Sosok Pria dengan Pakaian Berlumuran Darah dimuat Harian Merapi

Selasa, 11 Februari 2020
Cerita Misteri Harian Merapi


Sosok Pria dengan Pakaian Berlumuran Darah*
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Senja baru saja merapat ketika Kardi diminta Mak Ijah menggantikan dirinya untuk menjaga warung sederhana mereka. Kardi yang saat itu baru saja pulang dari langgar, langsung melaksanakan titah Mak-nya.

“Setelah lepas magrib baru kamu bersih-bersih dagangan yang di luar, ya, Di,” nasihat Mak Ijah. Beberapa dagangan mereka seperti minuman dan makanan ringan dipajang di luar warung. Oleh karena rentan debu, maka dagangan tersebut harus lebih sering dibersihkan.
 
Kardi mengangguk. Ia mengambil bangku lalu duduk menghadap seberang jalan yang lengang. Pikirannya menerawang. Andai Bapak masih ada mungkin saat ini dia sudah duduk di bangku kuliah. Bukan hanya bangku kayu warung ini.

Entah karena terlalu larut dalam lamunannya, Kardi jadi agak mengantuk. Berkali-kali tubuhnya seperti digoyang angin. Miring ke kiri dan ke kanan mirip nyiur melambai di tepi pantai.
 
Mak Ijah yang saat itu sudah selesai melaksanan ibadah salat magrib langsung saja menyuruh Kardi masuk ke dalam dan rebahan. Kardi tidak mengangguk kali ini. Ia melihat raut wajah Mak Ijah yang kelelahan setelah seharian berjualan.
 
Ditemani kantuk yang tersisa, Kardi mengambil kain lap kumal lalu pergi menuju dagangan yang dipajang di luar warung. Saat itulah ia menyaksikan apa yang seharusnya tidak ia saksikan.
 
Berpuluh tahun yang lalu, tepat di seberang jalan warung mereka adalah sebuah tikungan jalan yang cukup tajam. Tak terhitung sudah jumlah nyawa melayang akibat kecelakaan, baik tunggal maupun rombongan. Sehingga wajar apabila aroma mistis masih sangat kental di daerah tersebut. Beberapa orang yang tinggal cukup lama di daerah itu juga sudah tak asing lagi dengan berbagai hal di luar nalar yang kerap terjadi di sekitar tikungan itu.
 
Kardi tengah khusyuk membersihkan dagangan dari debu jalan yang menempel ketika pandangan matanya teralihkan menuju seberang jalan yang tadi lengang. Sesosok pria berjalan tegap. Pandangan pria itu kosong mengarah ke depan. Berpakaian putih ala pasien rumah sakit dan … tubuhnya bermandikan noda darah!
 
Kardi segera menghentikan aktivitasnya, melempar kain lap dan melarikan diri menuju warung. (***) Nama samaran

*Naskah dikirim 23 Januari 2020 dan dimuat 11 Februari 2020
Judul mengalami sedikit pengeditan oleh redaktur :D

CPNS/PNS Siapkan Berkas Ini untuk Mengurus Kartu Indonesia Sehat

Jumat, 07 Februari 2020


sumber: https://merahputih.com/

CPNS/PNS Siapkan Berkas Ini untuk Mengurus Kartu Indonesia SehatHari ini saya mau bagi pengalaman buat yang mau urus Kartu Indonesia Sehat. Saya bagikan ini sesuai pengalaman pribadi, ya. Insya Allah, valid.
Berkas yang harus disiapkan adalah sebagai berikut. Ohya, ini khusus untuk CPNS/PNS yang masih lajang, ya. Pasti ada beberapa dokumen tambahan jika sudah berstatus menikah.
  1. Daftar gaji yang sudah dilegalisasi. Daftar ini bisa diminta di bagian keuangan dinas terkait. Berhubung saya seorang tenaga kesehatan, maka saya mendapatkan daftar tersebut di dinas kesehatan.
  2. Fotokopi SK terakhir
  3. Fotokopi Kartu Keluarga
  4. Form isian yang bisa didapatkan di Kantor BPJS. Kalau bingung, bisa minta bantuan petugas
Keempat dokumen tersebut dijadikan satu dan diberi klip. Setelah itu minta nomor antrean pada petugas. Hanya dalam beberapa menit maka Kartu BPJS pun langsung tercetak. Nggak kayak e-KTP saya yang sampai satu tahun lebih belum selesai. Ups, malah curcol :D

Sekian dulu. Kalau ada yang kurang jelas dan ingin ditanyakan bisa langsung kirim pesan, ya ^_^

Sambutan Hangat Penghuni Kamar Belakang dimuat di Harian Merapi

Minggu, 02 Februari 2020
Cerita Misteri Sambutan Hangat Penghuni Kamar Belakang dimuat di Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi edisi 01 Februari 2020



Sambutan Hangat Penghuni Kamar Belakang*
Oleh : Karunia Sylviany Sambas


Kejadian ini terjadi di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Minggu depan ada kunjungan tim dari pusat. Oleh sebab itu, rumah sakit berbenah. Seluruh ruangan dan halaman sekitar rumah sakit ditata sedemikian rupa demi menyambut kedatangan para undangan.

Begitu pula dengan salah satu ruangan di sana. Ila, seorang perawat yang bertugas hari itu sedang sibuk membantu membenahi ruangan. Demi kerapian dan kebersihan, Ila dan rekan-rekan seruangan yang saat itu berjumlah sekitar empat orang, berinisiatif untuk menyimpan beberapa barang ke salah satu ruangan yang belum digunakan. Ruangan tersebut baru dibangun. Oleh sebab itu masih digunakan oleh beberapa ruangan sebagai tempat penitipan barang. Saking banyaknya barang, ruangan itu malah tampak seperti gudang.

“La, tolong bawa troli dan kotak-kotak ini ke kamar belakang, ya.” Semua orang di sana sudah paham jika yang dimaksud dengan ‘kamar belakang’ adalah ruangan tak berpenghuni itu.

Karena jumlah barang yang ingin dibawa ada beberapa, Ila mengajak Uni menemani. Lalu mereka berdua mendorong dorongan oksigen dan mengangkat kotak-kotak menuju kamar belakang.

Waktu masih menunjukkan pukul sepuluh pagi. Di sepanjang koridor rumah sakit beberapa tenaga kebersihan tampak sibuk dengan rutinitasnya.

Ila sudah mengantongi kunci. Terdengar suara derit perlahan saat Ila mendorong pintu kaca.

Huft! Langsung saja debu tebal memenuhi indra penciuman dan menyebabkan rasa sesak saat menarik napas.

Ruangan itu terdiri dari beberapa kamar. Ila mengambil kunci lagi dan membuka salah satu kamar, sementara Uni menaikkan dorongan oksigen ke atas sebuah troli kosong dan meletakkannya di pojok dekat sebuah tempat tidur pasien. Di atas tempat tidur itu terdapat banyak barang-barang titipan ruangan.

Lantas Uni menyusul Ila. Ketika mereka sibuk memindahkan barang-barang dari dalam kotak ke dalam kamar, tiba-tiba terdengar keributan dari arah belakang, tepatnya di tempat dorongan oksigen dan troli kosong berada.

Sontak keduanya menoleh ke belakang. Masih sangat jelas terlihat gerakan dorongan oksigen seperti dinaikturunkan berbenturan dengan troli sehingga menimbulkan suara gaduh.

Ila dan Uni berpandangan. Isu tentang kamar belakang itu sepertinya benar. Hari ini keduanya telah disambut hangat oleh sang penghuni. – Nama samaran


*Naskah dikirim pada tanggal 17 Januari 2020 dan dimuat tanggal 01 Februari 2020

Kirim Cerita Misteri ke Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi

Kirim Cerita Misteri ke Rubrik Cerita Misteri Harian Merapi - Alhamdulillah hari ini saya bisa kembali mengisi kisah indah di blog tersayang ini. Kali ini tulisan saya dimuat di rubrik cerita misteri Harian Merapi. Jika ingin mengenal lebih dalam website-nya bisa ke Harian Merapi 

Cerita Misteri Harian Merapi

Cerita misteri?

Ini adalah tulisan perdana di rubrik milik salah satu harian yang terbit di Kota Yogyakarta. Bagi teman-teman yang follow blog ini (saya ucapkan terima kasih banyak :) ) tentu mengetahui bahwa tulisan saya selama ini berupa cerpen anak. 

Nah, kok bisa sekarang nulis cermis alias cerita misteri? Apa mau berubah haluan? :D Hehehe. Insya Allah, tidak. Saya akan tetap setia di genre anak yang cerah ceria. Sesekali saya akan mampir ke cerita remaja, cerita misteri bahkan puisi. Ya, sesekali saja. Tapi walaupun sesekali saya akan terus berusaha belajar. Karena saya memiliki niat setiap tulisan yang saya hasilkan harus bisa memberi manfaat pada orang lain. 

Jika Sahabat tertarik untuk menulis cerita misteri di rubrik ini, berikut ketentuan yang bisa saya share sesuai pengalaman yang baru sedikiiit ... :D