Blog seorang tenaga kesehatan yang suka menulis tema kesehatan dan teknologi

Kiat Berkomunitas Agar Semangat Naik Kelas dimuat di Ngodop

Jumat, 26 Februari 2021
Alhamdulillah, berkomunitas memberikan banyak kesempatan di dunia literasi. Salah satunya adalah kesempatan untuk terus menorehkan prestasi literasi. Menjadi anggota Komunitas ODOP Batch 8 telah membuka peluang untuk mengisi rubrik kiat di website Ngodop. Terima kasih, ODOP. Kontribusi yang baik semoga bisa terus dilakukan.

Kiat Berkomunitas Agar Semangat Naik Kelas dimuat di Ngodop

Untuk mengetahui kiat berkomunitas agar semangat naik kelas, Sahabat bisa mampir Berkomunitas Agar Semangat Naik Kelas, ya.

Ini Dia Tip dan Trik Lulus CPNS 2021

Senin, 15 Februari 2021
Ini Dia Tip dan Trik Lulus CPNS 2021 - Menjadi seorang abdi negara masih menjadi impian banyak orang di negeri ini. Bagaimana bisa bekerja lalu mendapatkan gaji, tunjangan kinerja, kesehatan, hingga hari tua. Setiap penerimaan seleksi CPNS dibuka, maka berbondong-bondong orang mendaftar. Tak peduli apakah lowongan tersebut ada di daerah terpencil sekalipun. Selama ada peluang, lowongan tersebut akan selalu dipenuhi kuota.


Sahabat Khansa, selama masih memenuhi syarat yang diajukan, kesempatan untuk berkompetisi selalu ada. Apalagi setelah kebijakan moratorium beberapa tahun yang lalu, kompetisi abdi negeri kian menjadi-jadi. So, peralatan perang sebelum uji mesti lebih canggih lagi!

Lulus CPNS 2021 merupakan impian yang tertunaikan. Mengikuti ujian seleksi CPNS sudah dilakoni sejak mendapatkan ijazah. Terikuti dua tes yang berakhir dengan kata ‘nyaris’. Pastinya karena kuasa Allah swt. yang belum berkenan memberikan rezeki itu. Namun, semangat untuk terus bertumbuh itu yang membuat saya selalu berani untuk bangkit.

“Harus punya uang dan koneksi!”

Itu kalimat sumbang yang sampai saat ini masih terus terngiang. Saya berterima kasih karena kalimat itu telah memberi saya kekuatan untuk tumbuh hingga sekarang.

Berkesempatan lulus di 2018, membuat saya ingin sekali membagikan tip lulus CPNS 2021 pada Sahabat Khansa. Tip ala saya yang semoga bisa berkontribusi terhadap kesuksesan Sahabat. Berikut ulasannya:

Tip dan Trik Lulus CPNS 2021


1. Buka Mata, Telinga dan Hati


Mengapa poin ini berada pada poin pertama? Tak lain dan tak bukan karena dengan membaca sekitar maka lulus CPNS 2021 adalah suatu kesempatan besar. Saat suara-suara merdu pembukaan seleksi CPNS telah tersiar, segera buka browser pencarian. Temukan kejelasan info tersebut dari sumber tepercaya. Pelajari persyaratan yang diajukan, lalu jika syarat tersebut sesuai dengan apa yang ada pada diri Sahabat, maka jangan ragu untuk terus mengikuti perkembangan informasi. Ikuti seluruh akun media sosial terkait seleksi. Mulai dari akun resmi pemerintah hingga akun penyedia layanan belajar.

Salah satu ikhtiar yang pernah saya lakoni adalah belajar di web CPNSONLINE

belajar lulus CPNS 2021

2. Perkaya Belajar via Audio


Bila selama ini fokus teman-teman belajar pada buku, maka pada era serba digital ini, tak ada salahnya untuk mulai berteman baik dengan konten-konten berbasis audio. Misalnya, kanal YouTube yang membahas tentang tip dan trik lulus CPNS 2021.

Sedikit berbagi pengalaman, salah satu metode belajar yang tempo hari saya lakukan adalah dengan mendengarkan pembahasan soal-soal CPNS di kanal YouTube.

Keseharian saya sebagai salah seorang pengajar membuat waktu untuk belajar sangat terbatas. Ketika sampai di rumah, tenaga telah habis terkuras. Belajar dengan fokus pada buku tak lagi bisa menjadi prioritas. Akhirnya, timbul ide untuk mendengarkan pembahasan soal di video. Benar saja. Sebuah ide jempolers! Sembari beristirahat, saya bisa mendengarkan dan mengulang-ulang pembahasan soal yang diberikan oleh para konten kreator.

3. Pasang Strategi di Batas Akhir


Pada 2018, kesempatan untuk melihat jumlah pesaing terbuka. Calon peserta dapat melihat berapa jumlah pelamar di suatu formasi. Maka, pasang alarm kuat-kuat. Mendaftarlah di hari terakhir agar jumlah pelamar dalam formasi tersebut bisa terpantau. Jadi, kita bisa mengukur tingkat persaingan seperti apa yang akan dihadapi.

Seperti pada seleksi CPNS 2018 lalu, saya mendaftarkan diri di formasi D-III Kebidanan. Saya melihat daerah mana dengan jumlah formasi terbanyak di daerah sekitar. Setelah satu daerah terlacak, selanjutnya lihat lagi pembagian dari formasi tersebut. Di instansi mana jumlah pelamar tertinggi dan terendah. Keep yang terendah. Jangan lupa juga pertimbangkan apa yang menjadi alasan formasi tersebut sepi peminat. Kalau menurut Sahabat, alasan tersebut bisa ditoleransi, jangan ragu untuk mendaftar.

Meskipun demikian, karena kita mendaftar di hari akhir, pastikan seluruh kelengkapan data yang akan diunggah sudah selesai. Jangan karena fokus mengejar hari terakhir untuk melihat jumlah pesaing, data yang tidak lengkap malah berakibat fatal.



“Harus punya uang dan koneksi!”

Lantas, apakah kalimat tersebut jadi nyata? Tentu saja tidak! Percayalah bahwa pertolongan Allah swt. akan selalu bersama orang yang senantiasa berusaha sungguh-sungguh mencapai impian.

Nah, Sahabat Khansa, demikian tip dan trik saya dalam meraih kelulusan CPNS 2021. Tak lepas dari itu, tentu saja doa pada Yang Mahakuasa harus lebih dikencangkan. Dalam situasi pandemi Covid-19, jangan lengah untuk menjaga kesehatan. Meskipun ikhtiar telah terpatri, jika kondisi kesehatan pada saat ujian tidak prima, bisa-bisa semua persiapan jadi sia-sia, bukan? (*)

Zero Waste Cities: Antisipasi Negeri Tertimbun Sampahnya Sendiri

Sabtu, 13 Februari 2021
Dalam sebuah rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden mengatakan bahwa masyarakat Indonesia saat ini didominasi oleh generasi muda. Maka, bonus demografi pada tahun mendatang akan menjadi milik keluarga-keluarga muda. Sebuah survei menempatkan perubahan iklim/kerusakan alam pada peringkat pertama menjadi masalah yang dihadapi milenial saat ini.

Zero Waste Cities Antisipasi Negeri Tertimbun Sampahnya Sendiri

Kerusakan alam yang terjadi salah satunya berasal dari kehadiran sampah. Sisa konsumsi manusia membuat alam yang ramah menjadi marah hingga kerap menimbulkan bencana. Salah satu bencana yang pernah terjadi di Indonesia adalah tragedi longsornya TPA Leuwigajah Cimahi pada 21 Februari 2005.

Menurut Data Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), rata-rata orang Indonesia di kawasan perkotaan pada tahun 1995 menghasilkan sampah 0,8 kg/hari. Keadaan ini terus meningkat hingga 1 kg per orang per hari pada tahun 2000. Menurut perkiraan, timbunan sampah pada tahun 2020 per orang per hari adalah sebesar 2,1 kg. Wah, sungguh suatu angka yang besar jika dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia, ya.

Menilik keberadaan masalah yang berhubungan dengan milenial ini, maka presiden berharap ada strategi pendampingan yang kekinian. Bagaimana pengelolaan sampah ini mulai menjadi sebuah budaya dalam keseharian generasi muda.

Apakah Zero Waste Cities (ZWC) itu?


Sesuai dengan terjemahan arti kata dalam bahasa Indonesia, ZWC adalah sebuah terobosan untuk menciptakan sebuah kota dengan nol sampah. Program pengelolaan sampah dalam ZWC ini dimulai dari lingkup kawasan terkecil negara yakni RT/RW. Selanjutnya dari unit terkecil negara ini akan bergerak menuju unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Hingga pada akhirnya ZWC mengharapkan keikutsertaan seluruh komponen masyarakat untuk ambil bagian dalam pengelolaan sampah.

Program Kota Nol Sampah ini diinisiasi oleh YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi). Berkat kerja keras yang dilakukan oleh organisasi non-profit dan non-pemerintah yang dirintis sejak tahun 1993 ini, Kota Bandung dan Kota Cimahi telah menjadi model penerapan Kota Nol Sampah sejak 2017.

Konsep ZWC Kota Bandung dikenal dengan nama Gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan), sedangkan di Kota Cimahi program ZWC dikenal dengan nama Program Cimahi Barengras (Bareng-bareng Kurangi Sampah). Kedua program ini telah memberikan dampak yang besar terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik.

Melihat kembali dari ucapan Bapak Presiden dalam rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, maka pengelolaan sampah dari kawasan bisa dikelola dengan lebih kekinian. Proses pendampingan untuk memberdayakan peranan generasi muda dalam pengelolaan sampah kawasan bisa dioptimalkan.

Bagaimana cara ZWC menghidupkan siklus material di kawasan?


Daur bahan yang kita pakai sehari-hari dapat berkontribusi terhadap pengurangan sampah kawasan. Perlu pembiasaan kebiasaan baik yang dimulai dengan 3M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai saat ini. Oleh karena target dari pembiasaan ini adalah kaum muda, maka segala rencana yang tertuju pada program tersebut harus yang dekat dengan mereka. Apa saja yang bisa dilakukan:

1. Memanfaatkan Media Sosial


Siapa yang tidak memiliki gawai di zaman teknologi semakin terdepan ini? Aksi-aksi nyata dalam membersihkan lingkungan kawasan bisa dijadikan konten menarik oleh para content creator. Semakin baik dan semakin menyentuh pesan yang dibuat tentu akan memancing timbulnya keinginan kaum muda di kawasan lain untuk mengikuti jejak tersebut.

Teknologi berhasil menampilkan perbuatan biasa menjadi luar biasa. Maka, memanfaatkan momentum ini adalah suatu hal bijak.

2. Aplikasi Pilah Sampah


Kaum muda selalu terpapar dengan aplikasi dalam gawai. Kemudahan yang memanjakan mereka dalam sentuhan layar aplikasi bisa dimanfaatkan untuk menarik minat. Aplikasi pilah sampah, bisa memberikan informasi tentang manfaat apa yang didapatkan jika mengelola sampah dengan baik. Tindakan apa yang harus dilakukan. Terlebih jika dalam aplikasi tersebut disertakan beberapa lomba menarik yang bertujuan meningkatkan keikutsertaan kaum muda dalam pengelolaan sampah yang baik.

3. Totebag Aneka Warna Menarik


Berbelanja menjadi suatu hobi bagi sebagian besar orang. Selain untuk memenuhi kebutuhan sebagai rutinitas juga sebagai hiburan. Saat berbelanja ada kantong plastik yang kelak menjadi sampah. Lewat tangan-tangan kreatif kaum muda, aneka totebag bisa dibuat. Tentu saja mereka memiliki insting tentang desain menarik yang sedang viral. Misal, bergambar tokoh idola. Totebag bisa dibuat dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan. Dewasa ini, totebag tak hanya untuk berbelanja tetapi untuk tas kuliah. Ini membuktikan bahwa yang unik itu lebih menarik. Pengelolaan sampah yang baik bisa mengambil kesempatan dari fenomena ini.

4. Ajak Partisipasi Influencer


Kehadiran media sosial menjadi semakin lengkap dengan kehadiran influencer. Lewat akun-akun yang telah diikuti oleh ratusan bahkan ribuan orang, konten-konten tentang pengelolaan sampah yang baik bisa menjadi lahan edukasi sosial yang baik.

Lewat langkah kecil maka siklus material di kawasan demi terciptanya ZWC bukanlah impian. Salah satu langkah nyata, tentu saja dengan bijak melihat peluang yang ada. Kehadiran kaum muda sebagai penggerak pengelolaan sampah dari kawasan patut menjadi pertimbangan. Pada akhirnya, tentu saja kita tak ingin mimpi negeri yang tertimbun sampahnya sendiri menjadi kenyataan, bukan? (*)

Kado Istimewa dari Kedalaman Samudra

Kamis, 04 Februari 2021
Cerpen Misteri Kado Istimewa dari Kedalaman Samudra

Kado Istimewa dari Kedalaman Samudra
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Mohon maaf, Sahabat. Artikel ini telah dikembalikan ke draft karena akan digunakan untuk kepentingan lain.

Terima kasih.

Kelamaan Dijemur dimuat di Rubrik Ah Tenane Harian Solopos

Rabu, 03 Februari 2021
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Alhamdulillah, masih ada rezeki di rubrik ini. Naskah dikirim pada 03 Juni 2020 dan dimuat pada 29 Juni 2020

Untuk info pengiriman naskah ada di Cara Mengirim Ah Tenane Solopos

Untuk info honor ada di Honor Ah Tenane Solopos

Selamat mengirim, teman-teman.

Kelamaan Dijemur dimuat di Rubrik Ah Tenane Harian Solopos

Kelamaan Dijemur dimuat di Rubrik Ah Tenane Harian Solopos 2

Sertifikasi Penulis yang Bikin Meringis

Senin, 01 Februari 2021
Mengikuti sertifikasi penulis membuat meringis? Ya, sebab saat persiapan kita tak cukup eksis.

Tak cukup eksis saat mendengarkan apa yang disampaikan oleh narasumber, misalnya.

Para peserta diberikan kesempatan untuk mendapatkan bimtek (bimbingan dan teknis). Bila mengikuti dengan baik, maka ujian sertifikasi akan dilalui dengan apik.