Cepat Sembuh, Pahlawanku! dimuat di Nusantara Bertutur

Senin, 14 Desember 2020

Cerpen Anak Cepat Sembuh, Pahlawanku! dimuat di Nusantara Bertutur Kompas Klasika edisi Minggu, 15 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Alhamdulillah, tulisan saya bisa kembali tayang di media yang satu ini. Tema dongeng yang ditentukan adalah Pahlawan Masa Kini. Untuk ketentuan pengiriman naskah, Sahabat bisa ke mampir ke Cara Kirim Naskah Dongeng Nusantara Bertutur Kompas Klasika

dimuat di Nusantara Bertutur Kompas Klasika

Cepat Sembuh, Pahlawanku!
Oleh: Karunia Sylviany Sambas 

Pagi ini ibu sudah tampak bersiap rapi. Ibu mengajar di sebuah sekolah dasar negeri di Condongcatur, Yogyakarta. Ada yang tampak berbeda dari penampilan ibu kali ini. Ibu mengenakan masker kain dan penutup wajah terbuat dari plastik mika. 

Azi, seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas tiga, memerhatikan gerak-gerik ibunya.

“Kata Bu Guru, kami belajarnya dari rumah saja. Mengapa Ibu tidak mengajar dari rumah juga?” tanya Azi.

Ibu sedang memasukkan sebotol kecil cairan pembersih tangan ke dalam sakunya. Ia menoleh sambil tersenyum. 

“Ibu juga mengajar dari rumah, kok. Tetapi ada yang perlu Ibu selesaikan sekarang,” sahut ibu lembut. “Azi mandi dan sarapan, ya. Sudah Ibu sediakan di dapur.”

Azi mengangguk. 

Sebenarnya Azi kasihan melihat ibu. Sejak pandemi corona terjadi dan kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah, Azi melihat kesibukan ibu semakin bertambah. Pagi-pagi, ibu harus berbelanja dan menyiapkan sarapan. Sepulang kerja, ibu memasak lauk-pauk siang. Ibu masih ada kelas daring di sore hari. Oleh sebab itu, ibu jadi sering terkantuk-kantuk saat menemani Azi belajar.

Kata ibu, selain mengajar daring, ia juga harus melakukan kunjungan rumah. Ibu harus mendatangi rumah murid-murid bergiliran. 

Apalagi sejak ayah bertugas di luar kota. Ibu tidak mahir mengendarai sepeda motor. Itu sebabnya ia harus naik bus atau becak menuju sekolah dan rumah murid. 

Hari ini udara cukup dingin. Hujan baru saja berhenti. Azi menunggui ibu dengan sabar. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore ketika ibu mengucap salam.

“Ibu terjebak hujan,” jelas ibu sambil berjalan menuju kamar mandi.

Malam harinya, badan ibu mendadak meriang dan lidah ibu terasa pahit. Setelah makan malam, ibu istirahat lebih awal dibanding biasanya. 

Azi mengerjakan tugas di ruang tengah. Tugas tentang mengenal aneka tanaman obat itu mengingatkan Azi pada sesuatu. 

Esoknya, setelah mengenakan masker, Azi mendatangi rumah Bulik Nay, adik bungsu ibu. Setelah menceritakan tentang kondisi ibu, Bulik Nay dan Azi tampak sibuk mengerjakan sesuatu. 

Tak lama, semangkuk minuman hangat telah tersaji di atas meja. 

“Hati-hati membawanya, ya, Zi. Titip salam dari Bulik. Semoga Ibu lekas pulih.”

Azi mengucapkan terima kasih lalu membawa minuman itu dengan sukacita.

“Ibu, ini wedang ronde buatan Azi dan Bulik Nay.”

Azi membantu ibu meminum semangkuk wedang ronde. Ibu kelihatan sangat terharu. 

“Ibu adalah pahlawan buat Azi dan murid-murid. Cepat sembuh, ya, Bu.” Azi memeluk ibu penuh kehangatan. (*) 

Dayamaya Dukung Startup Jadi Solusi Kembangkan Potensi Ekonomi

Senin, 07 Desember 2020


Internet Akan Menghubungkan Indonesia dengan Seluruh Dunia


Sahabat Khansa, tak dapat dimungkiri bahwa kita berada dalam kondisi dimana peluang semakin terbuka. Tugas kita tinggal memasang mata lebar-lebar, mengambil peluang dan bersiap menghadapi segala kemungkinan. Ragam peluang yang hadir berasal dari kehadiran internet. Saat internet telah terhubung, tak ada lagi istilah katak dalam tempurung. Kini, dalam tempurung pun katak telah bisa mengarung!


Startup! Bila Sahabat adalah salah seorang penggemar drama korea yang sedang booming saat ini, maka istilah ini akan menjadi lebih mudah dipahami. Sebagaimana saya yang menganggap istilah Start up adalah hal baru. Oleh sebab itu saya mulai menjadi seorang peselancar di dunia maya untuk menemukan arti Start up. Ketertarikan yang mulanya hanya ingin menemukan pengertian Start up malah menjadi sebuah deretan pengetahuan panjang tentang sebuah perusahaan rintisan. 


Perusahaan rintisan adalah sebuah perusahaan yang baru berjalan dan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan pusat bisnisnya. Kehadiran Star up sangat membantu dalam membantu memecahkan sebuah masalah dalam masyarakat.


Kehadiran pandemi membuat daya tekan untuk berinovasi lebih tinggi. Di saat pemerintah memerintahkan masyarakat untuk melaksanakan sebagian besar aktivitas di rumah saja. Pada awalnya mungkin masyarakat akan dibuat gusar dengan imbauan ini. Namun dengan adanya pikiran terbuka terhadap peluang yang ada serta cepat tanggap mengatasi segala tantangan, maka dunia luar bisa tetap dalam genggaman. 

Forum SehatQ, Solusi Konsultasi Kesehatan Terbaik di Masa Pandemi

Minggu, 06 Desember 2020

Konsultasi ke dokter bikin repot!

Udah makan obat warung aja!


Uh, begitulah komentar ibu ketika saya menawarkan untuk memeriksakan kesehatan ke dokter. 

Padahal ibu mengeluh sering pusing beberapa hari ini. Terkadang ibu sampai harus tiduran dalam jangka waktu yang lama.

Tentang ODOP dan Pengalaman Swab Test

Sabtu, 21 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Alhamdulillah, akhirnya sampai pada postingan ini. Postingan yang menjadi akhir dari sebuah rangkaian ODOP Batch 8 dan tentu saja menjadi awal untuk menulis lebih baik dan lebih banyak. 


Sahabat Khansa. Untuk sampai pada postingan kali ini bukan langkah mudah bagi saya. Tertatih, terseok bahkan memutuskan untuk mengakhiri pernah saya lakoni. Alhamdulillah, PJ Squad Blog dimana para penulis yang memutuskan berkarya di blog denga satu postingan satu hari amat sangat membantu saya.


Mereka memberikan solusi, mentransfer energi semangat dan sebuah iming-iming menggiurkan. Seperti saya yang hobi 'menaklukkan media dengan karya' mudah-mudahan tawaran yang singgah tersebut menjadi nyata.


Sahabat Khansa, pada postingan ini saya juga ingin memberikan sedikit pengalaman saya ketika menjalani swab tes pertama. Semoga yang terakhir dan pandemi ini segera berakhir. Aamiin.


Hari itu, Selasa di November. Saya mendapatkan kabar jika salah seorang rekan kerja hasil tes swab positif. Sebagai orang yang sama-sama bekerja di ruangan kecil itu, saya dan seluruh rekan lainnya yang berjumlah sekitar 10 orang itu harus pula memeriksakan diri melalui tes swab.


Tes dilakukan di sebuah ruangan besar. Lalu ada dua petugas di sana. Petugas pertama membuka pintu masuk dan bertindak sebagai asisten.


Petugas kedua mengambil sampel dari mulut. Saya diminta membuka masker lalu menyebutkan huruf A. Petugas memasukkan tong spatel menekan sedikit lidah lalu memasukkan alat kecil ke dalam kerongkongan. Saya agar terbatuk, mirip respons ingin muntah ketika benda itu menyentuh kerongkongan.


Selanjutnya, sebuat alat mirip cotton bud memasuki rongga hidung. Ketika petugas tanya sisi hidung mana, saya pilih kanan. Tanpa alasan spesial semisal hidung kiri sedang mampet. Saya hanya mengutamakan kanan sebagai hal yang baik.


Hasil test akan diumumkan sekitar tiga hari kemudian. Kami menanti dengan cemas. Saya bahkan mengundurkan diri dari sebuah peluang penulisan naskah. Saya khawatir tidak fokus sementara DL naskah tersebut cukup singkat.


Alhamdulillah, sabtu ini hasil tes keluar. Saya dinyatakan negatif. Seketika saya merasa bisa bernapas lebih lega.


Sahabat, selalu patuhi protokol kesehatan agar kita terlindungi dan melindungi orang lain. Mencegah lebih bail dari mengobati, bukan? (*)

Ternyata Tak Sesulit yang Diduga

Jumat, 20 November 2020

 Assalamu'alaikum, sahabat Khansa


Kelas Menulis Online, Menembus Meja Redaksi Media Massa

Kamis, 19 November 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Alhamdulillah, hari ini sebuah amanah kembali menyapa, mengisi sebuah kelas daring tentang tip dan trik tembus media massa. Ya, saya akui ini adalah sebuah pencapaian yang saya inginkan. Apalagi kelas daring ini saya gagas bersama teman duet dalam buku Lord Didi.

Kelas yang Insya Allah akan dimulai pada Desember 2020 itu semoga jadi pembuka jalan untuk berkarir di dunia mentor. Selama ini menjadi peserta kelas, maju sedikit menjadi PJ. Lalu akankah menjadi mentor? Aamiin. Apalagi mimpi menjadi seorang dosen masih melekat kuat sampai hari ini.

Bagi Sahabat Khansa yang ingin mengikuti kelas online tersebut, bisa langsung kontak narahubung di bawah, ya:


Kita bertemu di kelas daring di Desember depan, ya. (*)

Kesempatan untuk Berbagi

Rabu, 18 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Alhamdulillah, ada kesempatan berbagi lagi-dan lagi. Saya agak terkejut ketika hari ini mendapatkan info di grup yang saya menjadi salah seorang PJ di dalamnya. Sebuah kelas yang saya inginkan untuk diampu tetiba saja jatuh kepada orang lain. 

Pekan Tantangan

Selasa, 17 November 2020
Pekan Tantangan - Sungguh pekan tantangan ini saya rangkum agar dapat menjadi pengingat bahwa sejatinya mimpi itu harus dipaksa agar mewujud nyata. Jangan menunda menjadi hal yang harus benar dilakukan.

Seperti hari ini. Minggu sepulang rihlah dengan manajeman waktu yang salah. Sampai rumah pukul 4 pagi. Lanjut dinas sore karena panggilan dadakan dari Rumah Sakit. Esoknya lanjut dinas pagi. Mana seluruh tubuh masih dilanda nyeri-nyeri. Besok libur sehari. Ada DL yang menanti, tentang sebuah naskah impian.

Mohon bantuan ya Rabb.

Dua Peluang yang Hilang

Senin, 16 November 2020

Rencana, Antara Berkah dan Musibah

Minggu, 15 November 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Sebuah rencana yang kadang tak sesuai bisa jadi musibah, ya, kan.

Bagaimana sebuah perencanaan disusun agar sesuai harapan.

Detik demi detik menantikan waktu sebuah rencana perjalanan. Memanfaatkan dengan penuh pertimbangan agar hasil yang dicapai dalam sebuah rencana bukan sebuah utopis.

Karena sebuah rencana tanpa arah yang jelas, tanpa kendali waktu tajam, malah bisa mendatangkan banyak masalah.

Ya, seperti mendapat kemarahan dari orang rumah karena terlambat pulang. 

Ya, letih badan karena selepas perjalanan akan berangkat kerja lagi.

Semua tak akan terjadi. Perjalanan akan menjadi berkah bagi semua ya tentu saja dengan sebuah perencanaan yang matang. Semoga. (*)

Rihlah dengan Sahabat Salehah

Sabtu, 14 November 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa


Alhamdulillah, hari yang dinanti untuk bersama melakukan perjalanan bersama para sahabat salehah tiba. Banyak suka duka yang telah terlewati, pun akan segera menghadang. Ada sahabat yang datang dan pergi. Namun, cinta dalam ikatan ukhuwah islamiah itu mengekalkan. 

Begini Cara Mengambil Peluang dari Satu Kesempatan

Jumat, 13 November 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa. 

Kesempatan yang terbuka dari satu pintu terkadang membuat kita takjub. Tetapi itulah kuasa Allah SWT. Contohnya, hari ini mendapatkan kabar jika akan dibuka kelas penulisan di sebuah komunitas penulis yang saya menjadi PJ di dalamnya.

Pengalaman saya menjadi PJ di kelas sebelumnya, alhamdulillah jumlah peserta kelas ada 35 orang. Lalu di kelas berikutnya yang sedang dalam masa perekrutan pun alhamdulillah yang minat kelas juga lumayan. Nah, belajar dari kedua kelas itu saya jadi bisa membaca peta lingkaran pertemanan saya. Mau dibawa kemana?

Menjadi PJ sesungguhnya bukan hal baru. Dulu, sebelum masa hibernasi yang saya sesali itu dimana laksana Memulai Kembali Seperti Bayi saya sempat tergabung menjadi PJ di beberapa grup kepenulisan. Menjadi penggawa di sebuah grup online itu ternyata seru. Kita bisa membangun relasi dan sebuah iklim menulis yang hangat.

Bagaimana saya bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti menjadi PJ di kelas selanjutnya? Ya, tentunya tak lepas dari kesempatan yang tak saya lewatkan tempo hari. Saya melihat sebuah postingan penerimaan PJ, lalu saya mendaftar. Kini, saya telah menjadi PJ resmi dan telah mengampu dua kelas dan satu antologi. Saatnya, menerima amanah selanjutnya. Jangan pernah menyerah untuk memelajari hal baru membuat saya mampu bertahan.

Lalu, kelas seperti apa yang saya akan ampun di satu sampai dua bulan ke depan? Eits, masih rahasia dapur. Adonan lezatnya masih di godok sang owner. Kita nantikan, ya.

Intinya, bagi yang hobi buat video, nulis cerita humor, hobi gambar dan siap menerjang media cetak, bolehlah nabung dulu. Siapkan simpanan beberapa rupiah dalam kocek untuk ikutan belajar di kelas seru ini. Ditunggu, ya. (*)

Hari Perpisahan Dua Grup Daring Penulisan

Kamis, 12 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Haru itu nyata hari ini. Saya dan teman-teman harus meninggalkan satu grup WhatApp. Grup kecil yang beranggotakan tak lebih dari 30 peserta kelas dan satu lagi tak lebih dari 60 peserta kelas. Sedih? Sangat. Tersebab kebersamaan bersama para teman yang punya frekuensi yang sama itu terasa sangat singkat. Tetiba sudah masuk dua bulan saja. 

Peluang yang Pergi

Rabu, 11 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Bila sebelumnya postingan saya tentang Peluang, Ambil atau Biarkan Hilang?Peluang, Ambil atau Biarkan Hilang? membuat semangat membara menyelesaikan naskah, maka postingan kali ini tentang sebuah peluang yang hilang sementara dikarenakan sesuatu hal. Hihi. Hal yang menjadikan seorang penulis dikatakan memiliki kompetensi. Yang tahu cung, ya.

Nah, tapi saya turut bahagia karena info ini sekaligus memberikan peluang untuk salah seorang rekan penulis. Rencananya, kami ingin kolaborasi membuat sebuah naskah. Saya menulis dan si Mbak mengilustrasi. Apa daya, ternyata keputusan sang redaktur pagi ini membuat saya harus sejenak rileks dan tentunya bersemangat kembali untuk menemukan jodoh bagi naskah ini.

Semangat Bangkit Kembali

Naskah tersebut dinyatakan kembali ke folder naskah tersayang. Kecewa pasti, ya. Manusiawi. Namun saya tak lantas berkecil hati. Saya telusuri kembali kemungkinan naskah ini layak terbit. Akhirnya, berbekal informasi yang saya temukan di sebuah fanpage penerbit, saya mengirimkan pesan ke kontak salah seorang editor dan menanyakan kemungkinan penerimaan naskah.

Alhamdulillah, pesan tersebut berbalas. Kini, naskah yang ditolak telah kembali mengarungi lautan jalan menuju nasibnya. Semoga kali ini pulang berkabar baik. Saya nantikan di dermaga. (*)

Peluang, Ambil atau Biarkan Hilang?

Selasa, 10 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Disaat saya sedang mengerjakan sebuah proyek menulis, tetiba sebuah pesan pribadi memasuki kotak pesan WhatsApp. Memberikan kesempatan untuk menulis sebuah buku pengayaan dengan tema yang menarik perhatian saya. Tema tersebut berhubungan dengan daerah asal kakek saya; Kalimantan Barat.

Sebenarnya ada keinginan sedetik untuk intirahat dahulu. Berhubung saat ini ada sebuah amanah pula yang mampir di kotak surel. Saya harus menyelesaikan outline naskah dalam waktu dua pekan saja. Jumlah halaman buku yang dibutuhkan memang tak terlalu banyak sebenarnya. Namun jika hanya fokus pada satu tujuan, saya rasa tak terlalu berat kiranya.

Melepas peluang ini begitu saja? Bisa saja, sih. Tapi saya kembali berpikir. Bagaimana jika kelak Mba tersebut tak lagi membuat nama saya berada di antrian penulis menjadi tujuan penulisan? Ah, tentu merugi, ya.

Bismillah. Saya coba untuk mengambil peluang dengan segala kemampuan yang saya bisa lakukan. Toh, jika naskah saya menarik dan ada sedikit kesalahan masih ada proses revisi, bukan.

Intinya, jangan berhenti untuk terus menebar asa pada peluang yang datang. Karena saya yakin, hati Mba tersebut memilih saya karena digerakkan oleh Allah SWT.

So, jangan pernah lewatkan kesempatan yang datang. Karena kita tak pernah tahu rezeki yang mana yang dapat mengubah segala pinta menjadi nyata. (*)

Memulai Kembali Seperti Bayi

Minggu, 08 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Masih ingat dengan sampul akun sosial media facebook saya? Hihi, bagi yang lama berteman di facebook pun terkadang belum tentu ingat, ya. Karena kita kan fokus ke status. Kalau nggak buka profil facebook teman, tentu fokus pada hal itu pun jadi ambyar. Walaupun kita berteman sudah sangat lama. 


sumber: dokumen pribadi

Nah, sampul facebook saya memajang tentang sebuah karya saya yang berhasil masuk di buku tematik tema 5 ekosistem. Ketika saya memajang status WA tentang tampilan ini, beberapa orang teman langsung mengirim pesan pribadi. "Bagaimana bisa?" begitulah kira-kira isi pesannya. 

Bee Ikut Bangun Taman Baca di Kedaulatan Rakyat

Sabtu, 07 November 2020

Cerpen Anak dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat edisi Jumat, 23 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Alhamdulillah, naskah saya kembali menghiasi rubrik CERNAK SKH Kedaulatan Rakyat. Menulis cerita anak itu memang seru, lo. Membuat kita selalu ceria karena bisa berbagi kebaikan dengan para sobat cilik.

Bagaimana cara mengirim naskah cerita anak ke SKH Kedaulatan Rakyat.? Sahabat bisa cek postingan Cara Mengirim Cerpen Anak ke Harian Kedaulatan Rakyat, ya. Insya Allah, sudah di-update 😀

Berikut naskah saya yang tayang tersebut:

dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat edisi Jumat, 23 Oktober 2020

Bee Ikut Bangun Taman Baca
Oleh: Karunia Sylviany Sambas

Kupi Kupu-Kupu, Ruru Rusa, Kiki Kelinci dan Titi Merpati ingin membangun sebuah taman baca di hutan tempat tinggal mereka.

“Kenapa harus taman baca?” tanya Kiki.

“Karena masih banyak adik-adik bahkan teman-teman kita yang belum bisa membaca. Padahal buku itu jendela dunia,” jelas Ruru.

Sebenarnya rencana untuk membuat taman baca ini sudah ada sejak lama namun baru terlaksana karena keempat sahabat itu sibuk dengan tugas sekolahnya. Sekarang mereka sudah lulus. Ilmu yang sudah diperoleh selama ini harus dapat dimanfaatkan. Begitu niat Kupi, Ruru, Kiki dan Titi.

Mereka berbagi tugas. Kupi dan Titi akan mencari tempat taman baca dibangun. Ruru mengerahkan anak-anak hewan untuk membantu melengkapi taman baca dengan meja, kursi dan rak-rak buku. Sementara Kiki akan menyebarkan selebaran tentang taman baca.

Akhirnya, Kupi dan Titi menemukan lokasi. Sebuah rumah pohon di dekat sungai. Di sekelilingnya ada pohon-pohon teduh dan taman bunga.

Waktu pembukaan taman baca tinggal dua hari lagi. Wah, semua hewan tampak saling bantu.

“Uhuk ... uhuk!” terdengar suara batuk Kiki. Semua menoleh ke arah sumber suara.

“Sepertinya tubuhmu kurang sehat, Ki,” komentar Kupi.

“Wajahmu juga terlihat lesu,” tambah Ruru.

“Sudah, Ki. Tidak apa-apa. Kamu istirahat saja.” Titi mencoba menghibur Kiki.

Kelinci itu bersedih. Dari kejauhan ia memandang teman-temannya yang sedang bekerja. Tiba-tiba seekor anak lebah kecil bertubuh bulat terbang mendekati Kiki.

“Hai,” sapanya ramah. “Kenalkan, aku Bee.”

“Hai, Bee. Kamu sedang apa?” tanya Kiki dengan suara lemah.

“Aku baru saja membantu ibu dan ayah mengumpulkan nektar dari bunga-bunga itu!” tunjuk Bee Lebah ke arah taman bunga di samping taman baca.

“Aku juga ingin membantu teman-teman. Sayangnya, aku sedang kurang enak badan. Uhuk.” Kiki terbatuk lagi.

“Sepertinya kamu terlalu lelah, jadi kondisi tubuhmu menurun,” ujarnya.

“Aku pergi sebentar, ya. Aku mau mengantarkan nektar ini dulu.”

Tak lama kemudian ia kembali dengan sebuah bungkusan kecil.

“Kamu minum ini, ya.” Bee menyodorkan madu.

Kiki hanya mengangguk lemah. “Semoga kamu cepat sembuh.”

Bee melihat ada beberapa selebaran di samping Kiki. “Selebaran itu belum sempat aku sebar,” ujar Kiki.

“Aku bantu sebarkan, ya.” Bee tersenyum.

Sebelum Kiki menjawab, Bee sudah terbang sambil membawa selebaran. Kiki sungguh terharu dengan kebaikan Bee. Padahal mereka baru saja bertemu.

Sehari sebelum pembukaan taman baca, buku-buku sudah tersusun rapi. Buku didapat dari sumbangan warga hutan. Oh ya, ternyata Bee terbang jauh sekali. Ia menyebarkan selebaran sampai ke hutan seberang. Wah, jumlah buku di taman baca jadi semakin banyak.

Di hari pembukaan taman baca, semua menyambut bangga dan gembira. Bee dan keluarganya juga diundang. Kerja keras dan gotong royong mereka menghasilkan kegembiraan untuk semua. (*)

Dari Balik Pintu ICU

Jumat, 06 November 2020
WHO baru saja merilis keterangan barunya terkait dengan fakta bahwa Covid-19 bisa menular melalui udara (air bone). 

Penyataan yang dipublikasikan pada 9 Juli 2020 ini sontak membuat kami dihinggapi rasa was-was yang lebih dari biasa. Saat ini kami bertugas di ruang ICU (Intensive Care Unit) sebuah RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Ruangan tersebut hanya cukup memuat tiga tempat tidur pasien. Tentu bisa dibayangkan berapa luasnya ruangan tersebut. Ditambah, jarak antara meja perawat (station nurse) dan tempat tidur pasien tak lebih dari satu meter saja.

Hari-hari kami dipenuhi rasa was-was tersebut. Setiap ada pasien yang akan masuk dari IGD (Instalasi Gawat Darurat) ataupun pindah ruangan dari ruang VIP (Very Important Person) atau Internis (Penyakit dalam), kami pasti langsung menanyakan status pemeriksaan rapid test Covid-19. 

Rasa kemanusiaan tentu selalu berharap setiap pasien yang keluar dari pintu ruang ICU itu dalam keadaan membaik. Namun sebagai manusia, rasa was-was yang kerap menghampiri menyebabkan ruangan itu tak seperti sebelumnya. Tak ada lagi cerita berlama-lama tentang latar belakang keluarga pasien. Kami hanya bertanya seperlunya, terkait riwayat penyakit.

Sebagai salah satu RSUD yang berada di sebuah kotamadya, kami mendapatkan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) termasuk lebih lama dibandingkan fasilitas pelayanan kesehatan di pusat. Di masa awal, kepala ruangan kami membelikan 14 set jas hujan sebagai APD. Jas hujan itu tak lebih tebal dari plastik pembungkus makanan dari warung. Di rumah sakit hanya tersedia masker, sarung tangan dan penutup kepala (surgion cap). 

Barulah kemudian bantuan berdatangan. Baju hazmat, face shield, kacamata google, dan sepatu boat. Masing-masing petugas ruangan mendapat jatah satu. Akhirnya, APD yang terbuat dari plastik tadi berubah fungsi. Kami menggunakannya sebagai APD dari hujan. Ketika melihat jas yang berwarna biru itu, orang-orang sekitar rumah sakit akan langsung mengenali kalau itu adalah petugas ruang ICU. 

Kehadiran bantuan tak lantas membuat rasa was-was itu sirna. Pemakaian APD malah membuat langkah agak sedikit berat, ya mungkin karena masih berada dalam tahap adaptasi.

Saat memasang infus, misalnya, face shield yang terbuat dari plastik mika itu akan berembun sehingga malah menghalangi pandangan. Pembuluh darah yang menjadi sasaran, menjadi samar bahkan tidak terlihat. Akhirnya, seringkali face shield tergeletak begitu saja. 

Suatu ketika, seorang pasien masuk. Pasien tersebut terakhir dilakukan rapid tes Covid-19 tiga hari yang lalu dengan hasil negatif. Ketika ingin dilakukan pemeriksaan radiologi, ternyata alatnya sedang rusak. 

Oleh karena pasien tersebut menunjukkan gejala Covid-19, kami melakukan rapid tes Covid-19 ulang setelah berkoordinasi dengan dokter spesialis. Hasilnya, positif! Pasien tersebut langsung dipindahkan ke ruang isolasi.

Untungnya perawat yang bertugas pada saat itu memakai APD lengkap. Meski begitu, isolasi mandiri empat belas hari tetap diberlakukan. 

Inilah sebagian kecil suka duka pelayan kesehatan di masa pandemi. Tak ada istilah WFH (Work From Home). Bekerja sif tetap berlaku. 

Bekerja dengan hati tulus, jaga kualitas imun dan tingkatkan iman kiranya adalah tiga hal yang selalu kami ucapkan di sela-sela bertugas untuk saling menyemangati. (*)

Cara Memasak Nasi dengan Kompor Gas Ala Mantan Anak Kos

Kamis, 05 November 2020
Sebagai salah seorang mantan anak kos, cara memasak nasi dengan kompor gas merupakan hal yang cukup sulit. Ya, bagaimana lagi. Di rumah kos berpetak tiga kali tiga itu saya terbiasa melakukan segala sesuatunya, termasuk kegiatan memasak nasi, tanpa harus berlelah, alih-alih menggunakan kompor gas, saya tetap setia dengan rice cooker.


Namun, ketika saya kembali ke rumah, mau tidak mau saya harus belajar bagaimana cara memasak nasi pakai kompor gas. Soalnya, daerah rumah saya termasuk kawasan yang jaringan listrik suka ngambek. Sebentar-sebentar, byar pet. Kalau saya tetap egois dengan mengandalkan kekuatan rice cooker, bisa-bisa saya terserang busung lapar.

Baiklah, sebelum memakai cara menanak nasi manual ini, terlebih dahulu saya harus memahami apa saja langkah demi langkah untuk memperlancar misi memasak nasi ini.

1. Menyiapkan Bahan

Karena kali ini saya ingin memasak nasi, tentu saja saya harus menyiapkan beras. Jumlah takaran beras disesuaikan dengan porsi makan kami sekeluarga. Biasanya kami menanak nasi dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam setiap menanak nasi, takaran yang digunakan 2 cup.

Air bersih
Rantang yang tidak berlubang

2. Menyiapkan Alat

Siapkan dandang yang bagian bawah saringannya sudah diisi air sampai di batas yang dianjurkan.

Kompor gas
Jangan lupa pastikan persediaan gas yang mencukupi.

Langkah-Langkah Memasak Nasi dengan Kompor Gas


Cuci beras secukupnya. Kalau saya biasa mencuci dua kali saja. Cukup sampai air cucian beras tampak tidak terlalu jernih. Setelah itu, beras dimasukkan ke dalam rantang yang tidak berlubang. Masukkan air ke dalam rantang. Takaran air memasak nasi disesuaikan dengan takaran beras. Sekitar satu ruas jari lebih sedikit. Karena kebiasaan makan di keluarga kami tidak suka jika nasinya terlalu kering.

Dandang yang telah terisi air tadi diletakkan di atas kompor yang sudah dinyalakan dengan api sedang. Setelah air di dalam dandang mendidih, naikkan beras dalam rantang di atas saringan dandang. Kemudian tutup rapat.
Kira-kira tiga puluh menit kemudian, tutup sudah bisa dibuka. Namun begitu, disela-sela penantian, nasi boleh diintip sebentar untuk diaduk merata agar tidak menjadi kerak, ya.

Setelah masa penantian usai, silakan menunggu sebentar sampai sisa air nasi terserap. Selanjutnya, nasi biasa diaduk dan siap untuk disajikan.

Nasi hangat siap disantap bersama keluarga tercinta. Btw, secara ilmu kesehatan ternyata nasi yang dimasak dengan kompor gas, bisa mencegah peningkatan gula darah, lo.

Memasak nasi langsung menggunakan dandang memang sedikit agak ribet bagi sebagian orang yang terbiasa praktis seperti mantan anak kos. Apalagi, memasak nasi dengan cara manual ini bisa membuat nasi cepat matang. Oleh sebab itu, pekerjaan sedikit melelahkan ini harus juga diketahui sedikit banyaknya, bukan?

Cara menanak nasi yang terkesan nggak banget ini sebenarnya bermanfaat sekali, lo. Terlebih jika ada suatu hajatan yang mengundang banyak orang. Dengan kepiawaian dalam memasak nasi menggunakan kompor gas ini, kelak kita sudah bisa memasak nasi menggunakan kayu. Tentunya dalam porsi yang lebih besar lagi.

Dalam suatu hajatan seringkali dijumpai nasi yang tidak sempurna masaknya. Ketika sedang asyik menikmati hidangan, tiba-tiba saya dijumpai butiran keras nasi. Tentu ini membuat ilfil dan bisa jadi membuat mood dalam mengikuti acara pesta ambyar seketika.

Terlihat sepele bukan? Namun dampaknya bisa sangat luar biasa. Oleh sebab itu, siap sedia memasak nasi dengan kompor gas harus diketahui, terlebih mantan anak kos. Siap mencoba? (*)

Sinergi Prioritas dan Semangat

Rabu, 04 November 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Alhamdulillah, dua berita bahagia kembali menyapa di hari ini. Pertama, outline naskah buku pengayaan yang saya kirimkan pada Juli 2020 lalu mendapatkan kabar baik, yakni bisa dilanjutkan ke tahap penyelesaian. Namun waktu yang diberikan untuk menyelesaikan naskah lengkap tak kurang dari 64 halaman itu membuat saya agak sedikit bimbang. Tapi ingin mengajukan perpanjangan waktu sepertinya bukan hal yang baik, bukan? Terlalu dini, menurut pandangan saya. 

Yuk, Konfirmasi Dahulu

Selasa, 03 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Saya cukup bingung hari ini. Ketika menemukan bahwa paket buku yang saya pesan tidak juga sampai di tujuan. Malah ada satu paket yang saya sangat harapkan secepatnya tiba karena itu merupakan paket buku bukti terbit saya di sebuah penerbit mayor. Walaupun merupakan buku duet, tapi sebagai karya perdana yang bisa mejeng di rak toko buku itu amat sangat membesarkan hati saya. 

Menebar dan Menjaring

Senin, 02 November 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa


Perihal menebar dan menjaring kali ini berkaitan dengan literasi. Pada Oktober kemarin saya mengirim beberapa tulisan ringan dan cerpen anak ke media cetak. Seperti biasa, dimuat di media bukan perkara mudah, ya, kan. Kita selalu bersaing untuk menarik perhatian editor agar karya kita tayang. 

Cara Unduh iPusnas di Komputer

Minggu, 01 November 2020


Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Kegiatan membaca sekarang bisa dimana saja. Tidak harus diam berlama melalui buku fisik. Meskipun bagi sebagian orang, termasuk saya, belum ada yang bisa menandingi kenikmatan membaca buku fisik. Harum yang menguar dari tiap halaman buku baru membuat saya merindukan saat-saat bisa berlama-lama di toko buku. 

Perantara Kebahagiaan

Sabtu, 31 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Masih ingat dengan cerita saya sebelumnya tentang Memberi Sebenarnya Menerima? Ketika kita berusaha memberikan kebahagiaan pada orang lain sebenarnya kita sedang membuat diri kita pun bahagia. Percayalah, tiada kebaikan yang sia-sia.

Pemuda Harapan Negeri

Jumat, 30 Oktober 2020
Puisi Pemuda Harapan NegeriTugas ODOP Batch 8 pekan ini istimewa buat saya khususnya. Pasalnya sudah lama sepertinya saya tak lagi menuangkan isi imaji dalam bait-bait puisi. Terkadang saya pun bertanya pada diri, hingga kini lebih banyak menulis genre anak dan membaca buku anak, namun mengapa justru bunga-bunga kemenangan justru bermekaran dari ranah puisi. Saya sangat tak menyangka bisa menorehkan bunga karya di Menang Lomba Puisi Langsung Juara Pertama. Sebuah prestasi membanggakan buat saya. 

Cara Menjadi Kontributor Suara Konsumen

Kamis, 29 Oktober 2020

Cara Menjadi Kontributor Suara KonsumenWell, berbagi itu memang menyenangkan, ya. Terbukti efek pandemi membuat banyak dari kita menyadari bahwa berbagi tak melulu soal materi. Bahkan jasa review produk usaha teman menjadi salah satu cara berbagi. Era digital membuat kita melek bahwa usaha teman yang disiarkan melalui sosial media terbukti mampu meningkatkan hasil penjualan.


Salah satu website yang menawarkan jasa review usaha adalah suarakonsumen.co. Sahabat bisa kulik web tersebut untuk membuka cakrawala bahwa usaha itu ada banyak di sekitar kita. Bahkan, usaha itu tergolong masih belia namun telah merambah ke mana-mana. 

Membuat Bahagia Bersama

Rabu, 28 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Hari itu seorang teman literasi mengabarkan bahwa ia sungguh tidak percaya diri dengan naskah yang baru saja ia kirimkan ke sebuah rubrik. Ia memberanikan diri mengirim ke rubrik tersebut setelah berdiskusi panjang dengan saya. Menanyakan cara kirim, tip dan trik hingga obrolan mengalir ke beberapa tahun silam saat kami masih sama-sama menjejakkan langkah di dunia literasi. 

Memberi Sebenarnya Menerima

Selasa, 27 Oktober 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Suatu ketika saya memberikan benda atau sejumlah nominal uang kepada salah seorang adik saya. Jumlahnya mungkin tak lebih hanya sekadar beli pulsa dan kuota, tetapi binar bahagia yang tak bisa saya lupa ketika ia menerima pemberian itu. Sederhana namun berkesan. 

Rezeki yang Terjaring dari Kelas Daring

Senin, 26 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Pernah mengikuti kelas daring lalu mendapat tugas yang harus diselesaikan segera? Kalau saya sering dan malah karena itu jadinya manajemen waktu saya agak berantakan. Duh, curcol saya ke Mba dan Mas PJ ODOP udah sering kayaknya tentang ini. Alhamdulillah, ODOJ tinggal tiga pekan lagi. Campur aduk rasa hari demi hari pokoknya, nih.

Review Transfer Uang Pakai Aplikasi Bebas Bayar

Minggu, 25 Oktober 2020
Hari ini seseorang mengirim pesan melalui kotak masuk pesan facebook. Menyatakan ketertarikannya pada bisnis jual pulsa, token, bayar tagihan. Ya, saya memang beberapa kali membuat tulisan tentang aplikasi bayar-bayar di akun media sosial. Saya pun membagikan ilmu yang saya miliki tentang aplikasi bayar-bayar tersebut. Terutama tentang keuntungan bergabung menjadi anggota. Setelah tanya ini itu, sampailah pada pernyataan dan pertanyaan.

Jadi Kuat Karena Semangat

Sabtu, 24 Oktober 2020
Jadi Kuat Karena Semangat - Hari ini saya luar biasa capai. Masya Allah. Pulang dinas pukul 11 siang dan lanjut jam 3 siang kajian. Kemudian baru pulang pukul 21.00 WIB. Lanjut dinas malam pukul 22.00 WIB.

Namun, semua dapat saya lakukan. Semua karena cinta luar biasa. Cinta pada literasi yang membuat semua rasa lelah itu seolah buyar.

Cinta akan menemukan jalannya yang luar biasa. Lalu semangat menjelma asa. Sungguh luar biasa bila cinta menggerakkan semua.

Kuat Karena Semangat


Bolehlah kita berpaling ke belakang dan melihat sejenak usaha kita selama ini. Misal ODOP. Sudah tinggal hitungan hari saja menuju akhir. Bagaimana bisa merangkai kata jika tanpa cinta hingga saat ini. Itu tentu mustahil, bukan?

Jadilah kuat dan jadilah hebat dengan semangat. Karena hanya dengan semangat kita akan sanggup bertahan hingga di batas akhir, di garis finish yang kita nantikan. (*)

Menulis adalah Terapi yang Menyembuhkan

Jumat, 23 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Kegiatan belajar daring tetap berlangsung karena wabah belum kunjung usai. Bagi saya yang banyak berkutat dengan dunia literasi media, sangat takjub dengan berbagai macam kelas yang dibuka oleh para mentor yang sudah tak diragukan lagi kapasitasnya. Mulai dari kelas fiksi anak, fiksi remaja, fiksi dewasa, belum lagi nonfiksi. Harga yang ditawarkan juga mulai dari yang bersahabat sampai yang membuat kantong agar sekarat. 

Cara Kirim Sungguh Sungguh Terjadi Harian Kedaulatan Rakyat

Kamis, 22 Oktober 2020
Cara Kirim Sungguh Sungguh Terjadi Harian Kedaulatan Rakyat - Alhamdulillah, berita bahagia tentang pemuatan karya datangnya beruntun bagaikan gerbong kereta. Tiada henti mengucap syukur di bulan kelahiran saya ini. Hari ini karya sederhana saya dimuat di salah satu surat kabar besar di Kota Yogyakarta, Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, tepatnya di rubrik Sungguh Sungguh Terjadi.

Rubrik yang berisi penggalan kisah yang membuat para pembaca berdecak, terkesima dan terkadang tak menduga. Kok bisa ya ada kisah seperti itu. Tetapi itu kisah nyata, lo. Oleh sebab itu, saya suka membaca halaman rubrik ini dan akhirnya ketika ada kisah menarik yang pantas dibagikan, saya berkesempatan menghadirkannya kepada Sahabat Khansa.

Berikut Cara Pengiriman Naskah Sungguh Sungguh Terjadi SKH Kedaulatan Rakyat

 
  1. Tulis cerita unik menarik yang terjadi di sekitar kita dalam bentuk satu paragraf singkat. Saya perkirakan jumlah paragraf itu tak lebih dari 50 kata;
  2. Ketik rapi di badan email;
  3. Lengkapi dengan nama, alamat, nomor kontak, nomor rekening;
  4. Kirim naskah ke alamat surat elektronik joko.job@gmail.com
    Update: Sejak 17 Juli 2021, redaksi SST memberikan pengumuman terbaru khusus pengiriman naskah SST. Sahabat bisa mengirim naskah SST ke alamat surat elektronik naskahkr@gmail.com atau nomor WhatsApp 0895-6394-11000 
Cara Kirim Sungguh Sungguh Terjadi

Selanjutnya, Sahabat Khansa bisa memantau apakah tulisan tersebut dimuat/belum pada website Kedaulatan Rakyat.

Selamat mengirim karya, ya. Jika belum rezeki dimuat, terus kirim dan jangan bosan. Insya Allah, setiap naskah ada jalan rezeki masing-masing. (*)

Pamer Karya Bukan Ria

Rabu, 21 Oktober 2020
Pamer Karya Bukan RiaAlhamdulillah kabar bahagia datang lagi hari ini. Kabar dari salah satu rubrik yang amanah, menurut pantauan kami-para penulis setia-selama ini. Apalagi kalau bukan Harian Solopos. Pandemi memang merenggut banyak luapan euforia yang tak tersalurkan. Ya, bagaimana lagi. Para penggawa media juga harus beradaptasi dengan efek samping pandemi. 

Banyak rubrik media yang hibernasi hingga menutup peluang para penulis untuk mengirim karya. Berbeda dengan Harian Solopos yang tetap eksis dengan rubrik Ah Tenane dan tentu saja transfer honor yang tak pernah telat. Ups! 

Nah, seperti biasa, ketika ada karya yang dimuat di media, saya selalu membuat postingan di akun sosial media. Lalu, dalam hitungan detik teman-teman seantero sosial media itu menghujani saya dengan banyak cinta sebagai ucapan selamat. Senang? Tentu saja manusiawi, ya. Namun, kesenangan di sini selalu saya redam agar tak berubah menjadi rasa ria yang tercela. 

Pamer karya adalah ungkapan syukur dan berbagi bahagia dengan Sahabat. Dengan membuat postingan karya tersebut, tentu semangat Sahabat sedikit banyak akan terlecut untuk mengikuti jejak langkah kita. Terbukti, setelah status tersebut saya pajang, permintaan untuk bergabung dengan grup JKHI semakin bertambah. Malah, ada juga Sahabat yang mengirim pesan pribadi menanyakan tentang cara mengirim naskah ke rubrik tersebut. 

Sebagai sesama pejuang tinta, kita sudah pernah berada di posisi pemula. Masih buta segala sesuatu tentang cara kirim ke sebuah media, misalnya. Baiknya, kita berikan solusi tanya dengan sebuah jawaban ataupun sharing. Dengan memudahkan urusan orang lain sesungguhnya kita telah mempermudah urusan kita sendiri. 

Bila naskah Sahabat tersebut dimuat, itu artinya kita telah ikut berkontribusi menjadi jalan salah satu rezeki orang lain. Hal ini pun merupakan salah satu sifat mulia. Maka jika ada Sahabat yang menanyai saya, daripada sibuk menjawab satu per satu, maka saya buat saja satu postingan di blog. Hasilnya, kunjungan halaman blog saya bertambah dan Sahabat juga mendapatkan manfaat tulisan. Sebuah simbiosis mutualisme, ya, kan? 

Sahabat Khansa, semua perbuatan tergantung niat, ya, kan? Jadi jangan khawatir dengan keputusan untuk memajang karya di sosial media. Siapa sangka postingan itu kelak akan menjadi salah satu amal jariah yang tiada putus bagi kita. Semangat berkarya dan menebar manfaat (*) 

Gegara Mobile Banking dimuat di Rubrik Ah Tenane Harian Solopos

Gegara Mobile Banking dimuat di Rubrik Ah Tenane Harian Solopos edisi Rabu, 21 Oktober 2020 - Alhamdulillah. Kembali bisa menorehkan jejak karya di rubrik Ah Tenane Harian Solopos edisi edisi Rabu, 21 Oktober 2020.

Naskah ini dikirim pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagi Sahabat yang ingin mengirim karya ke rubrik ini bisa lanjut ke postingan berikut. Buat yang ingin kepoin honor pemuatan karya yang akan masuk ke nomor rekening Sahabat, bisa mampir ke postingan honor.

Mari menulis!

Harian Solopos edisi Rabu, 21 Oktober 2020

Cara Mudah Pindahkan Chat WhatsApp dalam Sekejap

Selasa, 20 Oktober 2020
Cara Mudah Pindahkan Chat WhatsApp dalam SekejapPernah mau ini dan mau itu tapi dirasa sulit tercapai? Saran saya, coba cek lagi niat awal yang kita pasang. Apakah kemauan itu hanya sekadar mau? Apakah kemauan itu sudah disangga oleh kesungguhan? Jika jawabnya masih sekadar kata mau, maka sangat wajar jika keinginan itu belum tercapai. 


Contohnya adalah aktivitas literasi yang saya jalani hari ini.

Pengalaman Menjemput Impian: Honda Beat CBS-ISS 2020

Senin, 19 Oktober 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Alhamdullillah, satu dari cerita cita kembali menjemput nyata. Setelah menunggu dan bersabar lebih kurang satu tahun, saya bisa menjemput sepeda motor idaman. 


Kabar Bahagia Datang dan Pergi Silih Berganti

Minggu, 18 Oktober 2020

 Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.


Alhamdulillah, kabar bahagia hari ini kembali menyapa. Setelah sebelumnya pernah memenangkan lomba menulis puisi, hari ini saya mendapatkan notif bahwa tulisan saya di blog mendapatkan predikat terbaik. Seperti dalam kompetisi sebelumnya, hanya ada satu pemenang dalam kompetisi ini. Ya, saya adalah pembelajar yang tiada henti mencuri informasi. Hahaha. Saking pengennya menang ya harus banyak curi ilmu, ya, kan? Belajar dari karya pemenang sebelumnya dan berusaha lebih baik lagi tentunya.

Amanah Bukan Beban

Sabtu, 17 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa

Pernah diberikan amanah? Amanah itu adalah sesuatu yang dipercayakan kepada kita. Entah berupa benda ataupun tak benda, misal lisan. Kadang kita diminta oleh seseorang setelah ia menceritakan sesuatu pada kita. "Janji, ya."

Ulasan Cerpen Jabat Tangan Lima Puluh Juta di Blog Ngodop

Jumat, 16 Oktober 2020

Ulasan Cerpen Jabat Tangan Lima Puluh Juta di Blog NgodopAlhamdulillah, memasuki pekan ketujuh di ODOP Batch 8 dan saya masih sanggup bertahan. Seingat saya, hanya ada satu hari berutang di program ini dan utang tersebut sudah dibayar tunai 😁


Tantangan di pekan ketujuh ini adalah mengulas salah satu cerpen yang ada di blog ODOP. Dari barisan judul yang memukau, saya memilih satu cerpen dengan judul menarik Jabat Tangan Lima Puluh Juta 

Motivasi dari Komunitas

Kamis, 15 Oktober 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Belajar di komunitas itu seru, lo. Saya udah buktikan. Ceritanya, saya kan tergabung dalam grup odop. Masih tahap awal, sih. Masih proses seleksi administrasi. Masih berlaku one day one post alias satu hari satu postingan. Setiap hari wajib posting kalau nggak mau ditendang dari kompetisi. Apakah kejam? Nggak dong. Salah satu tujuannya adalah agar kita konsisten menulis.

Saya pikir nulis di program ini bakal keterusan setelah kompetisi. Saya jelas khawatir. Jujur saya kesulitan membagi waktu karena saat ini saya sedang punya proyek menulis buku dan beberapa kelas daring. Saya keteteran. Duh, jangan ditiru, ya. 

Saya pun curcol dengan pungawa odop. Berharap dapat motivasi agar terus bertahan. Tak disangka, saya malah dapat tawaran ODOP di salah satu devisi kalau sanggup bertahan sampai lulus. Wah, jadi semangat.

Semangat berkomunitas, ya, Sahabat Khansa 😊 

Cara Mudah Ubah Url Postingan Blogspot Agar Tidak Terpotong

Rabu, 14 Oktober 2020
Cara Mudah Ubah Url Postingan Blogspot Agar Tidak Terpotong - Berkomunitas itu sangat bermanfaat, lo. Saya merasakan pengalaman itu kemarin. Saat saya ingin membuat postingan blog Cara Mengirim Tulisan ke Rubrik Terjadi Sungguh-Sungguh Harian Merapi di mana saya ingin sekali belajar bagaimana agar url postingan tersebut tidak terpotong. Buat Sahabat yang menggunakan blogpot di blognya pasti mengetahui jika url postingan kita dibatasi oleh blogspot dengan permalink otomatisnya.

Saya sempat bingung bagaimana cara mengubahnya. Karena pengalaman saya jika menulis url blog selalu terpotong. Malah kata kunci dari postingan tersebut hilang.

Hal ini tentu saja membuat link itu tampak tak elok. Walaupun tetap bisa dishare di sosial media dan dinikmati pembaca.

Namun, ketika saya belajar lebih dalam tentang blog, ternyata url yang tidak lengkap ini berpengaruh pada SEO.

Buat teman-teman yang punya masalah serupa, ini tip yang bekerja dengan baik, lo. Semoga membantu 😊

  1. Postingan lama dikembalikan ke draft;
  2. Setelah itu, ubah permalink otomatis menjadi permalink khusus. Mulailah mengedit url sesuai keinginan (pastikan panjang url maksimal 75 karakter);
  3. Setelah itu kembali ke halaman postingan. Lalu publikasikan;
  4. Cek url apakah sudah dapat diakses atau belum. Caranya, klik judul.

Nah, demikian caranya, Sahabat. Cukup gampang, kan? Selamat mencoba, ya.

Cara Kirim Tulisan Terjadi Sungguh-Sungguh Harian Merapi

Selasa, 13 Oktober 2020
Cara Kirim Tulisan Terjadi Sungguh-Sungguh Harian Merapi - Bagaimana kabar menulisnya? Masih semangat? Harus semangat terus, dong, ya. Alhamdulillah, lagi dan lagi Allah SWT beri kejutan manis saat semangat menulis agak meredup di tengah rutinitas yang berbaris.

Kali ini tulisan ringan saya dimuat di Harian Merapi di rubrik Terjadi Sungguh-Sungguh (TSS) Harian Merapi. Tabungan naskah saya yang dimuat di rubrik ini masih empat. Lebih banyak naskah yang melayang ke kotak sampah email redaksi kayaknya. Kecewa, sih. Tapi, saya jadi kebal kalau naskah tak dimuat. Malah saya jadi belajar dari tulisan yang dimuat di sana. Bagaimana penulis meramu cerita sederhana dan menjadi pilihan redaksi.

terjadi sungguh sungguh adalah rubrik

Bagi Sahabat yang ingin mengirimkan naskah ke rubrik ini, boleh simak ketentuan berikut:

  1. Menurut pengalaman dan pantauan saya, tulisan yang tayang di rubrik ini ditulis tak lebih dari 100 kata;
  2. Ketik naskah tersebut di badan surel ataupun berupa lampiran;
  3. Sertakan nama, alamat lengkap, nomor kontak, dan nomor rekening di akhir naskah;
  4. Kirim ke alamat surel : koranmerapi@gmail.com
    Update: Alamat surel terbaru rubrik ini adalah harianmerapi@gmail.com
Yang Perlu Diketahui Sebelum Mengirim Tulisan ke Rubrik Terjadi Sungguh-Sungguh Harian Merapi

Tidak ada pemberitahuan dimuat atau tidaknya naskah, ya. Jadi sering-sering saja mengecek di Harian Merapi (sekarang hanya bisa dicek pada edisi cetak). Masa tunggu naskah juga tidak ada ketentuan. Naskah terbaru saya yang dimuat, dikirim pada 16 September 2020 dan dimuat pada 13 Oktober 2020.

Rubrik Terjadi Sungguh-Sungguh Harian Merapi tayang setiap hari, kecuali hari libur/besar. Jadi kans untuk dimuat terbuka besar dan tentu saja persaingan cukup tinggi karena tulisan singkat dan ide unik menarik dipunyai setiap orang. Namun, jangan patah semangat. Karena jalan rezeki itu misterius, lo! Selamat mengirim dan menebar karya. (*)

Cara Terbaru Upgrade ke GoPay Plus

Senin, 12 Oktober 2020

Cara Terbaru Upgrade ke GoPay PlusAlhamdulillah, lagi-lagi saya mendapatkan kesempatan untuk memenangkan event di website yang mana saya tergabung menjadi kontributor di dalamnya. Tak hanya seru, event ini juga melatih kepekaan para peserta terhadap tema yang menjadi tantangan. 

Copy Writing Bikin Closing di Ending

Minggu, 11 Oktober 2020

Copy Writing Bikin Closing di Ending - “Selamat sore, Kak. Perkenalkan saya … dari Kota X ingin menawarkan Kakak produk kami yang sedang hits. Jika ingin memesan, silakan kontak nomor hape sekian sekian.” 

Pernah enggak, sih, Sahabat disambangi pesan seperti ini? Sangat amat menyebalkan, ya? Membuat penuh space kotak pesan saja. 

Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog Bersama IM3 Ooredoo X IIDN

Sabtu, 10 Oktober 2020

Mengoptimalkan Peluang Dunia Blog Bersama IM3 Ooredoo X IIDN -
 
“Kak, boleh minta info kirim naskah ke media X?” tanya seseorang via pesan facebook

Sambil tersenyum bangga saya membaca isi pesan itu. Saya bahagia karena ternyata tulisan saya yang tayang di sebuah media cetak ternama itu mendapatkan perhatian dan mengundang kekepoan. Lalu dengan penuh semangat saya membalas pesan itu. Hingga menghabiskan banyak waktu untuk menjawab sedetail mungkin. 

Jangan Menduga, Serahkan Pada Ahlinya

Jumat, 09 Oktober 2020
Suatu ketika Rei merasakan keanehan terjadi pada dirinya. Hidangan sahur terasa tak mampu mengantarkan kenyang. Ia merasa seolah-olah ada benda asing yang bergerak di sekitar anusnya. Apakah ia terkena kremian? Hiii, membayangkannya saja Rei sudah ngeri. 

Rei tetap melanjutkan berpuasa pada hari itu. Puasa di tanggal 10 Muharram. Rasa gatal yang mula-mula mampu diabaikan saat sahur tadi perlahan mulai mengusik aktivitas. Rei lalu berinisiatif membeli obat yang mampu menghancurkan tubuh hewan lunak itu, tidak hanya sekadar mengeluarkannya dari dalam tubuh. 

Setelah mencari informasi dari sana sini, Rei mendapatkan satu merk obat. Apa yang terjadi? Obat telah dikonsumsi namun tidak memberikan efek sebagaimana yang diinginkan. Rei benar-benar kecewa. Rasa gatal tetap menyiksa sepanjang hari. 

Oleh sang ibu, Rei diajak berobat ke seorang dokter spesialis. Setelah diperiksa, Rei terkena penyakit jamur di dalam dubur, bukan kremian. Kata sang dokter, mungkin Rei kurang menjaga kebersihan. 

Rei lega karena vonis dokter tidak mengatakan ia terkena penyakit membahayakan. Pelajaran penting yang Rei dapatkan adalah untuk menyerahkan sebuah masalah pada ahlinya, bukan mengarang pendapat pribadi yang belum tentu kebenarannya. (*)

Pelajaran Penting dari Kelas Daring

Kamis, 08 Oktober 2020
Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Malam ini saya dapat ilmu baru lagi dari sebuah kelas daring. Kelas daring ini merupakan kelas bergizi tinggi karena mambahas tentang blog. Ternyata banyak ilmu ngeblog yang buat saya melongo. Baru tahu betapa kudetnya saya selama ini. 

1. Tak Ada Kata Terlambat

Jadi Pribadi yang Berani Mencoba

Rabu, 07 Oktober 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Jika ditanya mengapa mampu bertahan sampai hari ini di ODOP Batch 8, saya hanya bisa bilang semua karena berani mencoba.

Hampir setiap minggu saya merasa patah arang berkali kali. Merasa kehilangan semangat diri mengikuti kompetisi. Apa udahan aja? Cukup sampai di sini saja? 

Pertanyaan ini kerap hadir. 

Cara Menjadi Kontributor Risalah Misteri

Selasa, 06 Oktober 2020

Cara Menjadi Kontributor Risalah Misteri Apakah Sahabat adalah salah seorang penggemar cerita misteri? Cerita mencekam nan mendebarkan yang mampu membuat kita insomnia seketika. Bila iya, maka info yang akan saya bagikan ini akan sangat bermanfaat tentunya. Uji nyali tidak hanya saat menceritakan kisah misteri ala kita tapi juga uji nyali menghadapi lawan kompetisi.

Kalah dan Menang, It's Okay To Not Be Okay

Senin, 05 Oktober 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa. 

Sahabat Khansa, pada postingan kali ini saya akan membahas tentang kalah dan menang. Mungkin biasanya orang akan membahas tentang menang dan kalah tetapi saya memilih untuk membahas kalah dan menang. Mengapa? Karena saya sadari kebanyakan dari kita lebih pasti menerima kemenangan, tapi jarang yang siap untuk menerima kekalahan. Apakah itu sebuah kesalahan? Enggak, dong. Manusiawi, kok. 


Oh, ya, Sahabat, hari ini saya mendapatkan dua berita.

Jangan Tumbang oleh Kritikan

Minggu, 04 Oktober 2020
Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa 

Kita tak dapat memungkiri bahwa pujian adalah sesuatu yang membahagiakan. Tentu senang dan bahagia saat karya kita mendapat apresiasi. Sebagai contoh, naskah cerpen yang kita pajang di blog ataupun platform online mendapat tanda suka dan komentar baik. Istilahnya, telinga kita berdiri karena pujian itu. 


Namun, begitu ada satu tanda tidak suka dan komentar yang kurang berkenan,

Cabut Komedo Sampai ke Akar, Nomor 3 Paling Ampuh!

Jumat, 02 Oktober 2020

Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Pernahkah saat bercermin dan mendapati kulit wajah timbul bintik hitam atau putih? Pernahkan saat memegang wajah terasa kasar seperi jalanan berpasir? Itu berarti wajah Sahabat tengah menjadi tempat favorit keluarga komedo. Duh, nggak banget, nih, ya.

Komedo adalah benjolan kecil atau bisa juga tanpa benjolan yang muncul di pori-pori kulit. Saat terkena infeksi, benjolan tersebut bisa berubah menjadi jerawat. Tahukah Sahabat, keluarga komedo ini tidak hanya menyukai wajah sebagai tempat tinggalnya, mereka juga suka tumbuh di dada, bahu, lengan, atau punggung. 

masker gelatin komedo

Nah, Sahabat Khansa, daripada saya simpan sendirian,

Review Nutrimune, 9 Manfaat Herbal Berkualitas dalam Satu Kemasan

Kamis, 01 Oktober 2020
Review Nutrimune, 9 Manfaat Herbal Berkualitas dalam Satu Kemasan - Situasi saat ini memaksa kita untuk lebih waspada terhadap menjaga kondisi tubuh, ya, Sahabat. Banyak virus bertebaran membuat tubuh rentan penyakit. Oleh sebab itu, kita tentu berupaya semaksimal mungkin meningkatkan imun tubuh. Virus ada di sekitar, tapi tidak semua virus mampu melumpuhkan tubuh, tentu saja tubuh dengan kondisi imun yang baik.

Meningkatkan Imunitas Tubuh
Bagaimana cara mendapatkan imun tubuh yang baik? Tentu pertanyaan sederhana ini berdampak sangat besar untuk kesehatan kita. Berikut 3 tip sederhana untuk meningkatkan imunitas tubuh:

1. Kelola Stres Semaksimal Mungkin
Sahabat Khansa, menurut KBBI, stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan. Tak dapat dipungkiri aktivitas sehari-hari sangan mungkin membuat kita terpapar dengan stres. Stres bukanlah penyakit, tetapi bisa jadi menjadi awal cikal bakal terjadinya penyakit.

Saat stres, kebanyakan orang akan makan terlalu banyak hingga meningkatkan kemungkinan meningkatkan Kadar Gula Darah (KGD). Kondisi meningkatknya KGD dapat membuat timbulnya penyakit diabetes. Wah, mengerikan, ya. Bagi sebagian orang lain bisa jadi merokok untuk membuat stres berkurang. Tentu kita semua sudah mengetahui bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatan.

2. Jadikan Hobi Sebagai Terapi
Menurut KBBI, hobi adalah kegemaran, kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Nah, selama pandemi kita menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Setelah menjalankan aktivitas utama, saatnya bersenang-senang dengan hobi. Bagi yang hobi berkebun, silakan cek tanaman di kebun belakang. Mungkin mereka sedikit terabaikan oleh kesibukan kita sebelum pandemi.

Jadikan aktivitas hobi sebagai sarana bersenang-senang. Saat hati senang, hormon yang dihasilkan tubuh akan meningkatkan imunitas.

3. Konsumsi Suplemen Herbal
Konsumsi herbal sangat baik bagi kesehatan. Tentunya cek dan ricek produk herbal tersebut sebelum Sahabat memutuskan untuk mengonsumsinya, ya. Salah satu produk herbal yang bisa menjadi pilihan adalah Nutrimune.

sumber: Telegram Grup DP Nutrimune

Nutrimune adalah jus kesehatan yang mengandung 9 herbal berkualitas, yaitu:

1. Temulawak
2. Jambu Merah
3. Jahe Merah
4. Kunyit
5. Madu
6. Lemon
7. Serai
8. Daun Kelor
9. Kayu Manis

Nutrimune Bisa Dikonsumsi Segala Usia
Insya Allah bisa dikonsumsi semua usia, tetapi tetap saja sesuai aturan, ya. Segala sesuatu yang berlebihan itu tentu tidak berdampak baik. Minum Nutrimune pada pagi dan malam hari untuk efek yang lebih baik. Cukup 2 sendok makan yang bisa diminum langsung atau dicampur air hangat.

Meningkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi suplemen herbal memang kerap digunakan sebagai cara alternatif untuk sehat. Ini karena banyak juga yang berhasil dengan cara tradisional ketimbang cara medis. Tak heran jika banyak yang mencoba beralih ke cara alternatif karena kandungan alami bahannya. Bahan alami tentu minim efek samping, ya, kan, Sahabat?

Konsumsi suplemen herbal lebih diminati. Efek obatnya langsung hingga ke akar penyebabnya. Tak hanya berfokus pada menghilangkan penyakit, namun juga untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Nah, Sahabat Khansa, tunggu apa lagi? Bisa banget hubungi Mba Irma Anggraini Adi (WA: 0858 6430 6210) untuk info pemesanan produk herbal jempolan ini.

Nutrimune, Nutrition For Immune!

Pesan Kartu Perdana IM3 OOREDOO Via indosatooredoo.com Begini Caranya

Rabu, 30 September 2020

Assalamu'alaikum, Sahabat Khansa.

Hari ini saya baru saja memesan kartu perdana indosatooredoo.com


Ensiklopedia Hewan Laut Mengenal 32 Jenis Hewan di Lautan

Senin, 28 September 2020



Assalamu’alaikum, Sahabat Khansa

Ada yang pernah menulis artikel pengetahuan? Wah, ternyata menulis artikel pengetahuan itu susah-susah gampang, lo. Banyak poin penting yang harus disampaikan di dalamnya, termasuk bahasa pengetahuan yang ramah anak.

Pada tanggal 10-12 Agustus 2020 kemarin, Rumpun Aksara, mengadakan Kelas Artikel Pengetahuan. Kelas dengen peserta terbatas ini akhirnya berhasil meluncurkan buku antologi Ensiklopedia Hewan Laut pada 28 September 2020. Ensiklopedia ini berasal dari kerja keras founder Rumpun Aksara, tim editor, dan tentunya mentor dan seluruh peserta kelas.

Kelas artikel pengetahuan dimentori oleh Mbak Winy Rifmawati, seorang editor dan content writer Rumpun Aksara. Seluruh peserta kelas menulis artikel pengetahuan sesuai dengan minat terhadap hewan laut, lalu artikel yang telah ditulis mendapatkan kurasi dari Mbak Winy. Setelah oke, baru dilanjutkan pada proses editing dan dikirim untuk selanjutnya dicetak.

Sungguh beruntung bisa tergabung dalam antologi ini, Sahabat. Kita mendapat pengetahuan tentang artikel anak yang tentu berbeda dengan artikel umum. Pemilihan bahasa sangat penting, karena konsumen utama dari buku ini adalah anak. Inilah salah satu alasan saya memilih genre anak dalam dunia literasi. Melalui dunia literasi anak, banyak pesan kebaikan yang bisa kita tanamkan.

Nah, Sahabat Khansa, berikut blurb dari buku antologi yang Insya Allah sangat bermanfaat bagi sobat cilik:

Tahukah kalian jika kuda laut lahir dari ayahnya?
Apakah ada ulat bulu yang tinggal di lautan?
Dan apakah kalian tahu seperti apa kepiting laba-laba itu?
Yuk, cari tahu jawabannya di dalam buku Ensiklopedia Hewan Laut ini!

Selain isinya menarik, ensiklopedia ini dilengkapi dengan lembar aktivitas, lo, sobat cilik. Aktivitas membaca kalian akan lebih seru pastinya!

Bagi Sahabat Khansa yang berminat, bisa banget kejar Pre Order sampai 07 Oktober 2020. Bisa kirim pesan melalui WA: 0823 6917 5848, ya. Saya kasih diskon spesial, lo. (*)