Cerpen Anak dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat edisi Minggu, 06 September 2015

Senin, 07 September 2015
dokumen pribadi

Berkeliling Dunia 
Oleh Karunia Sylviany Sambas 

“Baca buku apa hari ini?” tanya Ayah sepulang dari kantor. 
“Kumpulan Cerita Rakyat, Yah! Banyak buku baru di perpustakaan sekolah Nesya.” Nesya menunjukkan sampul buku itu pada Ayah.
Nesya memang senang membaca buku. Di rumah juga ada perpustakaan mini. Ayah senang mengajaknya ke toko buku setiap akhir pekan. 
“Besok ada acara perayaan Hanjaba 2015, lho” ucap Ayah. 
“Nesya ikut, ya.” 
“Han ... han .. ba itu apa, Yah?” tanya Nesya bingung. 
“Hanjaba itu Hari Anak Jakarta Membaca.” Ayah tertawa kecil. 
“Ayah kok main singkat-singkat aja, ya.” 
Nesya ikut tertawa. Lantas mengangguk setuju. 
Esoknya, Nesya dan Ayah pergi ke acara perayaan Hanjaba 2015. Acara ini diadakan di halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Jakarta Timur. Perayaan ini dihadiri oleh anak-anak seusia Nesya. 
Di sana Nesya bertemu Maya, teman sekelasnya. 
“Kamu datang juga, May,” sapa Nesya. 
“Aku datang karena ajakan Kak Vira,” jawab Maya dengan malas. 
Maya memang kurang suka membaca. Ia lebih senang jalan-jalan dan mendengarkan cerita. Kata Maya, membaca buku itu membosankan. Hanya ada tulisan. 
Kak Vira datang menghampiri mereka. Kata Kak Vira, di sini juga diadakan lomba bercerita untuk siswa SD. 
“Nesya mau ikut lomba bercerita?” tawar Ayah. 
Nesya mengangguk. 
Ayah pun mendaftarkan Nesya ke lomba bercerita. 
Pada saat namanya dipanggil, Nesya bercerita dengan lancar. Ini karena ia senang membaca. Ia bercerita tentang Ibu. Ibu Nesya sudah meninggal sejak ia baru lahir. Sudah delapan tahun yang lalu. Suasana jadi pilu. Para juri dan penonton ikut sedih mendengar cerita Nesya. Cerita Nesya diakhiri dengan tepukan meriah para penonton. Nesya terpilih sebagai pemenang. 
“Cerita kamu bagus, Sya. Aku senang mendengarnya,” ucap Maya. 
“Kalau ada lomba mendengarkan cerita, aku pasti jadi pemenang. Aku sanggup mendengar cerita panjang-panjang,” celoteh Maya. 
Ayah, Nesya dan Kak Vira jadi tertawa. 
“Sebenarnya banyak buku bergambar, May. Aku sering melihatnya di toko buku,” ucap Nesya. 
“Membaca itu dapat menambah pengetahuan kita. Dengan membaca kita bahkan bisa berkeliling dunia,” ucap Ayah. 
“Bisa berkeliling dunia juga, Om?” tanya Maya ragu. 
Ayah mengacungkan dua jempolnya. 
“Bagaimana kalau minggu depan Maya kita ajak ke toko buku. Maya mau, kan?” tawar Ayah. 
Maya mengangguk setuju. Ia ingin membaca buku bergambar dan berkeliling dunia. Wajah Maya yang tadinya cemberut sekarang sudah ceria kembali. (***) 



Keterangan 
Jumlah kata : 359 
Jumlah karakter dengan spasi (cws) : 2397 

Buat Sahabat Khansa yang mau kirim naskah cerpen anak ke Harian Kedaulatan Rakyat, bisa mampir ke sini, ya. (*)
4 komentar on "Cerpen Anak dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat edisi Minggu, 06 September 2015"
  1. Balasan
    1. Aamiin yaa Robbal'alamiin. Doa yang sama buat Mbak Naqiy, ya ^^ Saya juga banyak belajar dari posting-an Mbak Naqiy di blog, lho! Semoga ilmu Mbak Naqiy berkah, ya.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Masih dan akan terus belajar nih, Mbak Nuniek yang lebih keren ^^

      Terima kasih banyak buat kunjungannya, ya.

      Hapus

Terima kasih buat kunjungannya. Semoga menginspirasi.
Silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9