Blessful August by indahnuria.com

Senin, 31 Agustus 2015

Berkah : Bersyukur, Maka Bertambah


Yuk, kenalan dulu dengan si Berkah. Menurut KBBI, berkah adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia; berkat. Lalu, berkah terindah seperti apa yang pernah saya dapat?

Jreng ... jreng ...
 
Dimulai sejak awal tahun ini saya, ya. Lulus dengan sukses dari PTN adalah berkah terindah di awal tahun 2015. Gelar Sarjana Sains Terapan berhasil disandang. Kuliah dalam jangka waktu sesingkat mungkin kudu berpacu dengan setumpuk (baca : segunung) tugas, kan? Humph! Kalo nggak kuat-kuat banget bisa ambruk nih badan. Ke sana ke mari membawa alamat jreng ... jreng mencari dosen buat konsul, ngelarin tugas harian, KTI, dan bertumpuk-tumpuk tugas yang lain. Akhirnya, toga berhasil dipakai di hari istimewa. Bareng sama teman seangkatan. Duh, semua lelah langsung lenyap rasanya.

Berkah lanjutan ...
 
Cerita berkahnya flasback, ya ^_^
 
Tanggal 10 Agustus 2015 adalah hari pertama saya ikutan kelas menulis cerita anak online, Merah Jambu Anak 5. Kelas ini diasuh oleh Bunda Nurhayati Pujiastuti. Keinginan ikutan kelas sudah lama sekali. Sudah sejak woro-woro kelas online disuarakan. Dari mulai gratis hingga berbayar. Sewaktu masih gratis, saya belum beruntung. Sudah memenuhi persyaratan, tapi nggak lolos seleksi. Hiks! Gagal ikutan. T_T Kemudian kelas berbayar diadakan. Sayangnya, saya belum punya penghasilan. Minta orang tua buat ngebiayain? Ih! Kayaknya kurang etis, ya. Mama dan Papa pasti punya pos-pos pengeluaran lain daripada sekadar membiayai kelas online saya, kan?


Lama, sibuk cari cara supaya bisa ikut kelas. Dapat penghasilan tujuan utama. Kirim tulisan ke media lokal dan nasional. Ke lokal, alhamdulillah berbuah manis. Ada beberapa yang berhasil tayang. Berubah dari sekadar tulisan di hitam putih microsoft word menjadi cantik dan diberi ilustrasi kece. ^^ Kan lokal, ya, honornya agak-agak gimana gitu. Maklumin aja. Harus diambil sendiri ke kantor redaksi. Jarak ke kantor redaksi lumayan, bo. Lima jam perjalanan belum naik angkotnya. Jalan satu-satunya, ya, minta tolong teman. Namanya minta tolong, ya, bo tau diri lah, ya. Kasi uang capek bin uang jalan gitu :D Yah, honornya berkurang, dong! Tenang, rezeki mah udah diatur Allah SWT!

Lanjut, dapatlah segitu-gitunya. Ah, belum nyampe buat ikutan kelas. Usahanya lanjut, dong. Dalam berusaha kudu berdoa juga. Ora et labora! Akhirnya, Allah SWT menunjukkan kuasa. Jelang magrib suatu ketika, saya sempetin lihat smartphone, eh ada bbm dari salah seorang teman SMA. Katanya, dia mau ke luar kota. Dan mau nggak mau harus ninggalin anak didiknya.

“Mau ngajar les private anak SMP, Ukh?” tanyanya via bbm.

Sempat berpikir agak lama sebelum menjawab ya/tidak. Karena kan sudah sekitar tujuh tahun yang lalu saya pegang buku sekolahan :D Setelah diskusi dengan diri sendiri, tanya Mama, dan saudara sebangsa setanah air, keputusan Iyes didapat. Mulailah saya yang lulusan akademi kebidanan menjelma pengajar gadungan. Fiuh! Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Si adek yang belajar cepat nangkep cuap-cuap saya. Semoga bermanfaat, ya, Dek.

Gaji pertama? Oh! Alhamdulillah. Awalnya sempat H2C. Minimal setengah juta! #ngarep. Dapetnya mendekati setengah juta! Kalo mimpi harus tinggi. Kalaupun harus jatuh (baca : nggak tercapai) kan dekat juga dengan yang diimpiin :D Tiga bulan berlalu. Alhamdulillah nggak buat malu! Bulan Agustus 2015 ini, horeee ... saya bisa ikut kelas!
 
Ini sudah memasuki minggu keempat. Alhamdulillah, lima cerpen anak sudah berhasil saya selesaikan di kelas. Ada kepuasan, tentu saja. Dulu-dulunya seringkali tulisan saya hanya selesai sebagai draft. Kini, sudah maksimal bin optimal. Beberapa rahasia kirim tulisan sudah saya dapat. Mau tahu? Sini tah saya bisikin! :D Tinggal kirim dan berdoa yang kenceng!

Lanjut ...

Berkah tulisan humor yang bermunculan di media! Jujur, saya rasa saya kurang humoris. Terutama dalam nulis. Kalo ngomong, ya, kadang seleboran juga. Kalo udah akrab sih. Klo belum kenal? Ya, bakal dicap pendiam kelas kakap! :D

Pertama, dimuat di Harian Analisa Medan. Setelah sembilan bulan ibu mengandung. Eh. kok malah nyanyi? Ya, sembilan bulan di e-mail redaksi maksudnya. ^^ Humor saya akhirnya tayang. Bisa dibaca di sini

Kedua, hari ini, tepat tanggal 31 Agustus 2015, saat hape yang tadinya mati dihidupin, ada bunyi triiing. Sebuah e-mail masuk dari Mbak Ratri. Sempat deg-degan buka e-mail ini sampai akhirnya ... Taraa .....

Dear Ibu Karunia Sylviany Sambas,
Selamat! bahwa tulisan humor Ibu yang berjudul Teman Les Private telah masuk Reader's Digest Indonesia edisi September 2015

Ketahuan banget ya jarang dikirimin e-mail. Hahaha. Akhirnya saya bisa nyusul jejak manteman yang keren! Trims banyak-banyak buat contekan tips en trik kepenulisan di blog. Karena itu, saya senang ngeblog dan tayangin karya yang berhasil dimuat di media. Terselip harapan agar yang baca juga memperoleh manfaat. Dari kita kembali ke kita gitu loh! ^^

Agustus ini juga sukses memecah rekor terbanyak versi saya kirim ke media. Semoga bisa panen melimpah ruah di bulan-bulan mendatang. Aamiin.

Ohya, syukur selanjutnya adalah email masuk hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun adik saya, Muhammad Azizi Mursali Sambas, yang ke 19 tahun. Dan ia baru masuk kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di antara kita, kau yang pertama jejakkan kaki di sana. Ah, kok mendadak mellow? :D

Lagi ... lagi dan tak akan pernah henti. Bukankan di QS. Ar Rahman wujud kesyukuran itu berkali-kali ditanyakan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Senantiasa berusaha dan berdoa. Karena mimpi itu buat si pemimpi. Dan nyata itu buat si pemimpi yang berani beraksi! ^^

Insya Allah berkah di Agustus 2015 ini akan terus berlanjut. Untuk kamu juga. Kamu? Iya, kamu yang baca :D Bersyukur, maka bertambah! Insya Allah.



Giveaway #SenyumSangBidadari

Kamis, 27 Agustus 2015

~> SINOPSIS KUMCER SENYUM SANG BIDADARI


Kehidupan geng dan mafia di Rusia memang berbahaya. Stefan terpaksa menjadi anggota baru geng Orekhovskaya Bratva karena tanpa sengaja ia menabrak kekasih Vladimir. Kemudian ia mendapat tugas untuk menyelundupkan narkoba ilegal untuk menebus kesalahannya itu. KEKUATAN HATI oleh DINI ISTIQOMAH.

"Lepaskan saya. Kamu bukan mahram saya. Dan saya bukan teroris!" Wanita berjubah dan bercadar hitam itu berteriak kencang saat pihak keamanan menggiringnya, di depan pintu kafe telah ada seorang lelaki berkopiah dengan jenggot panjang dan celana cingkrang yang juga telah diamankan. DENTING SESAL oleh ANGGARANI AHLIAH CITRA.

Bisakah kau bayangkan bagaimana perjuangan menghafal sebagai ibu rumah tangga? Mengumpulkan ayat demi ayat di sela-sela kewajiban sebagai istri dan ibu. Ketika memasak, menyuci, menyusui, menjaga anak-anak, di keheningan malam, di perjalanan, bahkan kadang ia lantunkan dalam hati kala tubuh ambruk di atas ranjang. Kapan pun, jika ada kesempatan, ia manfaatkan untuk menghafal dan mengulang. Kerja keras dan mengabaikan lelah. KEPINGAN-KEPINGAN LUKA oleh UMMU EL NURIEN.

Quote terbaik saya tentang bidadari:
Bukan dia yang paling sempurna
Intan pualam tak tertandingi
Dengan menebar senyum memikat
Ah, bukan! Bukan seperti itu!
Dikau cantik dari hatimu
Aurat tak terlihat oleh yang tak berhak
Rihlahmu adalah hijrah panjang menuju cahya
Inilah dirimu; sang Bidadari yang sesungguhnya
“Karenamu ... bidadari surga pun cemburu”

I want to read this book because:
Saya penasaran denganmu! Eh? Dengan buku ini, maksudnya :D #skip Menurut saya genre ini cukup unik. Hal keromantisan dipadu-padankan dengan keagamaan. Sungguh, kisah yang layak mendapatkan perhatian. Dengan sinopsis yang memikat, saya rasa ini pilihan tepat! Diterbitkan oleh Penerbit LovRinz yang telah dipercaya menerbitkan buku-buku berkualitas. Hal ini menambah keinginan saya untuk membaca dan belajar lebih banyak lagi. Saya berniat meresensi buku #SenyumSang Bidadari dan mengirimkannya ke media. Tak lain terselip tujuan agar buku ini dapat menebar manfaat lebih banyak lagi! Semoga!


Asahan, 26 Agustus 2015

Terima kasih

Wassalamu'alaikum wr wb


Ikutan ya ^_^

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway #SenyumSangBidadari yang diselenggarakan oleh www.id-elra.com

Nusantara Bertutur September 2015

Sabtu, 15 Agustus 2015
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa. 

Tema #GerakanSumbangDongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi September 2015 sudah di-publish, lho. ;)

Yuk, kita simak, tulis, dan ... kiriimm ^_^



Humor di Analisa Medan

Rabu, 12 Agustus 2015

Humor dimuat di Harian Analisa Medan edisi Minggu, 09 Agustus 2015

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Kali ini judulnya agak fenomenal, ya :D
Apa itu? Let's cek it!


NGE-HUMOR DAPAT HONOR???


Mau dong, ya? Siapa yang nolak? Hehehe.
Nah, buat Sahabat Khansa yang jago nge-humor, ayo ayo jangan simpan cerita lucunya sendiri dong. Berbagi itu indah. Lihat si ijo lebih indah, kan? #lebay :D

Rubrik Taman Remaja Pelajar yang setia menyapa di setiap hari Minggu adalah salah satu wadah buat nge-humor dapat honor ^_^

Caranya, tuliskan humor Sahabat Khansa. Singkat aja tapi efek humornya diramu selucu-lucunya kamu, ya! :D Lalu, kirim humor kamu itu via e-mail ke alamat : online@analisadaily.com

Alhamdulillah. Ini humor saya yang berhasil dimuat di Harian Analisa Medan edisi Minggu, 09 Agustus 2015. Dikirim tanggal 13 November 2014 dimuat 09 Agustus 2015 : D Masa antrinya persis 9 bulan Ibunda mengandung, ya.

Kalo menurut kamu "Kurang lucu nih. Kok dimuat sih?"
Kan humornya selucu-lucunya saya. Nggak apa-apa dong, ya. Hehehe. #pembelaandiri

FUN TO GET FUND??? LET'S GO!

Harian Analisa Medan edisi Minggu, 09 Agustus 2015

Aku, Sang Pengkhianat di Radar Sampit

Selasa, 11 Agustus 2015

Resensi Buku Aku, Sang Pengkhianat terbitan AE Publishing dimuat di Harian Radar Sampit edisi Minggu, 09 Agustus 2015

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Maaf, agak lama nggak corat-coret di sini. Hari ini saya kembali dengan entri keren.

Kabar gembira lagi! Kabar ini datang dari Kotawaringin ^_^

Buku ini saya dapatkan dari hasil nge-kuis dengan Mbak Anisa dan AE Publishing dalam rangka GA Like Fans Page Anisa AE 

Alhamdulillah ;)

Begitu sampai langsung baca dan resensi, tapi kurang cepat tayang. Mohon maaf, ya, Mbak Anisa :)

Selamat membaca, Sahabat Khansa.
Baca, buka cakrawala!
Mari membaca! ^_^

Kumpulan Kisah Pengkhianatan


DATA BUKU
Judul : Aku, Sang Pengkhianat
Penulis : Auwthar Andrean, Rela D’JavaBeauty, dan ECA Lovers
Editing : Nury
Penerbit : AE Publishing
Cetakan : I, Mei 2014
Tebal : vi + 124 halaman
ISBN : 978-602-7748-97-2

Penghianatan akan selalu menimbulkan bara dan luka di hati yang dihianati. Seseorang yang telah dipercaya ternyata tega melakukan tipu daya. Perbuatan yang dilakukan sang pengkhianat bertentangan dengan janji yang telah diikrarkan. Ibarat menusuk dari belakang! Bermuka dua!

Buku ini memuat 33 cerpen dari 33 penulis yang berkisah tentang pengkhianatan, baik kisah nyata maupun fiksi yang ditulis dengan bahasa ringan, khas masing-masing penulis. Bagaimana kisah seseorang yang mengkhianati maupun dikhianati.

Kisah-kisah yang termuat dalam buku ini merupakan kisah pilihan dari event pengkhianatan di grup kepenulisan Antologi Es Campur (ECA).

Kisah pertama dituturkan oleh Noor Salamah. Tentang seorang gadis bernama Mila yang telah dikhianati seseorang yang diyakini dapat menjadi imam yang baik baginya. Sang Mama menentang hubungan putrinya. Beliau sudah memiliki calon pilihan.

Ketahuilah Mila, sebaik-baiknya standar pengukuran baik-buruk seseorang adalah agama. Dimulai dari seberapa rajin dan taat ia salat! Pikirkanlah juga Mila, di dekatmu ada seseorang pria yang juga menyukaimu! Mama tau betul tentang dia dan bobot, bibit, bebetnya! Mama harap kamu tidak serta merta mengabaikannya. Ia adalah calon imam dan juga mantu yang baik. Jangan terlalu gegabah memutuskan hal ini!” (halaman 3).

Namun Mila tetap bersikeras dengan pilihan hatinya. Akhirnya, Mila harus menelan pil pahit. Kepercayaan Mila dibalas dengan pengkhianatan. Mas Agung, lelaki pilihan Mila, malah berduaan dengan wanita lain saat Mila mengharapkan kehadirannya di rumah untuk menemui Mama.

Kisah selanjutnya ditulis oleh Ning Sehati. Judul cerpen mahasiswi Universitas Terbuka Indonesia ini juga digunakan sebagai judul kumpulan cerpen Aku, Sang Pengkhianat. Cerpen ini mengisahkan tentang pengkhianatan yang berbuah indah. Ternyata hikmah dapat pula dipetik dari sesuatu yang menyakitkan. Ra menjalin kasih dengan Kinanti. Hubungan ini jelas terlarang karena mereka berdua adalah kaum hawa. Hidayah itu datang pada Ra saat ia merawat majikannya yang jatuh sakit. Lewat senandung Surah Yasin yang dibacakan Ra untuk sang majikan, Ra menemukan cinta sejatinya. Ya, cintanya pada Sang Maha Cinta, Allah SWT. Ra berkhianat dan memilih taat.

Kisah pengkhianatan berbuah indah juga dapat dibaca dalam cerpen karya Mini Yara yang berjudul Bye, My Weakness. Cerpen ini mengisahkan tentang perjalanan hijrah seorang ratu kampus. Ia berhasil menemukan jalan cahaya setelah putus hubungan dengan kekasihnya yang ternyata berpura-pura muslim demi mendapatkan cinta. Melalui perantara Said, teman sang kekasih, kenyataan itu menyapa.

Kini, sang ratu kampus telah meninggalkan gaya busana modisnya.

Saat ini aku telah bermetamorfosis menjadi muslimah yang selalu terlindung oleh hijab (halaman 24). Aku telah merasa nyaman dengan penampilanku sekarang dan juga merasa terlindungi dari pandangan-pandangan kotor laki-laki yang dulu sempat membuatku merasa bangga karena menjadi pusat perhatian (halaman 27).

Pengkhianatan nyaris selalu berakhir dengan sakit hati, kecewa dan air mata dari sisi yang terkhianati. Dari buku ini kita dapat mengambil hikmah bahwa melalui pengkhianatan kita diajarkan untuk lebih tegar dalam menghadapi kenyataan yang terkadang tak sesuai harapan.

Sebagian kisah ditulis berdasarkan kenyataan sehingga turut menjadi daya tarik buku setebal 124 halaman ini. Kisah yang dituturkan mampu mengaduk-aduk emosi pembaca.

Beberapa kesalahan editing terdapat dalam penulisan kata dan penggunaan di- sebagai kata sambung. Namun demikian kesalahan tersebut tidak terlalu mengaburkan makna cerita. Selamat membaca! (*)