Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Nulis Artikel Singkat dan Dapat Honor! Emang Bisa?

Selasa, 08 September 2020

Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa 😀

Suka nulis artikel? Nggak bisa, Kak!

Alasannya?

Masih suka nulis singkat-singkat aja.

Nah, ini dia solusi nulis singkat dan dapat duit, Sahabat! Nulis di sini aja. Istilahnya, uang jajan. Hihi.


Alhamdulillah, artikel saya yang berjudul Bikin Bangga! Ini Dia Kisah Polwan Cantik yang Tak Malu Membajak Sawah menjadi artikel terpilih pada Event Polwan yang digelar Komunitas Tokoh Terpopuler dalam rangka peringatan hari lahirnya Polwan 1 September. Dua pemenang terpilih dalam event ini mendapatkan uang pulsa masing-masing 50K.

Ini dia tulisan terpilih tersebut, Sahabat 😀

Bikin Bangga! Ini Dia Kisah Polwan Cantik yang Tak Malu Membajak Sawah

Hari ini Polisi wanita (Polwan) telah genap berusia 72 tahun. Polwan beranggotakan para wanita yang menjadi abdi negara sebagai anggota kepolisian.

Selama ini kita mungkin melihat sosok ini tampil dengan seragam polwan. Para wanita gagah ini memberikan bakti yang begitu besar pada negeri dengan melindungi dan melayani sepenuh hati.

Di antara sosok gagah tersebut terbitlah seorang polwan yang bertugas di Polsek Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. Polwan tersebut bernama Bripda Komang Irmawati. Dengan seragam dinas saat bertugas, siapa sangka sosok ini sering menyingsingkan lengan dan malah asyik berteman dengan lumpur sawah.

Terik mentari tak menyurutkan semangat polwan kelahiran Sukamaju 21 November ini untuk menikmati tugas sampingan itu. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa sawah yang dibajak sang polwan adalah milik kedua orangtuanya.

Dilansir dari sini, Bripda Komang Irmawati mengatakan, “Saya turun ke sawah untuk membantu orang tua. Saya juga merasa bangga dengan pekerjaan orang tua saya sebagai petani yang bisa membuat saya bisa menjadi seorang polwan. Atas dukungan kedua orang tualah sehingga saya bisa seperti saat ini, maka dari itu kapan saya bisa membantu mereka kalau bukan dari sekarang.”

Diiringi ungkapan rasa haru, polwan kelahiran 1996 ini mengungkapkan bahwa dahulu seusai pulang sekolah ia pergi ke sawah. Lalu dengan penuh semangat sang polwan kecil membantu bapak mengusir burung.

Kisah hidup Bripda Komang Irmawati ini menjadi viral di media sosial. Oleh sebab itu sang polwan cantik dipanggil secara khusus oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol.Umar Septono. Bripda Komang Irmawati mendapatkan penghargaan dari Kapolda atas perbuatan terpuji yang dilakukannya. Tindakan mulia anak ketiga dari empat bersaudara ini menjadi daya ungkit citra Polri di lapangan.

Bangga! Tak banyak sosok yang rela melakukan hal terpuji seperti ini. Meski rutinitas pekerjaan kerap menyita banyak perhatian, Bripda Komang Irmawati tetap tak lupa pada jasa ayah dan ibu sehingga sang polwan berhasil meraih impiannya.

Selamat Hari Polwan ke-72! Polwan Unggul Polri Maju!

Tulisan ini telah ditayangkan pada tokohterpopuler.com

Yeay! Dapat transferan 50K, dong! Jumlah kata dalam tulisan minimal 300 kata.

Ohya, info lomba ini saya peroleh dari WAG Kontributor Tokohpopuler.

Gimana cara gabungnya?

Idih, ada yang penasaran. Simpan dulu rasa penasaran itu. Insya Allah saya infokan di postingan selanjutnya. Stay tune, ya!

Alhamdulillah, Selalu ada solusi dari masalah. Jadi, yuk, tetap berjuang cari peluang!

Jangan Menduga! Bilang Saja!

Senin, 07 September 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa 😀
Ngodop dimulai! Doakan saya istikamah hingga akhir, ya! Apa itu ngodop? Sahabat bisa cek di sini, ya 👇 Siapa tahu Sahabat tertarik untuk ikutan di batch selanjutnya! 😉

Baca juga: Adaptasi Kebiasaan Baru di Bidang Literasi Bersama Komunitas ODOP (One Day One Post)
 
kiat meminta izin pada atasan

Hari ini, saya sengaja pulang agak lama. Seperti biasa, jadwal dinas malam berakhir pukul delapan pagi. Tentu ada hal penting yang sedang saya rancang di dalam pikiran. Pekan depan akan diadakan walimah sepupu. Saya akan menemani ibu menghadiri acara itu. Beliau berharap banyak saya dapat memenuhi pintanya.

Butuh Tempat Kost? Baca 5 Tips Ini Supaya Dapat Tempat Kost Idaman

Jumat, 12 Juni 2020
sumber: Kost Jakarta


Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa.

Anak rantau? Hehehe, semangat jangan kasih kendor, ya! Walaupun jauh dari ortu, harus mandiri. Nah, memilih tempat kost yang sesuai kebutuhan adalah prioritas, supaya dapat kuliah atau bekerja dengan baik. Fokus yang baik sehingga mendatangkan hasil yang maksimal. Yeay!

Berikut 5 tips ala Rekam Jejak Sang Pemimpi supaya Sahabat bisa dapat tempat kost idaman. Simak, yuk! 

Punya Rencana Pindah ke Apartemen? Pelajari Hal ini Dulu!

Minggu, 07 Juni 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Ada yang berencana pindah ke apartemen? Pasti ada, dong, ya! Apalagi bagi Sahabat yang tinggal di kawasan perkotaan. Lahan kosong yang semakin terbatas serta ruang gerak yang serba cepat, mau tidak mau menjadikan hunian bernama apartemen menjadi salah satu pilihan.

Blog post kali ini spesial, ya. Kalau biasanya kita bicara tentang literasi, sekali-kali boleh, dong jalan-jalan ke ranah properti. Hehehe.

Sumber: Rumah123

Begitu mendengar kata pindah, maka yang terbersit di pikiran pasti adalah kegiatan yang melelahkan, dimana barang-barang yang telah tersusun, entah rapi atau berantakan akan diboyong ke lokasi baru. Tempat baru yang dituju mungkin tak sama dengan tempat terdahulu. Bisa jadi ukurannya yang mungkin lebih kecil. Oleh sebab itu, jika Sahabat berencana pindah, dalam hal ini ke apartemen, wajib pelajari hal-hal ini:

1. Siapkan Dana

Yes! Di posisi pertama ada yang namanya dana. Di mana-mana pasti berlaku istilah sedia payung sebelum hujan, kan? Begitu pula dalam hal yang satu ini. Informasi tentang rentang harga apartemen sudah dikantongi. Maka, sesuaikan dengan dana yang ada.

Pertimbangkan juga dana yang perlu dikeluarkan selain biaya sewa apartemen, seperti biaya saat pindahan serta iuran listrik dan air yang akan ditagih setiap bulan. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang, ya, Sahabat! ^_^


2. Mulai Penjelajahan

Kenyamanan adalah hal yang menjadi prioritas, bukan? Oleh sebab itu, penjelajahan harus dilakukan dengan cermat. Mencari sewa apartemen yang bagus bisa dimulai dari berbagai iklan yang ditawarkan di media massa maupun website-website resmi properti.

Sahabat harus memperhatikan hal ini dengan sungguh-sungguh, ya. Sebab, tak jarang informasi yang tidak tepat, bisa menyebabkan kerugian besar, misalnya tindakan penipuan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Jangan sampai terjadi, deh!

Setelah Sahabat mendapatkan pilihan apartemen yang paling baik diantara yang baik, cek segera:

a. Harga

Kembali lagi ke dana. Diantara pilihan apartemen tersebut, Sahabat bisa cek rentang harga yang ditawarkan. Setelah itu, lihat lokasi apartemen. Jika lokasinya dekat dengan tempat bekerja Sahabat, itu akan lebih baik. Biaya transportasi sehari-hari bisa lebih ditekan. So, uang yang awalnya direncanakan untuk ongkos, bisa digantikan dengan yang lain, tabungan atau liburan. Asyik, kan?

b. Transportasi

Poin ini tak kalah penting. Akses ke tempat kerja juga harus diperhatikan, karena ini akan menjadi rutinitas harian Sahabat. Apakah transportasi menuju lokasi kerja cukup mudah? Nggak lucu, kan jika setiap hari Sahabat terlambat dikarenakan harus menunggu kendaraan umum selama berjam-jam. Bisa-bisa hal ini akan mengakibatkan kinerja Sahabat berkurang dan pada akhirnya menimbulkan masalah di tempat kerja.

c. Kenyamanan

Untuk melengkapi perabotan di dalam hunian apartemen, Sahabat mungkin terbiasa melakukan desain sendiri. Namun ada pula yang lebih senang mengikuti desain dari pengelola apartemen. Apapun itu, kuncinya adalah komunikasi yang baik.

d. Keamanan

Sistem keamanan yang baik menjadi poin selanjutnya yang tak kalah penting. Sahabat yang punya ritme gerak super cepat tentu akan banyak menghabiskan waktu di luar apartemen. Pengawasan yang baik terhadap hunian apartemen, akan membuat Sahabat lebih nyaman ketika tidak berada di kediaman.

3. Periksa dan Periksa Lagi

Setelah semuanya dirasa oke, Sahabat juga perlu mengecek hal-hal printilan namun berdampak cukup besar, semisal, memastikan stop kontak yang terpasang dengan baik, tidak ada kerusakan pada kunci pintu dan jendela, bahkan tak adanya gangguan pada sinyal handphone.

Jika ada hal yang tidak sesuai keinginan, Sahabat bisa langsung menghubungi pengelola apartemen.

Oh, ya. Bila ada dana lebih dan semua sudah deal, Sahabat tidak hanya bisa menyewa, namun juga bisa membeli apartemen. Yeay!

Bagi Sahabat yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya, hunian apartemen Surabaya bisa menjadi pilihan. Pengelola apartemen ada yang menyediakan jasa jual apartemen Surabaya dan ada juga yang menyediakan jasa sewa apartemen Surabaya. Sahabat hanya perlu meyakinkan segala sesuatu, sesuai kebutuhan pastinya, ya!

Jangan lupa! Tiga hal di atas perlu dipelajari sebelum pindah ke apartemen. Kenyamanan adalah prioritas! Selamat menikmati hunian baru, ya, Sahabat.

See you next blog post, ya.

Punya Cerita Unik Menggelitik? Kirim ke Rubrik Ah Tenane Harian Solopos, Aja!

Kamis, 28 Mei 2020




Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Apakah Sahabat suka menulis cerita unik yang bikin senyum-senyum sendiri? Cerita yang berkesan dan sulit terlupakan? Yeay! Itu artinya Sahabat sudah punya modal awal untuk menulis di rubrik ini.

Rubrik Ah Tenane Harian Solopos adalah salah satu rubrik yang menyediakan ruang untuk menjembatani banyolan menjadi cuan!

Jika Sahabat ingin mengirim naskah Ah Tenane ke Solopos, berikut cara yang saya bagikan berdasarkan pengalaman tentunya.

Cara Mengirim Ah Tenane Harian Solopos


Pertama, naskah ditulis rapi dengan format word, A4, font Times New Roman 12 pt, spasi 2, margin normal, dan menggunakan bahasa Indonesia (boleh campur bahasa Jawa di bagian percakapan tokoh).

Mengingat Harian Solopos adalah salah satu harian besar yang terbit di Kota Solo, maka kalau Sahabat Khansa mahir berbahasa Jawa, akan lebih baik jika dalam percakapan antar tokoh diselipkan bahasa Jawa, ya.

Kalau nggak pakai bahasa Jawa peluang dimuatnya bagaimana?

Tenang saja. Alhamdulillah, tulisan saya yang dimuat tempo hari, tidak menggunakan bahasa Jawa sama sekali. Alhamdulillah, Bapak Redaktur tetap berkenan memuat tulisan tersebut.

Btw, sebelum yakin dengan itu, saya udah riset beberapa tulisan yang tayang. Beberapa ada yang full Bahasa Indonesia. Tak kenal, maka tak sayang, kan? :D Maka, saya yakin mengirim meski tanpa menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan antartokoh.

Kedua, tokoh yang digunakan dalam rubrik ini ada empat orang. Jon Koplo, Tom Gembus, Genduk Nicole dan Lady Cempluk.

Keempat tokoh ini bebas diperankan sebagai apa saja. Misal, Jon Koplo seorang pengantar paket, Lady Cempluk sebagai penerima paket, Tom Gembus sebagai putra Lady Cempluk, dan Genduk Nicole sebagai pemilik ekspedisi tempat Jon Koplo bekerja. Ini misal, ya. Intinya, boleh sebagai siapa saja dan usia berapa saja.

Dalam tulisan, minimal dua tokoh saja pun bisa, ya. Nggak harus keempatnya reunian. Hehehe.

Ketiga, tip istimewa dari saya, ambil tema tulisan yang lagi viral itu berpeluang besar dimuat, lho! Misal, naskah saya yang dimuat kemarin bertema “Covid-19 dan Masker” karena pandemi Covid-19 sedang melanda negeri tercinta.

Keempat, setelah naskah selesai, cuss segera kirim ke alamat pos-el redaksi@solopos.co.id

Kelima, naskah terkirim! Saatnya berdoa yang kencang. Berharap naskah tersebut berjodoh dengan Harian Solopos

Masa Tunggu Ah Tenane Harian Solopos


Saran saya, jika kita mengirim naskah ke suatu media, nggak usah ditunggu, entar rasanya lama dan malah kita nggak nulis lagi. Baiknya, tetap menulis sambil memantau media yang kita tuju.

Selamat mengirim.

Jika ada yang masih kurang jelas, boleh kirim pesan atau komentar, ya.

Naskah dimuat di Ah Tenane Harian Solopos

  1. Masker Berkah 
  2. Kelamaan Dijemur
  3. Gegara Mobile Banking
  4. Katanya Rp5000
  5. Dosen Killer
  6. Belum Kompeten?
  7. Gegara Game Online 

Cara Mengirim Cerpen, Puisi, Esai, dan Resensi Buku ke Harian Rakyat Sumbar

Selasa, 29 Maret 2016
Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Kemarin tulisan saya berhasil tayang di Harian Rakyat Sumbar. Ada rangkaian cerita penuh makna yang mewarnai perjalanan dimuatnya tulisan tersebut. Semoga makna tersebut akan terus melekat di dalam ingatan saya. Seyogyanya, kita adalah pembelajar yang harus terus dan terus belajar, bukan? ;)

Buat Sahabat Khansa yang ingin mengirim tulisan berupa cerpen, puisi, dan resensi ke harian ini, berikut ketentuan pengirimannya.

#GerakanSumbangDongeng [Cerpen Anak] Menghargai Jasa Pahlawan dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 08 November 2015

Jumat, 13 November 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah. Tulisan saya kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tayang di Nusantara Bertutur Harian Umum Kompas. 

Semoga ikhtiar Sahabat Khansa untuk tayang di rubrik ini akan segera menjadi nyata, ya. Aamiin.

Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015

Selasa, 03 November 2015
Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015

Assalamu'alaykum, Sahabat Khansa

Seraya menanti pengumuman Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015, yuk, kita simak Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015.

Hari Anti Korupsi dimuat 06 Desember 2015
Hari Ibu Nasional dimuat 20 Desember 2015
Hari Nusantara (Deklarasi Djuanda) dimuat 13 Desember 2015
Hari Raya Natal dimuat 27 Desember 2015

Semua tema punya deadline yang sama, lho! ;) yaitu Minggu, 15 November 2015. Jangan sampai kelewatan!

Buat Sahabat Khansa yang pertama kali ingin berpartisipasi, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur.  


Wassalamu'alaykum,


Karunia Sylviany Sambas

Resensi Buku 77 Cahaya Cinta di Madinah terbitan al-Qudwah Publishing dimuat di Harian Rakyat Sumbar edisi Sabtu, 31 Oktober 2015

Minggu, 01 November 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Behind the story ... 

Naskah resensi ini adalah tulisan yang punya jarak kirim dan muat yang amat sangat ekspres. Alhamdulillah, ya. ;)

Saya kirim pada tanggal 29 Oktober 2015 dan dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015.

Sebenarnya saya sudah pernah mengirim naskah resensi ke harian ini pada tanggal 28 Februari 2015. Namun karena belum ada kabar gembira hingga beberapa pekan, saya berinisiatif mengirimkan naskah yang sama ke harian yang sama pada tanggal 26 Mei 2015. Saya khawatir naskah sebelumnya masuk ke kotak spam/tidak terkirim.

Karena masih belum juga belum tampak tanda-tanda yang baik, saya pun mengirimkan naskah ini ke media lain. Mungkin terkesan buru-buru, ya. Sejujurnya, iya. Karena buku ini adalah hadiah giveaway yang penerbit buku ini adakan. Ada dorongan kuat untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. :) 


Pada tanggal 29 Oktober 2015, Pengasuh Rubrik Budaya Harian Rakyat Sumbar mengirim e-mail yang isinya seperti tertera di bawah ini :

Salam,
Apakah naskah ini sudah pernah terbit di media lain sebelumnya? Jika belum, direncanakan terbit di Harian “Rakyat Sumbar”. Jadwal penerbitan diatur kemudian.
Redaksi tidak menerbitkan naskah yang sudah pernah terbit di media lain.

Salam budaya,
PENGASUH 

Walaupun ada perasaan sedikit kecewa, dengan jujur saya katakan bahwa naskah tersebut telah saya kirimkan ke media lain. Tentunya dengan mengutarakan permohonan maaf dan rencana untuk mengirim naskah resensi selanjutnya ke Harian Rakyat Sumbar.

Setelah membalas e-mail tersebut, saya langsung mengirim naskah resensi lagi. Alhamdulillah, langsung dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015. \:D/ 

Happy ending in October ;) 

dokumen pribadi


77 Kisah Cinta dari Kota Nabi 
Oleh Karunia Sylviany Sambas

Data Buku
Judul               : 77 Cahaya Cinta di Madinah
Penulis           : Ummu Rumaisha (Ririn Rahayu Astuti Ningrum)
Penerbit           : al-Qudwah Publishing
Cetakan           : I, 2015
Tebal               : 256 halaman
ISBN               : 978-602-317-023-4
           
            Kerasnya kehidupan telah berhasil menempa kekuatan cinta umat generasi terdahulu. Tanpa jeda dan syarat. Sangat disayangkan, pada kenyataannya sekarang generasi muda kurang mengidolakan tokoh-tokoh hebat ini, generasi Rasulullah SAW dan para sahabat.
            Buku setebal 256 halaman ini menghadirkan kisah-kisah menggugah. Kisah para sahabat dan sahabiyah sebagai pengingat langkah betapa Islam pernah berjaya. Umat terdahulu menunjukkan cintanya yang begitu besar pada Allah, Rasul, agama dan orang terkasih. Rasa cinta yang menggelora, penuh semangat dan keikhlasan luar biasa mengantarkan mereka pada gerbang cinta sejati. Sungguh pantas sikap heroik mereka dijadikan suri teladan bagi generasi kekinian.
            Adalah Julaibib, seorang pemuda buruk rupa yang menjadi rebutan para bidadari. Dikisahkan, Julaibib dinikahkan Rasulullah SAW dengan seorang gadis cantik. Baru saja menikah, tiba-tiba Julaibib mendapat panggilan jihad.  
“Wahai istriku, berilah keridhaanmu atas keberangkatanku ke medan perang. Sungguh, aku bahagia bersamamu. Hatiku penuh dengan cinta. Namun cintaku kepadamu, bukankah tak sepantasnya melebihi cintaku pada panggilan-Nya?”
Julaibib berangkat ke medan pertempuran dengan hati haru. Namun semangat besar berkecamuk. Ia mati syahid. Saat Julaibib selesai dimakamkan, terjadilah peristiwa yang menakjubkan. Rasulullah berucap :
“Bidadari yang menjemput Julaibib begitu banyak. Mereka saling berebut. Ada yang meraih tangannya dan ada pula yang meraih kakinya, hingga salah satu dari bidadari-bidadari itu tersingkap kainnya dan terlihat betisnya.”
Para sahabat terkesima. Mereka kagum dengan Julaibib yang buruk rupa, namun mulia di mata Rabb-nya (halaman 39).
Ada lagi kisah tentang suri teladan seorang pemimpin. Ia adalah Khalifah Umar bin Khathtab. Pada masa kepemimpinannya, beliau sangat memperhatikan rakyat beserta wilayah yang dipimpin.
Adalah seorang Nenek yang tidak menyadari kehadiran Amirul Mukminin di rumahnya.
“Semoga Allah tidak memberikan ganjaran kebaikan kepada Umar.”
Setelah Umar bertanya, ternyata si Nenek berkata bahwa sang Amirul Mukminin tidak pernah datang ke rumah dan memberinya uang (halaman 127).
Maka, Umar membeli dosanya tersebut. Ia memberi uang senilai 25 dinar pada si Nenek.
“Kasihan Khalifah Umar jika kelak menanggung siksa di akhirat karena kelalaiannya terhadapmu.”
Pada masa kekhalifahannya, Khalifah Umar juga melakukan renovasi Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi.
Kehidupan Umar sungguh jauh dari kehidupan berfoya dan bermegahan. Sangat berbeda dengan gaya hidup penguasa lain sezamannya.
Buku terbitan al-Qudwah Publishing ini memuat 77 kisah. Seperti judulnya, 77 Cahaya Cinta di Madinah. Kisah cinta disajikan cukup singkat. Sekitar dua sampai tiga halaman. Kisah yang disuguhkan tepat mengena. Beberapa referensi foto di akhir cerita menjadikan buku ini kian menarik.
Dengan sebuah label bertuliskan kisah nyata, buku ini menyerukan misi indah, yakni mengembalikan kemilau kisah heroik dan motivatif di hati kaum muda, membuat kisah-kisah uswatun hasanah terus diingat, dan menjadikan para sahabat dan sahabiyah sebagai idola. (***)

Cara Mengirim Cerpen Anak ke Harian Lampung Post Minggu

Kamis, 29 Oktober 2015
Harian Lampung Post Minggu



Assalamu’alaykum, Sahabat Khansa
Hai ... Hai ...
Kita jumpa lagi dalam edisi spesial. Cieee ... ;) 

Menurut selentingan kabar banyak yang lagi nungguin blogpost ini, ya. Hehehe.

Wait wait. Maafkan saya. Ada beberapa hal di luar kendali saya untuk cuap-cuap di sini beberapa saat yang lalu. Namun Insya Allah, apa yang saya jalani kini adalah yang terbaik. Mohon doa dari Sahabat Khansa semua, ya \:D/ 

Semoga ke(sok)sibukan ini tak mampu mengurangi produktivitas saya dalam berkarya dan berbagi dengan teman-teman di sini.

Oke, deh. Naskah Kisah Cepi Capung mulanya saya kirim pada tanggal 20 September 2015. Karena beberapa pekan belum membawa hasil yang menggembirakan :D naskah ini saya kirimkan kembali ke harian yang sama pada tanggal 16 Oktober 2015. Kesannya ngebet banget, ya. Hihihi :D Bukan begitu sebenarnya, sih. #PembelaanDiri Saya kurang strategi waktu ngirim pertama kali. Strategi apa? *tring* kedipinmata.

Intinya, kalau kita rajin pantengin karya dari Minggu ke Minggu, Insya Allah nanti strateginya akan muncul tanpa diundang. ;) Good luck, ya. 

Ini dia syarat dan ketentuan pengiriman naskah cerpen anak ke Harian Lampung Post Minggu
  1. Jumlah kata fleksibel saja. Sekitar 500-700 kata atau 3-4 halaman A4 spasi 1,5
  2. Tema cerpen anak boleh realis, fabel, dongeng atau legenda
  3. Font yang digunakan boleh Times New Roman. Boleh juga Arial
  4. Kirim naskah ke alamat e-mail : lampostminggu@yahoo.com, redaksilampost@yahoo.com, redaksi@lampungpost.co.id 
  5. Ada honor untuk karya yang dimuat 
  6. Tidak ada info bila karya dimuat. Namun jangan khawatir, ada e-paper Harian Lampung Post yang bisa di-check sekitar pukul 11.00 WIB setiap Minggu-nya. Ada juga mention-mention menggembirakan dari grup Sastra Minggu untuk setiap karya yang dimuat di media, termasuk di Harian Lampung Post
 
Ohya, sebagai tambahan referensi, silakan kunjungi blog penulis Putri Biru a.k.a Uni Naqiyyah Syam :) Ada banyak tips menulis dan hal menarik lainnya, lho! ;)

Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya melalui akun medsos atau formulir kontak blogger yang terletak di bagian bawah blog ini. ;)

Wassalamu’alaykum,


Karunia Sylviany Sambas