Dear Myself Bertumbuh Meski Kerap Rapuh

Selasa, 02 Maret 2021

Bagaimana kabarmu hari ini? Masih senantiasa jadi pribadi yang haus akan ilmu? Atau sudah menyerah dan berhenti di sini saja? Ini sebuah surat cinta, untukmu, pribadiku yang terus dan terus mencoba bertumbuh walaupun sering kali rapuh.

Masih terus menulis?

Ya, sejak awal kau memutuskan untuk menulis dan tertarik pada dunia literasi, arah tujumu adalah kirim naskah ke media. Oh, ya, pandemi membuat banyak media cetak yang akhirnya memutuskan untuk pamit, lo. Masihkah nyala semangat menulismu berkobar?

Jangan risau wahai diri, masih ada media daring, masih ada banyak lomba. Hm, jangan lupa uang yang kau keluarkan untuk aneka kelas daring sana sini. Udah balik modal belum? Apa kabar aneka tugas dan outline yang meminta perhatianmu? Jangan lupa dengan DL ketat yang harus kau penuhi di tengah bulan ini. Kau stres sebenarnya, kan?

Kebiasaan menunda dan pengaturan waktumu yang buruk harus segera kau benahi diri. Kalau kau ingin terus bertumbuh di dunia literasi.


Lihat! Berapa banyak kabar gembira yang menyapa teman-temanmu. Ada yang dimuat di media, ada yang menang lomba, ada yang acc penerbit. Terus, apa selamanya kau hanya menjadi kelompok pengucap kata selamat. Tidak, tidaklah salah kau berada di barisan tepuk tangan riuh, tapi jujurlah, kau ingin jika tepukan itu pun tertuju padamu, bukan?

Yuk, berbenah! Kau capek kan dengan kejar-kejaran DL seperti ini? Bukan bukan terapi diri kalau begini. Kau malah stres. Oleh sebab itu, selesaikan segera. Hari ini, ya! Janji! Besok harus sudah kau mulai apa yang sudah kau janjikan. Jangan sampai menyesal!

Tentang lingkaran baru itu … kau hanya perlu terus mencoba. Selagi bisa ambil saja. Jika tidak mampu jangan paksakan. Bahagiamu kau yang tentukan.

Untuk Mama yang selalu mendoakanmu di siang dan malam, kau jangan abai untuk terus mengaminkan. Insya Allah segala harapan beliau kau wujudkan satu per satu. Semangat wahai diri. Bila jatuh ya bangkit lagi. Begitu terus menerus.

Berdoa dan berusaha. Walaupun berjuta kali menghampiri telinga bila tak kau lakukan sama saja sia-sia!

#13DaysBlogspediaChallenge dan #Blogspedia

Mengapa Harus Ngeblog? Menemukan Alasan Hingga Jatuh Hati Berkali-Kali


Ngeblog itu seru, lo! Ibaratnya, jika sudah jatuh hati maka sulit pindah ke lain hati. Nggak bermaksud berlebihan tapi memang ini kenyataan. Sahabat Khansa boleh tanya kepada para Sahabat Bloger yang telah malang-melintang di dunia perblogeran. Sehari hampa bila tak berinteraksi dengan rumah maya yang dibangun dengan sepenuh cinta.

Serunya ngeblog itu dimana, sih?


Bagi Sahabat yang dahulu berteman akrab dengan diary, menulis di blog adalah laksana mengulang memori. Kisah-kisah zaman baperan dan bucinan menjadi satu hal yang memenuhi keseharian.

Bedanya, menulis di diary dapat dikunci dan menjadi rahasia diri. Ya, tentu saja jika diarynya tidak dibobol orang yang penasaran dengan curahan hati. Menulis di blog punya sensasi tersendiri. Saat menuliskan kisah, kita juga harus mengantisipasi bahwa apa yang kita tulis bukan sekadar curcol tanpa makna. Kata demi kata yang tertoreh di blog akan menjadi konsumsi banyak pasang mata pembaca. Jangan hanya tapi buatlah bermakna!

Mengapa saya harus ngeblog?


Ketika kali pertama memutuskan untuk membangun sebuah rumah maya, tujuan saya hanya satu, yaitu mengabadikan karya agar tidak lenyap. Penilaian terhadap diri menunjukkan bahwa saya bukan seorang yang dapat mendokumentasikan sesuatu dengan baik. Padahal, saya menyadari bahwa jejak karya itu penting di suatu masa. Jika suatu ketika semangat berkarya meredup, masih ada kenangan yang bisa saya buka kembali.

Menemukan Alasan Hingga Jatuh Hati Berkali-Kali


Dari karya yang terpajang di rumah maya yang saya namakan Rekam Jejak Sang Pemimpi, Sahabat Khansa mulai menghubungi saya satu per satu, menanyakan tentang cara kirim ke media yang memuat karya saya tersebut. Maka, selain memajang, blog saya juga memberikan informasi tentang cara kirim ke media. Dari pada saya membalas satu per satu pesan mendingan dibuat postingan di blog, ya, kan? Hehehe, selain bermanfaat bagi yang bertanya, semoga bisa bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan.

Nah, itu adalah kisah awal saya memulai jejak langkah di dunia blog. Saat itu tentu saja saya memilih blog yang termudah cara pembuatannya. Dari bloger.com yang akhirnya memberikan alamat www.karuniasylvianysambas.blogspot.com

Di Mei 2020, blog gratisan saya mendapatkan kesempatan untuk menuliskan dua artikel yang masing-masing berjumlah 500-an kata. Dari dua artikel tersebut, saya mendapatkan fee sebesar seratus ribu rupiah. Saya pun jadi tertarik untuk mempercantik tampilan rumah maya. Selagi ada rezeki. Dari dan untuk blog, begitu niat saya. Dari hasil tanya sana sini, saya memutuskan untuk menghubungi Sahabat Hosting untuk membeli domain dan template premium. Alhamdulillah, pelayanan yang diberikan memberikan kepuasan pelanggan. Akhirnya, www.karuniasambas.com lahir pada Juni 2020.

Sampai kapan saya harus ngeblog?


Meskipun hingga sekarang saya masih terus berbenah blog di sana sini, saya tetap senang melakukannya. Berbeda dengan menulis di media yang selama ini saya geluti. Menjadi bloger tidak hanya bisa menulis yang baik, ternyata harus bisa mendesain, seperti membuat poster dan infografis. Tak sulit asalkan mau belajar. Di zaman teknologi semakin terdepan ini, asal mau belajar, peluang ada di mana-mana.

Apakah Sahabat Khansa tertarik ngeblog?

Ketika memutuskan untuk ngeblog, kita harus menemukan sesuatu yang membuat kita tertarik untuk menekuninya.

Pandemi yang masih belum usai memberikan banyak kesempatan untuk menebarkan kebaikan lewat bait-bait kata. Sahabat Khansa bisa melihat peluang ini. Tak menjadi soal bila memulai dari blog gratisan. Ketika memiliki rezeki dan sudah mengetahui peluang ngeblog yang lebih besar lagi, Sahabat bisa membeli domain. Saat ini banyak lomba blog, lo. Kebanyakan meminta persyaratan blog TLD (Top Level Domain). Meskipun begitu, masih ada lomba blog yang gratisan. Sahabat bisa mengikuti yang gratisan dulu. Jangan berhenti berjuang, ya. Saya juga dulu pakai gratisan, kok.

Sudah menemukan alasan mengapa harus ngeblog? Jika belum, teruslah mencari hingga menemukan. Apabila aktivitas ngeblog telah membuat jatuh hati, rasa kurang sehat karena begadang menyiapkan postingan terbaik blog bukan masalah lagi!

#13DaysBlogspediaChallenge dan #Blogspedia

Menulis adalah Laksana Terapi

Senin, 01 Maret 2021

Kutipan ini saya ciptakan sebagai branding rumah maya Rekam Jejak Sang Pemimpi. Blog yang saya bangun sejak lama dan baru menemukan kekuatan baru di pertengahan 2020. Blog yang mulanya hanya berisikan arsip karya kini telah menuju pembaharuan, yaitu berbagi informasi.

Kutipan menulis adalah laksana terapi adalah sebuah kekuatan bagi saya pribadi. Bagaimana saya bisa menjadikan menulis sebagai sarana penyembuh luka, penghilang lelah, pengalih kesibukan.



Sebagai seorang tenaga medis yang keseharian saya bekerja dalam lingkaran sif, menulis adalah suatu hal yang berat, kata teman saya. Namun, bagi saya, menulis adalah sarana terapi diri. Saya yang baru saja pulang ke rumah pukul 23.00 WIB, selalu menyempatkan diri untuk mengeja aksara dalam tuts-tuts keyboard. Meskipun kadang saya harus absen di beberapa waktu, tetapi saya tetap kembali.

Apakah yang saya tulis?

Ya, mungkin karena sejak awal saya menyasar media, maka saya selalu mencari informasi tentang cara kirim ke media. Saya yang sampai saat ini terbiasa menulis dalam jumlah kata singkat, menjadikan menulis di media sebagai salah satu pengganti menulis di status media sosial.

Rubrik apa saja yang bisa disasar dengan tulisan singkat?

Untuk saat ini ada rubrik TSS Harian Merapi dan SST Kedaulatan Rakyat.

Mengapa menulis adalah laksana terapi?

Saat menulis, saya seperti terbius oleh waktu dan deretan kata. Rasa pusing, lelah, bahkan kantuk bisa hilang seketika. Apalagi bila ada target yang harus saya capai segera.

Menulis adalah terapi diri. Dengan menulis ada rasa bahagia. Dengan menulis ada kesakitan yang lindap seketika. Silakan mencoba!

#13DaysBlogspediaChallenge

Kiat Berkomunitas Agar Semangat Naik Kelas dimuat di Ngodop edisi Februari 2021

Jumat, 26 Februari 2021


Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa


Alhamdulillah, berkomunitas memberikan banyak kesempatan di dunia literasi. Salah satunya adalah kesempatan untuk terus menorehkan prestasi literasi. Menjadi anggota Komunitas ODOP Batch 8 telah membuka peluang untuk mengisi rubrik kiat di website Ngodop. Terima kasih, ODOP. Kontribusi yang baik semoga bisa terus dilakukan.


Untuk mengetahui kiat berkomunitas agar semangat naik kelas, Sahabat bisa mampir ke sini, ya. 

Jadi CPNS 2021

Senin, 15 Februari 2021


Menjadi seorang abdi negara masih menjadi impian banyak orang di negeri ini. Bagaimana bisa bekerja lalu mendapatkan gaji, tunjangan kinerja, kesehatan, hingga hari tua. Setiap penerimaan seleksi CPNS dibuka, maka berbondong-bondong orang mendaftar. Tak peduli apakah lowongan tersebut ada di daerah terpencil sekalipun. Selama ada peluang, lowongan tersebut akan selalu dipenuhi kuota.

Sahabat Khansa, selama masih memenuhi syarat yang diajukan, kesempatan untuk berkompetisi selalu ada. Apalagi setelah kebijakan moratorium beberapa tahun yang lalu, kompetisi abdi negeri kian menjadi-jadi. So, peralatan perang sebelum uji mesti lebih canggih lagi!

Lulus CPNS 2021 merupakan impian yang tertunaikan. Mengikuti ujian seleksi CPNS sudah dilakoni sejak mendapatkan ijazah. Terikuti dua tes yang berakhir dengan kata ‘nyaris’. Pastinya karena kuasa Allah swt. yang belum berkenan memberikan rezeki itu. Namun, semangat untuk terus bertumbuh itu yang membuat saya selalu berani untuk bangkit.

“Harus punya uang dan koneksi!”

Itu kalimat sumbang yang sampai saat ini masih terus terngiang. Saya berterima kasih karena kalimat itu telah memberi saya kekuatan untuk tumbuh hingga sekarang.

Berkesempatan lulus di 2018, membuat saya ingin sekali membagikan tip lulus CPNS 2021 pada Sahabat Khansa. Tip ala saya yang semoga bisa berkontribusi terhadap kesuksesan Sahabat. Berikut ulasannya:

Tip dan Trik Lulus CPNS 2021


1. Buka Mata, Telinga dan Hati


Mengapa poin ini berada pada poin pertama? Tak lain dan tak bukan karena dengan membaca sekitar maka lulus CPNS 2021 adalah suatu kesempatan besar. Saat suara-suara merdu pembukaan seleksi CPNS telah tersiar, segera buka browser pencarian. Temukan kejelasan info tersebut dari sumber tepercaya. Pelajari persyaratan yang diajukan, lalu jika syarat tersebut sesuai dengan apa yang ada pada diri Sahabat, maka jangan ragu untuk terus mengikuti perkembangan informasi. Ikuti seluruh akun media sosial terkait seleksi. Mulai dari akun resmi pemerintah hingga akun penyedia layanan belajar.

2. Perkaya Belajar via Audio


Bila selama ini fokus teman-teman belajar pada buku, maka pada era serba digital ini, tak ada salahnya untuk mulai berteman baik dengan konten-konten berbasis audio. Misalnya, kanal YouTube yang membahas tentang tip dan trik lulus CPNS 2021.

Sedikit berbagi pengalaman, salah satu metode belajar yang tempo hari saya lakukan adalah dengan mendengarkan pembahasan soal-soal CPNS di kanal YouTube.

Keseharian saya sebagai salah seorang pengajar membuat waktu untuk belajar sangat terbatas. Ketika sampai di rumah, tenaga telah habis terkuras. Belajar dengan fokus pada buku tak lagi bisa menjadi prioritas. Akhirnya, timbul ide untuk mendengarkan pembahasan soal di video. Benar saja. Sebuah ide jempolers! Sembari beristirahat, saya bisa mendengarkan dan mengulang-ulang pembahasan soal yang diberikan oleh para konten kreator.

3. Pasang Strategi di Batas Akhir


Pada 2018, kesempatan untuk melihat jumlah pesaing terbuka. Calon peserta dapat melihat berapa jumlah pelamar di suatu formasi. Maka, pasang alarm kuat-kuat. Mendaftarlah di hari terakhir agar jumlah pelamar dalam formasi tersebut bisa terpantau. Jadi, kita bisa mengukur tingkat persaingan seperti apa yang akan dihadapi.

Seperti pada seleksi CPNS 2018 lalu, saya mendaftarkan diri di formasi D-III Kebidanan. Saya melihat daerah mana dengan jumlah formasi terbanyak di daerah sekitar. Setelah satu daerah terlacak, selanjutnya lihat lagi pembagian dari formasi tersebut. Di instansi mana jumlah pelamar tertinggi dan terendah. Keep yang terendah. Jangan lupa juga pertimbangkan apa yang menjadi alasan formasi tersebut sepi peminat. Kalau menurut Sahabat, alasan tersebut bisa ditoleransi, jangan ragu untuk mendaftar.

Meskipun demikian, karena kita mendaftar di hari akhir, pastikan seluruh kelengkapan data yang akan diunggah sudah selesai. Jangan karena fokus mengejar hari terakhir untuk melihat jumlah pesaing, data yang tidak lengkap malah berakibat fatal.



“Harus punya uang dan koneksi!”

Lantas, apakah kalimat tersebut jadi nyata? Tentu saja tidak! Percayalah bahwa pertolongan Allah swt. akan selalu bersama orang yang senantiasa berusaha sungguh-sungguh mencapai impian.

Nah, Sahabat Khansa, demikian tip dan trik saya dalam meraih kelulusan CPNS 2021. Tak lepas dari itu, tentu saja doa pada Yang Mahakuasa harus lebih dikencangkan. Dalam situasi pandemi Covid-19, jangan lengah untuk menjaga kesehatan. Meskipun ikhtiar telah terpatri, jika kondisi kesehatan pada saat ujian tidak prima, bisa-bisa semua persiapan jadi sia-sia, bukan? (*)