Terbaru Januari 2021! Daftar Media yang Menerima Karya

Jumat, 08 Januari 2021



1. Rubrik Ah Tenane Harian Solopos
Alamat surel: redaksi@solopos.co.id
Rubrik ini tayang setiap hari, kecuali hari libur nasional. Honor 75K
Cek pemuatan: Epaper Solopos 


2. Rubrik Terjadi Sungguh-Sungguh Harian Merapi
Alamat surel: koranmerapi@gmail.com
Rubrik ini tayang setiap hari, kecuali hari libur nasional.
Cek pemuatan: Website Harian Merapi

Cerpen Anak Cepat Sembuh, Pahlawanku! dimuat di Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Minggu, 15 November 2020

Senin, 14 Desember 2020

Cepat Sembuh, Pahlawanku!

Oleh: Karunia Sylviany Sambas 

Pagi ini ibu sudah tampak bersiap rapi. Ibu mengajar di sebuah sekolah dasar negeri di Condongcatur, Yogyakarta. Ada yang tampak berbeda dari penampilan ibu kali ini. Ibu mengenakan masker kain dan penutup wajah terbuat dari plastik mika. 

Azi, seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas tiga, memerhatikan gerak-gerik ibunya.

“Kata Bu Guru, kami belajarnya dari rumah saja. Mengapa Ibu tidak mengajar dari rumah juga?” tanya Azi.

Ibu sedang memasukkan sebotol kecil cairan pembersih tangan ke dalam sakunya. Ia menoleh sambil tersenyum. 

“Ibu juga mengajar dari rumah, kok. Tetapi ada yang perlu Ibu selesaikan sekarang,” sahut ibu lembut. “Azi mandi dan sarapan, ya. Sudah Ibu sediakan di dapur.”

Azi mengangguk. 

Sebenarnya Azi kasihan melihat ibu. Sejak pandemi corona terjadi dan kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah, Azi melihat kesibukan ibu semakin bertambah. Pagi-pagi, ibu harus berbelanja dan menyiapkan sarapan. Sepulang kerja, ibu memasak lauk-pauk siang. Ibu masih ada kelas daring di sore hari. Oleh sebab itu, ibu jadi sering terkantuk-kantuk saat menemani Azi belajar.

Kata ibu, selain mengajar daring, ia juga harus melakukan kunjungan rumah. Ibu harus mendatangi rumah murid-murid bergiliran. 

Apalagi sejak ayah bertugas di luar kota. Ibu tidak mahir mengendarai sepeda motor. Itu sebabnya ia harus naik bus atau becak menuju sekolah dan rumah murid. 

Hari ini udara cukup dingin. Hujan baru saja berhenti. Azi menunggui ibu dengan sabar. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore ketika ibu mengucap salam.

“Ibu terjebak hujan,” jelas ibu sambil berjalan menuju kamar mandi.

Malam harinya, badan ibu mendadak meriang dan lidah ibu terasa pahit. Setelah makan malam, ibu istirahat lebih awal dibanding biasanya. 

Azi mengerjakan tugas di ruang tengah. Tugas tentang mengenal aneka tanaman obat itu mengingatkan Azi pada sesuatu. 

Esoknya, setelah mengenakan masker, Azi mendatangi rumah Bulik Nay, adik bungsu ibu. Setelah menceritakan tentang kondisi ibu, Bulik Nay dan Azi tampak sibuk mengerjakan sesuatu. 

Tak lama, semangkuk minuman hangat telah tersaji di atas meja. 

“Hati-hati membawanya, ya, Zi. Titip salam dari Bulik. Semoga Ibu lekas pulih.”

Azi mengucapkan terima kasih lalu membawa minuman itu dengan sukacita.

“Ibu, ini wedang ronde buatan Azi dan Bulik Nay.”

Azi membantu ibu meminum semangkuk wedang ronde. Ibu kelihatan sangat terharu. 

“Ibu adalah pahlawan buat Azi dan murid-murid. Cepat sembuh, ya, Bu.” Azi memeluk ibu penuh kehangatan. (*) 

Dayamaya Dukung Startup Jadi Solusi Tepat Kembangkan Potensi Ekonomi

Senin, 07 Desember 2020


Internet Akan Menghubungkan Indonesia dengan Seluruh Dunia


Sahabat Khansa, tak dapat dimungkiri bahwa kita berada dalam kondisi dimana peluang semakin terbuka. Tugas kita tinggal memasang mata lebar-lebar, mengambil peluang dan bersiap menghadapi segala kemungkinan. Ragam peluang yang hadir berasal dari kehadiran internet. Saat internet telah terhubung, tak ada lagi istilah katak dalam tempurung. Kini, dalam tempurung pun katak telah bisa mengarung!


Startup! Bila Sahabat adalah salah seorang penggemar drama korea yang sedang booming saat ini, maka istilah ini akan menjadi lebih mudah dipahami. Sebagaimana saya yang menganggap istilah Start up adalah hal baru. Oleh sebab itu saya mulai menjadi seorang peselancar di dunia maya untuk menemukan arti Start up. Ketertarikan yang mulanya hanya ingin menemukan pengertian Start up malah menjadi sebuah deretan pengetahuan panjang tentang sebuah perusahaan rintisan. 


Perusahaan rintisan adalah sebuah perusahaan yang baru berjalan dan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan pusat bisnisnya. Kehadiran Star up sangat membantu dalam membantu memecahkan sebuah masalah dalam masyarakat.


Kehadiran pandemi membuat daya tekan untuk berinovasi lebih tinggi. Di saat pemerintah memerintahkan masyarakat untuk melaksanakan sebagian besar aktivitas di rumah saja. Pada awalnya mungkin masyarakat akan dibuat gusar dengan imbauan ini. Namun dengan adanya pikiran terbuka terhadap peluang yang ada serta cepat tanggap mengatasi segala tantangan, maka dunia luar bisa tetap dalam genggaman. 

Forum SehatQ, Solusi Konsultasi Kesehatan Terbaik di Masa Pandemi

Minggu, 06 Desember 2020

Konsultasi ke dokter bikin repot!

Udah makan obat warung aja!


Uh, begitulah komentar ibu ketika saya menawarkan untuk memeriksakan kesehatan ke dokter. 

Padahal ibu mengeluh sering pusing beberapa hari ini. Terkadang ibu sampai harus tiduran dalam jangka waktu yang lama.

Tentang ODOP dan Pengalaman Swab Test

Sabtu, 21 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Alhamdulillah, akhirnya sampai pada postingan ini. Postingan yang menjadi akhir dari sebuah rangkaian ODOP Batch 8 dan tentu saja menjadi awal untuk menulis lebih baik dan lebih banyak. 


Sahabat Khansa. Untuk sampai pada postingan kali ini bukan langkah mudah bagi saya. Tertatih, terseok bahkan memutuskan untuk mengakhiri pernah saya lakoni. Alhamdulillah, PJ Squad Blog dimana para penulis yang memutuskan berkarya di blog denga satu postingan satu hari amat sangat membantu saya.


Mereka memberikan solusi, mentransfer energi semangat dan sebuah iming-iming menggiurkan. Seperti saya yang hobi 'menaklukkan media dengan karya' mudah-mudahan tawaran yang singgah tersebut menjadi nyata.


Sahabat Khansa, pada postingan ini saya juga ingin memberikan sedikit pengalaman saya ketika menjalani swab tes pertama. Semoga yang terakhir dan pandemi ini segera berakhir. Aamiin.


Hari itu, Selasa di November. Saya mendapatkan kabar jika salah seorang rekan kerja hasil tes swab positif. Sebagai orang yang sama-sama bekerja di ruangan kecil itu, saya dan seluruh rekan lainnya yang berjumlah sekitar 10 orang itu harus pula memeriksakan diri melalui tes swab.


Tes dilakukan di sebuah ruangan besar. Lalu ada dua petugas di sana. Petugas pertama membuka pintu masuk dan bertindak sebagai asisten.


Petugas kedua mengambil sampel dari mulut. Saya diminta membuka masker lalu menyebutkan huruf A. Petugas memasukkan tong spatel menekan sedikit lidah lalu memasukkan alat kecil ke dalam kerongkongan. Saya agar terbatuk, mirip respons ingin muntah ketika benda itu menyentuh kerongkongan.


Selanjutnya, sebuat alat mirip cotton bud memasuki rongga hidung. Ketika petugas tanya sisi hidung mana, saya pilih kanan. Tanpa alasan spesial semisal hidung kiri sedang mampet. Saya hanya mengutamakan kanan sebagai hal yang baik.


Hasil test akan diumumkan sekitar tiga hari kemudian. Kami menanti dengan cemas. Saya bahkan mengundurkan diri dari sebuah peluang penulisan naskah. Saya khawatir tidak fokus sementara DL naskah tersebut cukup singkat.


Alhamdulillah, sabtu ini hasil tes keluar. Saya dinyatakan negatif. Seketika saya merasa bisa bernapas lebih lega.


Sahabat, selalu patuhi protokol kesehatan agar kita terlindungi dan melindungi orang lain. Mencegah lebih bail dari mengobati, bukan? (*)