Event Cerpen Islami Dunia Dekik

Sabtu, 25 Oktober 2014
Assalamu’alaykum wr wb

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah 1436, tentu banyak sekali muhasabah, dari yang terlewat atau apa yang akan dicapai untuk tahun ini.
Untuk itu Group Dunia Dekik (Dunia Karya Tulis) mengajak anggota group, rekan, kawan, dan penulis untuk berkarya lewat ‘Cerita Pendek’.
Sebelum ikutan, simak dulu ya, syarat-syaratnya:

1. Bergabung di Grup Dunia Dekik [Dunia Karya Tulis] (tempat pengumuman)
https://www.facebook.com/groups/dunia.dekok/

2. Bebas biaya dan sebarkan info event ini dengan men-tag 15 FB temanmu.

3. Yang punya twitter follow @pena_perawan (tidak wajib) dan buat tweet untuk ikut bagian dari menyemarakan Tahun Baru Hijriyah.

4. Siapa saja boleh ikut (tidak dibatasi usia).

5. Tema “Hijrah; antar silaturahim, membangun hati mencapai perubahan diri.”

6. Cerpen ditulis sejumlah 10.000-11.000 CWS (Character With Space) – Genre religi Islam.

7. Karya sendiri, belum pernah dipublikasikan dan belum diikutsertakan lomba yang lain, tidak mengandung SARA dan PORNOGRAFI.

8. Wajib orang Indonesia asli, masing masing hanya boleh mengirimkan satu cerpen terbaiknya.

9. Ditulis dengan ketentuan MSwords 2007, margin 3 cm tiap sisi, TNR 12, spasi 1,5, rata kiri-kanan. Sertakan biodata narasimu maksimal 80 kata (khusus yang lolos akan diminta foto asli).

10. Akan dipilih 20 cerpen terbaik untuk dibukukan [diusahakan untuk kepenerbitan yang paling baik].

11. Ditunggu hasil dari 25 Oktober – 25 November 2014, pukul 23:59 WIB dan diumumkan secepatnya setelah tahap seleksi.

12. Pengiriman naskah ke email dekik.full@gmail.com

*dikirim dengan lampiran dengan subject : jenis karya_Nama Penulis_Judul Naskah. (contoh: Cerpen_Dekik Full_Taubatan Nasuha) ===> untuk file saving tolong nama sama dengan subjek kiriman agar saat diunduh tidak berubah namanya.

Hadiah:
- semua peserta yang lolos akan mendapat e-sertifikat
JUARA 1 : Pulsa 50.000 + Buku Terbit.
JUARA 2 : Pulsa 25.000 + 1 buku terbit
JUARA 3 : Pulsa 20.000 + 1 buku terbit

Hadiah sponsor:
Tambahan hadiah pemenang cerpen islami, untuk tiap pemenang satu buku "Selepas Apel Malam" yang bertanda-tangan, by Riyanto El Harist.

Untuk SATU pemenang terfavorit pilihan dewan Juri.
- Peserta terfavorit diajak nulis bareng Riyanto El Harist di tahun 2015 ‪#‎prerogratif‬ dari panitia... by. Kang Riyanto El Harist.
- Pulsa 100.000 by. Larasati Lamadinanti

*Hadiah bisa bertambah (jika ada sponsor dan jika ingin menjadi sponsor bisa langsung konfirmasi via inbok Dekik Full).
Pasti ada kejutan menarik lainnya. Semangat!
** Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat (Juri dan editing Dekik Full dan PJ Group Du-Dek)

Salam berkarya!

Wassalamu’alaykum wr wb

Koodinator Dekik Full
PJ Jev Indra Delcandrevidezh
PJ Hermini Yulawati
PJ Diah Woro Susanti
PJ Dewi Ari Ari
PJ Bunda Umy
PJ Karunia Sylviany Sambas
PJ Ardini N. Wijaya

cc : Seluruh Penasehat Group Dunia Dekik

Melati & Kalung Putri di Analisa Medan

Kamis, 02 Oktober 2014

Cerpen Anak Melati dan Kalung untuk Sang Putri dimuat di Harian Analisa Medan  

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa. 

File naskah ini sempat menghilang beberapa waktu yang lalu. Hiks! Sedih sekali rasanya, sahabat. Cernak ini adalah pembuka langkah saya di media massa. Aih, senangnya saat adinda Zakiyah Rizki Sihombing mengabari pemuatan cernak ini. Big hug, adik :)

Alhamdulillah, naskah ini saya temukan dalam keadaan sehat dalam leppy yang "sudah lama tertidur" FYI, naskah ini menghilang karena terhapus dari file keluar email saat kegiatan "bersih-bersih email" berlangsung.

Selamat membaca, sahabat bloger ^_^

dimuat di Harian Analisa Medan

Melati dan Kalung untuk Sang Putri
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Minggu depan sekolah Melati akan mengadakan pentas seni untuk memeriahkan acara perpisahan murid-murid kelas VI. Kelas Melati ingin mempersembahkan sebuah drama pertunjukan. Drama ini berjudul “Putri Kerajaan Bunga”. Melati sangat senang. Ini pertama kalinya ia ikut dalam sebuah pertunjukan drama. Tapi dia juga sedih. Ia tak mempunyai cukup uang untuk membantu acara itu. Untungnya, ia memiliki teman yang baik.

“Nggak apa-apa kok Melati.” Teman-temannya mencoba menghibur.

Namun Melati tetap merasa tak enak hati. Tanpa disadari ia sering termenung di kamarnya. Perubahan sikap Melati ini diketahui oleh Bunda.

“Melati sayang, kok cemberut sih?” Bunda mengelus kepala putrinya. “Anak manis nggak boleh begitu. Kalau ada masalah, cerita sama Bunda ya.” Kata-kata Bunda berhasil membuat Melati tersenyum.

Sambil memilin ujung bajunya, Melati menyandarkan kepala di bahu Bunda.

“Bunda, besok kelas Melati mau ngadain pertunjukan drama. Judulnya “Putri Kerajaan Bunga”. Teman-teman Melati ikut nyumbang buat biaya perlengkapannya. Hmm ….” Melati tak melanjutkan kata-katanya. Ia memandang wajah Bunda dengan tatapan khawatir. Ia takut menyinggung perasaan Bunda.

Bunda mengerti perasaan Melati. Kios kue milik mereka sedang sepi pembeli. Hasil penjualan kue hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ayah Melati sudah meninggal ketika ia masih berusia lima tahun.

Tak lama Bunda tersenyum.

“Yuk, ikut Bunda!”

“Mau kemana, Bun?” Melati kebingungan. Bunda meraih tangannya dan langsung membawanya menuju taman di samping rumah.

“Bunda?” panggil Melati sekali lagi. Namun Bunda tidak menjawab. Ketika sampai di bangku taman, barulah Bunda menghentikan langkahnya.

“Melati duduk di sini dulu ya.” Bunda mengambil seutas tali yang ada di sudut taman. Kemudian Bunda berjongkok di bawah pohon melati dan sibuk memunguti bunga-bunga cantik itu.

Melati masih tampak kebingungan.

“Yuk, bantu Bunda.”

Walau belum mengerti, Melati ikut membantu Bunda. Setelah terkumpul kira-kira dua puluh kembang, Bunda mengajak Melati duduk kembali.

Jari-jari Bunda terlihat lincah merangkai bunga melati pada seutas tali itu. Tak lama ….

“Taraaa ….” Bunda tertawa riang. “Bagaimana? Cantik kan?”

Bola mata Melati tak mampu berkedip. Bunda merangkai bunga melati itu dan membuatnya tampak seperti gelang.

“Tapi kok ukurannya besar ya, Bun?”

Bunda menjawab dengan senyuman.

“Ini bukan gelang sayang, tapi ….” Bunda meletakkan lingkaran bunga itu di atas kepala putrinya.

“Ini adalah mahkota Putri Kerajaan Bunga. Kamu bisa memberikan sebagai penghias kepala sang putri.”

Wah! Melati benar-benar tak percaya. Akhirnya ia dapat mempersembahkan sesuatu untuk drama pertunjukan sekolahnya.

“Ternyata yang cantik-cantik nggak mesti mahal ya, Bun,” ucapnya riang. “Terima kasih Bunda.” Melati memeluk Bunda erat.

Cara Memasang Lencana Facebook di Blog

Assalamu'alaykum wr, wb
Hai ... hai masih ada yang bingung gimana caranya masang lencana facebook? Atau malah bingung, lencana facebook itu apaan sih? Apa sejenis penghargaan *abaikan :D

Baiklah, berhubung hari ini, tanggal 02 Oktober 2014 saya baru menemukan caranya. *Humph, berasa bangga, walaupun mungkin terlambat buat sahabat blogger lainnya. Hihihi. Saya akan menampilkan langkah-langkah kecil untuk menampilkan sang lencana mungil ^_^


Ceki ... ceki ...

1.   Bukalah akun facebook yang anda miliki! 
2.  Klik Lihat Log Aktivitas di kanan atas
3 . Pilih Tambahkan Lencana ke Situs Anda
4.  Pilih "other" 
5.  Copy kode yang ditampilkan
6.  Klik "blogger" 
7.  Paste pada kolom isian
8.  Tambahkan widget
9.  Selesai!

Sesederhana itu, kan? :) Btw, sebelumnya saya sempet mampir ke beberapa alamat sebelum buat lencana facebook ini. Hasilnya? Saya nyasar, sahabat. Hiks! Kudu sabar ya. 

Nah, segitu dulu sharing-nya ya. Maunya sih ditambah screenshot-nya sekalian biar lebih jelas plus cantik dan menarik tampilannya. So, next time ya ... ^_^