Taman Baca Masuba dimuat di Harian Padang Ekspres

Senin, 20 Januari 2020
Cerpen Anak Taman Baca Masuba dimuat di Harian Padang Ekspres edisi Minggu, 19 Januari 2020

Assalamu'alaikum wr wb, Sahabat Khansa.

Alhamdulilllah berkesempatan lagi mewarnai rubrik ceria Harian Padang Ekspres. Terakhir mengisi rubrik ini pada 2015. Hihihi. Sudah lima tahun berlalu, ya.

Naskah ini saya kirim pada tanggal 12 Januari 2020 dan dimuat pada tanggal 19 Januari 2020. Alhamdulillah, cepat, ya.

Oh ya, dalam satu edisi, rubrik ceria memuat naskah cerpen anak (cernak) sebanyak 3-5 judul. Oleh sebab itu Insya Allah peluang terbit di rubrik ini lebih besar. Honor cernak Rp 75.000,- Bisa dicairkan di bagian keuangan Harian Padang Ekspres. Supaya lebih semangat dalam menulis, bisa saja honor tersebut "ditabung" terlebih dulu. Setelah terbit beberapa tulisan, baru deh sekalian dicairkan. Biar "klunting" nya terdengar lebih merdu ^_^

Bagi sahabat yang ingin mengirim naskah cernak ke rubrik ini bisa kepo-in di sini, ya Kirim Cerpen Anak Padang Ekspres

Selamat menulis!
Cerpen Anak Taman Baca Masuba dimuat di Harian Padang Ekspres edisi Minggu, 19 Januari 2020

Wisata Seru Vina dimuat di Harian Satelit Post

Rabu, 15 Januari 2020
Assalamu'alaikum wr wb, Sahabat Khansa. 

Kali ini cerita tentang cernak yang dimuat di Harian Satelit Post, ya. Sebenarnya udah dimuat cukup lama, namun karena saya baru bongkar surel-surel lawas, jadilah surel yang satu ini naik ke permukaan. Hehehe.

Langsung aja deh. Cernak yang dimuat di harian ini tidak mendapat kompensasi berupa honor. Namun setiap cernak yang tayang akan diberikan ilustrasi menarik :)

Ada konfirmasi dari pihak redaksi ketika cernak akan ditayangkan. Jadi, penulis bisa berjaga dan segera beli edisi koran yang memuat tulisannya. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena dokumentasi karya itu sangat penting.

Cerpen Anak Wisata Seru Vina dimuat di Harian Satelit Post edisi Minggu, 06 November 2016

Berikut naskah cernak saya yang berhasil tembus meja redaksi :D Ohya, naskah ini dikirim pada tanggal 26 Oktober 2016 ke alamat surel : opinipembaca_satelitpost@yahoo.co.id

Wisata Seru Vina
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Hari ini kelas Vina mengadakan outing class. Kata Pak Misno, mereka akan mengadakan wisata edukasi ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Di sana ada hutan bakau. Ada yang tahu apa itu bakau?” tanya Pak Misno.

“Tumbuhan yang banyak hidup di pantai, Pak,” jawab Irma.

Ia pernah membaca tentang bakau di artikel koran edisi Minggu.

“Jawaban Irma benar sekali!” puji Pak Misno.

Lalu Pak Misno menjelaskan lebih banyak lagi tentang bakau. Setelah memberikan penjelasan di kelas, Pak Misno meminta anak-anak didiknya berbaris rapi. Bus sekolah akan membawa mereka ke Pelabuhan Kaliadem.

Pihak sekolah sudah menyiapkan tiket kapal. Begitu sampai di pelabuhan, murid-murid memasuki kapal dengan tertib. Pak Misno membimbing mereka. Setelah semua penumpang masuk, kapal pun keluar Pelabuhan Kaliadem menuju laut lepas.

Semua murid takjub. Ini pengalaman pertama mereka belajar langsung di luar kelas. Pak Misno terus-menerus memantau anak didiknya. Beliau ditemani oleh Pak Wijaya.

Satu setengah jam kemudian kapal merapat di pelabuhan di Pulau Pramuka.

Melalui bimbingan petugas di sana, murid-murid bergantian menanam bakau. Semuanya terlihat sangat senang.

“Nah, anak-anak, salah satu manfaat hutan bakau adalah mencegah erosi dan abrasi pantai,” jelas Pak Misno.

“Siapa yang tahu apa itu erosi dan abrasi?”

Nanda mengangkat tangannya.

“Erosi adalah pengikisan permukaan tanah oleh aliran air. Abrasi adalah pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut, Pak.”

“Jawaban Nanda tepat sekali.”

Bisa dibayangkan kalau hutan bakau tidak dijaga kelestariannya. Beberapa tahun yang akan datang proses erosi dan abrasi akan semakin meningkat dan menggeser garis pantai.

“Anak-anak, kalian tahu tidak, hutan bakau ini adalah tempat tinggal hewan-hewan laut!” Pak Wijaya menunjuk sesuatu di antara bakau.

Anak-anak mendekati arah yang ditunjukkan Pak Wijaya. Mereka melihat ada beberapa ekor ikan kecil di sana.

“Di antara bakau, hewan-hewan mungil ini melindungi dirinya dari para pemangsa atau predator. Selain itu, akar tongkat pohon bakau memberi zat makanan untuk mereka.” Pak Wijaya menjelaskan.

Murid-murid menjadi paham. Begitu banyaknya manfaat bakau menyebabkan ekosistem tumbuhan ini harus dijaga kelestariannya. (***)

Sampai jumpa di tulisan berikutnya ^_^

Menang Lomba Puisi Langsung Juara Pertama

Minggu, 05 Januari 2020
Menang Lomba Puisi Langsung Juara PertamaRasa syukur tiada henti terus saya ucap. Setelah sekian purnama mengikuti berbagai lomba puisi, alhamdulillah salah satu tulisan tersebut memenuhi harapan sejak melihat pengumuman lomba. 

Lomba puisi tersebut mengangkat tema "Ibu" 

Menang Lomba Puisi Langsung Juara Pertama

Proses kreatifnya didapat dari perenungan panjang :) bagaimana membuat sebuah puisi bertema ibu yang anti mainstream. Dimulailah dengan membaca hasil karya para juara puisi. Bermodalkan searching sana sini. Yeay! gambaran tentang puisi yang baik seperti apa langsung ketemu.

Entah mengapa, sampai saat ini saya memang seorang DEADLINER'S SEJATI :D 
Senang mengirim karya entah itu ikut lomba, kirim ke media bahkan sampai pendaftaran tes CASN 2018 saya selalu berada di lini akhir. Saat-saat genting hampir penutupan. Bahkan Cerpen Dadakan yang dimuat tempo hari di Story Teenlit Magazine Mei 2013 adalah hasil dari pengiriman di detik akhir penutupan, tepat 23.59 WIB. Andai lewat satu detik saja, tulisan tersebut pasti langsung out :p

Oke, balik ke topik utama :)
Saya tulis puisi tersebut langsung di laptop. Tulis saja apa yang ada di pikiran nggak pake edit typo yang ada. Saya nulis puisi tapi di pikiran saya kayak lagi nulis cerpen. Ada alur cerita yang berjalan. Pilihan kata juga masih biasa. Tetap cari rima yang pas dan takdir mempertemukan dengan diksi baru. Berasal  dari status teman penulis. Langsung aja saya comot diksi tersebut. Terus, puisinya diendapin dulu.

Jujur saya berharap banyak pada puisi tersebut. Targetnya juara harapan aja sih. Dapetnya Rp 150.000,- Lumayan. Biaya daftarnya Rp 20.000,- per puisi. Setelah semua syarat pendaftaran saya selesaikan, puisi pun saya matangkan. Tepat di hari penutupan saya kirim naskahnya (tuman, ya :D) Lha, ternyata DL lomba diperpanjang! Hehehe. 

lomba puisi ibu

Saya cek TL penyelenggara lomba di hari pengumuman juara. Ternyata, diundur :p Mesti bersabar sambil deg deg an. 

Yeay! Postingan sang juara udah ada di IG! Gambar mesti digeser ke kiri. Dan lagi, nggak ada mention di IG. Karena biasa kan akun IG peserta di-mention panitia kalau jadi juara. Ya Allah, mungkin belum rezeki. Tapi tetap berharap! Lalu, saya buka pengumuman juara harapan, pelan tapi pasti. Ga ada! Pasrah udah. Juara utama kan kemungkinan kecil. Saya udah lama nggak nulis puisi. Dulu sering sih, puisi pendek dan dimuat di koran lokal Sumatera Utara, Koran Waspada. Tapi itu duluuu sekaliii. 

Penasaran juga dengan juara utama. Minimal ada karyanya yang bisa dibaca dan dijadikan bahan belajar, begitu pikir saya. Lalu gambarnya saya geser lagi. Masya Allah, ada nama saya! Saya hampir nggak percaya. Lalu cek judul puisi dan domisili penulis. Ya, itu saya!

pemenang puisi tema ibu

Langsung aja saya lari-larian jumpain Mama yang lagi masak. Alhamdulillah. Mama turut terharu. Lalu beliau minta bacakan puisi tersebut. Ada bening hangat yang terasa hadir di kelopak mata. Walaupun alur cerita puisi tersebut tidak ada di keluarga kami, tapi ada bagian-bagian nyata di sana. Mama tahu itu bagian yang mana. 

Malamnya, panitia lomba langsung transfer hadiahnya! Rp.1.000.000,- Piala dan sertifikat cetak nyusul :D

Kemenangan ini datang di saat yang tepat. Allah SWT memberikan lebih dari apa yang kita pinta. Alhamdulillah tiada henti. Tepat di saat notifikasi sms banking belum hadir sampai tanggal 05 Januari 2020 :D Tepat di saat ada hutang yang mesti dilunaskan segera! 

Next, kita cerita lagi, ya, Sahabat.