Lahir dari Semangat Kartini, Kartini Modern, Melek Finansial
Pada 21 April 1879 di Jepara, telah lahir seorang wanita yang berhasil membuka mata kaum wanita bahwa mereka pun bisa berdaya. Bisa berdiri dengan kaki sendiri, tanpa melupakan kodratnya. Raden Ajeng Kartini menjadi pahlawan nasional yang mempelopori emansipasi dan kebangkitan perempuan pribumi.
Kartini hidup di masa kolonial Belanda, tetapi ia berhasil menyebarkan semangatnya hingga kini, di 2026. Bertahun-tahun setelah kepergiannya menghadap sang Maha Pencipta, tepatnya di Rembang, 17 September 1904, Kartini meninggalkan jejak kebaikan dalam hidupnya. Salah satunya yang mungkin kita dengar hingga kini adalah kisah Kartini yang dikenal melalui surat-suratnya. Ia gigih memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan Jawa.
Literasi Tinggi, Risiko Rendah
Tak salah jika hari kelahirannya kini diperingati sebagai Hari Kartini. Pada hari ini, Selasa, 21 April 2026, kami para blogger berkesempatan mendapatkan ilmu pengetahuan baru tentang Kartini Modern, Melek Finansial. Bagaimana peran literasi yang tinggi sehingga memiliki risiko rendah.
Acara ini diselenggarakan melalui pertemuan daring di aplikasi Google Meet. Waktu yang dijadwalkan mulai pukul 16.00 – 17.30 WIB ternyata harus melebihi waktu sebab pembahasan tentang melek finansial menjadi satu pembahasan yang selalu sukses memberikan angin segar, membuka mata tentang apa yang selama ini bisa jadi masih ruwet, sehingga perlu diluruskan segera.
Mengapa perempuan mesti melek finansial? Hm, ini adalah jawaban untuk kita, kaum perempuan yang kerap atau pernah kecolongan saat mengatur keuangan. Padahal sudah merasa sudah sangat rapi mengelolanya. Masih kecolongan?
Nah, upgrade pemahaman finansial kita kali ini dipandu para expert, yakni Mbak Dedek Gunawan selaku Financial Planner & Founder Perempuan Bantu Perempuan, Mbak Diana Anggraini yang saat ini tercatat sebagai Dosen LSPR, dan Mbak Ruth Ninajanty dari Female Digest.
Kami, para blogger mendapatkan pembahasan tuntas tentang bagaimana agar perempuan bisa lebih bijak mengatur keuangan, mengurangi risiko, dan membangun masa depan yang lebih aman.
Mbak Diana Anggraini berbagi pembahasan yang cukup menohok saya yang sedang belanja online menggunakan aplikasi. Dengan dalih mengisi waktu, scroll barang ini dan itu yang mulanya nggak menarik, malah akhirnya checkout dan payment. Apakah ada Sahabat yang juga mengalami hal sama? Hehehe.
Perempuan, Uang, dan Dunia Digital
Pembahasan ini menjadi seru dan penuh perhatian karena antara peluang dan jebakan terbentang di depan mata. Uang dan dunia digital bisa menjadi sarana kita mendapatkan uang. Pun, Mbak Diana juga menyampaikan ia pun menggunakan dunia digital sebagai sarana untuk mendapatkan uang. Namun, jika tidak bijak dalam pengelolaan, bisa jadi uang akan hilang di dalam dunia digital ini, misalnya, terjebak dalam pembelian secara tidak terkendali, terlebih terjebak pinjaman online.
Akibat pembelian yang tidak terkendali saat scroll aplikasi, kita bisa terjebak dalam perasaan merasa uang cepat habis tanpa tahu ke mana perginya. Perasaan mengatakan kita tidak membeli barang mahal, kenyataannya bukan karena jumlah barang yang dibeli dalam jumlah besar, tetapi kebiasaan kecil yang tidak disadari. Ibarat peribahasa sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.
3 Tombol Kendali Literasi Digital
Akhirnya, untuk mengatasi kebiasaan yang sering sekali tidak terkendali ini, Mbak Diana memberikan 3 tombol kendali literasi digital.
Tahan 24 jam sebelum membeli
Siapa yang ketika barang sudah berada di dalam keranjang, lalu buru-buru bayar karena khawatir promo segera berakhir? Eits, ternyata, kebiasaan ini bisa merugikan kita, lo. Saya pernah melakukan hal tersebut. Hasilnya? Saya menyesal karena beberapa detik setelah pembayaran dilakukan, harga barang malah lebih hemat 20 ribuan daripada sebelumnya.
Dengan melakukan usaha tahan 24 jam sebelum membeli, otak kita jadi terbiasa dengan sebuah penundaan dan pemikiran. Apakah barang itu begitu pentingnya, sehingga harus segera kita amankan pembayarannya? Atau masih bisa dilakukan substitusi dengan barang lainnya? Jawaban pertanyaan ini akan menentukan barang tersebut layak atau tidak untuk lanjut ke proses pembayaran.
Sistem Pisah Rekening
Sistem ini membuat keuangan kita lebih terjaga, nggak gampang boncos. Karena kita melihat uang masih banyak di rekening lalu melakukan pembelian secara impulsif. No! Dengan melakukan pisah rekening, kita akan lebih mudah memantau berapa uang secara lebih bijak.
Kunci Tautan Mencurigakan
Nah, jangan sampai saking asyiknya berselancar di dunia maya, terus kita asyik klik-klik tautan mencurigakan? Duh, jangan sampai ya malah membahayajan kondisi keuangan kita.
Ada yang sudah pernah menerapkan semua tombol atau paling tidak salah satunya?
Jangan tunggu nanti untuk mulai peduli pada finansial kita, ya sebab menjadi Kartini masa kini adalah sukses menjadi perempuan berdaya secara pikiran dan finansial.
Female Digest, News, Empowerment and Lifestyle
Saya merasa beruntung menjadi bagian dari acara yang digelar oleh Female Digest, sebagai portal perempuan yang mengulas gaya hidup, informasi dan seputar pemberdayaan secara umum yang diulas dalam sudut pandang perempuan. Dan lagi, acara ini mendapat dukungan dari Paragon Corp, Wardah Beauty, Nutrifood, dan Tropicana Slim.
Perempuan yang melek literasi digital adalah perempuan yang berdiri sebagai perisai, melindungi keluarganya dari risiko yang tidak terlihat. Kita, adalah perempuan itu yang lahir dari semangat Raden Ajeng Kartini. Selamat Hari Kartini!









