Luka, Cara Indah Allah SWT Menegur yang Terlupa

Jumat, 12 Juni 2015
KUIS GIVEAWAY RAMADAN IN LOVE

Ada satu pengalaman paling berkesan di ramadan tahun lalu. Saat itu saya masih menempuh pendidikan di salah satu PTN di Kota Medan.

Bagian pinggir kanan jempol kaki kanan saya mengidap ‘penyakit aneh’. Mengeluarkan nanah bercampur darah. Nyeri luar biasa harus saya rasakan ketika pergi ke kampus. Terjepit di ujung sepatu membuat kaos kaki yang berjempol melekat pada luka.

Setiap pulang kampus, hal yang pertama saya lakukan adalah membuka kaos kaki dengan perlahan. Sering kali kulit jempol kaki ikut terangkat. Kemudian saya membilasnya dengan air mengalir dan mengoleskan obat luka. 

Saya beristigfar berkali-kali. 

Sampai suatu hari saya berinisiatif menempelkan tisu sebelum memakai kaos kaki. Apa yang terjadi? Tisu malah melekat pada luka. Meradang! 

Akhirnya libur tiba. Saya menuju rumah dengan penuh suka cita.

“Kok enggak diobati?” tanya Mama sesampainya di rumah.

“Sudah, Ma. Setiap mau pasang kaos kaki diolesi obat dulu,” ucap saya sambil menyebutkan merk obat luka.

Saya kembali melakukan hal sebelumnya. Mencuci kaki, memencet nanah kemudian mengoleskan obat luka.  

Pernah pada saat tarawih seorang ibu paruh baya tanpa sengaja menginjak jempol kaki itu. Bergetar badan saya menahan perih. Ketika saya singkap kain sarung, ternyata berdarah. Saya pun berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan luka.

Esoknya, Mama berucap, “Mungkin ada potongan kuku yang tidak bersih. Coba potong kuku di bagian yang sakit itu.”

Awalnya saya menolak. Pasti perih, kan? Namun akhirnya saya menuruti ucapan Mama. Dengan menahan perih, saya memotong kuku. Darah mengalir. Setelah memotong kuku, saya mencucinya. 

“Balut pakai kunyit dan kain kasa ini, Nia,” ucap Mama sambil menyodorkan kunyit yang sudah dilumatkan dan kain kasa. 

Alhamdulillah. Menjelang berbuka, saya buka perlahan balutan luka. Kering! Saya tekan-tekankan jempol kaki ke lantai. Tidak nyeri lagi!

Saya mengucap syukur padaNya. Terima kasih, ya Allah. Terima kasih, Ma. Mungkin ada kesalahan yang tidak saya sadari. Mungkin ada langkah kaki yang tidak diridhoi. 

NB : Jumlah kata 300



Walaupun tidak sama persis, kira-kira ilustrasinya seperti ini





2 komentar on "Luka, Cara Indah Allah SWT Menegur yang Terlupa"

Terima kasih buat kunjungannya. Semoga menginspirasi.
Silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9