Terimakasih Guru di Nusantara Bertutur

Rabu, 25 November 2015

Cerpen Anak Terima Kasih, Bu Guru dimuat di Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Minggu, 22 November 2015

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah, tulisan saya kembali dipercaya untuk tayang di rubrik Nusantara Bertutur Kompas Klasika. Sstt, naskah ini berhasil menyabet juara pertama dari 30-an naskah bertema sama. Hari Guru Nasional. ;)

Bagi Sahabat Khansa yang ingin mengirim naskah ke rubrik ini, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur

Untuk tema terbaru belum di-publish. Insya Allah, setelah tim NuBi menge-post info tema terbaru di akun facebook maupun twitter, maka saya akan menampilkannya di sini :D #RajinMampirYa

Naskah ini saya kirimkan pada tanggal 24 Oktober 2015 dan dimuat pada tanggal 22 November 2015

Seperti biasa ;)
Naskah yang saya lampirkan adalah naskah versi asli.

dimuat di Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Minggu, 22 November 2015

Terima Kasih, Bu Guru
Penulis : Karunia Sylviany Sambas


Winda bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Asahan, Sumatera Utara. Hari ini kelas Winda kedatangan guru baru. Namanya Bu Liany. Beliau menggantikan Bu Citra yang sedang cuti.

“Assalamu’alaikum. Apa kabarnya hari ini?” tanya Bu Liany.

“Wa’alaikumussalam. Baik, Buuu ...” jawab murid-murid dengan penuh semangat.
Bu Liany tersenyum.

“Ayo, siapa yang sudah pintar membaca?” tanya Bu Liany kemudian.

“Ibu membawa buku Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara.”

“Saya, Bu. Saya, Bu.” Suara mereka terdengar riuh.

“Alhamdulillah. Anak-anak Ibu pintar-pintar, ya. Nanti kalian akan Ibu minta bergantian membacakan ceritanya.”

Bu Liany mulai memanggil nama anak didiknya satu per satu.

Sekarang tiba giliran Winda. Ia menuju meja Bu Liany dengan ragu.

“A ... sal mu ... la ... Da ... nau ... To ... ba.” Winda membaca sambil terbata-bata.

“Winda belum lancar membaca, ya?” Bu Liany melirik tanda pengenal di baju Winda.

Winda menggigit ujung bibirnya. Ia tampak ketakutan. Tapi begitu melihat tatapan Bu Liany yang teduh ditambah dengan senyuman, ia jadi berani.

“Winda belum pandai membaca, Bu,” ucap Winda akhirnya.

Bu Liany mengangguk paham. Beliau meminta Winda untuk datang ke rumahnya sore nanti. Bu Liany berjanji akan mengajari Winda membaca. Wajah Winda terlihat sangat gembira. Ia mengangguk dengan cepat.

Bel tanda kelas berakhir berbunyi. Setelah memberi salam, murid-murid keluar kelas.

Sore ini Winda datang ke rumah Bu Liany. Di sana banyak anak seusianya yang sedang belajar membaca dan menulis. Mereka anak-anak tetangga Bu Liany. Beliau mengajar mereka dengan sukarela.

Setelah mengucap salam, Winda diajak Bu Liany masuk. Kemudian beliau memberikan sebuah buku kepadanya. Buku cerita dengan gambar-gambar menarik.

“Tapi, Bu ....” Winda memandang Bu Liany dengan ragu.

“Ayo, dicoba!” Bu Liany tersenyum.

Winda mulai membaca. Bu Liany membimbing dengan sabar. Sesekali beliau membantu bila Winda mengalami kesulitan. Walaupun agak terbata-bata, akhirnya ia berhasil menyelesaikan separuh cerita.

“Bu, ceritanya seru sekali. Winda ingin cepat pandai membaca.” Winda begitu bersemangat.

Bu Liany merasa senang melihat semangat belajar Winda.

Setiap sore Winda datang ke rumah Bu Liany. Bersama dengan teman-teman, ia belajar membaca dan menulis.

Kini, Winda sudah lancar membaca.

Hari ini sekolah Winda mengadakan acara peringatan hari guru nasional. Winda dan teman-temannya dengan semangat menyanyikan lagu himne guru dilanjutkan dengan menyematkan bunga di baju para guru. Sambil menyematkan bunga, Winda memeluk Bu Liany.

“Terima kasih, Bu Guru,” ucapnya. (***)


Hikmah Cerita
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan segenap perhatian dan kesabaran membimbing murid-muridnya agar berhasil mencapai cita-cita.


Wassalamu'alaikum,
Karunia Sylviany Sambas

Hargai Pahlawan di Nusantara Bertutur

Jumat, 13 November 2015

Menghargai Jasa Pahlawan dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur edisi Minggu, 08 November 2015 

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Alhamdulillah. Tulisan saya kembali diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tayang di Nusantara Bertutur Harian Umum Kompas. 

Semoga ikhtiar Sahabat Khansa untuk tayang di rubrik ini akan segera menjadi nyata, ya. Aamiin.

Menang Nusantara Bertutur & KSAN 2015

Rabu, 04 November 2015

Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015 

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Apa kabar?

Semoga selalu bersemangat menjalani aktivitas, ya.

Alhamdulillah. Kemarin saya mendapatkan kesempatan indah untuk memenangkan lomba yang paling dinanti-nanti oleh penulis bacaan anak seantero nusantara. \:D/

Tema Nusantara Bertutur Desember 2015

Selasa, 03 November 2015


Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Seraya menanti pengumuman Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015, yuk, kita simak Tema Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Desember 2015.

Hari Anti Korupsi dimuat 06 Desember 2015
Hari Ibu Nasional dimuat 20 Desember 2015
Hari Nusantara (Deklarasi Djuanda) dimuat 13 Desember 2015
Hari Raya Natal dimuat 27 Desember 2015

Semua tema punya deadline yang sama, lo! ;) yaitu Minggu, 15 November 2015. Jangan sampai kelewatan!

Buat Sahabat Khansa yang pertama kali ingin berpartisipasi, silakan klik Cara Kirim Naskah Cerpen Anak Kompas Klasika Nusantara Bertutur.  

Misteri Angka 13 #4 Penerbit Harfeey

Minggu, 01 November 2015

Antologi Misteri Angka 13 #4 terbitan Penerbit Harfeey

"Kuatkan hati untuk menguaknya...."

Genre : Antologi cerpen misteri
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary Hansamu Harfeey
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-25-5
Tebal : 150 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp38.000,- (Harga kontributor Rp32.000,- setiap pembelian bukunya)

SINOPSIS

13. Sekadar gabungan dari dua angka berbeda yang terdiri dari 1 dan 3, atau terdapat berbagai mitos serta misteri yang menyertai di dalamnya? Bisa tidak, namun iya bagi Si Triskaidekaphobia.

Ada apa dengan 13? Hingga 80% bangunan tinggi tidak berani melibatkan angka misteri itu untuk dijadikan tingkatannya, dan seorang anak yang lahir pada hari Jumat tanggal 13 dipercayai akan tertimpa kemalangan di sepanjang hidup, bahkan di jalanan Florence Italia rumah di antara nomor 12 dan 14 disebut rumah nomor 12 setengah.

Seberapa istimewanya misteri angka 13 di mata para Triskaidekaphobia fiktif dalam buku ini? Mari menguak mitos dan misterinya bersama.
***

Penulis Kontributor :
Boneka Lilin, Indah Permatasari, Ni Wayan Anik Wikantari, Nur Sausan, Vifin Jangkeng, Nurika Lisiani Pradananingrum, Anindyati Ciptaning Cahya, Novi Nisa Gasella, Dewi Fitria, Alamsari, Buk Nung, Rizma Benedicta, Dini Frisca Isklisiana, Wahda Khadija Salsabiila, Ariana Aristia, Andik Chefasa, Shofia Manzalini, Latifah Ayu Kusuma, Karunia Sylviany Sambas, Dita Heriwiendyasworo, Daniez Setia, Marina Wisesa, Choirunnisa Ulfa Azmi, Rin Agustia Nur Maulida, Surur, Andi Nur Afifah, Destini Puji Lestari, Zulzilah Arth, Henry Halim, Arum Widyastuti Perdani, Rere Z, Della A. Permatasari, Nheryn Richa, M. Abd. Rahim, A. Abus, M. Ardhan Akil.
***

SMS ORDER 081904162092. Thanks.

Cerita SMA #3 Penerbit Harfeey


Antologi Cerita SMA #3 terbitan Penerbit Harfeey

Study, love, and friendship

Genre : Kumpulan FF
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-51-4
Tebal : 155 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp39.000,- (Harga kontributor Rp33.000,- setiap pembelian bukunya)

Sinopsis:

Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah
Tiada kisah paling indah, kisah-kasih di sekolah
*
Ada cerita...
Suka-duka belajar,
Tangis-tawa mencinta,
Seru-haru berkawan,
Di putih abu-abu, pengukir sejarah merah jambu.

Kontributor:
Boneka Lilin, Nur Aini, Lina W. Sasmita, Zeny Rahmawati, Novi Nisa Gasella, Tissa Putri Sekararum, Rika Novianti, Tuti Handayani Arifin, Julia Primadani, Nafi’atul Azizah, Khaziella, Yuliana Wati, Feny Febriany, Muhammad Salamun Asngari, Karunia Sylviany Sambas, Surya Fahlevi, Sally Apriyanti Nasution, Shofia Manzalini, Tri Fitri Nasution, Dini Sri Hayati, Mushallina, Junaidi Barcelonitas, Bunga Ramadani, Naurah An-Nadhifa, Anggun Farida Rochmah, Andrew Arwind, Ary Yunita, Nur Laila Safitri, Tari Greta Asifa, Mia Mutiara, Dina Deriyani Kholifah, Cucu Nurhalika, Christine Novia, Yunita Dwi Indraswari, Agnes Rosalia, Eli Yulita, Kholishotu Syahidah, Ari Ika Wati, Arinda Shafa.
*
Ada banyak kisah seru haru seputar dunia putih abu-abu dalam buku ini. 

Grab it! Sms 081904162092.

Kepada, Ayah #1 Penerbit Harfeey


Antologi Kepada, Ayah #1 terbitan Penerbit Harfeey

Sosok sedikit bicara, banyak bekerja

Genre : Kumpulan FTS
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-42-2
Tebal : 145 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp37.000,- (Harga kontributor Rp31.000,- setiap pembelian bukunya)

Sinopsis:
Kepada, Ayah...
Yang sebagian diriku berasal darinya.
Kepada, Ayah...
Yang rela merendahkan diri demi meninggikanku, anaknya.
Kepada, Ayah...
Yang dalam diamnya terdapat banyak cerita.
Kepada, Ayah...
Yang menghidupiku dari perahan peluh dan airmata.
Kepada, Ayah...
Ku tulis kisah untuk mengabadikannya.
Hanya kepada, Ayah...

Kontributor:
Boneka Lilin, Ary Hansamu Harfeey, I Made Binar Andromeda, Ike Juni Setiawati, Mutiara Kurniati, Raden Muhammad Salam Perkasa Alam, Putri An-Nissa Nailhatul Izzah, Puji Dandelion, Inki, Arinda Shafa, Tri Oktaviani, Teti Febrianti, Yuriaki Anna, Dinie isnaeni, Elva Naviyana, Sinto Andini, A. Makhodlo, Iis Ernawati, Ridha Sri Wahyuni, Nurita Wahyuni, Siti Ramdani, Ahmada Selvia, Siti Khumairah, Dian Arinda Murti, Windyani, Juli Cash Bond, Lita Maisyarah Dechy, Ratna Novita, Karunia Sylviany Sambas, Lina W. Sasmita, Ririn Deviyanti Situmorang, Ratna Eka Sari, Dinar Enggarsasi, Obi Samhudi, Okta Nursanti, Yanita Widjayanti.
*
Ada banyak kisah nyata inspiratif dan mengharukan seputar sosok yang mayoritas tak banyak bicara tapi banyak bekerja; Ayah. 

Grab it! Sms 081904162092

Dunia Jerawat terbitan AE Publishing


Antologi Dunia Jerawat terbitan AE Publishing

Judul : Dunia Jerawat
Pengarang : Radindra Rahman, dkk
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : v + 137 hlm
Harga : 38.000

Cara Pemesanan :
Ketik: JERAWAT # NAMA LENGKAP # ALAMAT LENGKAP # JUMLAH # NO TELP (untuk kontributor, ditambah judul naskah)
Kirim ke : 082333535560
Nanti Anda akan mendapatkan SMS No.Rek dan jumlah yang harus dibayarkan.

Sinopsis :
“Sebal! BeTe! Gak PeDe!”
Ya, siapa sih yang gak sebal kalau makhluk merah jambu
yang bernama JERAWAT menghiasi wajah? Pasti nge-BeTe-in banget.
Apalagi pas momen-momen penting, seperti nge-date sama si doi.
Uh, bisa gagal total tuh! So, butuh usaha ‘kan buat nge-berantas jerawat?
Dari mulai nyoba-nyoba bermacam produk kecantikan, minum jamu,
ngelakuin tips-tips superjitu, sampai berobat ke dokter.
Nah, uneg-uneg seputar jerawat, semuanya tersajikan dalam buku ini.
Tak hanya supergokil, tapi juga bikin mewek-mewek nih kisah-kisah di dalamnya.
Seperti apa sih teror Si Jerawat yang nyebalin itu?
Yuk, cari tahu selengkapnya di buku “Dunia Jerawat”!

*Nama-Nama Kontributor*
Julia Hartini | Ay Fany | Cynthia Zee | Haynannisa Ayano | Ana Salimatuzzakiyyah | Ariny NH | Faidah Vty | Miladani Iing Nadari | Titik Istikomah | Rere Zivago |
Shofia Manzalini | Nenny Makmun | Naurah An-Nadhifa | Mahirah | Fath WS |
Arinda Shafa | Karunia Sylviany Sambas | Yovita Andriani | Diyah Ayu Saraswati | Ocha Thalib | Ulfa | Anisa Sholihat | Rezita Agnesia Siregar | Milevia | Erlina Siska | Tri Oktiana | Susie Usielawati | Lauh Sutan Kusnandar | Danny Aisyah Oktafiani | Urai Rizki Abri Nova | Ernita Lusiana | Diyar Oksana

77 Cahaya Madinah di Rakyat Sumbar


Resensi Buku 77 Cahaya Cinta di Madinah terbitan al-Qudwah Publishing dimuat di Harian Rakyat Sumbar edisi Sabtu, 31 Oktober 2015 

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Behind the story ...

Naskah resensi ini adalah tulisan yang punya jarak kirim dan muat yang amat sangat ekspres. Alhamdulillah, ya. ;)

Saya kirim pada tanggal 29 Oktober 2015 dan dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015.

Sebenarnya saya sudah pernah mengirim naskah resensi ke harian ini pada tanggal 28 Februari 2015. Namun karena belum ada kabar gembira hingga beberapa pekan, saya berinisiatif mengirimkan naskah yang sama ke harian yang sama pada tanggal 26 Mei 2015. Saya khawatir naskah sebelumnya masuk ke kotak spam/tidak terkirim.

Karena masih belum juga belum tampak tanda-tanda yang baik, saya pun mengirimkan naskah ini ke media lain. Mungkin terkesan buru-buru, ya. Sejujurnya, iya. Karena buku ini adalah hadiah giveaway yang penerbit buku ini adakan. Ada dorongan kuat untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. :)


Pada tanggal 29 Oktober 2015, Pengasuh Rubrik Budaya Harian Rakyat Sumbar mengirim e-mail yang isinya seperti tertera di bawah ini :

Salam,

Apakah naskah ini sudah pernah terbit di media lain sebelumnya? Jika belum, direncanakan terbit di Harian “Rakyat Sumbar”. Jadwal penerbitan diatur kemudian.

Redaksi tidak menerbitkan naskah yang sudah pernah terbit di media lain.

Salam budaya,
PENGASUH

Walaupun ada perasaan sedikit kecewa, dengan jujur saya katakan bahwa naskah tersebut telah saya kirimkan ke media lain. Tentunya dengan mengutarakan permohonan maaf dan rencana untuk mengirim naskah resensi selanjutnya ke Harian Rakyat Sumbar.

Setelah membalas e-mail tersebut, saya langsung mengirim naskah resensi lagi. Alhamdulillah, langsung dimuat pada tanggal 31 Oktober 2015. \:D/

Happy ending in October ;)


77 Kisah Cinta dari Kota Nabi
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Data Buku
Judul : 77 Cahaya Cinta di Madinah
Penulis : Ummu Rumaisha (Ririn Rahayu Astuti Ningrum)
Penerbit : al-Qudwah Publishing
Cetakan : I, 2015
Tebal : 256 halaman
ISBN : 978-602-317-023-4

Kerasnya kehidupan telah berhasil menempa kekuatan cinta umat generasi terdahulu. Tanpa jeda dan syarat. Sangat disayangkan, pada kenyataannya sekarang generasi muda kurang mengidolakan tokoh-tokoh hebat ini, generasi Rasulullah SAW dan para sahabat.

Buku setebal 256 halaman ini menghadirkan kisah-kisah menggugah. Kisah para sahabat dan sahabiyah sebagai pengingat langkah betapa Islam pernah berjaya. Umat terdahulu menunjukkan cintanya yang begitu besar pada Allah, Rasul, agama dan orang terkasih. Rasa cinta yang menggelora, penuh semangat dan keikhlasan luar biasa mengantarkan mereka pada gerbang cinta sejati. Sungguh pantas sikap heroik mereka dijadikan suri teladan bagi generasi kekinian.

Adalah Julaibib, seorang pemuda buruk rupa yang menjadi rebutan para bidadari. Dikisahkan, Julaibib dinikahkan Rasulullah SAW dengan seorang gadis cantik. Baru saja menikah, tiba-tiba Julaibib mendapat panggilan jihad.

“Wahai istriku, berilah keridhaanmu atas keberangkatanku ke medan perang. Sungguh, aku bahagia bersamamu. Hatiku penuh dengan cinta. Namun cintaku kepadamu, bukankah tak sepantasnya melebihi cintaku pada panggilan-Nya?”

Julaibib berangkat ke medan pertempuran dengan hati haru. Namun semangat besar berkecamuk. Ia mati syahid. Saat Julaibib selesai dimakamkan, terjadilah peristiwa yang menakjubkan. Rasulullah berucap :

“Bidadari yang menjemput Julaibib begitu banyak. Mereka saling berebut. Ada yang meraih tangannya dan ada pula yang meraih kakinya, hingga salah satu dari bidadari-bidadari itu tersingkap kainnya dan terlihat betisnya.”

Para sahabat terkesima. Mereka kagum dengan Julaibib yang buruk rupa, namun mulia di mata Rabb-nya (halaman 39).

Ada lagi kisah tentang suri teladan seorang pemimpin. Ia adalah Khalifah Umar bin Khathtab. Pada masa kepemimpinannya, beliau sangat memperhatikan rakyat beserta wilayah yang dipimpin.

Adalah seorang Nenek yang tidak menyadari kehadiran Amirul Mukminin di rumahnya.

“Semoga Allah tidak memberikan ganjaran kebaikan kepada Umar.”

Setelah Umar bertanya, ternyata si Nenek berkata bahwa sang Amirul Mukminin tidak pernah datang ke rumah dan memberinya uang (halaman 127).

Maka, Umar membeli dosanya tersebut. Ia memberi uang senilai 25 dinar pada si Nenek.

“Kasihan Khalifah Umar jika kelak menanggung siksa di akhirat karena kelalaiannya terhadapmu.”

Pada masa kekhalifahannya, Khalifah Umar juga melakukan renovasi Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi.

Kehidupan Umar sungguh jauh dari kehidupan berfoya dan bermegahan. Sangat berbeda dengan gaya hidup penguasa lain sezamannya.

Buku terbitan al-Qudwah Publishing ini memuat 77 kisah. Seperti judulnya, 77 Cahaya Cinta di Madinah. Kisah cinta disajikan cukup singkat. Sekitar dua sampai tiga halaman. Kisah yang disuguhkan tepat mengena. Beberapa referensi foto di akhir cerita menjadikan buku ini kian menarik.

Dengan sebuah label bertuliskan kisah nyata, buku ini menyerukan misi indah, yakni mengembalikan kemilau kisah heroik dan motivatif di hati kaum muda, membuat kisah-kisah uswatun hasanah terus diingat, dan menjadikan para sahabat dan sahabiyah sebagai idola. (***)