Review Buku 77 Cahaya Cinta di Madinah

Minggu, 05 April 2015


Cahaya Cinta dari Kota Nabi
Oleh Karunia Sylviany Sambas

DATA BUKU
Judul                : 77 Cahaya Cinta di Madinah
Penulis            : Ummu Rumaisha
Penerbit          : al-Qudwah Publishing
Cetakan           : I, 2015
Tebal                : 256 halaman
ISBN                 : 978-602-317-023-4

Blurb :
“Aku tidak kuasa menanggung hidup tanpa Zainab, wahai Rasulullah,” ucap Abu al-Ash bin Rabi.
***
“Wahai Istriku, berilah ridhamu atas keberangkatanku ke medan perang. Sungguh, aku bahagia bersamamu. Hatiku penuh dengan cinta. Namun cintaku kepadamu, bukankah tak sepantasnya melebihi cintaku pada panggilan-Nya?” kata Julaibib.

“Berangkatlah! Doa dan ridhaku menyertaimu, wahai suamiku. Aku pun bahagia bersamamu. Bunga-bunga cinta baru saja mekar dalam hatiku. Namun cintaku padamu, tak sepantasnya menghalangiku untuk melepasmu memenuhi panggilan-Nya.”
***
Itulah sepenggal kisah para sahabat dalam lika-liku cinta mereka kepada Allah, rasul-Nya, agama, dan kepada orang-orang terkasih. Rasa cinta yang menggelora, penuh semangat, dan keikhlasan luar biasa mengantarkan mereka kepada gerbang cinta sejati.

Review :
Alhamdulillah, buku ini saya dapatkan langsung dari penulisnya, lho. Mbak Ririn Rahayu Astuti Ningrum ;) Saya terpilih bersama keempat pemenang lainnya dalam sebuah ajang Giveaway yang beliau adakan di akun facebook-nya beberapa waktu yang lalu. Oke, langsung aja ke review saya, ya .... :D

Buku setebal 256 halaman ini memuat 77 kisah. Seperti judulnya, 77 Cahaya Cinta di Madinah. Kisah cinta disajikan cukup singkat. Sekitar dua sampai tiga halaman saja. Menurut saya, penyajian seperti itu sudah tepat. Kisah yang disuguhkan tepat mengena, tidak melebar kemana-mana. Dan lagi, beberapa referensi foto di akhir cerita membuat buku ini kian menarik.

Kata pengantar sang penulis begitu menohok kita. Sang generasi muda.
“Umat terdahulu semestinya menjadi suri teladan bagi generasi selanjutnya, agar ajaran Islam tetap terjaga. Namun kenyataannya saai ini tidaklah demikian. Umat Islam terutama generasi muda, lebih mengidolakan tokoh-tokoh yang bukan dari generasi Rasulullah dan para sahabat.”

Suguhan kisah dalam buku ini akan menambah pengetahuan tentang ragam cinta yang terjadi di tanah yang dikenal dengan Madinatun Nabi (Kota Nabi) tersebut.

Penasaran, bukan? ;)

Resensi 77 Cahaya Cinta di Madinah Inshaa Allah segera menyusul di postingan selanjutnya, ya, Sahabat. 
Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Terima kasih buat kunjungannya. Semoga menginspirasi.
Silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9