naskah ini sudah pernah terbit di media lain sebelumnya? Jika belum, direncanakan terbit di Harian “Rakyat Sumbar”. Jadwal penerbitan diatur kemudian.
Redaksi tidak menerbitkan naskah yang sudah pernah terbit di media lain.

Salam budaya,
PENGASUH 

Walaupun ada perasaan sedikit kecewa, dengan jujur saya katakan bahwa naskah tersebut telah saya kirimkan ke media lain. Tentunya dengan mengutarakan permohonan maaf dan rencana untuk mengirim naskah resensi selanjutnya ke Harian Rakyat Sumbar.

Setelah membalas e-mail tersebut, saya langsung mengirim naskah resensi lagi. Alhamdulillah, langsung dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015. \:D/ 

Happy ending in October ;) 

dokumen pribadi


77 Kisah Cinta dari Kota Nabi 
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Data Buku
Judul               : 77 Cahaya Cinta di Madinah
Penulis           : Ummu Rumaisha (Ririn Rahayu Astuti Ningrum)
Penerbit           : al-Qudwah Publishing
Cetakan           : I, 2015
Tebal               : 256 halaman
ISBN               : 978-602-317-023-4
           
            Kerasnya kehidupan telah berhasil menempa kekuatan cinta umat generasi terdahulu. Tanpa jeda dan syarat. Sangat disayangkan, pada kenyataannya sekarang generasi muda kurang mengidolakan tokoh-tokoh hebat ini, generasi Rasulullah SAW dan para sahabat.
            Buku setebal 256 halaman ini menghadirkan kisah-kisah menggugah. Kisah para sahabat dan sahabiyah sebagai pengingat langkah betapa Islam pernah berjaya. Umat terdahulu menunjukkan cintanya yang begitu besar pada Allah, Rasul, agama dan orang terkasih. Rasa cinta yang menggelora, penuh semangat dan keikhlasan luar biasa mengantarkan mereka pada gerbang cinta sejati. Sungguh pantas sikap heroik mereka dijadikan suri teladan bagi generasi kekinian.
            Adalah Julaibib, seorang pemuda buruk rupa yang menjadi rebutan para bidadari. Dikisahkan, Julaibib dinikahkan Rasulullah SAW dengan seorang gadis cantik. Baru saja menikah, tiba-tiba Julaibib mendapat panggilan jihad.  
“Wahai istriku, berilah keridhaanmu atas keberangkatanku ke medan perang. Sungguh, aku bahagia bersamamu. Hatiku penuh dengan cinta. Namun cintaku kepadamu, bukankah tak sepantasnya melebihi cintaku pada panggilan-Nya?”
Julaibib berangkat ke medan pertempuran dengan hati haru. Namun semangat besar berkecamuk. Ia mati syahid. Saat Julaibib selesai dimakamkan, terjadilah peristiwa yang menakjubkan. Rasulullah berucap :
“Bidadari yang menjemput Julaibib begitu banyak. Mereka saling berebut. Ada yang meraih tangannya dan ada pula yang meraih kakinya, hingga salah satu dari bidadari-bidadari itu tersingkap kainnya dan terlihat betisnya.”
Para sahabat terkesima. Mereka kagum dengan Julaibib yang buruk rupa, namun mulia di mata Rabb-nya (halaman 39).
Ada lagi kisah tentang suri teladan seorang pemimpin. Ia adalah Khalifah Umar bin Khathtab. Pada masa kepemimpinannya, beliau sangat memperhatikan rakyat beserta wilayah yang dipimpin.
Adalah seorang Nenek yang tidak menyadari kehadiran Amirul Mukminin di rumahnya.
“Semoga Allah tidak memberikan ganjaran kebaikan kepada Umar.”
Setelah Umar bertanya, ternyata si Nenek berkata bahwa sang Amirul Mukminin tidak pernah datang ke rumah dan memberinya uang (halaman 127).
Maka, Umar membeli dosanya tersebut. Ia memberi uang senilai 25 dinar pada si Nenek.
“Kasihan Khalifah Umar jika kelak menanggung siksa di akhirat karena kelalaiannya terhadapmu.”
Pada masa kekhalifahannya, Khalifah Umar juga melakukan renovasi Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi.
Kehidupan Umar sungguh jauh dari kehidupan berfoya dan bermegahan. Sangat berbeda dengan gaya hidup penguasa lain sezamannya.
Buku terbitan al-Qudwah Publishing ini memuat 77 kisah. Seperti judulnya, 77 Cahaya Cinta di Madinah. Kisah cinta disajikan cukup singkat. Sekitar dua sampai tiga halaman. Kisah yang disuguhkan tepat mengena. Beberapa referensi foto di akhir cerita menjadikan buku ini kian menarik.
Dengan sebuah label bertuliskan kisah nyata, buku ini menyerukan misi indah, yakni mengembalikan kemilau kisah heroik dan motivatif di hati kaum muda, membuat kisah-kisah uswatun hasanah terus diingat, dan menjadikan para sahabat dan sahabiyah sebagai idola. (***)

Cara Mengirim Cerpen Anak ke Harian Lampung Post Minggu

Kamis, 29 Oktober 2015
Harian Lampung Post Minggu



Assalamu’alaykum, Sahabat Khansa
Hai ... Hai ...
Kita jumpa lagi dalam edisi spesial. Cieee ... ;) 

Menurut selentingan kabar banyak yang lagi nungguin blogpost ini, ya. Hehehe.

Wait wait. Maafkan saya. Ada beberapa hal di luar kendali saya untuk cuap-cuap di sini beberapa saat yang lalu. Namun Insya Allah, apa yang saya jalani kini adalah yang terbaik. Mohon doa dari Sahabat Khansa semua, ya \:D/ 

Semoga ke(sok)sibukan ini tak mampu mengurangi produktivitas saya dalam berkarya dan berbagi dengan teman-teman di sini.

Oke, deh. Naskah Kisah Cepi Capung mulanya saya kirim pada tanggal 20 September 2015. Karena beberapa pekan belum membawa hasil yang menggembirakan :D naskah ini saya kirimkan kembali ke harian yang sama pada tanggal 16 Oktober 2015. Kesannya ngebet banget, ya. Hihihi :D Bukan begitu sebenarnya, sih. #PembelaanDiri Saya kurang strategi waktu ngirim pertama kali. Strategi apa? *tring* kedipinmata.

Intinya, kalau kita rajin pantengin karya dari Minggu ke Minggu, Insya Allah nanti strateginya akan muncul tanpa diundang. ;) Good luck, ya. 

Ini dia syarat dan ketentuan pengiriman naskah cerpen anak ke Harian Lampung Post Minggu
  1. Jumlah kata fleksibel saja. Sekitar 500-700 kata atau 3-4 halaman A4 spasi 1,5
  2. Tema cerpen anak boleh realis, fabel, dongeng atau legenda
  3. Font yang digunakan boleh Times New Roman. Boleh juga Arial
  4. Kirim naskah ke alamat e-mail : lampostminggu@yahoo.com, redaksilampost@yahoo.com, redaksi@lampungpost.co.id 
  5. Ada honor untuk karya yang dimuat 
  6. Tidak ada info bila karya dimuat. Namun jangan khawatir, ada e-paper Harian Lampung Post yang bisa di-check sekitar pukul 11.00 WIB setiap Minggu-nya. Ada juga mention-mention menggembirakan dari grup Sastra Minggu untuk setiap karya yang dimuat di media, termasuk di Harian Lampung Post
 
Ohya, sebagai tambahan referensi, silakan kunjungi blog penulis Putri Biru a.k.a Uni Naqiyyah Syam :) Ada banyak tips menulis dan hal menarik lainnya, lho! ;)

Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya melalui akun medsos atau formulir kontak blogger yang terletak di bagian bawah blog ini. ;)

Wassalamu’alaykum,


Karunia Sylviany Sambas

Let’s, Go For It! Kejar 5 Perkara dalam Nge-Blog!

Sabtu, 24 Oktober 2015
Assalamu'alaykum. 

Hai ...
Kali ini saya mau ikutan Blog Competition, Go For It with Blog Emak Gaoel :)
 Apa yang sedang kamu kejar dalam kegiatan blogging-mu?

Hihihi. Saya diwajibkan membuka rahasia dapur rekaman tulisan. Kudu jabarin apa-apa yang saya kejar dari publish-publish tulisan di blog.

Let’s, cek it! ;)

  1.  Share For Learn and Learn For Share
Melalui blog saya mencipta peluang! Berbagi untuk belajar. Belajar untuk berbagi. 
Bagaimana saya bisa berbagi? Saya harus lebih di atas rata-rata! Saya harus bisa membuat sesuatu yang istimewa! Ketika saya bisa, maka saya akan membagikannya kepada orang lain. Jadi, semangat berbagi itu membuat saya ingin selalu menjadi yang terbaik sehingga dapat memberikan yang terbaik pula. 


2.  Personal Branding
Sebuah post status seorang penulis pernah saya baca di timeline facebook tentang perlunya “nama” dalam karya. Memang ini bukan mutlak. Tapi, dengan adanya “nama”, karya akan semakin terdongkrak popularitasnya penjualannya. 
Untuk penulis pemula seperti saya, ada rahasia makjleb yang saya dapatkan. Mau tahu rahasianya? ;) Saya beberin, deh, demi ikutan kompetisi blog ini. Hihihi.

Mulailah langkah “menjual namamu” di dunia tulis-menulis dengan memperjuangkan karyamu terbit di media massa!


Saya pun mulai memperjuangkan karya saya terbit di media. Setiap karya dimuat, otomatis nama pun tercantum. Dan otomatis pula, pesan-pesan akan membanjiri inboks :D Mulai dari tanya syarat dan ketentuan kirim karya, berapa lama masa tunggu hingga jumlah honor. 
Go For It! Salah satu karya saya di media massa \:D/

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Saya benar-benar mencamkan pepatah ini dalam-dalam :D 
Setelah karya terbit di media, saya akan woro-woro di akun medsos. Niatnya untuk berbagi kegembiraan dan berharap jadi lecutan semangat untuk lebih produktif berkarya.
Berhubung banyaknya inboks tadi, rasanya kok rada pegel ribet buat jawabin satu per satu. Akhirnya, saya post-lah jawaban-jawaban pertanyaan pemirsa timeline facebook saya di blog. :D 
Kalau suatu ketika nanti saya nulis dan nerbitin buku, mudah-mudahan nama saya sudah dikenal. Aamiin yang kenceng. ;) 
Pengen ikutan jejak Emak Gaoel nih. Tapi saya sadar diri kok ;) nggak ada yang instan, bukan? Semua butuh proses. Untuk memulai jejak panjang harus ada jejak pembuka. Nah, bersama Rekam Jejak Sang Pemimpi saya memulai langkah ini.

3.  Menjalin Silaturahmi 
 
Dengan banyaknya angka kunjungan ke Rekam Jejak Sang Pemimpi, saya sangat merasa senang. Apalagi dengan adanya istilah Blog Walking. Walaupun nggak komentar, tapi, kan ketahuan dari daerah mana saja pengguna blog yang suka intip-intip. :D 
Dari blog silaturahmi bersambung ke facebook. Atau sebaliknya dari facebook ke blog. Silaturahmi nambah rezeki dan memperpajang usia, tho? :D

4.  Mengejar Rezeki 
 
Melalui blog saya berkenalan dengan yang namanya giveaway, kontes blog, lomba blog, dan teman-temannya. Ternyata, hadiah-hadiah yang diberikan penyelenggara, termasuk Emak Gaoel, buat mata yang lelah dan sepet jadi cespleng. ;)
Selama ini sudah sering ikutan jadi pemburu kuis di medsos. Hadiah buku, pulsa hingga barang udah pernah nyicipin :D Emang manusia nggak ada puasnya, ya? Hihihi. Bukan gitu. Namanya juga usaha. Ora et labora! Mau juga nih menangin gadget kece dan sejumlah doku yang wow. 

5.  Menguntai Rekam Jejak 
 
At least, apa yang saya tulis di blog adalah apa yang saya niatkan untuk menebar manfaat seluas-luasnya. Semoga menjadi pemberat amal kelak. Kalau bicara, mulutmu adalah harimaumu. Kalau menulis, tulisanmu adalah harimaumu, bukan? Dakwah sederhana saya untai di sini. Menulis yang bermanfaat untuk menebar manfaat.  

Tentang Aplikasi

Untuk membuat tulisan yang kece ini ;) saya menggunakan aplikasi Microsoft Word yang ada di PC. Untuk beberapa kesempatan saya juga menggunakan smartphone. Kalau di hape pintar, saya pakai aplikasi MS Notepad.  Ohya, Yufid KBBI sangat membantu untuk mengecek kata baku, cari arti kata dan sinonim. Kalau Kamusku berguna banget untuk saya nulis-nulis yang rada English. ;) Termasuk waktu nyari arti go for it. Penasaran, mungkin kamus beda translete sama saya. Hihihi.


MS. Office Word 2007
MS NotePad
Yufid KBBI
Untuk foto saya biasa pakai kamera hape atau screenshot aja. Kalau sudah di-screenshot, nanti saya edit pake Paint, PhotoScape atau Photoshine

Paint
PhotoScape
Photoshine
Jujur, saya nggak punya banyak aplikasi di smartphone. Padahal pengen banget punya, tapi apa daya kapasitas memori tak mencukupi. Jadi saya akali, deh. PC dan smartphone dihubungkan dalam ikatan yang sah dan saling melengkapi satu sama lain. Eh? ;) 

Aplikasi Ms. PowerPoint juga bisa buat nge-edit foto, lho! Ternyata, memori terbatas itu nambah kreativitas ;) 
MS. Office PowerPoint 2007
Akhir kata, inilah #GoForIt saya bersama Rekam Jejak Sang Pemimpi. Ada doa yang larut bersama tiap goresan kata. Bagaimana dengan Anda? 

Wassalamu'alaykum.


http://www.emakgaoel.com/
Blog Emak Gaoel