Sinopsis : Penentu Nasib Sebuah Karya oleh Wenda Koiman

Sabtu, 11 Juli 2015
Assalamu'alaykum wr wb, Sahabat Khansa.
Apa kabarnya hari ini?

Hari ini saya akan menuliskan sebuah entri keren, lho ^_^

Judulnya : 

"Sinopsis : Penentu Nasib Sebuah Karya oleh Wenda Koiman"

Buat Sahabat Khansa yang hobi nulis, semoga ini bermanfaat, ya.


Sinopsis : Penentu Nasib Sebuah Karya
Oleh : Wenda Koiman

Sebenarnya judul di atas agak berlebihan, mengingat penentu nasib sebuah karya tentu saja adalah atas ijin Allah SWT. Tapi selain sisi reliji itu, tentu saja usaha adalah bagian yang tidak kalah penting dari proses dihantarkan sebuah karya sampai ke titik yang disebut ‗sukses‘. Sukses pada tahap awal kita sepakati saja sebagai suatu kondisi dimana akhirnya ada pihak yang menerima karya kita. Baik itu penerbit untuk novel, atau PH (Production House = Rumah Produksi) untuk film.

Artikel sederhana ini gue racik berkat obrolan singkat dengan Hardy Zhu, penulis yang kini sedang membangun tempat belajar menulis bernama Carita Writing Course. Ada point tentang pentingnya sebuah sinopsis pada sebuah karya yang sedang mencari ‗jodoh‘. Gue jadi ingat begitu banyak pertanyaan yang pernah mampir di inbox, dengan tingkatan yang bisa disebut advance, beberapa langkah lebih maju dibanding pertanyaan dasar; “Bagaimana membuat sebuah sinopsis yang baik?”. Kata ‗Baik‘ gue rasa cukup mewakili beberapa kata lain yang lebih greget, misalnya Sinopsis yang keren, yang jitu, yang berbobot, memikat, dan sebagainya. Untuk itulah kemudian gue mencoba menyusun tulisan sederhana ini, dengan lebih dulu menghubungi beberapa ‗Master‘ yang bersedia membagi ilmunya untuk kita simak.


Ada dua kelompok Mas dan Mbak yang gue repotin. Pertama, para editor. Jreng jreeeeng! Teman-teman pasti pernah mengalami suka dan duka dengan mereka. Baik yang mendapat kabar gembira karena naskahnya lolos, ataupun yang kemudian mesti legowo karena harus segera kirim pengajuan naskah ke penerbit lain. Empat orang yang bersedia membagi ilmu untuk artikel ini adalah Mas Radindra Rahman, editor Wahyu Qolbu. Lalu Mas Gari Rakai Sambu, editor Media Pressindo, ditemani Mas Adham T. Fusama dari Bentang Pustaka . Kece, kan? Mengetahui apa yang mereka inginkan mewakili penerbit masing-masing akan jadi ilmu penting yang wajib dicatat.

Kelompok kedua, para penulis skenario. Ahaaa! Ini nih, yang duluan begadang sebelum film bisa kita nikmati. Sosok penting yang kadang lupa kita ingat namanya dari sebuah film karena memang mereka bekerja dibalik layar. Mbak Achi TM, penulis skenario sekaligus ibu guru di Rumah Pena, juga rekan sejawat gue di Starvision. Mbak Fitria Pratnasari, penulis skenario yang banyak melahirkan karya untuk Trans TV. Mas Dimas Djayadinekat, yang sukses dengan segala kenekatan cerdasnya, penulis dan tim kreatif Parodi Trotoar TVRI yang sangat menghibur itu.

Dua kelompok ini bisa mewakili dua sisi yang berhubungan dengan sinopsis. Kelompok pertama sebagai ‗tim juri‘, kelompok kedua adalah yang sudah biasa menembus pembatas dan menerima jawaban; ‗ACC‘, accepted, diterima, lolos, poko’e segala e-mail yang menyenangkan itu. Oke, kebetulan dalam prakteknya dua kelompok ini memang tidak ketemu, karena penulis skenario berhadapan dengan produser, sedangkan editor berhubungan dengan penulis novel di penerbitan. Tapi kita akan fokus menampung ilmunya tanpa berdebat point itu.

Well, dari babak perkenalan kita mulai masuk materi.

1. Mengapa sinopsis itu penting?
Sinopsis, adalah ‗ringkasan‘ cerita yang akan kita jabarkan lewat halaman tebal dalam sebuah naskah novel atau skenario secara lengkap. Sinopsis adalah first impression, kesan awal, dan wakil dari keseluruhan cerita yang kita tawarkan. Perlu dipahami bersama bahwa editor harus menghadapi tumpukan pengajuan naskah yang tidak sedikit. Dari yang menarik, sampai yang amburadul tentunya.
Melihat tugas ‗mengkaji‘ naskah yang sangat menyita waktu ini, para editor menggunakan sinopsis sebagai bahan pertimbangan awal apakah naskah tersebut menarik untuk diteliti lebih jauh, secara lengkap, atau gugur di babak penyisihan. Berikut menurut para editor tentang pentingnya sinopsis.

Question :
Seberapa besar pengaruh sinopsis untuk bisa menarik perhatian editor / redaksi?

Answer :
Gari Rakai Sambu
BESAR BANGET pengaruhnya. Gini ya, Mas Wen. Saya di redaksi bisa nerima 60-100an naskah masuk tiap bulannya. Gimana caranya saya bisa habis baca semua naskah, plus masih ditambah kerjaan reguler ngedit tiap bulan, kalau bukan dari sinopsis? Prinsip kerja editor buku di mana-mana kayaknya sih sama: baca 10 halaman awal, baca 10 halaman akhir, baca bagian tengah secara random. Kalau gak enak, langsung tolak. Kalau dibaca agak enak, baru lihat sinopsis. Nah masalahnya adalah, kalau si penulis tidak mencantumkan sinopsis secara detail. Ini sih tergantung editornya. Kalau lagi mood, bisa aja dibaca naskahnya sampai habis. Kalau lagi gak mood ya langsung tolak. Hihi. Jadi
sekali lagi, besar banget pengaruhnya.

Radindra Rahman
Sangat besar. Banyak cara redaksi menilai naskah. Tapi karena waktu yang dipunya tidak banyak, melalui sinopsis redaksi bisa mendapatkan poin dari naskah yang diajukan.

Adham T. Fusama
Sinopsis sangat membantu editor untuk memahami naskah dengan cepat. Karena naskah yang masuk tiap harinya sangat banyak sementara editor juga manusia yang kecepatan membacanya punya batasan, maka editor sangat menyukai naskah yang disertai dengan sinopsis lengkap. Sinopsis bisa jadi memegang peranan penting "menyelamatkan" suatu naskah. Naskah yang tanpa sinopsis bisa saja hanya dibaca-baca sekilas oleh editor, kalau semisalnya editor merasa naskah itu biasa saja apalagi tulisannya berantakan dan nama penulisnya tidak dikenal, besar kemungkinan naskah itu akan ditolak. Padahal mungkin ada poin plus yang dimiliki naskah itu (misal twist ending yang bagus) yang bisa
dijadikan bahan pertimbangan editor untuk menerimanya. Tapi, karena editor tidak tahu, sinopsis pun tidak ada, ya naskah itu besar kemungkinan akan ditolak. Kalau ada sinopsis, poin plus itu bisa diketahui editor, dan ia akan mempertimbangkan untuk membaca naskah itu lebih teliti.


2. Kunci sukses sebuah sinopsis.
Oke, sudah jelas bahwa sinopsis adalah sebuah bagian yang penting. Bisa saja naskah kita sebenarnya bagus, tapi harus tersingkir hanya karena gagal dalam membangun sebuah sinopsis yang baik.

Apa kuncinya? Check this one out!

Question :
Apa kunci agar sebuah sinopsis bisa disebut ‗bagus‘?

Answer :
Gari Rakai Sambu
Sebelum jawab pertanyaan ini, kita harus samain persepsi dulu. Kebanyakan penulis pemula gak bisa bedain antara sinopsis dan blurb. Meskipun dua-duanya sama-sama berfungsi sebagai alat marketing, tapi ada perbadaan mendasar: - Sinopsis dibuat untuk dibaca oleh editor. – Blurb dibuat untuk dibaca oleh calon pembaca/pembaca buku. Karena itulah, bentuknya juga berbeda banget. Sinopsis harus berisi cerita secara detail dari segi AWAL, TENGAH, dan AKHIR cerita. Dari opening sampai ending harus jelas. Endingnya gak boleh dibuat: "Lantas, bagaimanakah kelanjutan cerita ini?" Yang kayak gitu namanya blurb. Intinya, penulis harus bener-bener yakin bahwa sinopsis yang dia buat bisa bikin editor memahami cerita secara menyeluruh. Makanya di Media Pressindo kami mewajibkan penulis untuk menyertakan sinopsis detail per bab. Biar kami tahu gambaran cerita secara utuh, tanpa harus baca naskah sampai selesai. Saya pikir ini gak cuma berlaku di Media Pressindo. Tapi bisa saja saya salah. Besar kemungkinan saya salah.

Radindra Rahman
Kunci jelas memenuhi / mencakup / memaparkan keseluruhan alur naskah. Opening, pengenalan masalah, konflik, penyelesain, semua harus mencakup. Jangan menggantung. Bedakan blurb belakang sampul dan sinopsis. bukan berarti mencakup semua isi, terus kita menuliskannya tak kalah panjang dari bab 1. standar ketentuan 2 halaman. Jadi nggak usah tulis kalimat, adegan yang sebetulnya nggak penting buat dijabarkan dalam sinopsis.

Adham T. Fusama
Informatif. Editor butuh tahu isi cerita naskah itu dari awal sampai akhir dengan cepat (dikarenakan naskah yang masuk sangat banyak). Jadi, buatlah ringkasan cerita yang informatif, efektif, dari awal sampai akhir. Ya, termasuk menceritakan twist ending (bila ada). Banyak sekali penulis yang merasa "Kalau twist ending-nya dikasih tahu, nanti gak seru dong!" Ingat, Anda menulis sinopsis untuk editor, bukan pembaca yang akan membeli naskah Anda. Jadi, tak masalah jika editor mengetahui ending / twist ending cerita Anda, supaya bisa menilai apakah keseluruhan ceritanya menarik atau tidak. "Nanti, kalau twist ending-nya bocor ke khayalak umum gimana?" Enggak bakal! Apakah Anda pernah mendengar kasus isi cerita novel yang "bocor" ke masyarakat sebelum novelnya terbit? Tidak pernah, kan? Karena, apa untungnya bagi editor membocorkan ending novel ke masyarakat? Kalau novel itu malah diterima, justru malah rugi kan? Jadi, tulis semua cerita naskahmu di sinopsis, termasuk ending dan penutupnya.

3. DON’T DO THIS!
Kunci sebuah sinopsis sudah ditangan, sekarang kita bahas mengenai hal yang sebaiknya tidak kita lakukan pada sinopsis yang kita buat. Gue pribadi menyarankan jangan memajang foto di sinopsis, apalagi kalo foto tersebut diambil dari kamera dengan resolusi rendah tanpa bantuan aplikasi anu anu yang menolong banget itu. Sorry, please ignore it.

Question :
Apa hal yang tidak boleh dilakukan dalam pembuatan sinopsis?

Answer :
Gari Rakai Sambu
1) Nulis puisi, Ini true story. Saya beberapa kali nemuin sinopsis yang isinya gak nyambung sama isi cerita. Ehm, sebenernya lumayan nyambung sih. Tapi si penulis malah berpuitis-puitis ria dalam sinopsis. Terus, gimana saya bisa tahu isi cerita kalau begini? Ini lumayan sering, lho. Hihi.

2) Menyembunyikan ending. Ending itu salah satu bagian vital dari cerita. Gak seru banget kalau saya lagi baca sinopsis, yang mana dari awal sudah bagus, tengah bagus, eh, begitu sampai ending isinya cuma, "Bagaimanakah nasib Larasati? Akankah Larasati berhasil menemukan cinta pertamanya?" Kalau kejadiannya kayak gitu, saya biasanya ngomel dalam hati, "Ya mana gue tau, kampret? Elu yang bikin cerita, kenapa malah elu yang nanya ke gue? Emang gue tau jawabannya? Lu pikir aja ndiri!!!" Hahaha. Kalau saya lagi baik, biasanya saya cari ending-nya. Tapi kalau saya lagi males, ya udah langsung tolak. Hihi.

3) Memberikan informasi secara kurang lengkap. Sebenernya sinopsis itu gak harus panjang, dan gak harus pendek. Suka-suka ajalah. Mau panjang atau pendek gak masalah, yang penting informasinya harus lengkap. Setidaknya informasi yang harus ada di dalam sinopsis:
- Siapa karakter utamanya? Boleh juga kasih gambaran beberapa karakter minor.
- Apa tujuan utama dia di dalam cerita?
- Apa saja rintangan utamanya?
- Bagaimana ending-nya? Berhasil? Gagal?
Itu doang. Kalau pinter, sebenernya si penulis bisa bikin sinopsis cuma dalam setengah halaman A4. Jadi emang gak perlu panjang. Yang penting detail.

Radindra Rahman
Pertanyaan ini sedikit udah terjawab di nomor 2. selain harus bisa membedakan blurb belakang sampul dan sinopsis pengajuan, juga jangan terlalu panjang (waktu redaksi itu singkat), gunakan bahasa tulisan yang mudah dipahami. Kalo perlu tulis dulu premisnya, lalu kembangkan menjadi sinopsis itu sendiri. Keasyikan buat sinopsis, tapi lupa apa sih maksud isi naskahnya.

Adham T. Fusama
Sinopsis yang bertele-tele, tidak informatif, dan membingungkan editor untuk mengetahui apa isi ceritanya. Ingat, sinopsis itu bukan blurb (cuplikan cerita di cover belakang novel) yang gunanya sebagai salah satu materi promosi novel tersebut. Blurb itu nantinya ditentukan oleh editor / pihak penerbit, jadi penulis tidak perlu memusingkan soal blurb. Jadi, penulis juga jangan menulis sinopsis seperti blurb. Jangan "cuma" memajang tulisan berbunga-bunga (misal cuma memuat puisi sebagai sinopsis). Atau sinopsisnya cuma setengah-setengah (misal sengaja menyembunyikan endingnya dengan menulis kalimat seperti ini: "bagaimana nasib tokoh A selanjutnya? Apakah dia akan mati? Lantas, bagaimana nasib dunia di bawah kekuasaan Iblis B?"). Atau menulis sinopsis yang terlalu panjang, ikut menyantumkan dialog-dialog tokohnya. Idealnya, sinopsis novel itu panjangnya 2-3 halaman saja.

Saran terakhir: selain sinopsis, penulis juga bisa memberi "bujukan tambahan" buat editor dengan menyertakan kelebihan-kelebihan naskah. Misal karakternya kuat, setting eksotis di pedalaman Papua, topiknya yang menarik, atau punya twist ending yang tak terduga. Tulis saja semua yang kira-kira dirasa sebagai kelebihan. Kalau perlu, bisa mintakan endorse dari penulis-penulis terkenal, misalnya ke Raditya Dika, Wenda Koiman, atau sastrawan-sastrawan. Dengan adanya endorsement seperti itu, penerbit jadi tahu naskah itu punya potensi untuk disukai dan terjual dengan baik. Tentu saja endorsement itu harus asli, bukan trik untuk menipu penerbit.


Sinopsis Pada Sebuah Skenario Film.
Pada film, peran sinopsis sama pentingnya dengan pengajuan naskah novel. Tapi berdasarkan pengalaman, sinopsis pada skenario lebih memiliki posisi penting dan krusial, mengingat pada tahap awal nasib skenario benar-benar (biasanya) ditentukan oleh sinopsis sebelum bicara mengenai skenarionya.

Pada tahap awal, selain menyodorkan premis cerita, penulis skenario berjuang dengan beberapa lembar sinopsis (saja). Gue akan menyisihkan dulu kelengkapan pendukung lain. Nah, jika pihak Rumah Produksi dan klien (misal: stasiun televisi) setuju dan menerima sinopsis ini, penulis skenario bersama beberapa pihak akan membahas kelanjutan apa-apa yang harus dituangkan dalam skenario sebagai penjabaran dari sinopsis tersebut. Lalu, bagaimana rahasia para penulis skenario yang berhasil memikat para pihak sehingga sebuah film akhirnya berhasil di produksi?

Menurut Mbak Fitriasetiap penulis tentu punya ‗nilai‘ terhadap sinopsis yang biasa ditulis. Dan nilai itu hanya penulis itu sendiri yang tau. Kalau mas menanyakan pendapat saya sih sederhana. Bagi saya pribadi, sinopsis itu benih cerita. Kalo benihnya aja nggak bagus, gimana bisa tumbuh bagus. itu aja sih... itu dari pikiran saya, kalau dari pikiran mas sendiri, pastinya punya pendapat lain dong. ‖

Mbak Achi ―Menurutku sih penting karena dengan sinopsis yang bagus, editor bisa melihat keseluruhan cerita serta potensial ceritanya akan seperti apa .‖ Mengenai kunci sinopsis, beliau berpendapat: ― Rahasia kecil dalam nulis sinopsis, tuliskan informasi kejutan di ending. Jangan langsung diberitahu di awal. Sehingga pembaca sinopsis juga akan tahu bahwa cerita yang kita tawarkan punya surprise ending yang bagus. ‖

Sedangkan Mas Dimas Djayadinekat, menjabarkan dengan lengkap tentang A – Z penulisan sinopsis untuk skenario. Secara komplit bisa rekan-rekan baca di akhir artikel ini.

***


Well, sebagai panduan singkat, ini adalah beberapa point yang perlu kita perhatikan dalam membuat sinopsis:

1. Sinopsis adalah ringkasan cerita, point penting, sehingga kita sebaiknya hanya fokus pada fase-fase cerita, bukan dibumbui embel-embel yang tidak perlu. Sajikan sesuai ‗wakil‘ dari isi cerita keseluruhan, melalui beberapa pembagian babak yang kita pilih. Misal pada tiga babak utama sederhana, dimulai dari perkenalan, konflik, penyelesaian.

2. Munculkan semua tokoh penting. Baik tokoh utama, maupun subplot. Tokoh utama yang bertentangan dengan tokoh anu, subplot yang berfungsi sebagai pengganggu, pendukung, atau pemberi warna pada cerita tersebut.

3. Bedakan antara penulisan sinopsis dan blurb. Sinopsis adalah yang kita tulis untuk dibaca editor, produser, atau pihak internal lainnya. Sedangkan blurb yang biasanya dicantumkan pada back cover novel untuk dibaca oleh pembaca.

4. Hindari narasi berlebihan. Nanti saja, kita punya puluhan halaman untuk itu. Ingat point 1, fokus pada rangkaian kejadian, cerita.

5. Jangan menyembunyikan ending. Kejutan pada akhir sinopsis justru jadi resep mujarab.

6. Umumnya dibuat dalam 2 – 3 halaman A 4, spasi 1,5. Atau jika dalam satu halaman sudah bisa menceritakan secara baik dan komplit, silakan. Jangan membuat sinopsis mengalahkan panjangnya BAB 1. Apalagi panjangnya BAB 1 ditambah BAB 2.

7. Dalam skenario sinopsis wajib dibuat lebih dulu untuk diajukan. Sedangkan pada novel, karenaakan diajukan bersamaan dengan naskah utuh, boleh dikerjakan dengan pola dan kecenderungan masing-masing. Sebaiknya di awal pada saat memulai sebagai acuan, tapi ada beberapa penulis yang memiliki gaya menyimpan sinopsis di kepala, baru kemudian ditulis secara utuh setelah seluruh cerita selesai digarap.

***


Panduan pembuatan sinopsis skenario film, dari Mas Dimas Djayadinekat:

MEMAHAMI SEBUAH SINOPSIS

Sinopsis skenario merangkum skenario untuk pembaca seperti agen, Head writer, Sutradara, aktor atau produser. Jika pembaca menyukai sinopsis, ia mungkin meminta untuk melihat skenario itu sendiri. Tidak seperti Treatment, yang merupakan narasi dari segala sesuatu yang terjadi dalam skenario, sinopsis hanya mencakup bagian yang paling penting atau menarik dari cerita. Namun, sinopsis harus jelas menunjukkan elemen yang diperlukan dari skenario sehingga pembaca akan tahu bahwa Anda memahami bagaimana struktur naskah untuk sebuah film.

Enam langkah cara membuat sinopsis :

1. Menuliskan Logline/ Premis
Logline adalah paling banyak dua kalimat yang meringkas naskah Anda. Anda dapat menganggap logline sebagai deskripsi yang mungkin Anda baca di situs bioskop atau di kotak informasi dari panduan program di televisi Anda. Anda bisa menuliskan logline dengan paragraf yang menjelaskan mengapa naskah Anda menarik dari sudut pandang pembuat film.
Karena dari sana Produser akan mampu memperkirakan bujet produksinya. Produser biasanya berpikir seperti ini, jika dapat syuting dengan anggaran kecil menggunakan sejumlah lokasi di dekat Jakarta, filmnya mungkin lebih menarik daripada yang akan membutuhkan waktu berminggu-minggu di lokasi yang jauh terpencil, set yang rumit atau banyak menggunakan efek khusus.

2. Perkenalkan karakter utama dan pengaturan dalam satu paragraf.
Sertakan nama si tokoh utama (Who), pekerjaan mereka (What), di mana mereka tinggal dan bekerja (Where), jangka waktu cerita (When), dan alasan Anda menceritakan kisah mereka (Why).
Ketik nama-nama karakter dalam huruf kapital semua pertama kali nama mereka muncul dan tulis tahun usia di dalam kurung. Setelah itu, ketik nama karakter dalam cara yang biasa. Karakter yang harus dimasukkan dalam sinopsis adalah protagonis (hero), antagonis (penjahat), kepentingan si tokoh, dan pendukung protagonis. Karakter kurang penting bisa ditinggalkan atau tidak usah disebutkan dalam sinopsis.

3. Meringkas Babak I dalam waktu tidak lebih dari 3 paragraf. Babak I adalah set up, ketika Anda memperkenalkan karakter dan konflik utama yang mendorong cerita.

4. Tutup Babak II dalam 2 sampai 6 paragraf. Tampilkan semua konflik yang dihadapi oleh karakter Anda yang mengarah ke krisis, konflik utama yang akan mengubah perjalanan hidup karakter Anda.

5. Selesaikan dengan Babak III, yang harus ditulis dengan tidak lebih dari 3 paragraf. Jelaskan bagaimana konflik utama berakhir dan apa yang terjadi pada karakter sesudahnya.

6. Pikirkan judul yang sesuai dengan cerita Anda.
Anda dapat mencoba untuk membuat judul catchy dan menarik, tetapi mungkin akan diubah oleh sutradara atau Produser, jadi jangan terlalu ―ngotot‖ untuk itu. Masukan judul di bagian atas halaman. Jangan lupa berikan genre film, seperti aksi, komedi romantis atau film thriller. Berikan sinopsis Anda kepada orang lain untuk membaca jika anda ingin sedikit obyektif (tapi kepada orang yang terpercaya saja). Jika mereka memiliki pertanyaan atau jika ada sesuatu yang tidak jelas bagi mereka, ubah sinopsis Anda untuk membuat cerita jadi lebih jelas. Jika agen, Head writer, produser atau sutradara menemukan sesuatu dalam sinopsis Anda yang tidak jelas atau membingungkan, ia tidak akan meminta naskah lengkap Anda.


Contoh Format Penulisan Sinopsis
1. Skenario judul dan genre

2. Logline
Di sini Anda akan menambahkan ringkasan pendek , tapi menawan , plot naskah Anda . Ini harus tidak lebih dari dua kalimat yang panjang .

3. Paragraf Pembuka
Di sini Anda akan memperkenalkan protagonis utama dalam cerita Anda dan setelan . Nama karakter harus dalam huruf besar semua. Tidak perlu untuk menggambarkan karakter sekunder pada saat ini .

4. SINOPSIS
Act 1 Ringkasan
Dalam waktu tidak lebih dari tiga paragraf , mengatur adegan untuk cerita Anda . Ini akan mencakup pengenalan karakter utama dan konflik yang akan mendorong narasi .

Act 2 ringkasan
Ini biasanya merupakan bagian terpanjang dari sinopsis skenario 2 - 6 paragraf. Di sini Anda akan membangun tindakan sampai mencapai saat kritis ketika kehidupan karakter utama ' berubah .

Act 3 ringkasan
Di sini Anda harus menambahkan kesimpulan dari konflik dan resolusi untuk cerita Anda . Ini harus mencakup beberapa baris tentang apa yang terjadi pada karakter utama setelah "action " berakhir.


Contoh Sinopsis Film Holywood

STAR WARS
A science fiction adventure

A long time ago, in a galaxy far away, the evil Sith lord PALPATINE has overthrown the galactic Republic and installed himself as the emperor of his own New Empire. The last bastion of defense, an ancient order of peacekeepers known as the Jedi Knights, have seemingly been eradicated.

There is one pocket of resistance remaining, though, in the form of the Rebel Alliance. One of its most prominent members, the PRINCESS LEIA ORGANA of Alderaan, is on a mission to find a Jedi, OBI- WAN KENOBI, who is believed to be hiding on a desert planet called Tatooine. The craft on which she is travelling is attacked by a fleet of Imperial starships, but before she is captured Leia manages to hide the schematics of the Death Star, a mighty new Empire space station, inside a small droid, R2-D2, who jettisons off to Tatooine with another droid, C-3PO.


After the pod crashes, the droids are discovered by scavengers, the JAWAS, who in turn sell them to a young man, LUKE SKYWALKER. Luke is at the market looking to buy droids on behalf of his uncle, a farmer, OWEN LARS. Luke's father was a pilot, and Luke dreams of leaving Tatooine to pursue the same career. While cleaning the smaller droid, he triggers a holographic message. The message is from a beautiful young woman and is intended for someone called Obi-Wan Kenobi. Luke knows an old hermit who lives nearby called BEN KENOBI, and he wonders if the two are related.

Waking the next morning, Luke discovers that R2-D2 is missing. Setting out in his landspeeder, Luke and C-3PO go to look for him but are set upon by the hostile Sand People. The old man, Ben, rescues them and takes them back to his home. They see R2-D2, and Ben reveals that he is indeed Obi-Wan Kenobi and that the message is a plea from Princess Leia to deliver the plans to her father in the hope that he can determine a weakness in the structure. Obi-Wan also reveals to Luke that not only did he know his father, Anakin, but that he was a Jedi as well, murdered by the Emperor's henchman, DARTH VADER. Obi- Wan tells Luke that he must now learn the ways of the Force himself. Luke says no but agrees to at least give Obi Wan a ride to Mos Eisley, a nearby spaceport, so that he can find a way to get to Alderaan.

However, stopping at his own home on the way there, he discovers that his aunt and uncle have been murdered by Imperial Stormtroopers searching for the droids. This changes things for Luke, and he now wishes to become a Jedi. At Mos Eisley, the two men and the droids meet HAN SOLO, captain of a ship called the Millennium Falcon, and a wookiee named CHEWBACCA, who is Han's first mate. Han is a smuggler with a bounty on his head, but he agrees to make the trip to Alderaan—for a price. Obi-Wan agrees to the fee, but just as they are about to leave, a legion of stormtroopers arrive, and the ship only just manages to escape. Meanwhile, Princess Leia is a prisoner on the Death Star, under interrogation from the commander of the Death Star, GRAND MOFF TARKIN, who has targeted her home planet for destruction unless she reveals the coordinates of the rebel base. Reluctantly she does so, but Tarkin destroys the planet anyway as a demonstration of the space station's power. Leia's coordinates turn out to be false, and Darth Vader schedules her for execution.

The Millennium Falcon arrives in the Alderaan system just after the planet has been destroyed. Obi-Wan spots what he thinks is a moon, but they realize too late that this is the Death Star and their ship is caught in a tractor beam that pulls it into the gigantic space station. The crew escape and, disguised as stormtroopers, Luke and Han rescue Princess Leia. Obi-Wan however is caught in a confrontation with Darth Vader and is killed.

With plans in hand, the rebel forces launch their attack, with Luke newly installed as a pilot. It is Luke who is to pilot his craft down a small shaft and fire a torpedo into a weak section of the structure. As he does so, however, he is pursued by Darth Vader and other Imperial fighters. Vader's craft is knocked off course by Han and Chewbacca in another ship and spins off into deep space. Luke's shot is successful, and the Death Star is destroyed.

Some weeks later, in a grand ceremony, Princess Leia awards Luke and Han with medals for their efforts while still leaving Luke free to try to find another way to pursue training as a Jedi now that Obi-Wan is dead.


Charles Pearson
WGA 12345
Modesto, CA
(209) 555-0198


Demikianlah, semoga bermanfaat untuk kita. Dan ingat tugas anda tidak berhenti sampai menulis sinopsis saja, karena anda adalah seorang Penulis Skenario !!


Disusun Oleh


Dimas Jayadinekat

Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Terima kasih buat kunjungannya. Semoga menginspirasi.
Silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9