Kebangkitan Dunia Literasi di Era Digital

Minggu, 30 Mei 2021

Zaman sekarang, hampir semua orang memiliki gawai. Dari yang tipe sederhana sampai yang kompleks. Bersinggungan dengan dunia digital, membuat kemampuan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dan sumber dapat diakses berbagai pihak dari piranti komputer.

Melalui program literasi digital yang sudah diinisiasi sejak 2017, diharapkan akan terbentuk karakteristik pribadi sebagai berikut ini:
  1. Setiap Orang Punya Kompetensi Literasi Digital
  2. Setiap Orang Mampu Menjaga Data Dari Penyalahgunaan
  3. Setiap Orang Punya Kecakapan Digital
Kebangkitan dunia literasi di era digital bisa ditemukan dalam kemudahan akses literasi berbasis data. Berikut adalah beberapa kemudahan berliterasi melalui gencarnya digitalisasi.

Program Literasi Digital Nasional


Mengirim Naskah Lebih Cepat, Tinggal Klik Langsung Sampai


Saya masih ingat ketika di awal kepenulisan, mengirim naskah cerita anak ke sebuah media cetak di Yogyakarta. Kebijakan redaksi yang hanya menerima naskah melalui jalur pengiriman pos, membuat saya harus mengalami beberapa perdebatan pikiran sebelum memutuskan untuk mengirim naskah. Jarak terbentang antara Jawa dan Sumatera membuat keputusan untuk menunda pengiriman sering kali menjadi pilihan.

Beberapa bulan yang lalu, sebuah informasi yang dibagikan sobat literasi menjadi penyegar saat dahaga. Media tersebut telah membuka diri dengan membuka jalur pengiriman melalui surat elektronik (surel). Alhamdulillah, tak butuh waktu lama, tak perlu bergelut dengan pikiran, sekali klik, maka naskah telah sampai ke alamat surel redaksi.

Kelas Daring yang Berseliweran, Pilih Sesuai Kebutuhan


Waktu pertama kali ingin menulis buku bergambar (picture book) saya hanya bisa menduga tanpa aksi nyata. Seperti apa ya menulis buku dengan halaman yang cukup singkat ini? Saya baca sepintas di media sosial ada seorang penulis yang mengatakan menggunakan tabel berisi halaman, teks dan panduan ilustrasi. Namun dikarenakan saya merasa sungkan, informasi tersebut hanya berakhir di media sosial tersebut. Eksekusi tak pernah terjadi.

Dua tahun terakhir, tepatnya sejak pandemi, kelas daring tumbuh bak jamur di musim penghujan. Kelas daring apa yang tak ada kini. Malah kalau belum ada, kita dapat memberikan usulan. Beberapa hari kemudian e-flyer kelas daring tersebut pun tayang. Dengan melakukan pembayaran yang cukup terjangkau, selain mendapatkan ilmu, kita juga akan mendapatkan pelatihan. Hasil latihan tersebut kemudian diberikan masukan. Bahkan sampai diarahkan menuju meja redaksi penerbitan.

Website Literasi yang Mudah Diakses


Kebangkitan dunia literasi di era digital juga terlihat dari banyaknya website yang menerima karya. Website tersebut terang-terangan membuat menu tentang cara kirim karya. Beserta dengan kebijakan redaksi tentang pemberian honor penulis/kontributor.

Banyak Paltform Nulis, Wadah Literasi Tinggal Pilih


Platform digital berkembang pesat dengan segala syarat dan ketentuan yang ditetapkan. Penulis tinggal memilih sesuai keinginan. Bergabung lalu mengejar impian melalui karier literasi di platform.

Komunitas Literasi yang Hangat


Jika dahulu, cara kirim ke media merupakan informasi terbatas, maka kini keterbatasan tersebut telah enyah. Komunitas literasi yang berkembang di media sosial memungkinakan calon penulis bisa cepat belajar. Para penulis akan berbagi pengalaman tembus media, trik yang ia lakukan agar naskah cepat tayang hingga berbagi informasi soal cara pencairan honor tulisan.

Referensi Buku Digital yang Memudahkan


Sebut saja iPunas, Gramedia Digital, Let’s Read, dari aplikasi ini kita bisa mendapatkan bahan referensi secara gratis. Lebih memudahkan, ya, kan. Apalagi kondisi pandemi membuat kesempatan untuk menikmati semerbak harum buku di toko menjadi lebih sulit.

Kebangkitan dunia literasi di era digital telah menunjukkan jejak-jejak nyata. Perlahan namun pasti memberikan kemudahan. Begitupun karakteristik pribadi sebagaimana yang diharapkan dari program literasi digital nasional turut menjadi faktor kunci kesuksesan dari kemudahan tersebut.

Pelajaran Selama Pandemi, Meningkatkan Peduli di Segala Sisi

Jumat, 28 Mei 2021
Pandemi memberikan banyak pelajaran yang berarti bagi kehidupan saya. Pelajaran yang mungkin selama ini sudah didapatkan, tetapi kerap terabaikan dengan dalih ini, itu, sana, sini.

Kehidupan baru harus dijalani dengan keadaan fisik lebih banyak di rumah. Namun semangat harus tetap mengembara keluar rumah. Melalui layar virtual yang mendadak menjadi viral, keterbatasan seolah musnah. Kasih sayang yang selama ini terasa hambar juga kembali menghangat. Gara-gara pandemi, ada hal menakutkan. Jangan lupa untuk mengambil kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Apakah Pelajaran yang Didapat Selama Pandemi?


pandemi adalah

Peduli Kebersihan dan Kesehatan


Menjaga kebersihan dan kesehatan di masa pandemi ini menjadi prioritas. Pemerintah telah woro-woro dengan segala cara. Iklan di media massa dan media sosial gencar memberikan kampanye kreatif agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Namun, semua itu sia-sia saja jika kepedulian tidak menjadi hal yang diutamakan. Setelah menerapkan prokes dengan benar, menambah daya tahan tubuh dengan berolahraga, makan makanan sehat dan selalu berpikir positif juga tak boleh tersisihkan. Kolaborasi antara semua poin-poin tersebut akan membuat imunitas tubuh terjaga.

Peduli Keluarga, Kasih Sayang Makin Erat


Sadar atau tidak, sebelum pandemi kuota waktu lebih banyak bersama teman, entah dunia nyata atau dunia maya. Pandemi membuat keakraban itu sedikit memudar. Canda tawa dalam bentuk virtual saja. Temu dan nongrong di kafe hampir bisa dihitung dengan jari. Rasa waswas mengintai. Sebelum pergi, perlu menerapkan prokes yang terkadang buat lelah dan akhirnya memutuskan untuk di rumah saja. Itu lebih baik sebenarnya, sih. So, waktu bersama keluarga tercinta akan semakin banyak, kan. 

Peduli Tubuh, Penuhi Hak Istirahat


Jika sebelum pandemi saya terbiasa memforsir tenaga dengan mengerjakan sesuatu melebihi waktu, maka saat ini hal itu tidak lagi dilakukan. Misalnya, bergadang. Manajemen waktu yang kurang baik mulai dibenahi. Virus penyakit yang mengintai, membuat kepedulian terhadap kebutuhan istirahat meningkat. Dampak positif pandemi terhadap tubuh tentu saja menjadikan haknya terpenuhi

Peduli Piknik, Tak Harus Pelesiran


Jika selama ini piknik diartikan dengan pelesiran keluar daerah, mengendarai mobil berkapasitas sampai melebihi muatan, lalu menikmati suasana alam, maka saat pandemi semua itu akan menjadi kenangan indah yang semoga terulang kembali.

Piknik dapat dilakukan di rumah saja. Sejatinya piknik adalah suatu usaha membuat pikiran relaks. Maka, hal menyenangkan meski di rumah saja tentu bisa dilakukan. Memiliki hobi menulis, maka melakukan riset kecil-kecilan, menulis dan mengirim ke media atau memublikasikannya di blog akan menjadi suatu yang sederhana tetapi memiliki efek menyenangkan luar biasa. Memiliki hobi berkebun dan membuat kue juga sama. Intinya, apapun hobi yang dimiliki, lakukan dengan senang hati. Selanjutnya, aura gembira yang dirasakan akan membuat tubuh lebih sehat dan bugar.

Peduli Kehidupan Nanti


Kesibukan yang selama ini menjadi alasan tidak tepat waktu dalam beribadah, bisa disingkirkan saat ini. Kondisi lebih baik di rumah saja akan menutup alasan itu. Apalagi saat berita tentang para pahlawan yang berjuang merawat pasien dan banyak yang harus gugur. Empati dan simpati akan timbul pada kondisi ini. Ikut mendoakan yang terbaik bagi negeri ini akan menjadi pilihan.

Nah, Sahabat Khansa, beberapa pelajaran selama pandemi tersebut berhasil meningkatkan syukur dan menghindari kufur. Pandemi mengajarkan hal-hal yang selama ini terabai. Saat ada sebuah perjuangan di luar sana, akankah kita hanya berpangku tangan? Dengan menerapkan prokes dan senantiasa meningkatkan peduli, maka semua aspek yang terdampak akan mendapat manfaat yang sama. Bangkit dari pandemi adalah harapan besar itu.

Pengalaman Memaafkan Diri Sendiri

Rabu, 26 Mei 2021
Memaafkan adalah suatu hal yang memberikan pengalaman berkesan. Banyak kesalahan yang tercipta sebagai manusia yang lemah, tak luput dari khilaf dan alpa. Sulit meminta maaf berbanding dengan sulitnya memaafkan. Ada latar belakang yang membuat kesulitan itu tercipta.

Beragam masalah yang mengharuskan saya meminta maaf, salah satu yang berkesan adalah meminta maaf pada diri sendiri. Permohonan maaf yang saya tujukan karena kezaliman yang pernah saya lakukan.

Arti Memaafkan


Mengurangi Waktu Istirahat


Rutinitas bekerja dalam sif membuat jadwal istirahat menurun drastis. Tentu hal ini terkait konsekuensi yang saya ambil. Sebelum memutuskan untuk mengikuti ujian seleksi CPNS 2018, saya sudah mengetahui akan hal ini. Tetapi yang dipikirkan sebelumnya, ternyata lebih dari itu. Bekerja dalam sif membuat saya nyaris tak mengenal istirahat sesuai jadwal.

Kegiatan menulis dan mengirim karya ke media juga ‘menyita’ istirahat. Lucunya, saat mengantuk dan tidak memungkinkan untuk istirahat, saya justru membuka web canva dan mendesain sesuatu untuk mengusir kantuk.

Mata meminta haknya, tetapi tidak bisa saya kabulkan saat itu.

Bekerja dalam sif dan menulis adalah dua hal menjadi kesibukan saya hingga hari ini. Apakah saya menyesal? No, no! Kedua hal tersebut adalah sebuah konsekuensi. Berbeda dengan risiko, konsekuensi adalah hal yang terencana. Jadi, saya meminta maaf pada diri karena telah merampas sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya. Istirahat.

Menguras Tenaga dan Pikiran


Saat bekerja pasti tenaga terkuras dengan aktivitas. Baik pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan maupun administrasi, bekerja itu ya sama-sama membutuhkan fokus. Maka, saat pekerjaan sedang banyak-banyaknya, tenaga dan pikiran akan terforsir melebihi kebiasaan.

Berkurangnya Ibadah dengan Dalih Lelah


Dahulu, salat malam menjadi suatu kebiasaan. Entah karena aktivitas yang tidak terlalu padat, entah karena jarak kamar mandi dan kamar tidur yang dekat atau karena semangat ibadah yang tak kenal lelah. Sekarang, semua seolah harapan yang belum berujung jawaban. Ibadah malam jarang sudah dilakukan.


Bagaimana Cara Meminta Maaf Pada Diri Sendiri?


Manajemen waktu


Seseorang akan diuji di waktu luangnya. Bagaimana ia mampu memanajemen diri. Alhamdulillah, meskipun terasa tertatih, saya mulai bisa membagi antara tugas yang satu dengan yang lain. Membuat daftar tugas yang menjadi prioritas. Setelah selesai dari tugas yang satu lalu menuju tugas yang lain. Mencatat aktivitas tersebut membuat saya terhindar dari lupa.

Makan Makanan Bergizi Plus Suplemen


Alhamdulillah karena sudah bekerja, maka saya bisa menambah asupan nutrisi. Sepulang kerja, saya bisa singgah di market atau apotek untuk membeli kebutuhan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Piknik Diri


Membaca dan menulis adalah piknik diri yang mumpuni. Pandemi bukan penghalang untuk melakukan piknik. Bahkan, seperti tulisan saya sebelumnya, bahwa dengan mendesain sesutu pun bisa membuat kantuk menghilang. Intinya, hiburan sederhana apapun yang bisa membuat alam pikiran bersenang-senang adalah terapi dari kesibukan.

Bersyukur dengan Kesibukan


Sekalipun kita merasa lelah saat bekerja, saya harus menyadari bahwa lebih lelah lagi jika tidak bekerja. Secara materi tentu jauh berbeda dan secara manusiawi saya akan kehilangan apa yang disebut sebagai bermanfaat. Bekerja berarti memberikan manfaat bagi orang lain dan itu adalah sebaik-baiknya makhluk.

Ibadah adalah Prioritas


Poin yang tidak dapat diganggu gugat. Kesibukan apapun yang dilakonkan di dunia ini akan bermuara pada akhirat yang abadi. Dengan dalih kesibukan lalu tidak menempatkan ibadah sebagai hal yang diutamakan, tentu akan merugi.

Pengalaman memaafkan diri sendiri membuat saya jauh lebih menghargai setiap hela napas. Melakukan kewajiban dan memberikan hak akan menjauhkan diri dari kekufuran. Semangat berbenah dan bertumbuh, wahai diri. (*)

3 Jenis Pendidikan di Indonesia

Senin, 24 Mei 2021
Terdapat tiga jenis pendidikan di Indonesia, yaitu pendidikan formal, nonformal dan informal. Ketiga jenis pendidikan ini merupakan pendidikan yang berlangsung di Indonesia secara terstruktur dan tidak terstruktur.

Suatu pendidikan dikatakan terstruktur, apabila pendidikan tersebut berada di bawah naungan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

Saat ini sistem pendidikan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

cara belajar efektif

Pendidikan formal


Pendidikan formal adalah proses pendidikan yang berlangsung secara sistematis, dimulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Adapun prinsip pendidikan formal adalah sebagai berikut:
  1. Mempunyai kurikulum yang jelas.
  2. Mempunyai syarat tertentu bagi peserta didik.
  3. Terdapat materi pembelajaran yang bersifat akademis.
  4. Proses pendidikan berlangsung cukup lama.
  5. Tenaga pendidik harus memenuhi klasifikasi tertentu.
  6. Ijazah dan sebagainya memegang peranan penting bagi penerimaan siswa untuk menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Berikut merupakan satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal:
  1. Taman Kanak-kanak (TK)
  2. Raudatul Athfal (RA)
  3. Sekolah Dasar (SD)
  4. Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  5. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  6. Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  7. Sekolah Menengah Atas (SMA)
  8. Madrasah Aliyah (MA)
  9. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  10. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
  11. Perguruan tinggi
  12. Akademi
  13. Politeknik
  14. Sekolah Tinggi
  15. Institut
  16. Universitas

Pendidikan Nonformal


Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang dilakukan secara terorganisasi dan mandiri. Hasil pendidikan nonformal dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Jenis pendidikan nonformal sering ditemukan pada lingkungan sekitar dan banyak yang mengikutinya. Misal, ada seorang yang berusia remaja, tetapi tidak memiliki ijazah Sekolah Dasar. Oleh karena menginginkan ijazah SD, maka orang tersebut bisa mengikuti penyetaraan.

Adapun prinsip pendidikan nonformal adalah sebagai berikut:
  1. Fokus pada belajar sesuai kebutuhan dalam kehidupan peserta didik.
  2. Waktu penyelenggaraan berlangsung relatif singkat dan umumnya tidak berkesinambungan.
  3. Menggunakan kurikulum yang bersifat fleksibel.
  4. Menggunakan metode pembelajaran partisipatif, yaitu metode belajar dengan penekanan pada belajar mandiri.
  5. Tenaga pendidik berfungsi sebagai fasilitator
  6. Ijazah umumnya kurang memegang peranan penting, terutama bagi penerimaan siswa.

Berikut merupakan satuan pendidikan penyelenggara pendidikan nonformal:
  1. Kelompok bermain (KB)
  2. Taman penitipan anak (TPA)
  3. Lembaga kursus
  4. Sanggar
  5. Lembaga pelatihan
  6. Kelompok belajar
  7. Pusat kegiatan belajar masyarakat
  8. Majelis taklim
Kursus dan pelatihan diselenggarakan untuk masyarakat yang memerlukan tambahan pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Pendidikan Informal


Pendidikan informal adalah jenis pendidikan yang berlangsung sepanjang usia. Setiap orang akan mendapat nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari. Biasanya bermula dari keluarga, media massa, tempat bermain.

Adapun prinsip pendidikan informal adalah sebagai berikut:
  1. Tidak ada persyaratan khusus yang harus dilengkapi oleh peserta didik.
  2. Proses pendidikan umumnya dilakukan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.
  3. Tidak terdapat kurikulum yang harus dijalankan.
  4. Proses pendidikan berlangsung secara terus-menerus, dimana pun dan kapanpun.
  5. Orang tua berperan penting sebagai guru atau tenaga pendidik bagi peserta didik.
  6. Tidak memerlukan ijazah.
Ketiga jenis pendidikan ini diakui di Indonesia. Setelah mengikuti pendidikan formal, seseorang dapat menambah pengetahuan dan pendidikan dengan pengetahuan nonformal. Bisa jadi seseorang tidak mendapatkan pendidikan formal, tetapi bisa menambah pengetahuan dengan pendidikan nonformal yang tentu dapat mengasah kemampuan dan bakat yang dimiliki.

Selain itu, pendidikan informal merupakan jenis pendidikan yang tak kalah penting. Pendidikan yang bermula dari lingkungan keluarga akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Dengan pendidikan, pola pikir dan karakter akan terbentuk. Pendidikan yang baik akan berguna bagi generasi kini dan mendatang.

sumber:
https://www.kompasiana.com/bintangdewi/5fbe0cd4d541df7be5762ee2/perbedaan-3-jenis-pendidikan-yang-ada-di-indonesia
https://www.rpp-silabus.com/2015/08/jenis-jenis-pendidikan-di-indonesia_15.html

5 Alasan Membaca Buku yang Bakal Bikin Kamu Candu

Sabtu, 22 Mei 2021
Membaca buku dilakukan oleh banyak orang tentu didasari oleh latar belakang alasan membaca buku tersebut. Alasan-alasan tersebut akan membuat kegiatan membaca menjadi suatu hal seru yang bikin candu.

Membaca buku agar imbasnya mendapatkan apa yang diharapkan didorong oleh suatu rasa yang timbul dari pribadi, bukan suatu bentuk keterpaksaan. Jika seseorang membaca buku didasarkan oleh alasan yang tidak menyenangkan, maka apa yang didapatkan dari kegiatan membaca tidak akan maksimal. Bisa jadi, sekadar baca lalu beberapa detik kemudian terlupa tanpa menimbulkan kesan apapun. Sungguh sangat disayangkan, bukan?

Nah, apa saja alasan membaca buku sehingga daya serap pada sang gudang ilmu menjadi optimal?


Candu baca buku

1. Memperoleh pengetahuan baru


Jika ada buku yang sedang promo, maka saya akan langsung membaca spesifikasinya. Jika sesuai dengan apa yang saya butuhkan, maka tak akan butuh waktu lama untuk memutuskan membeli dan menyelami harta karun pengetahuan yang terkandung di dalamnya.

Memutuskan membaca buku bagi saya adalah kolaborasi antara judul yang tertera pada cover dan blurb yang terletak pada bagian belakang buku. Kolaborasi yang ciamik antara keduanya akan menggugah minat meraup pengetahuan baru yang ditawarkan.

2. Mempelajari buku


Bagi seseorang yang mendalami ilmu kepenulisan, belajar dari karya yang dihasilkan oleh penulis lain wajib hukumnya. Membaca buku tulisan orang lain akan membuat penulis mengetahui seperti apa minat penerbit terhadap terbitannya dan bagaimana kiat menemukan sesuatu yang baru dari buku yang telah diterbitkan oleh penerbit tersebut.

3. Meresensi buku


Meresensi buku adalah hal yang menyenangkan. Seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan baru plus apresiasi berupa barang atau uang dari hasil resensinya. Mengirim resensi ke media dan mendapatkan kabar pemuatan adalah suatu terapi diri. Laksana obat yang datang di saat yang tepat.

Meresensi buku adalah sarana mengikat ilmu dari buku yang telah dibaca. Mungkin banyak buku yang telah dibaca, tetapi jika buku tersebut hanya sampai pada kita, maka ilmu yang seharusnya bisa diketahui oleh orang lain, akan tersimpan, mengendap dan kurang bermanfaat.

4. Bersenang-senang


Mengisi waktu dengan membaca buku akan membuat otak menjadi relaks. Apalagi jika buku yang dibaca adalah berjenis buku hiburan yang tentunya berdampak sangat baik bagi kesehatan. Dengan membaca, ada saraf-saraf tegang yang mengalami peregangan. Dengan membaca buku suasana hati yang semula dalam keadaan terluka bisa pulih seketika.

5. Riset


Jika mendapatkan satu informasi dan ingin mengetahui kebenarannya, maka kita wajib membaca. Menggali informasi tentunya dari sumber tepercaya, ya. Karena hoaks bertebaran di mana-mana, maka membaca secara mendalam perlu dilakukan agar apa yang kita terima dapat diteruskan kepada orang lain secara bijak bukan malah menjadi agen hoaks.

Pekerjaan riset bukan hanya hal yang akan menghampiri para mahasiswa/i di masa akhir kuliah mereka, bukan pula milik para ilmuan. Riset yang menjadi alasan membaca buku bisa pula menjadi milik para penulis yang ingin membuat suatu tulisan. Tentunya tulisan yang dibuat diharapkan akan sampai pada pembaca. 

Nah, jika pembaca yang dituju malah mendapatkan pengetahuan baru yang salah, tentu hal ini akan mencoreng diri, bukan? Penulis minim riset akan membuat tulisan yang dihasilkan tidak membawa manfaat maksimal dan bisa jadi malah membuat salah kaprah.

Buku adalah gudang ilmu. Dengan membaca buku maka banyak harta yang akan ditemukan. Beragam alasan yang mendorong seseorang untuk mulai mencari, menemukan dan akhirnya menyelami halaman demi halaman buku. Nah, bagaimana dengan Sahabat Khansa? Apa alasanmu membaca buku? 

Sambut Lebaran 2021, Ini Sumber Pemasukan CPNS/PNS Bidan Terampil

Rabu, 12 Mei 2021

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Halo, apakah Sahabat Khansa yang sedang menyandang predikat Bidan Terampil CPNS 2019 saat ini? Saya ucapkan selamat, ya.

Nah, mungkin ada Sahabat yang masih belum mengetahui, kira-kira sumber pemasukan kita untuk memenuhi kebutuhan lebaran ini apa saja, ya?

Berikut saya bagikan pengalaman yang semoga dapat mencerahkan.

Pada lebaran 2020, saya menyandang predikat CPNS, maka jelang lebaran saya dan kawan-kawan seangkatan mendapatkan gaji pokok seperti yang berlaku pada CPNS + THR yang merupakan gaji pokok full (tanpa potongan) + jasa jaga malam

Alhamdulillah pada lebaran 2021, CPNS telah menjadi PNS, maka sumber pemasukan yang didapat gaji pokok + THR + jasa jaga malam + jasa BPJS + tunjangan kinerja

Besaran totalnya pasti bervariasi antar pribadi, ya.

Sahabat Khansa sudah terima semua pemasukannya lebarannya belum?

Selamat Idulfitri 1442 H, ya. Mohon maaf lahir dan batin.

Serunya Belajar Site Audit Blog Bareng Coach Irwin

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Ini adalah blogpost terakhir di Ramadan 1442 H. Insya Allah besok sudah 1 Syawal 1442 H. 😥 Semoga kelak kita bertemu kembali dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini. Tentunya dengan target-target yang terpenuhi lebih banyak lagi.

Ramadan kali ini saya berkesempatan ikutan belajar di WAG Site Audit Blog bareng Coach Irwin.


Minggu, 11 April 2021 sebuah email konfirmasi dari Coach Irwin masuk. Beliau meminta kiriman nama, link Blog, DA, dan DR. Apakah saya terpilih untuk mengikuti site audit, pikir saya.

Ya, beberapa hari sebelumnya ada informasi tentang kegiatan site audit di Ramadan. Saya maju mundur ingin mengikuti karena khawatir tidak dapat mengikuti kelas dengan baik dan pada akhirnya malah kena ‘kick’

Namun, setelah konsultasi dengan Mba Ji, saya mantap mengisi google form dan alhamdulillah terpilih.

Yeay!

Di hari pertama kelas saya ada jadwal dinas, so tidak bisa mengikuti kelas secara maksimal. Hingga dapat mention kalau saya belum meng-crawl site. Saya minta izin mengerjakan agak lambat dan alhamdulillah Coach menerima.

Ketika hasil crawl yang saya terima setelah sekitar 2 hari menunggu, hasilnya menakjubkan! Ternyata ‘banyak penyakit’ yang diderita Rekam Jejak Sang Pemimpi.

Benar kalo mencegah lebih baik daripada mengobati. Asyiknya, kalo mencegah bibit penyakit bersarang di blog. Baru kemudian isi blog sesuai dengan alur yang benar. Nah, kejadian di blog saya. Postingan udah dari tahun 2013, memiliki delapan ribuan isu! Subhanallah. Target dalam kelas adalah menurunkan isu 50% sampai akhir kelas (jelang Idulfitri).

Ketika saya baca pengalaman teman-teman yang sudah memperbaiki penyakit blog-nya, ternyata satu per satu link harus dibenahi. Waduh! Saya hampir insecure. Dua hari saya men-scroll setiap arahan Coach Irwin pada masalah teman-teman yang sama dengan masalah saya. Lalu saya terapkan arahan tersebut pada blog saya. Sembari memperbaiki beberapa hal yang sudah tidak update di blog.

Dua hari yang menguras tenaga tersebut ternyata tak cukup. Masih banyak link yang belum dibenahi. Akhirnya, saya pasrah saja kalo tidak bisa ikut tahapan belajar selanjutnya.

Masya Allah! Waktu Coach Irwin memberikan capture hasil crawl. Isu yang 8 ribuan turun menyentuh angka 4 ratusan! Jauh melampaui target. Feeling saya, beberapa edit html yang saya lakukan sesuai arahan mempunyai pengaruh yang besar. Jadi, 4 ratusan penyakit yang tersisa itu yang harus saya benahi satu per satu.


Alhamdulillah! Semoga hasih crawl selanjutnya lebih menggembirakan sehingga bisa ikutan tahapan audit selanjutnya. Aamiin.

Ohya, buat Sahabat Khansa yang mau inspeksi penyakit di blognya, bisa banget, lo! Site audit ini bisa buat blog makin sehat. Kalo kesehatan blog terjaga, orang akan senang berkenalan, semoga berujung cuan. Eh!

Langkah-Langkah Site Audit


Ketik moz.com di laman pencarian. Kemudian lihat di pojok kanan atas menu Log in


Pada menu Log in, isi kotak isian email dan password


Pada menu home, pilih On-Demand Crawl


Pada menu moz pro, ketikkan alamat blog pada Find and report site issues. Fast, kemudian klik Analyze


Cek secara berkala proses crawl

Ketika hasil crawl telah  diketahui, maka jumlah penyakit blog akan segera terlihat. Klik View report for www.karuniasambas.com untuk melihat detail-nya.

Scroll ke bawah untuk mengetahui link artikel blog yang terpengaruh masalah. Lalu scroll lagi untuk mengetahui rekomendasi moz tentang cara memperbaiki masalah tersebut. 

Seru, ya. Belajar hal baru, bingung, lalu tanya-tanya di grup kalau sudah nggak bisa mencari solusi. WAG yang penuh semangat, nih. Ketakutan akan kata 'kick' telah terlalui. Beberapa PR harus dibenahi biar pas crawl kali ketiga lebih oke lagi hasilnya.

Sahabat Khansa, sudah pernah site audit blog belum? Siapa tahu kesehatan blog Sahabat sedikit terganggu. Check up dini biar nggak banyak PR nanti! 

Seo Moms Community, Serunya Ngeblog Bareng Ibu-Ibu

Sabtu, 08 Mei 2021

Seo Moms Community, Ibu Ngeblog Seru. Menjadi seorang bloger bukan impian sejak dahulu. 

Ribet! Mana mungkin bisa menulis, membuat desain, plus memahami kode html dan kawan-kawannya itu!

Pemikiran jelek seperti itu lantas berbalik 360 derajat ketika pada 27 Agustus 2020 sebuah postingan dari Seo Moms Community berkali-kali menampakkan diri di timeline facebook.

Hati menjadi tergerak untuk mengisi sebuah pranala pendaftaran. Keinginan untuk mendaftar lebih pada sekadar ‘mencoba’ karena menyadari bahwa aktivitas ngeblog selama ini hanya sekadar merekam jejak karya yang tayang di media dan membagikan info terkait pengiriman naskah.

Mana mungkin terpilih menjadi murid di kelas ini! Saya yang nol besar pengetahuan tentang perblogeran yang tiap minggu senangnya otak-atik template aja. Bisakah menimba ilmu di wahananya para mastah dan mbatah?


Ternyata, tak ada yang tak mungkin.

Siang itu, 1 September 2020, sebuah subjek email membuat saya hampir tak percaya “Selamat bergabung di kelas seo moms basic” berisikan sebuah informasi:

Terima kasih atas partisipasinya telah melakukan pendaftaran untuk kelas seo moms basic, pada kelas ini kita akan belajar bersama-sama tentang seo dan seluk beluknya, tidak ada mastah, tidak ada master kita semua sama mengosongkan gelas untuk duduk bersama dalam belajar

Penyambutan yang luar biasa. Saya yang sempat insecure, merasakan aroma kekeluargaan di dalam informasi email ini.

Lantas saya beralih ke timeline facebook Seo Moms Community.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada rekan-rekan blogger, dari 84 yang mendaftar, kami memilih 32 peserta dan berikut adalah bagian terakhir yang lolos masuk kelas seo moms basic

Info yang lagi-lagi mengejutkan. Saya terpilih pada nomor urut 29 dari 84 pendaftar!


Perjalanan ngeblog saya dimulai. Benar-benar tertatih membaca, memahami dan mempraktikkan apa yang diajarkan oleh mentor. Oh, ya, mentor di kelas adalah Mas M. Sahlan atau yang akrab disapa Kak Qbenk. Beliau berasal dari Kalimantan Barat.

Melalui pembukaan yang Kak Qbenk sampaikan, ternyata komunitas seo perempuan ini dibangun sebagai wujud cinta pada Ibunda yang telah berpulang. Kak Qbenk memberikan waktunya untuk mengisi kekosongan ilmu pada para bloger perempuan Indonesia. Ilmu yang beliau sampaikan menjadi amal jariah bagi ibunda. Aamiin.

Di kelas seo ini, saya benar-benar menemukan keluarga. Saat ada bagian dari materi yang membuat jiwa bingung saya muncul, teman-teman sekelas membantu memberikan solusi. Saya merasa ‘anak bawang’ karena blog teman-teman saya sangat terawat. Banyak pula yang wara-wiri menjadi jawara lomba.

Oh, ya, dalam penyampaian materi, Kak Qbenk didampingi oleh Mba Sari Widiarti. Jujur, ketegasan Mba Sari membuat semangat saya menggebu. Bagaimana tidak, Mba Sari tak akan tinggal diam jika murid kelas hanya ‘diam’. Diam tak mengerjakan tugas, diam tak memberikan respons saat ada informasi dan diam saat ada pengumuman bahwa akan ada proses ‘kick’ jika target belum tercapai.

Materi disampaikan Kak Qbenk secara gamblang. Para murid menerapkan ke blog masing-masing. Melalui kelas seo, para anggota mendapatkan pengetahuan baru tentang per-seo-an. Teman-teman yang serius telah membuktikan hal ini. Blog-blog kesayangan yang terawat akhirnya memenangi lomba blog seo! Para bloger wanita kian menancapkan taring, bersisian dengan para master lomba blog seo pria. Wanita emang serba bisa, ya. Hidupin lampu sein kanan dan malah belok kiri aja bisa! Eh!

Sahabat Khansa yang tertarik belajar tentang SEO, semoga ada rekrutmen berikutnya, ya! Kepoin info tentang kelas seo seru bin keren ini di website Seo Moms Community

Sebagai warga Sumatera Utara, saat ini saya tergabung dalam SEO MOMS SUMATERA yang dikoordinatori oleh Kak Arda Sitepu, bloger yang telah lama malang melintang di dunia perblogeran dan kerap menjadi jawara lomba blog.

Saya yang tertatih belajar ngeblog, perlahan mulai mencerna ilmu yang telah dipelajari. Penerapan materi pembelajaran seo moms basic yang perlahan membuat job datang ke Rekam Jejak Sang Pemimpi. Ya terbukti. Blog yang terawat akan meningkatkan minat pengunjung untuk mampir dan berlama-lama menjelajahi informasi di dalamnya. Semangat belajar ngeblog bersama Seo Moms Community!