Mangrove dan Bunga Seroja, Tidak Hanya Menjaga Lingkungan, Bisa Dimanfaatkan Sebagai Bahan Pangan
Pekan itu jadwal kajian dipercepat dari jadwal seharusnya sebab Coach sedang ada keperluan. Sepulang kajian, saya dan tiga orang teman saling pandang dan melempar senyuman. Saya sudah bisa membaca arah dari kode-kode itu. Yap! Karena waktu masih panjang menuju magrib, kami bisa pergi ke suatu tempat.
Setelah saling menyampaikan ide destinasi, kami memutuskan pergi ke hutan bakau. Salah seorang teman saya bilang, tempatnya cukup menarik dan waktu yang tersedia dirasa cukup.
Kami pun sepakat berangkat. Perjalanan ke hutan bakau cukup jauh juga ternyata. Kami sampai harus bertanya, sebab teman saya yang pernah ke sana malah lupa jalan. Hadeh!
Akhirnya, singkat cerita, sampai jualah kami di Wisata Alam Mangrove Desa Silo Baru. Kawasan mangrove ini ternyata cukup terkemuka di wilayah Asahan sebab di tempat yang saya kira sepi, malah telah ramai dikunjungi. Tidak perlu khawatir lapar dan dahaga karena di sana sudah ada solusinya.
Saat pertama kali ke hutan mangrove, pikiran saya berdasarkan pengetahuan sebelumnya, mangrove hanya sebagai bagian dari ekosistem lingkungan. Kaki yang dimiliki pohon bakau terlihat berkelindan, mencegah abrasi. Akar mangrove mampu menahan hempasan gelombang air laut agar tidak mengikis daratan pantai.
Pengetahuan itu akhirnya bertambah sebab pada 25 September kemarin kami, para blogger terpilih mengikuti webinar yang digelar oleh EBS (Eco Blogger Squad) x TAF (The Asia Foundation).
Bung Daniel Kbarek, membuka bahasan webinar bertajuk Inspirasi Ketahanan Pangan Berbasis Mangrove di Raja Ampat. Berdasarkan paparan beliau, saya terkesima bahwa mangrove memiliki lebih dari satu peran yang saya ketahui sebelumnya.
Akar mangrove menyediakan tempat berlindung dan pemijahan bagi berbagai spesies laut keseimbangan ekologi di wilayah perairan Papua.
Raja Ampat menyimpan varietas flora pesisir yang mendukung rantai makanan lokal secara berkelanjutan.
Rumah bagi biota endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.
Sampah/detritus dari guguran daun mangrove menjadi sumber energi utama dalam rantai makanan.
Penyaring sedimen dan polutan untuk menjaga kejernihan air.
Sumber Pangan dari Ekosistem Mangrove
Bagaimana mangrove dapat menjadi sumber pangan? Nah, Bung Daniel, selaku Program Officer TAF mengungkapkan bahwa mangrove dapat dijadikan sumber pangan, sebab:
Menjadi sumber hasil laut non-ikan (kepiting dan kerang). Protein hewani dapat meningkatkan ekonomi lokal dan keberlanjutan habitat.
Buah mangrove bisa dijadikan tepung, minuman tradisional, camilan lokal, dan madu. Tepung mangrove diproses menjadi aneka camilan dan makanan bergizi untuk dijual di pasar lokal.
Strategi Pengelolaan Berkelanjutan
Agar keberadaan mangrove tetap lestari, harus ada langkah upaya. Oleh sebab itu dibuatlah beberapa ketentuan.
Pemetaan partisipatif yang melibatkan masyarakat lokal dalam menentukan batas zona inti yang dilindungi ketat dan zona pemanfaatan terbatas untuk memastikan kelestarian ekosistem tetap terjaga.
Alokasi sumber daya dengan cara mengatur area khusus panen buah mangrove (aibon) dan biota laut agar kegiatan ekonomi tidak mengganggu fungsi ekologis hutan mangrove primer.
Penegakan aturan dengan cara menerapkan sanksi sosial atau administratif bagi pelanggar batas zonasi guna mencegah eksploitasi berlebihan di kawasan yang sedang dalam masa pemulihan.
Pengawasan Berbasis Masyarakat (Sasi)
Mengingat upaya keberlanjutan ini harus dilakukan bersama, di Papua ada pengawasan berbasis kearifan lokal yang disebut sasi. Partisipasi masyarakat adat ini terlihat dalam keterlibatan warga lokal dalam penyemaian dan penanaman sebagai bentuk penguatan kepemilikan aset lingkungan berkelanjutan.
Pembicara kedua adalah Kak Wawiyai Steve tentang Membangun Ketahanan Pangan Lokal Melalui Penguatan Kelompok Perempuan Dalam Pemanfaatan Mangrove di Kawasan Hutan Desa Kampung Friwen.
Lahir pada tahun 2018. Inisiasi ini terbangun sebagai dasar atas keresahan dan kegelisahan masyarakat adat di Kampung Friwen dan Kampung Yenbeser tentang hutan mangrove yang mengalami degradasi akibat adanya pengambilan kayu untuk kebutuhan bahan baku bangunan homestay dan resort.
Upaya Masyarakat Dalam Melakukan Restorasi Mangrove
- Pembibitan, persemaian dan penanaman di kawasan yang mengalami kerusakan
- Pengolahan produk mangrove sebagai pangan lokal dalam peningkatan ekonomi masyarakat
- Jasa lingkungan dan program adopsi mangrove bagi wisatawan
Di Raja Ampat, hutan bukan sekadar bentang alam yang menghijau di antara pulau-pulau. Bagi masyarakat kampung, hutan adalah ruang hidup, sumber penghidupan, sekaligus warisan yang harus dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya
Mangrove bukan hanya benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan menjadi habitat berbagai jenis biota. Bagi masyarakat di Raja Ampat, mangrove juga merupakan bagian penting dari ruang hidup dan sumber penghidupan. Namun, pemanfaatan mangrove perlu dilakukan secara bijak agar tidak mengancam keberlanjutannya.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah mendorong pemanfaatan hasil mangrove non-kayu menjadi produk bernilai ekonomi, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tetapi juga menjaga ekosistem mangrove.
Melalui dukungan TAF bersama PKPRA (Perkumpulan Kawan Pesisir Raja Ampat), masyarakat didorong untuk mengembangkan berbagai produk turunan mangrove dengan pendekatan yang berkelanjutan, berbasis pengetahuan lokal, serta memperhatikan keterlibatan perempuan dan anak muda
Bunga Seroja, Elok Dipandang Mata, Punya Fungsi Ganda
Saat mengikuti webinar, saya jadi teringat kepada tumbuhan lain yang juga punya fungsi ganda. Perkenalan saya dengan bunga seroja terjadi tanpa sengaja di suatu sore menjelang senja.
Btw, kata bunga seroja ini ternyata tidak asing dalam kehidupan masyarakat Melayu. Pantas saya merasa tidak asing ketika berselancar di halaman mesin pencari untuk menemukan informasi lebih banyak tentang bunga seroja.
Mari menyusun seroja bunga seroja
Hiasan sanggul remaja putri remaja
Rupa yang elok dimanja jangan dimanja
Pujalah ia oh saja sekedar saja
Nah, di atas adalah penggalan dari lagu Seroja. Salah satu lagu klasik Melayu/dangdut legendaris ciptaan Husain Bawafie. Jujur, saat menuliskan artikel ini saya langsung teringat kepada lagu tersebut sebab liriknya cukup akrab menemani masa kecil saya. Di kaset dan radio, lagu Seroja kerap bergema.
Saya mengetahui lagu Seroja jauh sebelum akhirnya saya mengenal bunga Seroja yang ternyata memiliki peran ganda. Seroja memiliki peran dalam ekosistem lingkungan, pun ternyata bagian dari tumbuhan yang berkerabat dekat dengan teratai itu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan.
Bunga Seroja, Tegak Indah di Permukaan Air
Bunga seroja (Nelumbo nucifera) atau yang juga dikenal dengan nama lotus, mudah dikenali dari bunganya yang tumbuh di atas permukaan air serta daunnya yang bulat lebar dengan permukaan berlapis lilin. Warna bunganya bervariasi seperti putih, kuning, atau merah muda.
Bunga yang berakar di dasar lumpur (seperti kolam, rawa, atau sungai) ini memiliki tangkai daun yang panjang, tegak, dan menyembul atau menjulang di atas permukaan air. Ia tumbuh tegak di atas permukaan air dengan diameter mencapai 20 cm.
Bunga Seroja dan Lingkungan
Di balik keindahannya, bunga seroja memiliki peran bagi lingkungan. Ia tidak sekadar hidup dan membuat mata sedap memandang saat mengarah ke kolam.
Habitat Satwa Air
Tangkai bunga seroja biasanya menjadi tempat persembunyian, perlindungan, serta menempelnya organisme air, seperti ikan kecil, serangga, dan alga epifit.
Sumber Makanan Alami
Bagian tumbuhan air ini juga mendukung rantai makanan bagi kehidupan di dalam air.
Estetika dan Penenang Lingkungan
Soal estetika, bunga seroja sudah tidak diragukan lagi. Kehadiran tanaman air ini di tempatnya hidup mampu menciptakan suasana alami yang tenang dan memperindah pemandangan.
Menjernihkan Air
Di samping itu, bunga seroja juga berfungsi menangkap dan menstabilkan sedimen di dasar perairan, sehingga bisa membantu menjaga kejernihan air.
Bunga Seroja dan Pemanfaatan sebagai Bahan Pangan
Rimpang (akar)
Rimpang (akar) bunga seroja mengandung karbohidrat dan pati, sehingga dapat diolah menjadi sayur, bahan sup, atau dimasak dalam hidangan tradisional Asia
Biji
Biji bunga seroja yang masih muda dapat dimakan langsung seperti kacang atau dihaluskan menjadi tepung untuk bahan makanan.
Daun
Daun muda bunga yang berasal dari India ini dapat diolah menjadi sayur, sementara daun lebarnya sering dipakai sebagai pembungkus makanan tradisional.
Batang dan Kelopak
Tidak hanya itu, bagian tangkai dan bunga seroja juga kerap dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan atau seduhan herbal.
Bangkok Climate Action Week 2026
Sesuai apa yang telah kita bahas sebelumnya, menyimak langkah Bung Daniel dan Kak Steve, ternyata solusi tidak hanya datang dari ruang-ruang diskusi. Banyak aksi nyata justru sudah tumbuh dari komunitas lokal.
Btw, 3 - 11 Oktober ini, Bangkok Climate Action Week 2026 hadir untuk membahas berbagai solusi menghadapi perubahan iklim. Tema utama yang diangkat dalam event yang digelar di Bangkok ini Rao Likit (New Economy, New Climate).
Perubahan iklim sudah dibahas dari komunitas lokal hingga kancah internasional sebab memang diperlukan banyak peran untuk bersatu padu lebih peduli kepada keberlanjutan generasi masa depan. (*)
#ecobloggersquad
#theasiafoundation
#TAFIndonesia
#merawatmimpi
#menumbuhkaninspirasi
@ecobloggersquad
@theasiafoundation
@kawanpesisirr4
















perubahan iklim itu menjadi ancaman nyata di depan, semoga semakin banyak masyarakat yang aware dan tentu dukungan pemerintah untuk menjaga alam layaknya seperti mangrove yang selain menjadi pelindung dapat juga menjadi sumber pangan
karena jaga hutan sama dengan menjaga pangan