Pesan Kartu Perdana IM3 OOREDOO Via indosatooredoo.com Begini Caranya

Rabu, 30 September 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Hari ini saya baru saja memesan kartu perdana indosatooredoo.com


Ensiklopedia Hewan Laut Mengenal 32 Jenis Hewan di Lautan

Senin, 28 September 2020



Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Ada yang pernah menulis artikel pengetahuan? Wah, ternyata menulis artikel pengetahuan itu susah-susah gampang, lo. Banyak poin penting yang harus disampaikan di dalamnya, termasuk bahasa pengetahuan yang ramah anak.

Pada tanggal 10-12 Agustus 2020 kemarin, Rumpun Aksara, mengadakan Kelas Artikel Pengetahuan. Kelas dengen peserta terbatas ini akhirnya berhasil meluncurkan buku antologi Ensiklopedia Hewan Laut pada 28 September 2020. Ensiklopedia ini berasal dari kerja keras founder Rumpun Aksara, tim editor, dan tentunya mentor dan seluruh peserta kelas.

Kelas artikel pengetahuan dimentori oleh Mbak Winy Rifmawati, seorang editor dan content writer Rumpun Aksara. Seluruh peserta kelas menulis artikel pengetahuan sesuai dengan minat terhadap hewan laut, lalu artikel yang telah ditulis mendapatkan kurasi dari Mbak Winy. Setelah oke, baru dilanjutkan pada proses editing dan dikirim untuk selanjutnya dicetak.

Sungguh beruntung bisa tergabung dalam antologi ini, Sahabat. Kita mendapat pengetahuan tentang artikel anak yang tentu berbeda dengan artikel umum. Pemilihan bahasa sangat penting, karena konsumen utama dari buku ini adalah anak. Inilah salah satu alasan saya memilih genre anak dalam dunia literasi. Melalui dunia literasi anak, banyak pesan kebaikan yang bisa kita tanamkan.

Nah, Sahabat Khansa, berikut blurb dari buku antologi yang Insya Allah sangat bermanfaat bagi sobat cilik:

Tahukah kalian jika kuda laut lahir dari ayahnya?
Apakah ada ulat bulu yang tinggal di lautan?
Dan apakah kalian tahu seperti apa kepiting laba-laba itu?
Yuk, cari tahu jawabannya di dalam buku Ensiklopedia Hewan Laut ini!

Selain isinya menarik, ensiklopedia ini dilengkapi dengan lembar aktivitas, lo, sobat cilik. Aktivitas membaca kalian akan lebih seru pastinya!

Bagi Sahabat Khansa yang berminat, bisa banget kejar Pre Order sampai 07 Oktober 2020. Bisa kirim pesan melalui WA: 0823 6917 5848, ya. Saya kasih diskon spesial, lo. (*)




Cara Mudah Upgrade GoPay Plus Terbaru

Minggu, 27 September 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Nah, Sahabat Khansa, saya pernah ulas tentang cara kirim naskah ke Tokoh Terpopuler, kan? Di forum WhatsApp Grup sering sekali ada tantangan menulis. Tema ditentukan oleh para pungawa Tokoh Terpopuler. Akan diambil 1 sampai 3 tulisan terbaik (tergantung dana gopay yang tersedia) untuk selanjutnya mendapatnya hadiah berupa gopay masing-masing Rp 50.000

sumber: gojek


Alhamdulillah, saya pernah memenangkan kompetisi kecil-kecilan ini. Satu kali di Tokoh Terpopuler (Baca juga: Jadi Kontributor TokohTerpopuler.com, Begini Caranya!) dan satu kali di Suara Konsumen. Seperti yang di Suara Konsumen belum saya ulas, ya. Next, saya akan bagi infonya buat Sahabat Khansa.

Serahkan Urusan Kepada Ahlinya

Sabtu, 26 September 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Rasulullah SAW bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (BUKHARI – 6015)

Nah, Sahabat Khansa. Hari ini saya mendapat ilmu baru lagi. Rasanya sayang sekali bila ilmu yang saya dapatkan ini hanya menjadi konsumsi pribadi. Oleh sebab itu, saya merasa perlu untuk membawakannya pada Sahabat.

Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu


Beberapa minggu terakhir, teman saya merasakan (maaf) gatal di dalam anusnya. Jika Sahabat mendengar pernyataan ini, pasti akan langsung berasumsi bahwa teman saya tersebut menderita kremian (infeksi yang disebabkan oleh cacing kremi). Begitupula yang teman saya ini simpulkan. Ia pun membeli obat cacing di apotek. Sebagai seorang yang mengkhawatirkan apa yang terjadi setelah minum obat cacing, maka ia mencari informasi dari media internet dan juga temannya yang berprofesi sebagai apoteker.

Setelah informasi yang ia dapatkan cukup lengkap, ia membeli obat cacing sesuai rekomendasi. Apa yang terjadi? Obat itu tidak ampuh. Ia tetap merasakan gatal di dalam anus. Setelah itu ia mencari cara kedua, yaitu berkonsultasi dengan teman lain, ia diminta untuk minum obat cacing dua minggu kemudian. Bisa saja pada ‘tembakan pertama’ hanya membunuh induk cacing, belum telurnya.

Akhirnya, tibalah minggu kedua. Apa yang terjadi? Masih gatal. Selanjutnya ia mencoba obat tradisional. Tiga hari konsumsi belum juga.

Ia memutuskan untuk mendatangi dokter spesialis. Sebenarnya, sudah sejak lama ingin konsultasi, namun niat tersebut urung karena pandemi. Setelah cara-cara ditempuh dan belum berhasil baru langkah ini diambil.

Benar saja. dokter bilang ada infeksi jamur di dalam dubur. Ini setelah beliau memeriksa. Alhamdulillah, dua papan obat yang ia berikan langsung berdampak. Mengurangi 50% rasa gatal. Malam setelah minum obat itu, teman saya bisa tidur nyenyak.

Sebagai tambahan, penyakit tersebut diderita karena PHBS yang kurang terjaga. Mungkin pernah menggunakan air kurang bersih.

Itu adalah cerita sederhana, Sahabat. Masih ada kisah lainnya yang akan saya bagikan terkait dengan tema ini. Semoga bermanfaat, ya. (*)

Lulus Ujian Seleksi CPNS 2018 Bidan Terampil

Jumat, 25 September 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Tugas minggu ini menulis autobiografi. Banyak mungkin jika diambil dari berbagai sisi. Nah, kali ini saya akan berbagi dari sisi yang menurut saya sebuah pencapaian luar biasa di titik episode hidup ini.


Nggak mungkin bisa lulus kalau nggak ada orang dalam. Itu kalimat menyakitkan yang kami dapatkan tempo hari.


Ya, saya dan Sahabat Khansa pasti bisa memahami arti kalimat itu,ya. Harus orang terpandang, punya sanak keluarga berpengaruh, baru kita tertolong. Ah, luar biasa memang. Padahal rezeki itu Allah Mahakuasa.


Hari itu hujan rintik sedari subuh. Sesak napas juga lagi lagi kumat. Persiapan ujian yang sudah dipasang sejauh-jauh hari H, agak tertatih dibaca dan diingat lagi. Grup grup belajar ditelusuri secara lebih rinci. 


Doa doa lebih dikeraskan dalam sepi. Kadang berucap lisan, hamba rela bila masih belum rezeki lulus, tetapi bagaimana dengan ibu hamba? Berilah jalan keluar dari masalah ini, ya, Robb.


Ini adalah kali ketiga hamba ujian. Sepertinya pohon tabah itu semakin kuat diterpa sebuah kekalahan. Namun ada hati ibu yang rapuh untuk menerima berita itu. Maka, satu-satunya cara menyelamatkan hati ibu adalah sebuah berita kemenangan.


Sambi menahan sesak, saya dan ibu berangkat menuju medan juang. Naik sepeda motor, bermantel tebal. Setengah jam sebelum ujian dimulai, kami sampai. 


Mungkin suatu beban mental yang cukup bagi tubuh. Rasa ingin berkemih tiba-tiba muncul. Segera saya minta restu ibu lalu memasuki arena. Mulai dari cek ini itu lalu menyimpan barang di loker. Di samping loker ada kamar mandi. Selepas dari kamar mandi sudah tidak bisa menemui ibu. Jadi, tinggal antri di barisan menuju ruang ujian.


Memasuki ruang ujian, rapalan doa lebih dipekatkan. Semoga apa yang dipelajari, doa-doa yang dipanjatkan bertemu kenyataan indah.


Ujian dimulai dengan satu per satu soal. Kalimat basmalah membersamai klik-klik soal. Hingga di detik akhir. Masya Allah. Dari 3 bagian soal, saya lulus ketiganya. Satu bagian nyaris. Batas nilai bawah 143. Skor saya 144. 


Dari sesi ujian itu, ada 2 org yang lulus, termasuk saya.

Ibu terharu luar biasa. Apalagi saat nama saya dibicarakan oleh orang yang melihat live score.


Lanjut ke ujian penentuan. 6 orang ujian dan akan diambil 2 teratas. Saya mengerjakan ujian dengan sangat-sangat dipermudah. Kisi soal yang saya pelajari hampir keluar semua. Alhamdulillah. Peringkat 1 dari 6. Akhirnya, saya dinyatakan lulus, Sahabat.


Ini untuk ibu. Perihal menyelamatkan hati ibu. Tak ada yang tak mungkin atas izin Allah SWT. Alhamdulillah,saya berhasil menyingkirkan kata-kata menyakitkan yang kami terima tempo dahulu. (*)

Lulus Ujian Seleksi CPNS 2018 Formasi Bidan Terampil


Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Tugas minggu ini menulis autobiografi. Banyak mungkin jika diambil dari berbagai sisi. Nah, kali ini saya akan berbagi dari sisi yang menurut saya sebuah pencapaian luar biasa di titik episode hidup ini.

Nggak mungkin bisa lulus kalau nggak ada orang dalam. Itu kalimat menyakitkan yang kami dapatkan tempo hari.

Ya, saya dan Sahabat Khansa pasti bisa memahami arti kalimat itu,ya. Harus orang terpandang, punya sanak keluarga berpengaruh, baru kita tertolong. Ah, luar biasa memang. Padahal rezeki itu Allah Mahakuasa.

Hari itu hujan rintik sedari subuh. Sesak napas juga lagi lagi kumat. Persiapan ujian yang sudah dipasang sejauh-jauh hari H, agak tertatih dibaca dan diingat lagi. Grup grup belajar ditelusuri secara lebih rinci.

Doa doa lebih dikeraskan dalam sepi. Kadang berucap lisan, hamba rela bila masih belum rezeki lulus, tetapi bagaimana dengan ibu hamba? Berilah jalan keluar dari masalah ini, ya, Robb.

Ini adalah kali ketiga hamba ujian. Sepertinya pohon tabah itu semakin kuat diterpa sebuah kekalahan. Namun ada hati ibu yang rapuh untuk menerima berita itu. Maka, satu-satunya cara menyelamatkan hati ibu adalah sebuah berita kemenangan.

Sambi menahan sesak, saya dan ibu berangkat menuju medan juang. Naik sepeda motor, bermantel tebal. Setengah jam sebelum ujian dimulai, kami sampai.

Mungkin suatu beban mental yang cukup bagi tubuh. Rasa ingin berkemih tiba-tiba muncul. Segera saya minta restu ibu lalu memasuki arena. Mulai dari cek ini itu lalu menyimpan barang di loker. Di samping loker ada kamar mandi. Selepas dari kamar mandi sudah tidak bisa menemui ibu. Jadi, tinggal antri di barisan menuju ruang ujian.

Memasuki ruang ujian, rapalan doa lebih dipekatkan. Semoga apa yang dipelajari, doa-doa yang dipanjatkan bertemu kenyataan indah.

Ujian dimulai dengan satu per satu soal. Kalimat basmalah membersamai klik-klik soal. Hingga di detik akhir. Masya Allah. Dari 3 bagian soal, saya lulus ketiganya. Satu bagian nyaris. Batas nilai bawah 143. Skor saya 144.

Dari sesi ujian itu, ada 2 orang yang lulus, termasuk saya.

Ibu terharu luar biasa. Apalagi saat nama saya dibicarakan oleh orang yang melihat live score.

Lanjut ke ujian penentuan. Dari 6 orang ujian dan akan diambil 2 teratas. Saya mengerjakan ujian dengan sangat-sangat dipermudah. Kisi soal yang saya pelajari hampir keluar semua. Alhamdulillah. Peringkat 1 dari 6. Akhirnya, saya dinyatakan lulus, Sahabat.

Ini untuk ibu. Perihal menyelamatkan hati ibu. Tak ada yang tak mungkin atas izin Allah SWT. Alhamdulillah,saya berhasil menyingkirkan kata-kata menyakitkan yang kami terima tempo dahulu. (*)

Konsistensi dan Konsekuensi dalam Kompetisi

Kamis, 24 September 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Masih semangat dalam rangkaian kompetisi ODOP Batch 8? Masih dong, ya. Pasti kepengen meraup berlian ilmu yang wah di komunitas ketjeh ini.


Nah, Sahabat Khansa, hari ini postingan saya sederhana saja, ya. Lagi-lagi kondisi badan kurang fit. Namun, karena masih bisa dibawa-bawakan kalau bahasa di sini, ya. Jadi, saya tetap berusaha memenuhi tugas harian.


Pentingnya Konsistensi

Dalam kompetisi ODOP Batch jelas dibutuhkan konsistensi. Perjanjian sejak awal sudah disepakati. One Dat One Post. Satu hari satu postingan. Karena saya memilih squadron blog, maka rutinitas satu hari satu blog post di Rekam Jejak Sang Pemimpi.


Sahabat Khansa, bukan hal mudah untuk sebuah konsistensi, lo. Sahabat pasti udah mulai menyadari. Peserta kelas squadron blog ODOP Bartch sudah banyak yang meninggalkan ruang kompetisi. 


Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar juga. Ada kalanya prioritas datang menghampiri dan tak dapat kita elakkan. Seperti halnya yang saya alami. Saya hampir rapuh sebenarnya. Hanya serpihan semangat yang masih ada membuat saya bertahan menyampaikan blog post ini.


Konsekuensi

Untuk setiap blog post ada perjuangan yang menyertai. Ada proses kreatif yang cukup berliku. Malah mungkin ada hak tubuh, misal istirahat, yang kadang harus dikesampingkan sejenak.


Konsekuensi menulis satu post satu hari pasti berbenturan dengan rutinitas harian. Keduanya penting. Keduanya prioritas. Merngejakan satu tidak menggugurkan pekerjaan yanh satunya. Jadi, harus kedua hal finish tepat pada waktunya. 


Wassalamu'alaikum



Karunia Sylviany Sambas

Cara Mengirim Cerita Anak ke Majalah Potret Anak Cerdas

Rabu, 23 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Hari ini mau bawa kabar bahagia lagi dari zona literasi anak yang ceria. Alhamdulillah, Bapak redaktur rubrik cerita anak Majalah Potret Anak Cerdas kembali memberikan kesempatan kepada saya untuk berkontribusi pada majalah ini.

Kirim Cerita Anak
 
Sedikit flash back tentang naskah ini, ya.

3 Tip Agar Jadi Penulis Bermental Kuat

Selasa, 22 September 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Hari ini semangat menulis saya agak down. Bahkan, saya rasakan perasaan ini sejak seminggu terakhir. Memang, ada nyeri badan dan kepala yang saya rasakan.

Di tengah rasa mual setiap berhadapan dengan layar komputer, saya tetap usahakan menulis. Entah itu berupa artikel pendek atau sekadar mengedit naskah lama. Selanjutnya, artikel dan naskah editan tersebut saya kirim ke media online atau cetak. Tergantung tema dan ketentuan redaksi.


Allah SWT mempertemukan dengan postingan yang mampir di beranda.

Cara Kirim Resensi ke Harian Singgalang

Senin, 21 September 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa
 
Karya berhasil dimuat di media tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para penulis. Setelah berjuang semampu dan sekuatnya untuk bisa konsisten menulis dan akhirnya dimuat. Tentu, bagi yang telah menempuh jalur kirim tulisan ke media, sudah terbiasa dengan sebuah penantian. Ada yang berujung manis, ada pula yang pahit, tetapi tak jarang pula tak jelas manis dan pahit ujungnya. Hahaha. 😂

resensi dimuat di harian singgalang

Sebelum mengirim naskah ke media, ada baiknya kenali dahulu media yang ingin dikirimi. Untuk tata cara pengiriman tentu menjadi poin utama.

Lomba Menulis Cerita Anak Palaray Media 2020

Minggu, 20 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Lomba Menulis Cerita Anak memang selalu memancing animo luar biasa, ya. Beberapa waktu yang lalu sebuah lomba yang digelar oleh funbahasa diikuti oleh banyak peserta. Sebelumnya lagi, ada Lomba Menulis Cerita Anak yang digelar oleh partai politik berlambang pohon beringin. Dengan sebuah persyaratan yang mudah, gratis dan jumlah kata yang terbatas, menulis cerita anak adalah sesutu yang menyenangkan sekaligus menantang. 
 



Banyak kelas menulis cerita anak yang dimentori oleh para penulis cerita anak senior. Para penulis yang telah banyak memenangkan lomba, menulis di media dan menerbitkan banyak buku.

Sore tadi ada sebuah postingan muncul di akun instargram sebuah akun baru. Mereka baru punya 9 postingan dan 2085 pengikut.

Palaray Media adalah sebuah cikal bakal penerbitan yang sedang melebarkan sayap. Sepertinya kedepannya akan banyak membuat lomba yang diganjar hadiah menarik.

Nah, bagaimana info Lomba Menulis Cerita Anak yang digelar oleh Palaray Media? Berikut info lengkapnya:

Ohya, kelas mentoring diadakan pada 01 Oktober 2020. Jadi, buruan daftar sebelum 30 September, ya

Saat saya masuk grup telegram masih ada 78 pesera. Jelas jumlah ini akan terus bertambah secara ini masih tanggal 20 September. Ayo, buruan daftar!

Sumber: Instagram dan Telegram Palaray Media 
 






Jadilah Pemenang Kehidupan! Berikut 3 Langkah Jitu Meraih Impian

Sabtu, 19 September 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Hari ini saya akan membagikan postingan tentang trik ketika sedang perjuangan dalam meraih impian. Trik ini udah teruji di saya. Semoga bermanfaat pula bagi Sahabat Khansa, ya.

Menurut KBBI, impian adalah (barang) yang diimpikan; barang yang sangat diinginkan. Nah, Sahabat Khansa, dalam hidup ini pasti ada banyak hal yang menjadi impian kita. Ingin ini ingin itu banyak sekali kalau kata Doraemon. 😂



Kunci meraih impian itu hanya satu, kok, yakni kesungguhan. Namun begitu, tidak ada kesungguhan tanpa dibarengi penyanga-penyanga seperti ini. Apa saja itu? Berikut tiga langkah jitu meraih impian yang harus kita punyai!


1. Keberanian


Modal pertama adalah berani. Ya, berani bermimpi! Apapun itu yang menjadi tujuan kita. Kalau Sahabat Khansa pernah menonton kisah motivasi seorang yang bernama Danang, yang menuliskan 100 impian dalam selembar kertas HVS, begitulah yang pernah saya lakukan. Hasilnya, alhamdulillah, satu per satu impian tersebut menjemput kenyataan.

Apakah tulisan itu jadi semacam sihir? Saya mengiyakan dalam hati. Dengan kata demi kata yang tertulis pada kertas itu saya semakin termotivasi meraih impian. Apalagi kertas tersebut ditempel di tempat strategis. Jadilah, hari-hari saya dipenuhi kekuatan impian.

2. Perjuangan


Setelah memiliki keberanian untuk bermimpi, langkah selanjutnya adalah berjuang untuk mendapatkan impian. Kerahkan seluruh daya yang bisa dilakukan. Jika merasa terkendala, jangan ragu untuk meminta bantuan. Jika tergabung dalam sebuah komunitas, itu akan lebih baik lagi. Sesama anggota komunitas tentu memiliki visi dan misi yang sama untuk memajukan komunitas.
Berjuang di Atas Rata-Rata Itu Penting!

Berjuang harus melebihi apa yang orang lain lakukan. Inilah salah satu trik ampuh yang saya lakukan. Saat teman saya terlelap dalam impian, saya telah bergegas bangun lebih awal. Meninggalkan kasur yang hangat. Lalu terhanyut dalam lautan ilmu.

3. Doa


Poin yang tak boleh kita lupakan. Setelah punya impian dan melakukan perjuangan, terus berdoa demi mengharapkan keridaan Alla SWT agar impian kita dapat tercapai. Jangan lupa, Allah SWT menilai setiap usaha yang kita lakukan.

Demikian tiga langkah meraih impian yang saya lakukan, Sahabat Khansa. Alhamdulillah, tiada usaha yang sia-sia. Bila setelah perjuangan dilakukan, tetapi kita menemui titik akhir yang belum sesuai keinginan, tetaplah berprasangka baik bahwa hal tersebut adalah yang terbaik pilihan Allah SWT. Jangan pernah berputus asa! (*)

Review Film Tilik dan Cream, Sebuah Hiburan dan Perenungan

Jumat, 18 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah, memasuki pekan kedua di ODOP Batch 8, nih. Tugas pekan ini adalah tentang review film pendek berjudul Tilik dan Cream. Sahabat Khansa sudah pernah menonton kedua film ini, belum? Kalau saya, nonton Tilik karena kebetulan lewat di beranda facebook. Ada seorang teman yang membagikan film tersebut. Kalau Cream, ya, karena tugas review ini. 😂

Nah, berikut review yang dapat saya bagikan terkait Tilik dan Cream


Tilik (2018)


Alur demi alur film berdurasi 32.34 menit ini akan membawa penonton pada sebuah percakapan yang lebih pas disebuh gibah, membicarakan aib orang lain. Adalah sosok Bu Tejo yang digambarkan sebagai sosok yang mendominasi cerita.

Adegan dibuka dengan sekelompok Ibu-Ibu yang menumpang bak terbuka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjenguk (tilik) Bu Lurah. Sepanjang perjalanan, para ibu ini terlibat gibah pada sosok Dian, kembang desa yang diisukan sebagai perempuan tidak baik.

Bu Tejo, memberikan fakta yang mendasari asumsinya pada Dian. Untuk mengimbangi Bu Tejo, ada sosok Yu Ning, yang sepertinya masih ada hubungan saudara dengan Dian. Bu Tejo menunjukkan laman sosial media yang mendasari ceritanya, sementara Yu Ning membalas dengan banyak berita hoaks yang beredar di internet. Ya, Bu Tejo dikisahkan sebagai seorang yang melek teknologi sedangkan Yu Ning sebaliknya.

Adu mulut ala gibah emak-emak mewarnai sepanjang adegan film. Sesekali ada juga bagian-bagian yang membuat penonton terhibur karena cukup menggelitik.

Dengan sebuah plot twist, film ini sangat menarik untuk dinikmati. Tentunya, tak ada gading yang tak retak. Mungkin banyak kontroversi yang ada setelah penayangan film ini, tetapi tentu ada pundi-pundi kebaikan yang bisa kita kutip di dalamnya.

Cream (2017)


Untuk memahami Cream, tak cukup hanya sekali menonton. Mungkin karena keterbatasan subtitle. Para peserta ODOP Batch 8 juga sampai mengadakan nobar (nonton bareng) untuk menyelesaikan review tugas ini.

Cream dibuka dengan adegan seorang profesor yang memperkenalkan produk yang ia beri nama Cream. Produk ini sangat ampuh memperbaiki noda wajah, hidung yang rusak, dan tangan yang diamputasi. Intinya, cream ini mampu menumbuhkan jaringan baru. Tak hanya untuk manusia, kemampuan istimewa cream juga berlaku untuk tumbuhan dan hewan, bahkan benda mati.

Menyadari keistimewaan cream ini, sekelompok orang (sepertinya kelompok orang berpengaruh besar) menyebarkan suatu isu melalui media. Akhirnya, cream tidak lagi diproduksi karena sang profesor harus mendekam di balik jeruji besi karena tuduhan merusak ilmu pengetahuan, membuat kemarahan, kepanikan dan membuang-buang waktu.

Menyaksikan film berdurasi 12.21 menit ini seperti mengajak kita berbicara tentang sebuah persekongkolan yang bahasa trennya konspirasi. Mengapa saya bisa mengambil kesimpulan demikian? Yuk, ah, Sahabat Khansa wajib nonton film ini supaya enggak penasaran.

Baik Tilik dan Cream, mengandung pesan moral yang dapat membuka cakrawala berpikir kita tentang suatu hal. Sahabat Khansa ada rekomendasi film lainnya? Yuk, berbagi cerita!

Waspada! Sombong Itu Selendang dan Pakaian Allah SWT

Kamis, 17 September 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.
 
Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT berfirman: Sombong itu adalah selendangKu dan kebesaran itu adalah pakaianKu, maka barangsiapa mencabut salah satunya dariKu, Aku akan melemparkan orang itu ke neraka." (HR. Ibnu Majah)

Sahabat Khansa pernah mendengar hadis tersebut? 
 
sombong adalah
 
Disadari atau tidak terkadang kita bisa terjerumus ke dalam sifat buruk ini.

Relevansi Kelas Menulis Online dan Komunitas

Rabu, 16 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Setelah sebelumnya kita membahas tentang Ikutan Kelas Online? Cek 7 Hal Ini Dulu Sebelum Daftar sekarang saya ingin merekomendasikan kelas menulis online yang saya ikuti dalam beberapa bulan terakhir. Melalui kelas-kelas online ini, kita bisa terhubung dengan komunitas yang sangat baik untuk menyuburkan semangat literasi. 

kelas menulis online


1. WiN (Wong Indonesia Nulis) 

Pentingnya Rencana dan Konsistensi dalam Sebuah Kompetisi

Selasa, 15 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa 

Pagi ini saya cukup terkejut ketika membuka grup whatsapp squad blog. Pasalnya, ada beberapa nama teman seperjuangan yang dengan berat hati harus menghentikan langkahnya setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi komunitas One Day One Post (ODOP) Batch 8. Sedih sekali rasanya, berpisah dengan sahabat online yang bersama masih di pekan pertama. 

kompetisi menulis

Untuk menulis setiap hari dan membuat satu postingan di blog, saya akui memang membutuhkan energi yang lumayan banyak. Di tengah rutinitas dunia nyata yang tetap menjadi prioritas kita tentunya. Sedih melihat teman terdepak dari kompetisi tentu sama sedihnya bila perjuangan yang baru saya mulai ini pun harus terhenti juga. 

Rezeki itu Misterius, Ada Peluang Bagi yang Berjuang Serius

Senin, 14 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa. 

Hubungan antara rezeki dan ikhtiar itu erat banget, ya, kan? Keduanya tak dapat dipisahkan. Seperti yang sering kita katakan dan kita yakini tentunya. Proses tak akan mengkhianati hasil. Bila ada suatu hal yang berat sekali kita lakukan, namun kita terus berusaha menaklukkan hal tersebut, yakinlah bahwa jawaban sebuah keberhasilan akan menyertai kita.


Nah, seperti halnya yang terjadi beberapa saat yang lalu. Sebuah postingan teman mampir di linimasa facebook saya. Beliau menuliskan bahwa kekalahan yang diraihnya sebenarnya lebih banyak daripada kemenangannya. Tentu berita yang sampai kepada khalayak adalah berita kemenangan saja. Hal ini membuat khalayak memberikan cap ‘hebat’ pada teman tersebut. Ia menuliskan deretan lomba yang ia ikuti dalam tahun ini. Dari sekitar sepuluh lomba ada dua lomba yang berhasil ia menangi, entah sebagai juara ataupun finalis. Sisanya, menelan pil pahit kekalahan.

Saya pun tergelitik ingin berkomentar pada status tersebut. Saya tuliskan bahwa dari deretan lomba yang ia tuliskan, saya hanya mengikuti dua lomba dan keduanya mengalami kegagalan. Kecewa? Pasti. Namun saya segera menghapus kekecewaan tersebut dan kembali menyelami peluang-peluang yang masih menanti menemui takdirnya.

Nah, Sahabat Khansa, saya memang belum memenangkan kedua lomba tersebut. Namun ternyata Allah SWT telah menyiapkan rezeki lain pada saya. Ya, dalam bulan ini beberapa tulisan saya tayang di media online. Pada bulan ini juga saya menjadi kontributor sebuah media online. Alhamdulillah, juga berhasil memenangi beberapa lomba dan giveaway. Belum lagi rezeki terpilih dalam seleksi administrasi ODOP Batch 8 ini. Rezeki itu misterius, ya?

Tapi saya kembali menyadari bahwa apa yang berhasil saya dapatkan ini karena peluang-peluang yang tak saya lewatkan begitu saja. Ada langkah misterius rezeki yang bekerja di sana. Sebut saja, sebuah giveaway yang diadakan seorang penulis, mampir di beranda saya saat pukul delapan malam. Saya baca sekilas, ternyata tengah malam nanti giveaway tersebut akan ditutup. Saya terlewat melihat info giveaway yang telah diposting sekitar satu minggu yang lalu itu.

Saya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk turut berpartisipasi. Alhamdulillah. Rezeki saya ada di sana. Saya menjadi tujuh pemenang terpilih. Seolah rezeki mendatangi saya, ya. Bila kemarin saya abaikan info itu, tentu akan lain lagi ceritanya.

Itu adalah sebuah contoh sederhana jalan rezeki yang misterius. Rezeki akan menghampiri pejuang kehidupan yang serius. Sahabat Khansa punya pengalaman mendapati jalan rezeki yang misterius jugakah? Yuk, berbagi!

Cara Menjadi Kontributor rumpunaksara.com

Minggu, 13 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa 

Alhamdulillah, ahad ini menjadi hari yang cukup membahagiakan bagi saya. Apa pasal? Hehe, pasalnya naskah cerita anak saya yang berjudul Youtuber Kebaikan berhasil tayang di website Rumpun Aksara. Sstt, ini naskah ketiga yang saya kirim. Dua naskah lainnya saya tarik kembali karena belum kunjung tayang setelah tema bulanan berlalu. 

dimuat di rumpunaksara.com

Ohya, mulai Agustus 2020, Rumpun Aksara mengadakan tema tertentu untuk cerita anak yang dimuat setiap minggunya. Untuk September ini, tema Hobi/Kegiatan Favorit masih bisa banget dikirim, lo. Deadline pengiriman tanggal 15 September 2020. 

Ini Cara Daftar Kontributor Makmood Publishing

Sabtu, 12 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Setelah pada postingan yang lalu saya menyampaikan cara menjadi kontributor tokohterpopuler.com, maka pada hari saya akan menyampaikan satu website lain yang juga menerima kiriman artikel. Tenang, saja! Masih dengan jumlah kata singkat kok. Di website makmoodpublishing.com jumlah kata dalam artikel minimal 350 kata saja.

Keterangan lengkap tentang cara mengirim naskah ke makmoodpublishing.com bisa Sahabat Khansa temukan di sini, ya.


Berikut artikel saya yang berhasil tayang di makmoodpublishing.com:

Tetap Tampil Cantik dan Sehat di Masa Pandemi, Tips Nomor 6 Paling Ampuh!


Halo, Miks!

Pandemi membuat waktu lebih banyak kita habiskan di rumah, ya, kan? Walaupun begitu, kegiatan yang kita lakukan bukannya berkurang, malah bertambah. Bagi sebagian besar dari kita menjalani rutinitas di rumah, membuat pikiran bekerja lebih banyak dari biasa. So, kita butuh me time yang tak biasa, nih.

Berikut tips tetap tampil cantik dan sehat di masa pandemi. Kita simak, yuk, Miks!

1. Mengonsumsi Sayur dan Buah

Ya, di posisi pertama kita utamakan asupan yang baik untuk tubuh kita, ya, Miks! Sebagaimana yang kita ketahui bahwa input yang baik akan menghasilkan output yang baik pula. Sayur dan buah yang kita konsumsi dapat membuat tubuh tetap sehat. Selain itu, tentu sangat baik untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, termasuk kulit.

2. Minum Air yang Cukup

Sebagian besar tubuh kita terdiri atas air. Air merupakan sarana transportasi yang mampu menyampaikan zat-zat gizi ke seluruh sel tubuh. Fakta membuktikan bahwa tubuh manusia hanya bertahan lima hari tanpa air! Nah, begitu vitalnya kebutuhan air bagi tubuh, ya, Miks! Oleh sebab itu, jangan sampai abai mengonsumsi air, ya. Meski rutinitas pekerjaan kadang membuat kita lupa untuk minum

3. …



Selengkapnya, bisa lanjut baca isi artikel tersebut di sini, ya. 

Ohya, menurut sumber yang terpercaya, masa tunggu tayang di website ini sekitar satu hingga dua bulan. Tidak ada konfirmasi jika artikel kita dimuat atau tidak. Oleh sebab itu, bisa cek dan ricek website-nya secara berkala, ya.

Sembari menanti satu artikel tayang, Sahabat Khansa bisa kirim naskah lagi dan lagi. Sstt, artikel yang dimuat di website ini khusus dari dan buat kaum hawa, ya. So, kaum adam jadi tim pendukung dulu di sini. Next, Insya Allah saya akan bawakan kabar gembira lagi tentang website yang menerima kiriman naskah dari kaum adam dan hawa.

5 Strategi Lulus Anggota Komunitas One Day One Post (ODOP)

Jumat, 11 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Bergabung dengan sebuah komunitas dapat memberikan energi positif bagi diri. Benar, tidak? Tak dapat dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial, sangat butuh berinteraksi dengan berbagai hal.

Saya senang menulis dan bermimpi besar untuk menghasilkan karya yang bermanfaat melalui tulisan. Salah satu cara menjaga agar semangat tak memudar adalah berkomunitas. Sst, bukan sembarang komunitas tentunya. Pilah dan pilih komunitas yang membuat berkembang. Itu salah satu yang menjadi fokus saya.

Nah, pada sebuah kesempatan, saya melihat sebuah postingan mampir di beranda facebook. Salah seorang penulis di daftar pertemanan saya, Mas Sutono Suto, mengisi sebuah bincang kepenulisan di sebuah komunitas. One Day One Post aka ODOP. Melihat materi yang akan disampaikan beliau sangat menarik, saya tertarik bergabung. Namun setelah flyer ditelusuri lebih lanjut, saya harus menelan pil kecewa. Mengapa? Ternyata bincang kepenulisan tersebut khusus ODOPERS, sebutan para member di komunitas ODOP.


Lalu saya kepoin akun instagram ODOP. Ternyata banyak materi ‘daging’ di komunitas ini. Semuanya bisa menambah skill dalam kepenulisan. Komunitas apa sih, ini? Bagaimana cara gabungnya? Lalu saya sampai pada sebuah kesimpulan bahwa komunitas ini mengadakan oprec (open recrutment) setiap satu tahun sekali. Tepatnya, di bulan Agustus. Maka, sejak hari itu saya membuka notifikasi untuk setiap postingan akun ini. Tak lupa untuk terus menanamkan keinginan dalam hati ‘saya akan bergabung dengan komunitas ini suatu saat nanti’

Agustus 2020 tiba. Benar saja, oprec dibuka. Saya langsung mengikuti persyaratan. Saya yang terbiasa menjadi ‘pejuang DL’ harus lebih berjuang kali ini sebab di hari penutupan, saya ada keperluan lain. Oleh sebab itu, dua hari sebelum DL, saya sudah mengirimkan karya sesuai persyaratan.

Dalam perjalanan pulang dari keperluan di hari pengumuman, saya lihat info terbaru bahwa waktu oprec ditambah dua hari lagi. Ya, saya hanya tersenyum, tak mengapa. Harus bersabar menanti pengumuman dan alhamdulillah sudah mengirim karya.

Di hari pengumuman, saya tidak mampir ke akun IG ODOP karena suatu rutinitas, saya malah mendapat notif masuk ke grup besar ODOP Batch 8. Alhamdulillah. Itu artinya saya lolos seleksi administrasi ODOP. Ini bukan akhir. Akan ada proses eliminasi sampai nanti sekitar awal November.

Perjuangan baru akan dimulai. Saatnya mengasah pena untuk menghasilkan karya. Berikut strategi saya untuk bisa terus bertahan dan lulus ODOP:


1. Niat dan Semangat



Sejak awal saya sudah berniat. Mengetahui seluk beluk ODOP lewat akun Ig adalah salah satunya. Setelah kesempatan datang dan saya lulus seleksi administrasi, kuncinya adalah bertahan dengan penuh semangat. Jangan sampai terdepak dari kompetisi.


2. Peka Menangkap Ide Tulisan



Lingkungan sekitar mempunyai peranan cukup baik dalam hal ini. Sebenarnya ide tulisan bisa datang dari mana saja. termasuk saat berinteraksi dengan sekitar. Saat melihat suatu benda kita bisa tanyakan dalam pikiran ‘Bagaimana jika’ lalu kembangkan menjadi sebuah tulisan.


3. Baca Berita



Setiap hari media akan menginformasikan berita terbaru. Baik melalui portal daring maupun luring. Dengarkan dan cari faktanya di sumber valid, lalu boleh berargumentasi. Jangan sampai juga berkoar tanpa dasar, khawatir jadi hoaks.


4. Konsisten



Jangan digaspol juga di awal. Santai saja. setidaknya itu yang saya dapatkan dalam sebuah kesempatan sharing di grup ODOP. Biarkan tulisan mengalir dengan pelan namun pasti. Di akhir, mungkin ada tugas ‘berat’ yang menanti.


5. Doa



Ini poin yang utama. Semua poin di atas adalah ikhtiar. Penentu tetap adalah doa. Maka, selalu minta pada Allah SWT untuk memberikan kesehatan, kesempatan, dan kelancaran agar dapat menghasilkan tulisan terbaik dan tentu saja lulus dengan hasil terbaik pula.

Demikian strategi agar lulus ODOP ala Rekam Jejak Sang Pemimpi. Semoga saya dan teman-teman sesama pejuang ODOP akan lulus dengan nilai terbaik. Semangat!

Jadi Kontributor TokohTerpopuler.com, Begini Caranya!

Kamis, 10 September 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Di era pandemi ini, dunia literasi kembali menunjukkan eksistensinya. Terlebih literasi di dunia digital. Website yang menyediakan berita-berita terhangat dan teraktual muncul bak jamur di musim penghujan. Kehadiran website tersebut tentu membutuhkan konten yang banyak dari para kontributor. Mengingat saya adalah salah seorang beruntung yang “terjebak” di jejaring kontributor di sana, saya akan ajak Sahabat Khansa yang tertarik untuk menulis di website ini. 

Kontributor TokohTerpopuler.com
sumber: website tokohterpopuler.com

Ohya, seperti postingan saya sebelumnya. Website ini sangat pas buat Sahabat Khansa yang masih suka nulis artikel singkat. Singkat dalam artian langsung ke pokok permasalahan, ya. Menggunakan kalimat efektif dalam mengurai sebuah opini. 

Nah, berikut langkah-langkah yang harus Sahabat Khansa lakukan: 

Ikutan Kelas Online? Cek 7 Hal Ini Dulu Sebelum Daftar

Rabu, 09 September 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa 

Efek pandemi membuat kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, terutama berinteraksi dengan dunia maya ya, kan? Nah, agar waktu luang dan kuota data tersebut lebih bermanfaat, kita sering ikut kelas online. Tapi, sebelum ikutan kelas online, ada lo beberapa hal yang mesti kita cek.


daftar kelas online
design by canva


Kemilau kelas online memang membuat kita serasa ingin mengikuti semuanya. So, jangan sampai kita hanya sekadar ingin tahu tapi tidak bisa maksimal memanfaatkan ilmu sang pemateri. 

Berikut yang harus kita cek sebelum daftar kelas online:

Nulis Artikel Singkat dan Dapat Honor! Emang Bisa?

Selasa, 08 September 2020

Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa 😀

Suka nulis artikel? Nggak bisa, Kak!

Alasannya?

Masih suka nulis singkat-singkat aja.

Nah, ini dia solusi nulis singkat dan dapat duit, Sahabat! Nulis di sini aja. Istilahnya, uang jajan. Hihi.


Alhamdulillah, artikel saya yang berjudul Bikin Bangga! Ini Dia Kisah Polwan Cantik yang Tak Malu Membajak Sawah menjadi artikel terpilih pada Event Polwan yang digelar Komunitas Tokoh Terpopuler dalam rangka peringatan hari lahirnya Polwan 1 September. Dua pemenang terpilih dalam event ini mendapatkan uang pulsa masing-masing 50K.

Ini dia tulisan terpilih tersebut, Sahabat 😀

Bikin Bangga! Ini Dia Kisah Polwan Cantik yang Tak Malu Membajak Sawah

Hari ini Polisi wanita (Polwan) telah genap berusia 72 tahun. Polwan beranggotakan para wanita yang menjadi abdi negara sebagai anggota kepolisian.

Selama ini kita mungkin melihat sosok ini tampil dengan seragam polwan. Para wanita gagah ini memberikan bakti yang begitu besar pada negeri dengan melindungi dan melayani sepenuh hati.

Di antara sosok gagah tersebut terbitlah seorang polwan yang bertugas di Polsek Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. Polwan tersebut bernama Bripda Komang Irmawati. Dengan seragam dinas saat bertugas, siapa sangka sosok ini sering menyingsingkan lengan dan malah asyik berteman dengan lumpur sawah.

Terik mentari tak menyurutkan semangat polwan kelahiran Sukamaju 21 November ini untuk menikmati tugas sampingan itu. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa sawah yang dibajak sang polwan adalah milik kedua orangtuanya.

Dilansir dari sini, Bripda Komang Irmawati mengatakan, “Saya turun ke sawah untuk membantu orang tua. Saya juga merasa bangga dengan pekerjaan orang tua saya sebagai petani yang bisa membuat saya bisa menjadi seorang polwan. Atas dukungan kedua orang tualah sehingga saya bisa seperti saat ini, maka dari itu kapan saya bisa membantu mereka kalau bukan dari sekarang.”

Diiringi ungkapan rasa haru, polwan kelahiran 1996 ini mengungkapkan bahwa dahulu seusai pulang sekolah ia pergi ke sawah. Lalu dengan penuh semangat sang polwan kecil membantu bapak mengusir burung.

Kisah hidup Bripda Komang Irmawati ini menjadi viral di media sosial. Oleh sebab itu sang polwan cantik dipanggil secara khusus oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol.Umar Septono. Bripda Komang Irmawati mendapatkan penghargaan dari Kapolda atas perbuatan terpuji yang dilakukannya. Tindakan mulia anak ketiga dari empat bersaudara ini menjadi daya ungkit citra Polri di lapangan.

Bangga! Tak banyak sosok yang rela melakukan hal terpuji seperti ini. Meski rutinitas pekerjaan kerap menyita banyak perhatian, Bripda Komang Irmawati tetap tak lupa pada jasa ayah dan ibu sehingga sang polwan berhasil meraih impiannya.

Selamat Hari Polwan ke-72! Polwan Unggul Polri Maju!

Tulisan ini telah ditayangkan pada tokohterpopuler.com

Yeay! Dapat transferan 50K, dong! Jumlah kata dalam tulisan minimal 300 kata.

Ohya, info lomba ini saya peroleh dari WAG Kontributor Tokohpopuler.

Gimana cara gabungnya?

Idih, ada yang penasaran. Simpan dulu rasa penasaran itu. Insya Allah saya infokan di postingan selanjutnya. Stay tune, ya!

Alhamdulillah, Selalu ada solusi dari masalah. Jadi, yuk, tetap berjuang cari peluang!

Jangan Menduga! Bilang Saja!

Senin, 07 September 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa 😀
Ngodop dimulai! Doakan saya istikamah hingga akhir, ya! Apa itu ngodop? Sahabat bisa cek di sini, ya 👇 Siapa tahu Sahabat tertarik untuk ikutan di batch selanjutnya! 😉

Baca juga: Adaptasi Kebiasaan Baru di Bidang Literasi Bersama Komunitas ODOP (One Day One Post)
 
kiat meminta izin pada atasan

Hari ini, saya sengaja pulang agak lama. Seperti biasa, jadwal dinas malam berakhir pukul delapan pagi. Tentu ada hal penting yang sedang saya rancang di dalam pikiran. Pekan depan akan diadakan walimah sepupu. Saya akan menemani ibu menghadiri acara itu. Beliau berharap banyak saya dapat memenuhi pintanya.

Berselancar Kreatif dan Produktif di Media Sosial Bersama Indosat

Rabu, 02 September 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

 

Protokol kesehatan mengharuskan kita lebih waspada dalam menjaga kesehatan. Salah satunya ialah menghindari kerumunan atau keramaian. Hal ini menyebabkan segala rutinitas yang biasanya kita kerjakan di dunia nyata kini harus hibernasi sesaat. Beralih dari luring ke daring.

 

Dengan imbauan untuk menghindari kerumunan, bukan berarti kita berleha-leha dan berubah wujud menjadi kaum rebahan sejati. Kita tetap bisa kreatif dan produktif, lo!

 

Jadilah Kaum Rebahan Jempolan!

 

Berselancar Kreatif dan Produktif di Media Sosial Bersama Indosat
design by canva